Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Pesta Ulang Tahun 2


__ADS_3

Safa


pun merebahkan badannya diatas kasurnya dan mulai memegang boneka yang Ayahnya


dulu berikan padanya saat ulang tahunnya.


‘’


Gimana ya? Apa aku harus ngikutin kemauannya Ayah ? Entahlah aku bingung akan


hal itu. Seakan semua tlah rumit diotakku. ‘’


Tanpa


disengaja Safa pun tertidur pulas dalam dekapan bonekanya itu. Waktu terus


berjalan dan ternyata sudah terdengar waktu Maghrib dan Safa belum apa – apa


sama sekali. Ibu Safa mengetu pintu kamar Safa dan terus – terus memanggil nama


Safa dari luar. Safa oun bangun dan membuka pintu kamarnya itu.


‘’


Nduk ini udah Maghrib loh. Jangan tidur langsung mandi dan sholat. Katamu kamu


akan pergi ke ulang tahunnya Anis. ‘’


‘’


Iya buk. Tapi Safa berangkatnya nunggu Ayah pulang dulu. Paling habis Isya’. ‘’


‘’


Ya udah setelah sholat kita makan bersama ya Ibu juga mau sholat juga. ‘’


‘’ Siap buk. ‘’


Ibu


pun pergi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat maghrib. Safa yang


mandi duluan denga cepat agar ibunya tak terlalu lama menunggunya untuk makan


bersama di meja makan. Setelah sholat, Safa menuju meja makan.


‘’


Ayo ini dimakan nduk. Tadi siang kamu kan belum makan toh ? ‘’


‘’


Iya buk maaf. ‘’


Safa dan Ibunya pun menikmati makanan sederhana tersebut. Otak Safa masih


terfikirkan masalahnya. Rasanya tak enak jika ia ingin curhat ke Ibunya saat


itu. Karna posisi nya sekarang pasti Ibunya akan ndukung apa yang dikatakan


Ayahnya. Selama ini Safa nggak pernah memperdulikan apa kemauannya. Sebenarnya


Safa dulu ingin mondok tapi karna Ayahnya Safa tidak setuju makanya sekarang


Safa sekolah di SMA, namun tetap saja dia didik Ayahnya dalam bidang agama.


Setelah makan Safa pun bersiap – siap untuk sholat Isya’ lalu mengganti bajunya


untuk pergi ke ulang tahunnya Anis sahabat kecilnya itu. Ternyata Ayah sudah


menunggu Safa di luar rumah.


‘’


Ayo nduk Ayah cepat – cepat ini. ‘’


‘’


Iya Yah. ‘’


‘’


Subhanallah anak Ayah ternyata sudah jadi  gadis yang cantik yak buk. ‘’


Ibu


Safa hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Ayah Safa tersebut.


‘’


Ayuk Yah Safa udah siap nih. ‘’


‘’


Ayuk. ‘’


‘’


Hati – hati dijalan ya Yah. Jaga gadis cantik kita ini. ‘’ kata Ibu


‘’


Pasti Buk. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’Wa’alaikumsalam. Daaa. ‘’


Safa dan Ayahnya pun menuju ke pesta ulang tahunnya Anis yang lumaya jauh dari rumah


Safa tersebut. dulu rumah Anis dekat dengan rumah Safa, tapi karena Papa nya


Anis dinasnya dipindah makanya Anis rumahnya pun juga pindah agar dekat dengan


kantor Papa nya.


Setelah sampai dirumah Anis ternyata para undanga sudah banyka yang datang. Malam


puncaknya nanti dimulai saat jam 9 malam, makanya Safa hanya bisa mengantarkan


kadonya saja tanpa ikut serta dalam pesta tersebut.


‘’Alhamdulillah


tadi temen Ayah bilangnya mau bertemu Ayah disekitar sini. Ini Ayah tinggal


dulu. Kalau Ayah belum datang jangan pulang dulu ya. ‘’


‘’


Oke siap Yah. ‘’


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


 ‘’ Wa’alaikumsalam. ‘’


 Safa pun melangkah menuju kedalam rumah Anis


yang sudah ramai undangan yang hadir. Ketika Safa ingin melangkah menuju


kedalam ada yang memanggil namanya tersebut.


‘’


Safa! ‘’


Safa


pun menengok siapa yang telah memangilnya itu. Ternyata dia adalah Yusuf.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’

__ADS_1


Wa’alaikumsalam. ‘’


‘’


Loh kok kamu disini Suf? ‘’


‘’


Iya aku ini nganterin Usna ke ulang tahunnya temen organisasinya. ‘’


‘’


ohh. ‘’


‘’


Kamu juga dapat undangannya ? ‘’


‘’


Iya dia kan sahabat kecilku. ‘’


‘’


Hm kalau gitu kamu masuk, mungkin udah ditungguin sahabatmu itu. ‘’


‘’


Kamu nggak ikut masuk ? ‘’


‘’


Nggak aku disini saja. ‘’


Baiklah


aku pergi dulu yak. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Safa pun masuk kedalam rumah Anis dan mencari Anis untuk memberikan kadonya dan juga


kado dari Adel siang tadi yang telah diberikannya. Safa terkagum akanpesta yang


menurutnya sangat besar itu. Safa berangan – angan seandainya dirinya juga


pernah merayakan ulang tahunnya seperti ini. Namun Safa ragu rasanya tak


mungkin dia bakal seperti ini. Setelah matanya mencari dikeramaian itu,


akhirnya Safa melihat Anis yang sedang ada didekat Yudha. Safa bingung apakah


dia akan menghampiri Anis yang ada didekat Yudha, karna Safa masih kepikiran


akan kata – kata Yudha tadi saat disekolah.


‘’


Gimana nih. Kesana nggak ya. Aku males jika ketemu sama tuh bocah. ‘’ gumam


Safa lirih


Namun tanpa disadari Anis melihat Safa yang ada di sudut pandangnya lalu memanggil


Safa untuk mendekatinya. Safa pun dengan ragu melangkah menuju ke arah Anis


yang memanggilnya tadi.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


‘’


Eh Safa kamu datang. Aku seneng deh. ‘’ kata Anis sambil memeluk Safa


‘’


‘’


Iya nggak papa kok. ‘’


‘’


Barakallah Fii Umrik. Yaumul milad Anis. Semoga keinginanmu dapat dikabulkan


oleh Allah. Aamiin. ‘’


‘’


Aamiin. ‘’


‘’


Eh, ini ada kado dariku dan dari Adel. Adel juga titip salam buat ucapin


selamat buat kamu. ‘’


‘’


Iya makasih Fa. Kalau gitu ayo kita di dekat kolam. Karna acaranya akan


dilakukan disana sih. ‘’


Safa pun hanya mengangguk setuju dengan yang dikatakan Anis. Safa bingung denga


sikap Yudha padanya. Yudha dari tadi hanya memalingkan wajahnya dari Safa.


Yudha tak seperti biasanya yang sering cerewet dan sering sekali ngomel saat


didekat Safa. Tiba – tiba Safa melihat ternyata Anis sedang menggandeng tangan


Yudha. Safa pun langsung berfikir ternyata Yudha sudah pacaran dengan Anis,


tanpa disengaja Safa pun bertanya pada Anis.


‘’


Kalian pacaran ? ‘’


‘’


Oh Aamiin. ‘’ kata Anis yang terus senyum – senyum pada Yudha. Sedangkan Yudha


tak menghiraukan apa yang Safa dan Adel katakan itu.


‘’


Dasar playboy cap badak. Tadi pagi bilang suka ke aku dan sekarang malah udah


pacaran sama sahabat aku pula. ‘’ kata Safa dalam hatinya yang udah jengkel


banget.


Mereka pun berjalan menuju dekat kolam. Safa pun terperanggah lagi melihat ulang tahun


tersebut. Safa menggambil roti yang ada didekatnya itu, namun ada segerombol


orang yang datang menghampiri Safa dengan wajah yang sangat tidak senang pada


kehadirannya Safa disitu.


‘’


Heh kamu! ‘ bentak orang itu yang ternyata anak pemilik yayasan sekolahnya Safa


itu. Dia saingan Safa saat lomba telling story, karna dia kalah dari Safa


makanya dia nggak suka kalau ada Safa didekatnya itu. Dia cantik, dan termasuk

__ADS_1


anak terpopuler yang ada disekolah Safa. Namanya adalah Casandra bisa dipanggil


Sandra.


Safa


hanya melihat dengan wajah polosnya dan tangannya masih memegang roti yang dia


ambil tadi.


‘’


Kamu anak gaptek nggak pantes disini. Ini hanya tempat anak yang hits dan punya


derajat yang lebih tinggi dari kamu itu. ‘’


Tanpa berkata apaun Safa menjauh dari tempat tersebut, tanpa disangka Sandra telah


mendorong Safa masuk ke dalam kolam itu. Safa yang tidak bisa berenang berusaha


menjerit minta tolong namun tak seorang pun menolongnya. Yudha yang melihat


kejadian tersebut langsung menyebur menuju Safa yang sudah diambang kematian


karena akan tenggelam itu. Dengan cepat Yudha menarik tangan Safa dan menuju


darat agar Safa bisa bernafas.


‘’


Fa kamu nggak papa ? ‘’ tanya Yudha yang cemas


Safa hanya menangis akan kejadian yang terjadi padanya itu. Tiba – tiba ada


seseorang yang menaruh jaket diatas pundak Safa dan merangkul Safa meninggalkan


acara itu. Ternyata orang itu adalah Yusuf. Safa terus menangis terisak – isak


setelah ia hampir mati karena tidak bisa berenang.


‘’


Istighfar Fa, jangan nangis lagi. Tenangin dirimu dulu. ‘’ kata Yusuf berusaha


menenangkan Safa


‘’


Astaughfirullah. ‘’ Kata Safa yang masih terisak – isak.


Tiba


– tiba datang Adel yang berlari menuju Safa. Adelpun memeluk Safa kencang.


Seketika tangis Safa malah lebih pecah dari yang sebelumnya itu.


‘’


Udah jangan nangis lagi. ‘’ kata Adel yang masih memeluk Safa erat


‘’


Ini tadi kenapa? ‘’ tanya Adel pada Yusuf


‘’


Hm, aku juga nggak tau pasti. Pas aku liat dia udah basah semuanya dan semua


malah menertawakan bukannya bantu. ‘’


Safa pun melepaskan pelukan Adel. Dan mulai menghapus air matanya sendiri. Safa


mulai tenang hatinya ketika Usna adiknya Yusuf datang untuk memeluknya juga.


Usna yang melihat Safa seperti itu ingi rasanya marah dan mengamuk disana,


namun ia tau ia nggak seharusnya merusak acaranya Anis.


‘’


Kakak nggak papa ? ‘’ tanya Usna pada Safa


‘’


Iya dek nggak papa kok. ‘’ kata Safa yang mulai tenang


‘’


Alhamdulillah. ‘’


‘’


Del kok kamu kesini ? bukannya kamu ada urusan keluarga ? lalu kamu tinggalin


kluargamu dong ? ‘’


‘’


Aku tadi liar siaran langsungnya si Sandra. Eh ternyata kamu malah diceburin


sama si Sandra kan ? ‘’


‘’


Hm, iya tapi nggak papa kok. ‘’


‘’


Nggak papa gimana ? kamu tuh nggak bisa renang. Coba tadi kalau Yudha nggak


bantu kamu. Apa ada yang bakal bantu ? Anis aja yang sahabatmu dia jago renang


juga nggak bantu kamu sama sekali. Malah dia ngliatin doang kok. ‘’


‘’


Ya kan itu pesta ulang tahunnya. Kalau dia bantu aku nanti gaunnya jadi basah


Del. ‘’


‘’


Apa ya ada sahabat liat sahabatnya yang hampir mati tenggelem kayak gitu Fa ?


aku aja liat kamu gitu langsung kesini kok. ‘’


‘’


Iya Del. Maaf. ‘’


‘’


Udah jangan saling menyalahkan. Yang penting kan Safa udah slamat. ‘’ Kata


Yusuf menenangkan


‘’


Eh Del ini aku kenalkan. Ini namanya Yusuf dan ini Usna adiknya. ‘’


Adel


yang mendengarkan perkataan Safa pun langsung senyum – senyum sendiri.


‘’Ternyata


cowok ini yang udah buat Safa jatuh cinta. ‘’ gumam Adel dalam hati


‘’


Iya kenalin juga saya Adel sahabat Safa yang paling baik. ‘’


Yusuf


hanya tersenyum menjawab perkataan Adel tadi. Tak begitu lama kemudian Ayah

__ADS_1


Safa pun datang. Ayah Safa kaget melihat Safa yang sudah basah kuyup disitu.


Ayah Safa bergegas menghampiri mereka dan menanyakan langsung pada mereka.


__ADS_2