
Safa
pun merebahkan badannya diatas kasurnya dan mulai memegang boneka yang Ayahnya
dulu berikan padanya saat ulang tahunnya.
‘’
Gimana ya? Apa aku harus ngikutin kemauannya Ayah ? Entahlah aku bingung akan
hal itu. Seakan semua tlah rumit diotakku. ‘’
Tanpa
disengaja Safa pun tertidur pulas dalam dekapan bonekanya itu. Waktu terus
berjalan dan ternyata sudah terdengar waktu Maghrib dan Safa belum apa – apa
sama sekali. Ibu Safa mengetu pintu kamar Safa dan terus – terus memanggil nama
Safa dari luar. Safa oun bangun dan membuka pintu kamarnya itu.
‘’
Nduk ini udah Maghrib loh. Jangan tidur langsung mandi dan sholat. Katamu kamu
akan pergi ke ulang tahunnya Anis. ‘’
‘’
Iya buk. Tapi Safa berangkatnya nunggu Ayah pulang dulu. Paling habis Isya’. ‘’
‘’
Ya udah setelah sholat kita makan bersama ya Ibu juga mau sholat juga. ‘’
‘’ Siap buk. ‘’
Ibu
pun pergi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat maghrib. Safa yang
mandi duluan denga cepat agar ibunya tak terlalu lama menunggunya untuk makan
bersama di meja makan. Setelah sholat, Safa menuju meja makan.
‘’
Ayo ini dimakan nduk. Tadi siang kamu kan belum makan toh ? ‘’
‘’
Iya buk maaf. ‘’
Safa dan Ibunya pun menikmati makanan sederhana tersebut. Otak Safa masih
terfikirkan masalahnya. Rasanya tak enak jika ia ingin curhat ke Ibunya saat
itu. Karna posisi nya sekarang pasti Ibunya akan ndukung apa yang dikatakan
Ayahnya. Selama ini Safa nggak pernah memperdulikan apa kemauannya. Sebenarnya
Safa dulu ingin mondok tapi karna Ayahnya Safa tidak setuju makanya sekarang
Safa sekolah di SMA, namun tetap saja dia didik Ayahnya dalam bidang agama.
Setelah makan Safa pun bersiap – siap untuk sholat Isya’ lalu mengganti bajunya
untuk pergi ke ulang tahunnya Anis sahabat kecilnya itu. Ternyata Ayah sudah
menunggu Safa di luar rumah.
‘’
Ayo nduk Ayah cepat – cepat ini. ‘’
‘’
Iya Yah. ‘’
‘’
Subhanallah anak Ayah ternyata sudah jadi gadis yang cantik yak buk. ‘’
Ibu
Safa hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Ayah Safa tersebut.
‘’
Ayuk Yah Safa udah siap nih. ‘’
‘’
Ayuk. ‘’
‘’
Hati – hati dijalan ya Yah. Jaga gadis cantik kita ini. ‘’ kata Ibu
‘’
Pasti Buk. Assalamu’alaikum. ‘’
‘’Wa’alaikumsalam. Daaa. ‘’
Safa dan Ayahnya pun menuju ke pesta ulang tahunnya Anis yang lumaya jauh dari rumah
Safa tersebut. dulu rumah Anis dekat dengan rumah Safa, tapi karena Papa nya
Anis dinasnya dipindah makanya Anis rumahnya pun juga pindah agar dekat dengan
kantor Papa nya.
Setelah sampai dirumah Anis ternyata para undanga sudah banyka yang datang. Malam
puncaknya nanti dimulai saat jam 9 malam, makanya Safa hanya bisa mengantarkan
kadonya saja tanpa ikut serta dalam pesta tersebut.
‘’Alhamdulillah
tadi temen Ayah bilangnya mau bertemu Ayah disekitar sini. Ini Ayah tinggal
dulu. Kalau Ayah belum datang jangan pulang dulu ya. ‘’
‘’
Oke siap Yah. ‘’
‘’
Assalamu’alaikum. ‘’
‘’ Wa’alaikumsalam. ‘’
Safa pun melangkah menuju kedalam rumah Anis
yang sudah ramai undangan yang hadir. Ketika Safa ingin melangkah menuju
kedalam ada yang memanggil namanya tersebut.
‘’
Safa! ‘’
Safa
pun menengok siapa yang telah memangilnya itu. Ternyata dia adalah Yusuf.
‘’
Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
__ADS_1
Wa’alaikumsalam. ‘’
‘’
Loh kok kamu disini Suf? ‘’
‘’
Iya aku ini nganterin Usna ke ulang tahunnya temen organisasinya. ‘’
‘’
ohh. ‘’
‘’
Kamu juga dapat undangannya ? ‘’
‘’
Iya dia kan sahabat kecilku. ‘’
‘’
Hm kalau gitu kamu masuk, mungkin udah ditungguin sahabatmu itu. ‘’
‘’
Kamu nggak ikut masuk ? ‘’
‘’
Nggak aku disini saja. ‘’
Baiklah
aku pergi dulu yak. Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
Safa pun masuk kedalam rumah Anis dan mencari Anis untuk memberikan kadonya dan juga
kado dari Adel siang tadi yang telah diberikannya. Safa terkagum akanpesta yang
menurutnya sangat besar itu. Safa berangan – angan seandainya dirinya juga
pernah merayakan ulang tahunnya seperti ini. Namun Safa ragu rasanya tak
mungkin dia bakal seperti ini. Setelah matanya mencari dikeramaian itu,
akhirnya Safa melihat Anis yang sedang ada didekat Yudha. Safa bingung apakah
dia akan menghampiri Anis yang ada didekat Yudha, karna Safa masih kepikiran
akan kata – kata Yudha tadi saat disekolah.
‘’
Gimana nih. Kesana nggak ya. Aku males jika ketemu sama tuh bocah. ‘’ gumam
Safa lirih
Namun tanpa disadari Anis melihat Safa yang ada di sudut pandangnya lalu memanggil
Safa untuk mendekatinya. Safa pun dengan ragu melangkah menuju ke arah Anis
yang memanggilnya tadi.
‘’
Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
‘’
Eh Safa kamu datang. Aku seneng deh. ‘’ kata Anis sambil memeluk Safa
‘’
‘’
Iya nggak papa kok. ‘’
‘’
Barakallah Fii Umrik. Yaumul milad Anis. Semoga keinginanmu dapat dikabulkan
oleh Allah. Aamiin. ‘’
‘’
Aamiin. ‘’
‘’
Eh, ini ada kado dariku dan dari Adel. Adel juga titip salam buat ucapin
selamat buat kamu. ‘’
‘’
Iya makasih Fa. Kalau gitu ayo kita di dekat kolam. Karna acaranya akan
dilakukan disana sih. ‘’
Safa pun hanya mengangguk setuju dengan yang dikatakan Anis. Safa bingung denga
sikap Yudha padanya. Yudha dari tadi hanya memalingkan wajahnya dari Safa.
Yudha tak seperti biasanya yang sering cerewet dan sering sekali ngomel saat
didekat Safa. Tiba – tiba Safa melihat ternyata Anis sedang menggandeng tangan
Yudha. Safa pun langsung berfikir ternyata Yudha sudah pacaran dengan Anis,
tanpa disengaja Safa pun bertanya pada Anis.
‘’
Kalian pacaran ? ‘’
‘’
Oh Aamiin. ‘’ kata Anis yang terus senyum – senyum pada Yudha. Sedangkan Yudha
tak menghiraukan apa yang Safa dan Adel katakan itu.
‘’
Dasar playboy cap badak. Tadi pagi bilang suka ke aku dan sekarang malah udah
pacaran sama sahabat aku pula. ‘’ kata Safa dalam hatinya yang udah jengkel
banget.
Mereka pun berjalan menuju dekat kolam. Safa pun terperanggah lagi melihat ulang tahun
tersebut. Safa menggambil roti yang ada didekatnya itu, namun ada segerombol
orang yang datang menghampiri Safa dengan wajah yang sangat tidak senang pada
kehadirannya Safa disitu.
‘’
Heh kamu! ‘ bentak orang itu yang ternyata anak pemilik yayasan sekolahnya Safa
itu. Dia saingan Safa saat lomba telling story, karna dia kalah dari Safa
makanya dia nggak suka kalau ada Safa didekatnya itu. Dia cantik, dan termasuk
__ADS_1
anak terpopuler yang ada disekolah Safa. Namanya adalah Casandra bisa dipanggil
Sandra.
Safa
hanya melihat dengan wajah polosnya dan tangannya masih memegang roti yang dia
ambil tadi.
‘’
Kamu anak gaptek nggak pantes disini. Ini hanya tempat anak yang hits dan punya
derajat yang lebih tinggi dari kamu itu. ‘’
Tanpa berkata apaun Safa menjauh dari tempat tersebut, tanpa disangka Sandra telah
mendorong Safa masuk ke dalam kolam itu. Safa yang tidak bisa berenang berusaha
menjerit minta tolong namun tak seorang pun menolongnya. Yudha yang melihat
kejadian tersebut langsung menyebur menuju Safa yang sudah diambang kematian
karena akan tenggelam itu. Dengan cepat Yudha menarik tangan Safa dan menuju
darat agar Safa bisa bernafas.
‘’
Fa kamu nggak papa ? ‘’ tanya Yudha yang cemas
Safa hanya menangis akan kejadian yang terjadi padanya itu. Tiba – tiba ada
seseorang yang menaruh jaket diatas pundak Safa dan merangkul Safa meninggalkan
acara itu. Ternyata orang itu adalah Yusuf. Safa terus menangis terisak – isak
setelah ia hampir mati karena tidak bisa berenang.
‘’
Istighfar Fa, jangan nangis lagi. Tenangin dirimu dulu. ‘’ kata Yusuf berusaha
menenangkan Safa
‘’
Astaughfirullah. ‘’ Kata Safa yang masih terisak – isak.
Tiba
– tiba datang Adel yang berlari menuju Safa. Adelpun memeluk Safa kencang.
Seketika tangis Safa malah lebih pecah dari yang sebelumnya itu.
‘’
Udah jangan nangis lagi. ‘’ kata Adel yang masih memeluk Safa erat
‘’
Ini tadi kenapa? ‘’ tanya Adel pada Yusuf
‘’
Hm, aku juga nggak tau pasti. Pas aku liat dia udah basah semuanya dan semua
malah menertawakan bukannya bantu. ‘’
Safa pun melepaskan pelukan Adel. Dan mulai menghapus air matanya sendiri. Safa
mulai tenang hatinya ketika Usna adiknya Yusuf datang untuk memeluknya juga.
Usna yang melihat Safa seperti itu ingi rasanya marah dan mengamuk disana,
namun ia tau ia nggak seharusnya merusak acaranya Anis.
‘’
Kakak nggak papa ? ‘’ tanya Usna pada Safa
‘’
Iya dek nggak papa kok. ‘’ kata Safa yang mulai tenang
‘’
Alhamdulillah. ‘’
‘’
Del kok kamu kesini ? bukannya kamu ada urusan keluarga ? lalu kamu tinggalin
kluargamu dong ? ‘’
‘’
Aku tadi liar siaran langsungnya si Sandra. Eh ternyata kamu malah diceburin
sama si Sandra kan ? ‘’
‘’
Hm, iya tapi nggak papa kok. ‘’
‘’
Nggak papa gimana ? kamu tuh nggak bisa renang. Coba tadi kalau Yudha nggak
bantu kamu. Apa ada yang bakal bantu ? Anis aja yang sahabatmu dia jago renang
juga nggak bantu kamu sama sekali. Malah dia ngliatin doang kok. ‘’
‘’
Ya kan itu pesta ulang tahunnya. Kalau dia bantu aku nanti gaunnya jadi basah
Del. ‘’
‘’
Apa ya ada sahabat liat sahabatnya yang hampir mati tenggelem kayak gitu Fa ?
aku aja liat kamu gitu langsung kesini kok. ‘’
‘’
Iya Del. Maaf. ‘’
‘’
Udah jangan saling menyalahkan. Yang penting kan Safa udah slamat. ‘’ Kata
Yusuf menenangkan
‘’
Eh Del ini aku kenalkan. Ini namanya Yusuf dan ini Usna adiknya. ‘’
Adel
yang mendengarkan perkataan Safa pun langsung senyum – senyum sendiri.
‘’Ternyata
cowok ini yang udah buat Safa jatuh cinta. ‘’ gumam Adel dalam hati
‘’
Iya kenalin juga saya Adel sahabat Safa yang paling baik. ‘’
Yusuf
hanya tersenyum menjawab perkataan Adel tadi. Tak begitu lama kemudian Ayah
__ADS_1
Safa pun datang. Ayah Safa kaget melihat Safa yang sudah basah kuyup disitu.
Ayah Safa bergegas menghampiri mereka dan menanyakan langsung pada mereka.