Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Ayah pergi 2


__ADS_3

Setelah Safa menuangkan perasaannya dalam tulisan ia pun


sedikit lega dengan semuanya. Safa hanya ingin bila dirinya harus menjadi orang


yang kuat dan harus menjadi apa yang Ayahnya inginkan tersebut.


Ibu yang melihat Safa termenung pun langsung mendekati


anaknya itu dan mencoba merangkulnya.


‘’ Kamu itu kuat nduk. Kamu kesayangannya Ayah. Jadilah sosok


yang Ayah banggakan. Jangan pernah kecewakan Ayah lagi. ‘’


‘’ Iya Buk. Safa seharusnya melakukan ini daro dulu agar


Ayah bisa bangga sama Safa. ‘’


‘’ Hm, bagus kalau kamu bisa berfikir seperti ini. Kalau


gitu kamu tidur. Pasti kamu capek. Kata dokter pasti kamu nggak boleh melakukan


kegiatan yang berat – berat kan ? ‘’


‘’ Iya Bu. ‘’


‘’ Ya sudah semoga mimpi indah. ‘’


Safa hanya tersenyum dengan perkataan yang Ibunya ucapkan


tersebut. Safa mulai memejamkan matanya hingga ia pun tertidur pulas sekali.


Pagi – pagi Safa sudah tidak berada di tempat tidurnya, Ibu mencarinya namun


alhasil tidak menemukannya. Ibu membuka pintu rumah dan ternyata Safa sudah


berada di depan rumah. Safa mulai melatih kakinya sedikit demi sedikit, meski


sanggat baginya namun ia takkan pernah menyerah dengan hal tersebut. Kini Safa


semakin kuat akan motivasi hidupnya itu.


‘’ Nduk kamu nggak mau makan dulu toh ? ‘’


‘’ Iya Buk bentar lagi Safa makan. ‘’


‘’ Ya udah kalau kamu sudah selesai berlatihnya cepet ke

__ADS_1


ruang makan. Disana Ibu sudah nyiapin makanan buat kamu. ‘’


‘’ Iya bu siap. ‘’


Ibu Safa pun masuk ke dalam rumah dan melanjutkan


pekerjaannya itu. Safa yang terus berlatihpun akhirnya capek dan langsung masuk


ke dalam rumah. Safa makan masakan Ibu.


‘’ Aku kangen sama makanan Ibu. Di rumah sakit makanannya


nggak enak. Semua slalu di larang – larang. ‘’


‘’ Iya makanya kamu jangan sakit lagi biar bisa makan


makanannya ibu terus. ‘’


‘’ Iya Safa nggak mau lagi ke rumah sakit. Disana nggak bisa


ngapa – ngapain juga Bu. ‘’


Ibu Safa hanya tersenyum mendengarkan anaknya yang sedang


bercerita tentang dirinya saat dirawat di rumah sakit. Setelah makan Safa pun


‘’ Assalamu’alaikum. ‘’


‘’ Wa’alaikumsalam. Ada apa Del ? ‘’


‘’ Fa gimana keadaanmu sekarang ? udah membaik ? ‘’


‘’ Alhamdulillah aku sudah lumayan. Ini tadi aku latihan


berjalan supaya bisa brjalan normal lagi. Rasanya nggak enak kalau pakai alat


bantu seperti ini. ‘’


‘’ Oh iya aku mau bilang kalau besok adalah pengumuman


tentang lomba olimpiade matematika mu. ‘’


‘’ Oh iya aku sampai lupa akan hal itu. ‘’


‘’ Besok Yudha akan jemput kamu dan Ibu mu, sekalian aku


juga ikut kok. ‘’

__ADS_1


‘’ Iya Del makasih banyak ya kamu adalah sahabat aku yang


slalu ada dideketku. ‘’


‘’ Namanya juga sahabat Fa. Saat bahagia atau bahkan sedih


pun aku akan tetap disampingmu slalu. ‘’


‘’ Uh makin sayang deh sama kamu. ‘’


‘’ Eh apaan ini Safa kok lebay ya. ‘’


‘’ Hehe nggak kok. ‘’


‘’ Ya udah kalau gitu. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’ Wa’alaikumsalam. ‘’


Safa pun menutup panggilan itu lalu menuju ke dapur untuk


memberitahukan pada ibunya itu.


‘’ Bu besok Safa pengumuman lomba olimpiade. ‘’


‘’ Oh iya, semoga kamu mendapatkan hasil yang membanggakan


ya nduk. ‘’


‘’ Aamiin. Besok Ibu bisa ikut kan ? ‘’


‘’ Iya In Syaa Allah nduk Ibu ikut. Ibu juga ingin liat kamu


mendapatka piala itu. ‘’


‘’ Aamiin Ya Allah semoga aja ya Bu. ‘’


‘’ Kalau gitu kamu duduk di depan dan jangan bantu Ibu dulu


ya. ‘’


‘’ Siap Bu. ‘’


Tiba – tiba ada suara ketukan dari luar rumah. Safa pun membukanya


dan dilihatnya Anis yang membawa buah untuk Safa. Safa pun mempersilahkan Anis


masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2