
Setelah Safa menuangkan perasaannya dalam tulisan ia pun
sedikit lega dengan semuanya. Safa hanya ingin bila dirinya harus menjadi orang
yang kuat dan harus menjadi apa yang Ayahnya inginkan tersebut.
Ibu yang melihat Safa termenung pun langsung mendekati
anaknya itu dan mencoba merangkulnya.
‘’ Kamu itu kuat nduk. Kamu kesayangannya Ayah. Jadilah sosok
yang Ayah banggakan. Jangan pernah kecewakan Ayah lagi. ‘’
‘’ Iya Buk. Safa seharusnya melakukan ini daro dulu agar
Ayah bisa bangga sama Safa. ‘’
‘’ Hm, bagus kalau kamu bisa berfikir seperti ini. Kalau
gitu kamu tidur. Pasti kamu capek. Kata dokter pasti kamu nggak boleh melakukan
kegiatan yang berat – berat kan ? ‘’
‘’ Iya Bu. ‘’
‘’ Ya sudah semoga mimpi indah. ‘’
Safa hanya tersenyum dengan perkataan yang Ibunya ucapkan
tersebut. Safa mulai memejamkan matanya hingga ia pun tertidur pulas sekali.
Pagi – pagi Safa sudah tidak berada di tempat tidurnya, Ibu mencarinya namun
alhasil tidak menemukannya. Ibu membuka pintu rumah dan ternyata Safa sudah
berada di depan rumah. Safa mulai melatih kakinya sedikit demi sedikit, meski
sanggat baginya namun ia takkan pernah menyerah dengan hal tersebut. Kini Safa
semakin kuat akan motivasi hidupnya itu.
‘’ Nduk kamu nggak mau makan dulu toh ? ‘’
‘’ Iya Buk bentar lagi Safa makan. ‘’
‘’ Ya udah kalau kamu sudah selesai berlatihnya cepet ke
__ADS_1
ruang makan. Disana Ibu sudah nyiapin makanan buat kamu. ‘’
‘’ Iya bu siap. ‘’
Ibu Safa pun masuk ke dalam rumah dan melanjutkan
pekerjaannya itu. Safa yang terus berlatihpun akhirnya capek dan langsung masuk
ke dalam rumah. Safa makan masakan Ibu.
‘’ Aku kangen sama makanan Ibu. Di rumah sakit makanannya
nggak enak. Semua slalu di larang – larang. ‘’
‘’ Iya makanya kamu jangan sakit lagi biar bisa makan
makanannya ibu terus. ‘’
‘’ Iya Safa nggak mau lagi ke rumah sakit. Disana nggak bisa
ngapa – ngapain juga Bu. ‘’
Ibu Safa hanya tersenyum mendengarkan anaknya yang sedang
bercerita tentang dirinya saat dirawat di rumah sakit. Setelah makan Safa pun
‘’ Assalamu’alaikum. ‘’
‘’ Wa’alaikumsalam. Ada apa Del ? ‘’
‘’ Fa gimana keadaanmu sekarang ? udah membaik ? ‘’
‘’ Alhamdulillah aku sudah lumayan. Ini tadi aku latihan
berjalan supaya bisa brjalan normal lagi. Rasanya nggak enak kalau pakai alat
bantu seperti ini. ‘’
‘’ Oh iya aku mau bilang kalau besok adalah pengumuman
tentang lomba olimpiade matematika mu. ‘’
‘’ Oh iya aku sampai lupa akan hal itu. ‘’
‘’ Besok Yudha akan jemput kamu dan Ibu mu, sekalian aku
juga ikut kok. ‘’
__ADS_1
‘’ Iya Del makasih banyak ya kamu adalah sahabat aku yang
slalu ada dideketku. ‘’
‘’ Namanya juga sahabat Fa. Saat bahagia atau bahkan sedih
pun aku akan tetap disampingmu slalu. ‘’
‘’ Uh makin sayang deh sama kamu. ‘’
‘’ Eh apaan ini Safa kok lebay ya. ‘’
‘’ Hehe nggak kok. ‘’
‘’ Ya udah kalau gitu. Assalamu’alaikum. ‘’
‘’ Wa’alaikumsalam. ‘’
Safa pun menutup panggilan itu lalu menuju ke dapur untuk
memberitahukan pada ibunya itu.
‘’ Bu besok Safa pengumuman lomba olimpiade. ‘’
‘’ Oh iya, semoga kamu mendapatkan hasil yang membanggakan
ya nduk. ‘’
‘’ Aamiin. Besok Ibu bisa ikut kan ? ‘’
‘’ Iya In Syaa Allah nduk Ibu ikut. Ibu juga ingin liat kamu
mendapatka piala itu. ‘’
‘’ Aamiin Ya Allah semoga aja ya Bu. ‘’
‘’ Kalau gitu kamu duduk di depan dan jangan bantu Ibu dulu
ya. ‘’
‘’ Siap Bu. ‘’
Tiba – tiba ada suara ketukan dari luar rumah. Safa pun membukanya
dan dilihatnya Anis yang membawa buah untuk Safa. Safa pun mempersilahkan Anis
masuk ke dalam rumah.
__ADS_1