Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Yusuf dan Anis ? (Last)


__ADS_3

Yudha


pun langsung mengambil buku yang tak tau itu buka apa. Seolah – olah Yudha


sedang membaca buku, namun matanya selalu melihat Safa yang sedang fokus


membaca novel tersebut. Safa yang tak enak rasanya jika dirinya sedang membaca


malah dilihatin sama Yudha.


‘’


Bukunya sakit tau itu dianggurin. ‘’


‘’


Lebih sakitan aku kalau kamu digantungin ama dia. ‘’


Safa


pun langsung memalingkan wajahnya itu da merasa sangat jengkel pada Yudha.


Namun Safa penasaran dengan apa yang dibaca oleh Yudha. Ternyata yang dibaca


Yudha adalah buku yang berjudul ‘’ Cara Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Baik’’


sontak Safa langsung menertawakan Yudha. Yudha yang kebingungan dengan sikap


Safa pun langsung bertanya.


‘’


Kok ketawa ? ‘’


‘’


Itu baca judul bukumu. ‘’


‘’


Cara menjadi ibu rumah tangga yang baik. ‘’


Langsung


Yudha menaruh buku tersebut dan kembali ke posisinya semula. Yudha malah


tersenyu melihat Safa yang menertawakannya.


‘’


Biarkan aku menjadi orang gila agar aku bisa liat kamus tertawa selalu. ‘’


‘’


Kalau kamu gila nggak bisa ketemu aku dong. ‘’


‘’


Lah kenapa ? ‘’


‘’


Aku nggak bakal ke rumah sakit jiwa. ‘’


Mereka


berdua malah tertawa bersama dan terlihat sangat akur sekali, tak seperti


biasanya yang slalu bertengkar saat bertemu. Entah mengapa Safa rasanya tidak


jengkel lagi pada Yudha. Tak begitu lama kemudian datang Adel yang membawakan


tas Safa menuju ke perpustakaan.


‘’


Loh kenapa tasku dibawa kesini ? ‘’


‘’


Di kelas sudah nggak ada orang. Semua pada pulang karna nggak ada apa – apa


yang akan mereka lakukan disini. ‘’


‘’


Hm, kalau gitu ayo kita pulang aja. ‘’ Ajak Safa


‘’


Eh enak aja. Aku baru kesini dan kamu mau ngajakin aku pulang ? biarkan aku


membaca novelku ini di tempat ini dulu Fa. ‘’ kata Adel yang mencoba membujuk


Safa.


‘’


Baiklah. ‘’


Safa


pun melanjutkan membacanya tersebut. Bel masuk pun berbunyi, namun Yudha tak


segera beranjak pergi dari tempat itu


‘’


Kamu nggak ikut pelajaran ? ‘’


‘’


Tapi ada syaratnya. ‘’


‘’


Loh itu terserahmu mau ikut pelajaran atau tidak. ‘’


‘’


Ya udah aku disini aja. Kalau nanti ada guru yang nyariin aku, aku bakal bilang


kalau aku ditahan Kak Safa disini dan aku takut kalau seniorku nanti marah. ‘’


Safa


pun meng-iyakan apa yang dikatakan Yudha padanya itu. Safa tau pasti Yudha


bakal minta yang aneh – aneh padanya.


‘’


Nanti pulang sekolah kita latian. Ingat kan janji kakak dulu. Kita latian


diluar sekolah, cari tempat yang pemandangannya indah. ‘’


‘’

__ADS_1


Iya iya ditaman dekat desaku aja. Tapi aku juga ada syarat lagi. Kita nggak


bakal latian hanya berdua aja. Harus ada Adel yang nemenin. Gimana ? ‘’


‘’


Ya terserah deh aku ngikut aja yang penting bisa liat Kak Safa mah aku udah


seneng. ‘’


‘’


Loh kenapa aku harus ikut ? ‘’


‘’


Ya kan kamu temen ku Del. Masa kamu mau kalau temenmu diapa – apain sama tuh


bocah. ‘’


‘’


Ya bodoamat juga sih. Hehe. Nggak – nggak aku cuma bercanda kok. ‘’


‘’


Ya udah kalau gitu aku ke kelas dulu. ‘’ Yudha pun meninggalkan Adel bersama


dengan Safa yang sedang asik membaca novel tersebut.


Tak


lama kemudian, Safa pun mengajak Adel untuk segera pulang. Safa siap – siap


sebelum akhirnya nanti bakal bertemu lagi sama Yudha. Safa mengayuh sepedanya


menuju ke rumah. Namun saat perjalanan pulang, tanpa sengaja Safa melihat Yusuf


yang sedang mengonceng Anis tanpa melihatnya.


‘’


Apa sih maunya Yusuf ? kemarin beri perhatian dan sekarang malah manas –


manasin. Ini udah panas banget tau nggak sih!. ‘’


Safa


pun mengayuh sepedanya sangat kencang menuju ke rumah, setelah sampai dirumah


Safa pun langsung masuk ke dalam kamarnya itu. Terdapat sebuah bingkisan kecl


yang ada disana. Safa punmembuka bingkisan tersebut yang ternyata adalah Hp


baru.


‘’


Ini dari siapa ya ? ‘’ Tanya Safa dalam hati


Ayah


Safa pun masuk kedalam kamar Safa dan melihat Hp yang dipegang oleh Safa.


‘’


Itu dari Ayah buat hadiah ulang tahunmu, alhmadulillah Ayah kemarin punay


sedikit rejeki makanya Ayah beliin kamu Hp. Tapi Ayah minta maaf mungkin Hp nya


hanya tak ingin kamu dapat benda – benda tersebut bukan dari Ayah. ‘’


‘’


Makasih Yah. Saf minta maaf masalah yang kemarin. ‘’


‘’


Iya nggak papa kok nduk. Kalau gitu Ayah mau keluar dulu ya. ‘’


‘’


Yah nanti Safa mau keluar sama Adel. ‘’


‘’


Iya yang penting kalau ada apa – apa bilang ke Ayah. Kamu kan udah punya Hp.


Disana udah Ayah isi dengan nomor Ayah.’’


‘’


Iya Yah syukron. ‘’


‘’


Iya. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Safa


pun langsung mempelajari Hp nya yang baru dibelikan Ayahnya itu. Namun tanpa


disadari Adel pun sudah datang ke rumah Safa dan membuka pintu kamar Safa


ternyata Safa sedang asik main Hp nya tersebut.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. Eh Adel kamu udah dateng ? ‘’


‘’


Iya. Cie – cie udah punya Hp nih. Siapa yang beliin ? ‘’


‘’


Hehe Ayah yang beliin tadi. ‘’


‘’


Alhamdulillah sekarang kamu nggak kudet atau gaptek lagi deh.’’


‘’


Hehe iya iya ajarin caranya giamana mainin benda ini yak. ‘’


‘’


Iya iya sana kamu siap –msiap sebelum tuh bocah nanti malah marah sama kamu

__ADS_1


gara – gara kamu telat banget. ‘’


‘’


Siap Bu Bos. ‘’


Safa


pun langsung ganti baju dan siap – siap untuk keluar rumah bersama dengan Adel.


Setelah siap Safa dan Adel menuju ke taman yang ada di dekat desa Safa tinggal.


Setelah sampai disana ternyata belum ada tanda – tanda kedatangan Yudha. Mereka


berdua pun langsung mencari bangku yang kosong untuk duduk.


Tiba


– tiba datang seseorang dengan membawa gitar dan menyanyikan lagu Hivi yang


judulnya ‘’ Saiapkah Kau tuk Jatuh Cinta Lagi ‘’ itu adalah lagu kesukaannya


Safa. Dimana Safa sering mendengarkannya di radio setiap malamnya.


Safa


yang mendengarkan Yudha bernyanyi pun ikut bernyanyi. Bagaikan duet yang ada di


konser besar, sedangkan Adel menyiapkan Hp nya untuk mengabadikan moment itu.


Safa merasa gembira kembali, namun seketika ia teringat waktu dulu Yusuf juga


suka lagu ini. Safa pun berhenti bernyanyi dan langsung duduk kembali. Setiap


hal yang dia lakukan slalu teringat akan Yusuf.


‘’


Kamu kenapa Fa ? ‘’


‘’


Nggak papa kok aku Cuma capek. ‘’


‘’


Gimana gimana suaraku bagus kan ? ‘’


‘’


Hehe lumayan setidaknya kalau jadi pengamen kamu cocok. ‘’ kata Adel yang


menghina Yudha, namun Yudha malah tertawa dan memperagakan ketika seorang


pengamen minta uang pada orang – orang


‘’


Aku nggak bisa lama – lama, ayo kita mulai saja latiannya. ‘’


Mereka


pun kali ini berlatih untuk lomba musikalisasi puisi, Safa yang masih bingung


puisi seperti apa yang akan ia bawakan itu. Ingin rasanya Safa mencari sebuah


inspirasi di sekitar taman tersebut. namun alhasil semua percuma, malah dia


tidak ada inspirasi sama sekali. Akhirnya Safa pun memutuskan untuk pulang saja


dan memikirkannya saat dirumah. Mungkin ketenangan akan membuat inspirasi Safa


muncul kembali. Atau apa karna Safa yang terus memikirkan Yusuf atau bahkan


yang lainnya ?


Setelah


sampai rumah Safa langsung bersih – bersih rumah dan mandi. Setelah itu ia


melihat Hp nya disana terdapat selembar kertas kecil yang berisikan nomer Hp.


‘’


Aku telfon nggak ya ? ya udah telfon aja, Cuma mau bilang kalau ini nomerku. ‘’


Safa


pun menyimpan nomer Usna dan menelfon Usna. Tak lama kemudia ada yang


mengangkat telfon tersebut. namun suaranya terdengar seorang laki – laki.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’ Salam laki – laki itu yang tak lain adalah Yusuf


Tanpa


berkata apapun Safa langsung memutuskan panggilannya itu. Safa malah jadi


gemetar tangannya dan melempar telfon itu ke atas kasur. Rasanya seperti orang


yang hampir tertabrak mobil lalu ingin pingsan. Safa terdiam dan langsung


memeriksa Hp nya kembali, dalam hatinya heran mengapa Yusuf bisa angkat


panggilannya itu padahalkan itu nomer Usna.


‘’


Astaughfirullah itu tadi Yusuf ya ? aduh gimana nih kok bisa dia jawab


panggilannya sih. Aku jadi salah tingkah lagi kan. Aduh Safa kenapa jadi gini


sih. Tenang Fa tenang!’’ gertak dia dalam hati.


Safa


langsung menelfonnya lagi untuk memastikannya kalau tadi itu nomer Yusuf atau


nomernya Usna. Tapi Safa sedikit ragu untuk melakukannya sekali lagi. Safa


memberanikannya dan langsung menelfon nomer tersebut, namun setelah Safa


berusaha menelfon lagi ternyata nomer tersebut sedang dialihkan.


‘’


Hah maksutnya nomer sedang dialihkan itu apaan coba ? ‘’ tanya Safa yang heran


dengan suara tersebut


‘’


Ya udah deh besok aku tanya ke Usna sendiri aja. ‘’ Kata Safa yang memendam


rasa penasarannya tersebut

__ADS_1


__ADS_2