
Safa
menuju mushola dan melaksanakn sholah Dhuha nya itu. Setelah sholat, Safa hanya
ingin kembali di kelas dan mendekam disana. Rasanya sekolah itu tak lagi asik
baginya. Setiap Safa ingin melangkah ke luar ia slalu ditatap tajam oleh mata –
mata yang benci padanya. Seketika Safa pun punya haters yang banyak. Padahal
dia nggak tau apa yang dibenci darinya itu. Safa berusaha tetap bersabar dan
tak menghiraukan semuanya. Padah Safa sebelumnya adalah anak yang tak dikenal
sama sekali. Namun kali ini dia jadi tenar dan menggegerkan seluruh sekolah.
Safa melihat Anis yang berjalan berpapasan dengannya.
‘’
Anis. ‘’ Sapa Safa namun Anis pura – pura tak mendengarkan apa yang dikatakan
Safa tadi
‘’
Anis juga begitu kepadaku ? ‘’ tanya Safa dalam hatinya
Saat
Safa berjalan menuju ke dalam kelas, sudah ada Yudha yang ada di depan kelas
menunggu Safa.
‘’ Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
‘’
Fa eh kak aku mau bicara sebentar bisa ? ‘’
‘’
Nggak. ‘’
‘’
Sebentar saja. Please! ‘’
Lalu
Safa pun berjalan menuju taman yang tak jauh dari kelasnya itu. Dipilihnya
bangku kosong dan dia duduk disana. Yudha pun ikut duduk bersama dengan Safa
‘’
Eh siapa yang suruh kamu duduk disana. ‘’
Yudha
pun memilih bangku yang jaraknya lumayan jauh dari Safa.
‘’
Kak aku mau tanya. Kakak itu ada hubungan apa dengan cowok yang kemarin ! ‘’
teriak Yudha karna jarak mereka terlalu jauh. Yudha memang sengaja karna itu
strategi biar Yudha bisa duduk didekat Safa.
Safa
pun memberi syarat agar Yudha duduk didekatnya itu. Safa terpaksa melakukannya
agar Yudha tak teriak kencang hingga banyak yang mendengarkannya. Yudha pun
akhirnya berhaasil dengan rencananya tadi, dia tersenyum dan duduk di dekat
Safa.
‘’
Makasih kak. ‘’
Safa
hanya menganggukkan kepalanya saja.
‘’
Ayo kak jawab. ‘’
‘’
Jawab apaaan itu urusan pribadiku. Kamu nggak perlu tau. ‘’
‘’
Aku bahkan sudah tau. ‘’
‘’
Tau dari mana ? ‘’
‘’
Tau dari Anis. Dia kan sahabat kakak dulu makanya dia tau siapa orang kemarin
itu. Cakep juga dia tapi masih kerenan aku sih. ‘’
‘’
Bodoamat. ‘’ Safa pun berdiri dan berjalan meninggalkan Yudha
‘’
Gimana keadaan kakak kemarin ? aku khawatir. ‘’ teriak Yudha yang membuat Safa
menoleh ke arahnya lagi. Namun Safa tak berkata apapun langsung pergi
meninggalkan Yudha.
__ADS_1
‘’
Biasanya ia tak menoleh ketika aku kayak gini. Dan tadi dia menoleh. Artinya
dia sudah ada rasa padaku. Yeah yeah ! ‘’ teriak Yudha kesenengan.
Safa
menghela nafas panjang dan slalu istighfar dengan apa yang dikatakan Yudha
tadi.Entah mengapa hati Safa rasanya senang ketika Yudha berkata seperti itu.
Apakah Safa mulai suka dengan Yudha ? namun bagaimana perasaannya denga Yusuf ?
Safa
merasa kalau dirinya sekarang lemah. Padaha seharusnya Safa bodoamat dengan itu
semua. Safa harus bangkit lagi seperti Safa yang periang dan gembira. Bahkan
dia nggak pernah peduli dengan apa yang nggak penting baginya. Safa mulai
bangkit dari keterpuruknnya lagi.
‘’
Hy Fa. Tadi aku liat kamu sama Yudha. Udah baikan ? ‘’
‘’
Memangnya aku marah sama Yudha ? ‘’
‘’
Ya aku kira sih gitu. ‘’
‘’
Ya nggak lah. Dia kan yang udah bantu aku kemarin. ‘’
‘’
Iya juga sih. ‘’
‘’
Tadi aku ketemu sama Anis. Tapi dia nyuekin aku gitu aja. ‘’
‘’
Ya pasti dia marah lah Fa sama kamu. ‘’
‘’
Kok bisa ? ‘’
‘’
Ya kan katamu dia kemarin pacaran sama Yudha. La sedangkan Yudha sukanya sama
kamu. Biarkan aja lah, sahabat macam apa dia itu. ‘’
‘’
Heh jangan bilang gitu. Aku udah lama sahabatan sama dia. ‘’
‘’
‘’
Iya Adel sayang ku. Hehe. ‘’
‘’
Eh gimana gimana kamu udah milih keputusannya ? ‘’
‘’
Keputusan tentang Yudha sama Yusuf ? ‘’
‘’
Gimana sih Fa pas aku nanya tentang lomba kenapa kamu malah bilangnya tentang
mereka berdua. ‘’
‘’
Eh aku kira yang itu. Aku putusin buat berusaha kedua – duanya. Aku takut kalau
aku milih salah satu malah nanti aku dibilang labil lah. Makany daripada ada
masalah lagi mending aku akan berusaha untuk semuanya. ‘’
‘’
Nah gitu dong. Ini baru namanya Safa sahabatnya Adel tersayang. Hehe ‘’
‘’
Iya Del makasih ya. ‘’
Mereka
pun tertawa seperti biasanya tanpa mengingat hal yang membuat Safa murung akhir
– akhir ini. Safa sepertinya sudah mulai memahami semuanyadan menghiraukan apa
yang telah terjadi padanya itu.
Sepulang
sekolah Adel duluan karna ada acara keluarga yang akan dia hadiri, karena
kemarin dia ikut menyusul Safa dan membatalkan kebersamaannya bersama dengan
kedua orang tuanya itu.
Safa
berjalan di koridor sekolah menuju ke parkiran. Kali ini Safa bersikap seperti
biasanya dan tak memperhatiakn orang yang menatap tajam ke arahnya itu.
‘’
__ADS_1
Kak Safa. ‘’ teriak Yudha
Safa
hanya menoleh dan tetap melanjutkan langkahnya menuju ke arah sepedanya berada.
Yudha yang tetap memanggil nama Safa dan mengejarnya sampai diparkiran.
‘’
Kak berhenti dulu. Aku mau kasih sesuatu buat kakak. ‘’
‘’
Ada apa ? ‘’ jawab Safa judes
‘’
Ini buat kakak. Aku tau kakak itu kudet. Makanya aku beliin Hp buat kakak.
Anggap aja ini kado dariku buat ulang taun kakak bulan depan. ‘’
‘’
Nggak usah ini buat yang lain aja. Aku nggak begitu butuh gituan. ‘’
‘’
Kata orang menolak rejeki itu nggak baik loh. Aku ikhlas kak. ‘’
‘’
Pasti kamu punya maksut lain dari ini. ‘’
‘’
Hehe iya biar bisa ngehubungi kakak setiap waktu. Rindu itu susah kak. Makanya
aku cari cara biar aku nggak terperangkap denga rindu itu. Rindu itu nakal
banget yak kak slalu mengusik otakku terus – menerus. ‘’
Safa
yang ada disana pun tersenyum mendengar perkataan Yudha yang seolah – olah
bersikap romantis padanya.
‘’
Gombal kamu. Baru elajar dari mana ? ‘’
‘’
Eh nggak gombal kak. ‘’
‘’
Ya udah ini aku terima karna ini kado untuk ulang tahunku kan.Assalamu’alaikum.
‘’ Safa pun akhirnya mengayuh sepedanya itu
‘’
Yang ngajarin aku kayak gini adalah kakak. Kakak selalu mengusik hati ini.
Ternyata kakak juga nakal ya. ‘’ Teriak Yudha yang menyebabkan Safa berhenti
dan menoleh ke arah Yudha dengan tersenyum padanya
‘’
Oh Yeah dia sekali lagi menoleh kepadaku. Yeah yeah. ‘’ teriak Yudha kegirangan
dengan hal itu.
Safa
yang mengayuh sepedanya dengan cepat menuju ke rumah. Setelah sampai rumah
dilihatnya ternyata Ayah dan Ibu nya tidak ada dirumah. Safa langsung menaruh
tasnya di atas meja belajar dan dia teringat akan kado yang diberikan Yudha
padanya itu. Dibukanya kado itu ternyata isi nya adalah Hp terbaru pada tahun
ini.
‘’
Alhamdulillah Ya Allah. ‘’ Safa pun kegirangan dan ternyata ada surat yang
terselip dalam kotak Hp tersebut. dibukanya surat itu yang bertuliskan
Dear Kakak Tercinta
Gimana dengan Hp nya? Kakak Suka ? Aku
kasih Hp buat kakak agar aku bisa ngehubungi kakak setiap waktu. Kakak tau
Rindu itu menyusahkan. Pikirku slalu tak tenang, aku juga sudah belajar
memahami agamaku ini. Belajar sholat dan membaca Al Qur’an agar kelak aku jadi
imam yang baik buat kakak. Mohon di Aamiin kan yak kakak.
Dari Adik yang slalu merindukanmu
‘’
Entahlah aku tak tau apa aku harus berkata Aamiin atau tidak. Mungkin ini hanya
rasa suka atau bahkan kagum. Mungkin ketika kelak kita sudah tak bertemu kamu
akan mencari yang lain. Kamu itu kaya dan lumayan keren, jadi untuk apa kamu
milih aku ? dasar aneh. Kalau aku jadi kamu aku bakal milih yang cakep – cakep
lah. ‘’
Safa
pun kaget ketika mendengat Hp nya itu berbunyi. Dan dilihatnya Hp itu yang
bertuliskan ‘’Adik Tercinta’’ sontak Safa pun langsung tertawa geli membaca
__ADS_1
itu. Lalu Safa pun kebingungan gimana caranya menjawab telfon itu. Hinggan
Yudha sudah ke dua kalinya menelfon Safa.