Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Kebimbangan 1


__ADS_3

Keesokan


harinya Safa tidak menuju ke kelas namun ia menuju ke perpustakaan langsung.


Disana hanya terdapat beberapa murid dan seorang penjaga perpustakaan. Safa


mengembalikan buku novelnya yang ia pinjam kemarin dan langsung menyiapkan buku


matematika sebelum akhirnya Bu Titin datang dan mengajarinya matematika.


Tak


begitu lama kemudian Bu Titin datang dengan membawa banyak lembaran – lembaran


soal yang akan dikerjakan oleh Safa buat latiannya. Karna 3 hari lagi lomba


tersebut akan dilaksanakan. Safa terus belajar dan belajar hinggan hari sebelum


lomba pun telah datang


‘’


Fa besok siap – siap ya karna besok kamu sudah mulai lombanya. Ibu hanya bisa


berdoa semoga kamu mendapatkan hasil yang terbaik dan bisa membanggakan


sekolah. Ibu yakin dengan kemampuanmu ini kamu bisa jadi juara. ‘’


‘’


Aamiin Bu. Makasih Bu semoga seperti itu, saya akan berusaha semaksimal


mungkin. ‘’


‘’


Kalau begitu kamu pulang dan istirahat sebelum besok kamu akan tempur melawan


soal – soal. Jaga kesehatanmu juga ya Fa. ‘’


‘’


Iya Bu siap. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. Hati – hati Fa pulangnya. ‘’


‘’


Iya Bu. ‘’ Safa pun berjalan pulang menuju ke rumah dengan mengayuh sepedanya


itu. Setelah sampai dirumah Safa melihat ibunya yang sedang memasak didapur.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam nduk. ‘’ teriak Ibu Safa dari dalam dapur


Safa


pun setelah menaruh tasnya dan mengganti bajunya langsung menuju dapur untuk


membantu ibunya itu.


‘’


Loh Ibu ada pesanan kah ? ‘’


‘’


Nggak kok nduk. Ibu masak buat kamu dan Ayahmu nanti. ‘’


‘’


Tapi ini nggak seperti biasanya Bu ? ‘’


‘’


Lihat ini tanggal berapa ? ‘’


‘’


Ini tanggal 23 Bu. Oh iya Safa baru ingat ini kan anniversary nya Ayah sama Ibu


kan ? cie – cie Ibuk ternyata ini hari spesial kan. Ehem – ehem. ‘’


‘’


Kamu itu jangan godain Ibu kayak gitu dong. Bantu Ibu gih. ‘’


Safa


dan Ibu pun memasak berbagai macam makanan yang ada. Hari ini adalah hari


spesialnya kedua orang tuanya itu setelah sekian lama menikah.  Setelah semua makanan telah jadi, Safa pun


langsung menatanya di meja makan serapi dan sebagus mungkin. Safa teringat akan


kado yang telah ia siapkna sejak 3 bulan yang lalu dimana ia akan


menyerahkannya nanti kepada Ayah dan Ibunya itu.


Ayah


pun pulang dimana ia terkejut banyak makanan yang ada di meja makan. Ternyata


Ayah juga lupa akan hari tersebut.


‘’


Loh kok banyak makanan ? ‘’


‘’


Ayah ini kok nggak peka sih. Ini kan tanggal 23. ‘’


‘’


Ayah pun tersenyum dan langsung mengeluarkan bingkisan kecil yang ada


disakunya. Dibukanya kotak kecil itu dan ternyata cincin kecil yang sangat cantik


untuk Ibu. Ibu yang melihatnya pun tersipu malu, pipinya menjadi merah merona.


Safa yang melihat kemesraan kedua orang tuanya pun tersenyum bahagia.


‘’


Ehem cie – cie kalau gitu Ayah pakaikan cincinnya pada iBu dong biar Safa


abadikan moment ini. ‘’


‘’


Kamu itu godain Ibu mu saja, liat pipinya jadi merah itu loh. ‘’ Kata Ayah

__ADS_1


tertawa


Ayah


pun langsung memakaikan cincin ke jari Ibu, sedangkan Safa yang menahan tawanya


langsung menyiapkan Hp nya untuk mengabadikan moment tersebut. Ayah menyium


kening Ibu dan berkata ‘’ Jadilah makmum ku yang slalu bersamaku hingga aku tak


lagi bernyawa. ‘’


Ibu


hanya tersenyum manis dan mempersilahkan semuanya untuk makan bersama saat itu.


Karna itu hari spesialnya Ayah dan Ibu maka setiap moment nya Safa mengambil


foto. Safa mengambil sebuah bingkisan yang lumayan besar dari kamarnya.


Bingkisan itu berbentuk Persegi panjang yang besar.


‘’


Ini hadiah dari Safa buat Ayah sama Ibu. ‘’


Ibu


pun langsung membukanya dan ternyata isinya adalah foto mereka bertiga saat


pergi ke acara nikahannya saudaranya dulu.


‘’


Safa sudah siapin ini semua untuk Ayah dan Ibu. Safa minta fotonya pada Pak Poh


dan Safa cetak ukuran besar ini. Selama ini kita kan nggak punya foto buat


dipajang di dinding rumah. ‘’


Ayah


pun langsung memeluk Safa dan Ibu nya itu. Keluarga tersebut tampak bahagia dan


terkesan harmonis. Meski Safa kekurangan materi namun Safa bersyukur bisa


mendapatkan Sayang yang besar dari Ayah dan Ibunya itu.


Setelah


acara makan – makan itu selesai, Safa pun langsung menuju kamarnya dan membuka


foto – foto. Rasanya Safa tak ingin besar dulu agar bisa menjadi anak kecil


kesayangannya Ayah dan Ibu.


‘’


Andaikan aku bisa menghentikan waktu, agar aku bisa slalu bersama Ayah dan Ibu.


Ini adalah moment spesial yang aku abadikan. Kalau gitu aku taruh aja di sosmed


yang tadi udah diajarin Adel caranya. ‘’


Safa


pun sibuk dengan Hp yang dimainkannya itu. Safa meng upload foto tersebut di


instagram hingga Yusuf adalah orang pertama yang like foto Safa. Safa pun


terkejut dan langsung stalker instagramnya Yusuf. Ternyata Yusuf sering upload


video nya mengaji, rasanya tenang ketika ndengerin Yusuf baca Al Qur’an. Namun


langsung menaruh Hp nya dan tak berkata apa – apa langsung tidur.


Paginya


sekitar pukul 02.00 Safa bangun dan sholat tahajud. Setelah sholat, Safa


langsung membaca buku dan belajar soal – soal yang ada. Ini adalah hari dimana


Safa akan berperang denga soal – soal yang mungkin akan membuat kepalanya


pusing. Safa belajar hingga Adzan Shubuh pun berkumandang. Safa lalu mengambil


air wudhu dan melaksanakan sholat. Setelah itu Safa langsung mandi karena pagi


– pagi ia harus sudah sampai disekolahnya itu.


‘’


Loh Ayah kok udah rapi mau kemana Yah ? ‘’


‘’


Ayah mau antar kamu ke sekolah. ‘’


‘’


Nggak usah Yah, Safa bisa kok berangkat sendiri. Takut nanti pekerjaan Ayah


jadi terganggu karena nganterin Safa.


‘’


Nggak kok. Kan Cuma anterin kamu sampai sekolah aja. Lagipula Ayah searah kok


kerja nya sama arah sekolahmu itu. Ayuk jangan banyak bicara nanti kamu telat


loh. ‘’


Safa


pun langsung naik motor Ayah dan melaju menuju ke sekolah. Di sekolah ternyata


hanya ada beberapa siswa sudah ada disana.


‘’


Kalau gitu Ayah berangkat kerja dulu. Semangat ya nduk Ayah berdoa semoga kamu


mendapatkan hasil yang bisa membanggakan semua orang disekitarmu. Aamiin. ‘’


‘’


Aamiin Ayah juga hati – hati ya kerjanya. Semangat balik Yah. ‘’


Safa


pun mencium tangan Ayahnya dan meminta doa restu dari Ayahnya itu. Lalu Ayah


Safa pun pergi dan meninggalkan putri tercintanya berjuang lomba. Setelah


Ayahnya pergi, Safa langsung menuju ruangan Bu Titi, namun alhasil Bu Titin


belum ada diruangannya tersebut. Safa pun kembali sambil membaca buku – buku


dan mulai memahaminya sebentar sebelum akhirnya ia akan menghadapi soal – soal

__ADS_1


lomba.


‘’


Kak Safa! ‘’ teriak seseorang dari belakang Safa dan Safa pun langsung menoleh


ke belakang ternyata disana ada Usna yang memanggilnya.


‘’


Assalamu’alaikum kak. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam dek.  ‘’


‘’


Kak aku kemarin disuruh Bu Titin buat anter kakak ke lomba karna Bu Titin nggak


bisa ke sekolah karna anaknya masih dirawat di puskesmas. Tapi nanti Bu Titin


tetep dampingin kakak kok. ‘’


‘’


Kok Bu Titin nggak bilang ya kemarin. ‘’


‘’


iya karna Bu Titin nggak tau nomer kakak, lagipula aku juga nggak tau nomer


kakak yang mana. Kakak nggakpernah hubungi aku. ‘’


‘’


Kakak sudah pernah hubungi kamu kok. Tapi yang angkat Yusuf. ‘’


‘’


Oh yang beberapa hari yang lalu saat Kak Yusuf beri salam malah dimatiin itu.


‘’


‘’


Hehe iya dek. Kakak kaget, kakak kira itu bukan nomermu makanya kakak matiin


deh. ‘’


‘’


Itu nomerku kok kaka. Kalau gitu ayo kita masuk ke dalam mobil. Kak Yusuf udah


ada disana. ‘’


‘’


Hah Yusuf juga ada ? ‘’


‘’


Iya kan yang jadi sopirnya kak Yusuf. ‘’


‘’


Dia udah punya SIM kan ? kakak takut kalau ditilang. ‘’


‘’


Iya udah lah kak. Kan umurnya kak Yusuf udah 19 tahun. ‘’


‘’


Oh iya ya dia kan umurnya lebih tua dari aku. ‘’


Safa


dan Usna pun langsung menuju ke dalam mobil, namun tiba – tiba ada seseorang


berteriak nama Safa dan berusaha mengejar mobil itu. Safa yang melihat orang


itu ternyata Adel.


‘’


Safa! ‘’ teriak Adel


Yusuf


pun langsung menghentikan mobilnya. Safa keluar dari mobil dan langsung menemui


Adel.


‘’


Ada apa Del ? ‘’


‘’


Fa aku juga ingin ikut boleh ya ? ‘’


‘’


Waah malah enak kalau ada kamu Del. Ayu ayuk. ‘’


Adel


pun langsung masuk kedalam mobil dimana tempat Safa yang tadi diduduki Adel,


dengan terpaksa Safa berada disamping Yusuf yang sedang menyetir mobil


‘’


Aduh mampus aku, gimana kalau aku salah tingkah lagi kan. ‘’ kata Safa dalam


hati


Adel


dan Usna pun menertawakan tingkah laku Safa yang mulai gerogi saat didekat


Yusuf.


‘’


Kak jangan salah tingkah gitu dong dideketnya kak Yusuf. ‘’


Yusuf


yang mendengar perkatan adeknya itu langsung tertawa kecil, sedangkan Safa kebingungan


dengan apa yang akan ia perbuat kalau tiba – tiba Yusuf tanya yang aneh – aneh


padanya. Saat perjalanan Adel yang sedang asik baca novelnya sedangkan Usna


yang hanya melirik kanan dan kiri mobil. Tiba – tiba pandangan Safa dan Yusuf


pun bersamaan, ternyata mereka berdua saling melirik malu. Safa langsung

__ADS_1


memalingkan wajahnya berlawanan dengan arah Yusuf dan tersipu malu. Ssafa


berusaha mengontrol tingkah lakunya yang aneh saat di dekat Yusuf itu.


__ADS_2