Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Yusuf dan Anis ? (5)


__ADS_3

‘’


Aku nggak boleh su’dzom sama Anis, dia kan temen aku sendiri. Paling mereka ada


urusan berdua. Kayak apa gitu. Lagipula kan Usna temannya Anis juga. Yusuf


nggak mungkin suka sama Anis. Tapi mungkin saja suka sih. Karna kan Anis udah


cantik kaya pula, dia kan juga sering jadi model. Aduh kalau beneran Yusuf suka


gimana? Tapi kan Anis nggak jilbapan, masa Yusuf suka cewek gituan? Tapi kan


Anis bisa jilbapan juga. Ah pusing. ‘’


Safa


pun langsung mendekap guling yang ada didekatnya itu. Pikirnya sekarang sudah


tak karuan lagi. Ingin rasanya dia mengetahui perasaan Yusuf padanya, namun apa


mungkin dia akan siap dengan apa yang akan dikatakan Yusuf. Kalau dia suka sama


Safa ya alhamdulillah. Tapi kalau tidak suka dan malah milih Anis hati Safa


bakal seperti gelas yang sudah pecah dan mungkin takkan bisa kembali lagi


seperti semula.


Ibu


Safa masuk ke dalam kamar Safa dan melihat Safa tergeletak di atas kasurnya.


‘’ Assalamu’alaikum nduk. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam Buk. ‘’


‘’


Kamu masih marah sama Ayah mu ? ‘’


‘’


Nggak kok Buk. Safa minta maaf sudah bilang gitu ke Ayah. Safa nggak bermaksut


seperti itu Buk. ‘’


Ayah


yang mendengar apa yang dikatakan Safa pun langsung masuk ke dalam kamar Safa


‘’


Iya nduk Ayah juga minta maaf karna udah nggak percaya ama kamu. Ayah khawatir


kalau kamu kenapa – kenapa di luar sana. ‘’


‘’


Safa nggak papa kok Yah. ‘’


Ayah


pun langsung memeluk anak kesayangannya itu. Sontak air mata Ibu Safa mengalir


dan ikut memeluk Safa juga.


‘’


Berjanjilah sama Ayah kalau kamu akan menjadi Safa yang Ayah kenal slalu. ‘’


Suasana


pun menjadi haru, Safa mengusap air mata Ibunya yang sudah mengalir deras


dipipi.


‘’


Safa janji bakal bersama kalian selamanya. ‘’


Suasana


pun menjadi lebih tenang dari yang sebelumnya. Akhirnya kini Safa mengerti


apapun yang orang tua Safa katakan adalah demi kebaikan Safa juga. Safa


sekarang mulai berfikir dewasa dan memahami semuanya. Ayah Safa sering melarang


Safa berbuat apapun karna memang Ayah Safa sangat sayang pada Safa.


‘’


Kalau gitu kita makan dulu yuk. Ibu udah buatin makanan kesukaan Safa. ‘’


Safa


tersenyum dan menggandeng kedua tangan orang tuanya itu menuju meja makan.


Setelah makan Safa pun langsung pergi kekamarnya kembali. Adzan Isya’ pun sudah


terdengar, dengan segera Safa mengambil wudhu dan sholat.


Keesokan

__ADS_1


harinya ketika Safa sudah ada disekolah. Safa menuju kelasnya, namun seketika


dia melihat Usna yang sedang berbicara kepada Anis. Usna memberikan bingkisan


kecil kepada Anis. Usna yang melihat Safa sedang berdiri pun langsung


menghampiri Safa.


‘’


Assalamu’alaikum kak. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam dek. ‘’


‘’


Slamat yak Kak udah ujian tinggal kakak ikut lomba olimpiade kan ? ‘’


‘’


Iya dek trima kasih. Tadi kamu ngasih apa pada Anis ? ‘’


‘’


Oh itu wedang jahe kak. ‘’


‘’


Oh,, ‘’


‘’


Eh kak ini nomer Hp aku. Kalo bisa nanti kakak hubungi aku ya. ‘’ sambil menyodorkan


selembar kertas kepada Safa


‘’


Oh iya dek. ‘’


‘’


Kalau gitu aku ke kelas dulu ya. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Setelah


Usna pergi Safa langsung menuju ke kelasnya. Saat perjalanan menuju kelas hati


Safa seakan sangat perih sekali. Ingin rasanya Safa teriak dan menghantamkan


‘’


Dasar semua cowok itu sama aja yak. Aku kira kemarin itu spesial buat aku ?


ternyata buat semua cewek. Kalau gitu aku mending nggak usah kenal cinta aja


deh. Sesek rasanya kalau udah gini tuh.  Haduh


hatiku nyiut kalau udah tau yang sebenernya. Trsu aku harus gimana ? ah lebay!


Bodoamat lah dia mau sama siapa aja. Terserah aku mah siapanya yang mau


ngelarang – ngelarang dia. ‘’ ocehnya menuju ke kelas. Dan kini hatinya semakin


kacau saja.


Setelah


sampai dikelas ternyata semua anak bertingkah seolah – olah sudah bebas dan tak


memikirkan sekolah lagi. Safa menuju bangkunya yang ternyata Adel sudah disana


dan membaca buku novelnya itu.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. Eh Fa tadi kamu dicariin Bu Titin. ‘’


Safa


pun langsung menuju ruang Bu Titin setelah menaruh tasnya diatas bangku


tersebut. Setelah sampai didepan ruangannya Bu Titin, Safa pun mengetuk pintu


dan masuk ke dalam ruangan. Ternyata Bu Titin sudah menunggu Safa di ruang


tersebut.


‘’


Assalamu’alaikum Bu. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. Silahkan duduk Fa.’’

__ADS_1


Safa


pun duduk di depan bangkunya Bu Titin.


‘’


Hari ini nanti kita mulai belajar matematika nya ya. Karna kalau siang nanti Bu


Titin ada urusan diluar sekolah. ‘’


‘’


Iya Bu nggak papa kok. ‘’


‘’


Kita belajarnya di perpustakaan aja ya, sekalian cari buku – bukunya. Nanti


kamu boleh bawa buku yang banyak. Ibu tadi sudah bilang ke petugas


perpustakaan. Tapi ingat dikembalikan lagi loh ya. ‘’


‘’


Siap Bu. ‘’


Safa


dan Bu Titin pun menuju perpustakaan dimana tempat tersebut jarang sekali


dihuni oleh warga sekolah. Karna jaman sekarang banyak sekali nggak usah repot


– repot membaca buku cukup buka Hp dan semuanya sudah keluar. Memang mbah


google itu pintar, bahkan lebih pintar dari otak manusia.


Setelah


sampai didalam perpustakaan Safa dan Bu Titin mencari buku – buku yang


berhubungan dengan olimpiadenya tersebut.


‘’


Gimana Fa sudah ketemu ? ‘’


‘’


Safa udah nemui 3 buku Bu. Tapi yang satunya novel. Nggak papa kan Bu ? ‘’


‘’


Iya nggak papa kamu minjem itu tapi jangan lupa belajar loh ya. ‘’


‘’


Siap bu. ‘’


Bu


Titin pun mengajarkan Safa tentang matematika yang menyangkut lomba olimpiade


tersebut hingga Safa benar – benar paham akan yang dipelajari semuanya. Waktu


telah berlalu cukup lama, akhirnya Bu Titin menyelesaikan belajar tersebut


karna Bu Titin ada urusan penting yang lainnya.


‘’


Fa Ibu duluan kalau kamu mmau masih disini, disini aja dulu nggak papa kok.


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam Bu. ‘’


Bu


Titin pun meninggalkan Safa sendirian disana bersama para murid yang sedang


asik membaca buku. Safa yang sedang asik membaca bukunya yang berjudul ‘’Perahu


Kertas’’ dengan fokus dan tenang tanpa ada yang menganggu. Rasanya Safa tak


memikirkan apa yang telah terjadi pada dirinya tentang Yusuf.


Safa


pun menaruh bukunya dan melihat di sudut ruangan ada Yudha yang melihatnya


sedang membaca buku.


‘’


Sudah dari tadi disana ? ‘’ tanya Safa


‘’


Sejak kamu bac novel itu. ‘’


‘’


Kalau mau baca buku silahkan cari buku dan baca disana. ‘’sambil menunjuk

__ADS_1


bangku yang ada didepan Safa


__ADS_2