Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Surat Yusuf


__ADS_3

Tiba


– tiba ada suara ketukan dari luar rumah. Safa pun membukanya dan dilihatnya


Anis yang membawa buah untuk Safa. Safa pun mempersilahkan Anis masuk ke dalam


rumah.


‘’


Siapa nduk ? ‘’


‘’


Anis Buk. ‘’


‘’


Loh Anis kamu tumben kesini. ‘’


‘’


Iya Bu, Anis dikasih kabar kalau Safa kecelakan, jadinya Anis mau jengukin


Safa. ‘’


‘’


Ya udah kalau gitu Ibu ke dapur dulu ya. ‘’


Safa


yang masih terdiam tak mengajak Anis bicara, suasana tersebut menjadi sunyi.


‘’


Fa maaf ya kalau aku ada salah sama kamu. aku sebaiknya nggak seperti ini Fa.


Aku gagal menjadi sahabatmu. Maaf Fa. ‘’


‘’


Tidak Nis. Aku malahan yang seharusnya minta maaf ke kamu. kamu sahabat aku yang


baik. Aku yang nggak bisa ngertiin kamu sama sekali. ‘’


Anis


pun memeluk Safa tanda menyesalnya pada Safa atas kelakuannya itu. Safa rasanya


senang ketika Anis memeluknya itu. Dia merasa seperti dulu saat masih bersama


dengan Anis.


‘’


Fa aku ada pesan dari Yusuf, kamu udah baca suratnya atau belum ? ‘’


‘’


Belum aku belum sempat. Mungkin nanti aku akan baca. ‘’


‘’


Yusuf pesen ke aku katanya meski banyaknya bintang disekitarnya ketahuilah


hanya kamu yang bersinar terang dihatinya. Ehem – ehem. ‘’


‘’


Yusuf bilang gitu ? ‘’


‘’


Iya masa kamu nggak percaya ama aku sih ? ‘’


‘’


Bukannya nggak percaya. Sejak kapan dia menjadi lebay seperti itu. ‘’


‘’


Ya mana saya tau makanya kamu sering – sering godain Yusuf. Sebenernya Yusuf

__ADS_1


itu hampir sama sifatnya kayak kamu. ‘’


‘’


Ya makanya saling suka diam nyimpen rasa masing – masing kan. ‘’


‘’


Hehe iya kan. ‘’


Tak


lama kemudian Anis pamit pulang. Setelah Anis pulang, Safa langsung masuk ke


dalam kamarnya dan mencari surat dari Yusuf yang belum dia baca itu. Dibacanya


surat tersebut


Untuk


Safa


Kuukir


Namamu Bersama Sholawat Cinta


Karna


ketika namamu kuukir didalam ‘’LAUT’’


Ombak


menghapusnya,,,


Ketika


kuukir dalam ‘’AWAN’’


Mendung


menghapusnya


Ketika


kuukir dalam ‘’TANAH’’


menginjaknya,,,


Kuukir


dalam sebuah ‘’DINDING’’


Lumut


menutupinya


Dan


kini akhirnya...


Namamu


akan slalu terukir


Dalam


sajak yang slalu


Akan


kumundangkan...


Yaitu


Sholawat Cinta


‘’


Hah dia malah jadi suka puisi ya ? kok jadi ikut – ikut aku sih. Padahal aku


kira dia itu cuek dan nggak suka hal seperti itu kayak almarhum Ayah. ‘’


Safa

__ADS_1


terus senyum – senyum sambil memandangi surat tersebut. Surat itu akhirnya Safa


simpan bersama dengan puisinya itu. Safa terdiam dan melihat Hp nya dan membuka


instagramnya Yusuf.


‘’


Kira – kira dia lagi ngapain ya ? ‘’ tanya Safa dalam hati


Safa


yang memainkan Hp nya pun langsung tertidur pulas dengan dekapan gulingnya itu.


Pagi


– pagi Safa sudah bangun dan mandi. Ia bingung mengapa Ibunya tidak ada


dirumah.


‘’


Buk, buk! ‘’ Panggil Safa pada ibunya


‘’


Iya nduk Ibu diluar rumah. ‘’ Kata Ibu Safa yang juga teriak dari luar rumah


Safa


pun keluar dan ternyata diluar sudah ada Adel dan Yudha yang sudah menunggu


Safa.


‘’


Loh kapan kalian datangnya ? ‘’


‘’


Baru aja. Ayo cepet keburu nanti telat kita. ‘’


‘’


Kalau gitu Ibu ganti baju dulu ya. ‘’


Mereka


pun melaju menuju ke acara pengumuman lomba olimpiade matematika. Safa yang


terlihat gelisah slalu mengucap istighfar dalam hatinya. Ia sangat berharap


kalau dia menang lomba tersebut, karna itu hal yang bisa buat Safa kuliah. Hal


ini yang membuat Safa beryakinkan harus menang semenjak kematian Ayahnya itu.


‘’


Kamu kenapa Fa ? ‘’ tanya Adel


‘’


Aku hanya sedikit gelisah. ‘’


‘’


Kamu pasti menang kok. Kalau nggak menang pun kamu masih menang dihatiku. Hehe


‘’


Ibu


Safa yang mendengar perkataan dari Yudha hanya bisa tertawa kecil. Namun Safa


tak melihatkan ekspresi tertawa sama sekali. Ia slalu melihat keadaan luar


mobil, berharap Ayahnya ikut bersamanya.


Setelah


sampai di tempat acara, mereka pun langsung masuk ke dalam ruangan. Tak lama


kemudian, acara pun dimulai. Disana terdapat banyak sekali orang. Bu Titin pun

__ADS_1


juga ada disana. Dia yang melihat Safa pun langsung melambaikan tangannya


berharap Safa melihatnya.


__ADS_2