
Tiba
– tiba ada suara ketukan dari luar rumah. Safa pun membukanya dan dilihatnya
Anis yang membawa buah untuk Safa. Safa pun mempersilahkan Anis masuk ke dalam
rumah.
‘’
Siapa nduk ? ‘’
‘’
Anis Buk. ‘’
‘’
Loh Anis kamu tumben kesini. ‘’
‘’
Iya Bu, Anis dikasih kabar kalau Safa kecelakan, jadinya Anis mau jengukin
Safa. ‘’
‘’
Ya udah kalau gitu Ibu ke dapur dulu ya. ‘’
Safa
yang masih terdiam tak mengajak Anis bicara, suasana tersebut menjadi sunyi.
‘’
Fa maaf ya kalau aku ada salah sama kamu. aku sebaiknya nggak seperti ini Fa.
Aku gagal menjadi sahabatmu. Maaf Fa. ‘’
‘’
Tidak Nis. Aku malahan yang seharusnya minta maaf ke kamu. kamu sahabat aku yang
baik. Aku yang nggak bisa ngertiin kamu sama sekali. ‘’
Anis
pun memeluk Safa tanda menyesalnya pada Safa atas kelakuannya itu. Safa rasanya
senang ketika Anis memeluknya itu. Dia merasa seperti dulu saat masih bersama
dengan Anis.
‘’
Fa aku ada pesan dari Yusuf, kamu udah baca suratnya atau belum ? ‘’
‘’
Belum aku belum sempat. Mungkin nanti aku akan baca. ‘’
‘’
Yusuf pesen ke aku katanya meski banyaknya bintang disekitarnya ketahuilah
hanya kamu yang bersinar terang dihatinya. Ehem – ehem. ‘’
‘’
Yusuf bilang gitu ? ‘’
‘’
Iya masa kamu nggak percaya ama aku sih ? ‘’
‘’
Bukannya nggak percaya. Sejak kapan dia menjadi lebay seperti itu. ‘’
‘’
Ya mana saya tau makanya kamu sering – sering godain Yusuf. Sebenernya Yusuf
__ADS_1
itu hampir sama sifatnya kayak kamu. ‘’
‘’
Ya makanya saling suka diam nyimpen rasa masing – masing kan. ‘’
‘’
Hehe iya kan. ‘’
Tak
lama kemudian Anis pamit pulang. Setelah Anis pulang, Safa langsung masuk ke
dalam kamarnya dan mencari surat dari Yusuf yang belum dia baca itu. Dibacanya
surat tersebut
Untuk
Safa
Kuukir
Namamu Bersama Sholawat Cinta
Karna
ketika namamu kuukir didalam ‘’LAUT’’
Ombak
menghapusnya,,,
Ketika
kuukir dalam ‘’AWAN’’
Mendung
menghapusnya
Ketika
kuukir dalam ‘’TANAH’’
menginjaknya,,,
Kuukir
dalam sebuah ‘’DINDING’’
Lumut
menutupinya
Dan
kini akhirnya...
Namamu
akan slalu terukir
Dalam
sajak yang slalu
Akan
kumundangkan...
Yaitu
Sholawat Cinta
‘’
Hah dia malah jadi suka puisi ya ? kok jadi ikut – ikut aku sih. Padahal aku
kira dia itu cuek dan nggak suka hal seperti itu kayak almarhum Ayah. ‘’
Safa
__ADS_1
terus senyum – senyum sambil memandangi surat tersebut. Surat itu akhirnya Safa
simpan bersama dengan puisinya itu. Safa terdiam dan melihat Hp nya dan membuka
instagramnya Yusuf.
‘’
Kira – kira dia lagi ngapain ya ? ‘’ tanya Safa dalam hati
Safa
yang memainkan Hp nya pun langsung tertidur pulas dengan dekapan gulingnya itu.
Pagi
– pagi Safa sudah bangun dan mandi. Ia bingung mengapa Ibunya tidak ada
dirumah.
‘’
Buk, buk! ‘’ Panggil Safa pada ibunya
‘’
Iya nduk Ibu diluar rumah. ‘’ Kata Ibu Safa yang juga teriak dari luar rumah
Safa
pun keluar dan ternyata diluar sudah ada Adel dan Yudha yang sudah menunggu
Safa.
‘’
Loh kapan kalian datangnya ? ‘’
‘’
Baru aja. Ayo cepet keburu nanti telat kita. ‘’
‘’
Kalau gitu Ibu ganti baju dulu ya. ‘’
Mereka
pun melaju menuju ke acara pengumuman lomba olimpiade matematika. Safa yang
terlihat gelisah slalu mengucap istighfar dalam hatinya. Ia sangat berharap
kalau dia menang lomba tersebut, karna itu hal yang bisa buat Safa kuliah. Hal
ini yang membuat Safa beryakinkan harus menang semenjak kematian Ayahnya itu.
‘’
Kamu kenapa Fa ? ‘’ tanya Adel
‘’
Aku hanya sedikit gelisah. ‘’
‘’
Kamu pasti menang kok. Kalau nggak menang pun kamu masih menang dihatiku. Hehe
‘’
Ibu
Safa yang mendengar perkataan dari Yudha hanya bisa tertawa kecil. Namun Safa
tak melihatkan ekspresi tertawa sama sekali. Ia slalu melihat keadaan luar
mobil, berharap Ayahnya ikut bersamanya.
Setelah
sampai di tempat acara, mereka pun langsung masuk ke dalam ruangan. Tak lama
kemudian, acara pun dimulai. Disana terdapat banyak sekali orang. Bu Titin pun
__ADS_1
juga ada disana. Dia yang melihat Safa pun langsung melambaikan tangannya
berharap Safa melihatnya.