Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Pelangi Diujung Senja ''TAMAT''


__ADS_3

‘’


Lalu habis ini kakak mau ngapain ? ‘’


‘’


Aku ingin kuliah di kedokteran, biar aku bisa jadi dokter agar Ayah bisa bangga


sama aku. ‘’


‘’


Nggak mau jadi pencipta puisi atau pembuat novel gitu ? ‘’


‘’


Itu dibuat sampingan saja, lagipula tujuan pertamaku hanya ingin mengikuti


arahan dari Ayah. ‘’


‘’


Wah jadi anak yang baik ya. Tetep jadi seperti ini agar kelak kau bisa menjadi


ibu yang baik bagi anak – anak kita. ‘’


Safa


hanya tetawa mendengar perkataan Ibu.


‘’


Masih lama jangan bilang gituan dulu. ‘’ Kata Ibu yang melarang Yudha berkata


gombal kepada anaknya.


Setelah


makan, mereka pun melaju ke arah rumah. Namun ketika perjalanan pulang, Safa


melihat akan sesuatu hal dan langsung berkata berhenti.


‘’


Eh berhenti dulu. ‘’


Safa


pun keluar dari mobil dan berlari menuju tengah – tengah taman. Safa melihat adanya


pelangi yang berada di waktu senja itu.


‘’ Kenapa kok keluar ? ‘’ tanya Adel


‘’


Lihat itu ada pelangi. Kata Ayah, pelangi itu indah walau hanya sesaat


datangnya. Sedangkan Senja, ia akan datang ketika hari mulai ingin tenggelam


dalam kegelapan. Artinya sebaik atau seburuk apapun pasti akan ada


kekurangannya. Ayah ingin kalau aku jadi dokter, karena ia merasa kalau aku

__ADS_1


akan merawatnya saat sakit kelak, padahal saat itu aku tak bisa jika harus


melihat darah, namun Ayah memaksakannya. Paksaan itu adalah kegelapan. Namun


kau tau hany dalam kegelapan lah cahaya bisa terlihat. ‘’


Adel


yang mendengarkan kata Saf pun mencoba memahaminya meski ia tak paham – paham.


Safa duduk dibangku kosong dan memandang ke arah pelangi itu. Seakan – akan


pelangi itu menggambarkan wajah Ayahnya yang sedang tersenyum padanya. Safa


hanya ingin bicara dengan Ayahnya kalau sekarang ia takkan menjadi anak yang


membantah lagi.


‘’


Yah Safa sudah mengerti apa yang Ayah maksut sekarang. Mungkin telat namun Safa


hanya bisa memahaminya setelah kejadian yang menimpa Safa sekarang. Apakah Ayah


bangga atau bahkan kecewa denga Safa ? maafkan Safa Yah. Kelak kita akan


bertemu dalam surga Allah. Aamiin. ‘’ kata Safa dalam hatinya


‘’


Fa ayo kita pulang sebelum nanti kita malam kegelapan disini. Serem loh. ‘’


kata Adel yang mengajaknya pulang


Safa


rumah. Setelah sampai rumah, Safa menaruh pialanya didekat foto Ayahnya itu.


Safa terlohat bahagia ketika menaruh pialanya disitu.


Safa


masuk ke dalam kamarnya dan mendapatkan sebuah pesan dari Yudha yang


bertuliskan :


‘’


Alhamdulillah kamu udah jadi juara pertama. Selamat ya, aku bangga padamu. Ayah


yang disana pun juga akan slalu bangga punya anak yang pintar dan cantik sepertimu.


‘’


Safa


yang melihat pesan itu pun langsung senyum – senyum sendiri.


Safa


membuka buku puisinya dan mulai menuliskan apa yang ia rasakan sekarang ini.


‘’

__ADS_1


Pelangi Di Ujung Senja ‘’


Ku


titipkan rindu pada pelangiku


Pelangi


di ujung senjaku


Pelangi


dalam terakhirku


Dan


pelangi yang menghilang dari hadapanku


Pergilah!


Namun kembali setelah itu


Aku


hanya ingin liat senyummu


Namun


aku tau


Aku kini


tak lagi bersamamu


Aku


hanya mampu mengingat kata – katamu


Pelangi


di ujung senjaku


Katakan


pada Ayahku


Aku sangat


rindu


Rindu!!


Dan akan


rindu slalu!


Meski


kini ku tak jumpa denganmu


‘’ TAMAT ! ‘’


OKE dari kisah ini kita mempunyai banyak tersimpan amanat. Apapun itu kita seharusnya lebih banyak bersyukur dan harus menyadari bahwa dunia ini tidak hanya buat kita sendiri, banyak orang yang berharap lebih pada kita. bahkan lebih baik jika kirta slalu menyayangi orang yang slalu ada disekitar kita ini. dan terutama lagi jika orang tersebut spesialllll buat kita.

__ADS_1


__ADS_2