
‘’
Lalu habis ini kakak mau ngapain ? ‘’
‘’
Aku ingin kuliah di kedokteran, biar aku bisa jadi dokter agar Ayah bisa bangga
sama aku. ‘’
‘’
Nggak mau jadi pencipta puisi atau pembuat novel gitu ? ‘’
‘’
Itu dibuat sampingan saja, lagipula tujuan pertamaku hanya ingin mengikuti
arahan dari Ayah. ‘’
‘’
Wah jadi anak yang baik ya. Tetep jadi seperti ini agar kelak kau bisa menjadi
ibu yang baik bagi anak – anak kita. ‘’
Safa
hanya tetawa mendengar perkataan Ibu.
‘’
Masih lama jangan bilang gituan dulu. ‘’ Kata Ibu yang melarang Yudha berkata
gombal kepada anaknya.
Setelah
makan, mereka pun melaju ke arah rumah. Namun ketika perjalanan pulang, Safa
melihat akan sesuatu hal dan langsung berkata berhenti.
‘’
Eh berhenti dulu. ‘’
Safa
pun keluar dari mobil dan berlari menuju tengah – tengah taman. Safa melihat adanya
pelangi yang berada di waktu senja itu.
‘’ Kenapa kok keluar ? ‘’ tanya Adel
‘’
Lihat itu ada pelangi. Kata Ayah, pelangi itu indah walau hanya sesaat
datangnya. Sedangkan Senja, ia akan datang ketika hari mulai ingin tenggelam
dalam kegelapan. Artinya sebaik atau seburuk apapun pasti akan ada
kekurangannya. Ayah ingin kalau aku jadi dokter, karena ia merasa kalau aku
__ADS_1
akan merawatnya saat sakit kelak, padahal saat itu aku tak bisa jika harus
melihat darah, namun Ayah memaksakannya. Paksaan itu adalah kegelapan. Namun
kau tau hany dalam kegelapan lah cahaya bisa terlihat. ‘’
Adel
yang mendengarkan kata Saf pun mencoba memahaminya meski ia tak paham – paham.
Safa duduk dibangku kosong dan memandang ke arah pelangi itu. Seakan – akan
pelangi itu menggambarkan wajah Ayahnya yang sedang tersenyum padanya. Safa
hanya ingin bicara dengan Ayahnya kalau sekarang ia takkan menjadi anak yang
membantah lagi.
‘’
Yah Safa sudah mengerti apa yang Ayah maksut sekarang. Mungkin telat namun Safa
hanya bisa memahaminya setelah kejadian yang menimpa Safa sekarang. Apakah Ayah
bangga atau bahkan kecewa denga Safa ? maafkan Safa Yah. Kelak kita akan
bertemu dalam surga Allah. Aamiin. ‘’ kata Safa dalam hatinya
‘’
Fa ayo kita pulang sebelum nanti kita malam kegelapan disini. Serem loh. ‘’
kata Adel yang mengajaknya pulang
Safa
rumah. Setelah sampai rumah, Safa menaruh pialanya didekat foto Ayahnya itu.
Safa terlohat bahagia ketika menaruh pialanya disitu.
Safa
masuk ke dalam kamarnya dan mendapatkan sebuah pesan dari Yudha yang
bertuliskan :
‘’
Alhamdulillah kamu udah jadi juara pertama. Selamat ya, aku bangga padamu. Ayah
yang disana pun juga akan slalu bangga punya anak yang pintar dan cantik sepertimu.
‘’
Safa
yang melihat pesan itu pun langsung senyum – senyum sendiri.
Safa
membuka buku puisinya dan mulai menuliskan apa yang ia rasakan sekarang ini.
‘’
__ADS_1
Pelangi Di Ujung Senja ‘’
Ku
titipkan rindu pada pelangiku
Pelangi
di ujung senjaku
Pelangi
dalam terakhirku
Dan
pelangi yang menghilang dari hadapanku
Pergilah!
Namun kembali setelah itu
Aku
hanya ingin liat senyummu
Namun
aku tau
Aku kini
tak lagi bersamamu
Aku
hanya mampu mengingat kata – katamu
Pelangi
di ujung senjaku
Katakan
pada Ayahku
Aku sangat
rindu
Rindu!!
Dan akan
rindu slalu!
Meski
kini ku tak jumpa denganmu
‘’ TAMAT ! ‘’
OKE dari kisah ini kita mempunyai banyak tersimpan amanat. Apapun itu kita seharusnya lebih banyak bersyukur dan harus menyadari bahwa dunia ini tidak hanya buat kita sendiri, banyak orang yang berharap lebih pada kita. bahkan lebih baik jika kirta slalu menyayangi orang yang slalu ada disekitar kita ini. dan terutama lagi jika orang tersebut spesialllll buat kita.
__ADS_1