Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Perihal Senja 2


__ADS_3

‘’ Kemegahan apapun didunia takkan mampu mengalahkan


kebersamaan luar biasa ini. Atau bahkan dunia berusaha memecahkannya, aku akan


tetap berusaha menjadi benteng dimana aku yang akan dihancurkan terlebih dahulu


demi sosok yang aku jaga yaitu Ayah dan Ibu. ‘’


Dalam


curhatannya tersebut ia mulai tersadar akan undangan yang ia terima tadi pagi


dari Anis. Otaknya mulai hancur ketika memikirkan hal tersebut. Rasanya sangat


sulit mengatakan hal ini pada Ayah. Hanya saja Safa mudah sekali kecewa jika


Ayahnya tidak menyetujui hal tersebut. Karna memang Ayahnya Safa juga tidak


begitu peduli dengan hal yang tidak penting bagi Safa. Ia hanya peduli dengan


pendidikan anaknya tersebut, hingga akhirnya Safa menjadi sosok yang sangat


cerdas disekolahnya.


‘’ Aku harus


berani bilang ke Ayah. Kalau Ayah setuju ya Alhamdulillah. Kalau nggak setuju


jangan kecewa mungkin Ayah punya alasan lain untuk menolaknya. ‘’


Jantung Safa


ingin rasanya copot ketika Safa melihat Ayah sedang membaca korang dan meminum


kopi buatan dari Ibu. Safa mulai mendekati Ayahnya dan memberanikan diri untuk


bisa meminta izin kepada Ayahnya itu.


‘’ Ada apa nduk?


Tumben deket – deket Ayah. ‘’


‘’ Yah kalau


Safa minta izin buat hadir di ulang tahunnya Anis boleh atau tidak? ‘’


‘’ Iya hadir


saja. ‘’


‘’ Masalahnya


acaranya itu malam. ‘’


‘’ Kamu udah tau


gimana jawaban Ayah kalau kamu keluar malam kan. ‘’


‘’ Iya Yah. Tapi


gimana kalau Ayah aja yang antar nanti Safa disana Cuma sebentar buat ucapin


selamat dan ngasih kadonya. ‘’


‘’ Dikasih


disekolah kan bisa. ‘’


‘’ Baik Yah. ‘’


Safa pun pergi


ke kamarnya kembali. Sebenarnya Safa sudah mengerti apa yang akan dikatakan


Ayahnya tersebut. Namun ia berusaha mencoba membujuk Ayahnya, namun Safa pun


tak kunjung berhasil. Bahkan kini rasanya undangan itu sama sekali tak ada


gunanya dimatanya. Rasa kecewa dan sedihpun melanda Safa saat itu. Namun mau


giaman lagi, ketika Ayah Safa berkata tidak itu artinya juga tidak.


Keesokan harinya


seperti biasa Safa berangkat sekolah dengan mengayuh sepedanya. Ketika ditengah


perjalanan menuju sekolah, Safa melihat nenek tua yang membawa seorang anak di


pinggir jalan yang sepertinya cucunya sedang kesakitan. Safapun menghampirinya.


‘’


Assalamu’alaikum. Ada apa nek kok kayaknya cucunya kesakitan? ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. Iya ini cucu saya sakit perut. Dia belum makan dari kemarin.


‘’


Safa pun membuka


tasnya dan memberikan bekal yang Ibunya bawakan tadi untuk Safa. Safa


memberikan bekal tersebut kepada nenek itu. Lalu cucu nenek itupun tersenyum


bahagia ketika Safa memberikan bekalnya pada cucu nenek itu.


‘’ Ini dek


dimakan ya. Masakan Ibunya Safa paling enak sedunia loh. ‘’ kata Safa yang


tersenyum melihat anak itu makan dengan sangat lahab sekali.


‘’ Makasih nak.


‘’


‘’ Iya sama –


sama nek. ‘’


Safa pun


melanjutkan perjalanannya dengan mengayuh sepedanya. Sepertinya dia merasa


senang sekali bahkan ia tia ingat apa masalah yang ia alami saat itu.


Sesampainya disekolah, Safa langsung menaruh sepedanya diparkiran. Ia bergegas

__ADS_1


menuju kelas. Kebiasaannya yang selalu jalan cepat atau bahkan lari menuju


kelas. Saat Safa lari ternyata Safa melihat siswa laki – laki yang berseragam


berbeda dengannya lagi. Laki – laki tersebut memakai kopyah berwarna hitam dan


sepertinya juga kebingungan seperti anak kemarin yang ia tolong.


‘’ Kenapa slalu


aku yang seperti ini. ‘’


Safa pun


akhirnya menghampirinya


‘’ Mas ruang


guru ada disebelah sana. ‘’


Laki – laki


itupun menoleh kearah Safa. Laki – laki dengan ciri – ciri tinggi sekitar 170 cm. Berkulit putih


berhidung mancung dan bola matanya yang bersinar.


‘’ Loh Safa? ‘’


tanya laki – laki tersebut


‘’ Abdullah


Yusuf El Fatah! ‘’ teriak Safa kegirangan


Iya dia adalah


laki – laki yang Safa suka sejak masih SMP. Namun cintanya terbelenggu dengan


sekolahnya yang berbeda. Kisah cinta yang sekali lagi akan dimulai dengan sebuah


pertemuan yang tidak di sangka – sangka oleh keduanya. Safa tak pernah


mengungkapkan perasaannya pada Yusuf, padahal Yusuf pun kadang memberikan


perhatian kecil saat SMP dulu. Hanya saja Safa tak mau ke-PD an akan hal


tersebut. Safa sekarang pun masih memendam rasanya pada Yusuf dan akhirnya ini


awal pertemuannya kembali.


‘’ Kamu ternyata


sekolah disini? Sudah hampir 3 tahun nggak ketemu ya. ‘’ kata Yusuf yang


tersenyum melihat Safa menundukkan pandangannya merasa malu.


Ingin rasanya


Safa berteriak hingga dunia tau gimana rasanya ketika rindunya berakhir dengan


sebuah pertemuan tersebut.


‘’ Iya. Kamu ada


apa kok kesini? ‘’


ruang guru. Mau kasih surat ijin karna adikku sakit. ‘’


‘’ Loh memangnya


Usna sekolah disini? ‘’


‘’ Memangnya


kamu nggak tau? Padahal dia wakil ketua osis disini. ‘’


Ya begitulah


Safa yang sangat kudet sekali. Ketua osisnya saja Safa nggak tau apalagi


wakilnya. Safa memang tidak begitu peduli dengan yang ada disekitarnya


tersebut. kadang Ia sekolah belajar dan langsung pulang.


‘’ Hehe aku


jarang update disekolah. ‘’


‘’ Ternyata kamu


nggak berubah ya. ‘’


Safa pun hanya


tersenyum mendengar perkataan Yusuf. Dirinya seakan akan salah tingkah dengan


ucapan Yusuf tersebut yang membuat dia ingin rasanya melayang setinggi – tingginya.


‘’ Aku duluan.


Nanti takut telat. Assalamu’alaikum ‘’ kata Yusuf beranjak pergi


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Yusuf pun pergi


meninggalkan Safa disana sendiri. Setelah bayangnya lenyap Safa pun teriak


kegirangan seperti orang yang keluar dari penjara setelah berabad – abad tahun


lamanya. Safa pun lari menuju kelasnya dengan tersenyum – tersenyum sendiri.


Setelah sampai kelas, Safa pun menaruh tasnya diatas bangku dan masih tetap


sama tingkahnya.


‘’ Eh fa kamu


kenapa? Jangan gila ini masih pagi. ‘’ Kata Adel yang duduk didekatnya


‘’ Kamu tau aku


tadi bertemu siapa? ‘’


‘’ Yang pasti


bukan netizen lagi kan. ‘’

__ADS_1


‘’ Ini lebih


dari itu? Siapa ayo cepat tebak. ‘’


‘’ Palingan


Temen lama. Nggak mungkin juga kalau cinta lama yang baru saja bertemu setelah


bertahun – tahun lamanya bertemu kembali. ‘’ Tebak Adel


‘’ Loh kamu kok


tau? Padahal aku belum bilang. ‘’


‘’ Hah apa?


Tebakanku bener? Kamu nggak sakit kan Fa? ‘’


‘’ Sakit kenapa?


‘’


‘’ Ya kalik masa


kamu punya cowok gitu? ‘’


‘’ Bukan. Dia


sebenernya temen lamaku. Aku suka sama dia sudah dari dulu, Cuma aku diem aja


sih. ‘’


‘’ Kenapa nggak


ungkapin aja! ‘’


‘’ Gengsi lah.


Aku kan cewek. ‘’


‘’ Kenapa


gengsi? Kalau kamu nggak bertindak cepat dia keburu diambil orang loh. ‘’


‘’ Dia nggak


kayak gitu. Dia nggak mungkin pacaran Del. ‘’


Adel pun


menghela nafas dan mengira kalau Laki – laki itu bentuknya sama kayak Safa yang


kayak gitu. Tanpa bicara lagi Adel membiarkan temannya itu tersenyum sendiri.


‘’ Aku biarkan


saja dia gila dulu. ‘’ Kata Adel lirih


Bel masukpun


sudah terdengar. Kegiatan belajar mengajarpun dimulai lagi. Semua murid sangat


serius mendengar penjelasan dari guru. Pada saat itu pelajaran Bahasa


Indonesia, semua murid disuruh membuat puisi yang bertemakan Cinta. Safa dengan


cepatnya membuat dan selesai terlebih dahulu.


‘’ Pak, Safa


sudah selesai. ‘’ teriak Adel kepada gurunya yang ada didepan


‘’ Benar safa


sudah selesai? Kalau begitu silahkan maju didepan dan bacakan. ‘’


‘’ Tapi pak saya


malu. ‘’


‘’ Kenapa malu?


Kamu harus berani. ‘’


Safa pun


kedepan, rasanya jantungnya ingin copot seketika ketika ia disuruh maju


kedepan. Semua menatap Safa dengan begitu serius.


‘’ Gimana nih


aku malu. ‘’ gumamnya dalam hati


Safa pun


membacakan puisinya dengan selalu melihat diatas tanpa menatap mata murid yang


lainnya. Adel temannya hanya menahantawa dibangkunya. Ya seperti itu persahabatannya, kadang juga menyebalkan namun


mereka tak pernah akan kenal namanya berantem.


PERIHAL SENJA


Perihal Senja!


Jangan cepat berlalu


Ingin kusapa lebih lama


Ingin ku sanjung selalu


Namun kini bulan tlah datang


Menenggelamkan senjaku hilang


Berharap kan bertemu lagi


Dalam lain hari!


Tetaplah ingat senjaku


Aku rindu..


Aku rindu..


Aku rindu!


SELALU!

__ADS_1


__ADS_2