
Safa
hanya menunduk berusaha untuk menahan air matanya itu. Tiba – tiba Safa mulai
mundur dan badannya terkena air hujan lagi.
‘’ Eh Fa jangan disana hujan loh. ‘’
Kata Adel pada Safa
‘’
Iya ini juga kebiasaanmu Fa, kamu berusaha untuk menutupi akan air matamu kan.
Kalau tidak dengan hujan ya kamu bakal mandangin awan diatas, berusaha agar air
matamu tak terlihat oleh ku. Tapi aku udah tau semuanya tanpa kamu berkata
padaku. Lalu apa yang kamu ketaui tentang ku ? tidak ada kan. Iya memang aku
seperti ini orangnya Fa. Aku adalah orang yang suka menyendiri dan menyimpan
banyak rahasia. Namun ketika aku membuka hatiku buat orang tersebut, maka dia
lebih indah dari rahasiaku, dan itu adalah namamu Fa. ‘’
Safa
hanya terdiam dan meteskan air matanya yang sudah terbasuh dengan jatuhnya air
hujan tersebut
‘’
3 hari lagi aku akan ke Kairo buat kuliahku disana Fa. Aku hanya ingin
melihatmu sekali ini sebelum ku akan pergi. Kamu tau seberapa banyak orang
didunia ini yang suka aku, tapi kalau aku sukanya sama kamu, terus mereka mau
apa Fa ? semua itu nggak penting. Yang penting itu cuma aku sukanya sama kamu.
‘’
‘’
Kenapa kamu baru bilang sekarang ini ? aku sering menebak – nebak apa yang kamu
lakukan hingga akupun tersakiti dengan pemikiranku sendiri. ‘’
‘’
Aku hanya ingin bilang ini kelak saat memang kita sudah ditakdirkan berjodoh.
Aku hanya menjaga kesucianmu tanpa mengotorinya dengan kata – kataku itu. Aku
ini laki – laki, aku mencoba menjadi imam yang baik untukmu kelak Fa. ‘’
Safa
yang mendengarkan ucapan dari Yusuf itupun langsung menunduk malu dan malah
jadi salah tingkah. Namun Safa mencoba mengontrolnya.
‘’
Bagaimana denganmu Fa ? ‘’
‘’
Aku akan nunggu kamu disini hingga akhirnya kamu menepati janjimu itu. ‘’
Yusuf
pun langsung mendekat dan berada di depannya Safa. Safa mulai gugup dengan
kehadiran Yusuf yang ada didepannya itu. Safa hanya menundukkan pandangannya
itu.
‘’
In Syaa Allah jika Allah berkehendak aku akan menepati janjiku. ‘’
‘’
Pergi untuk kembali, jangan kembali untuk pergi ! ‘’ kata Safa tersenyum
‘’
__ADS_1
Sudah sore kamu pulang dan langsung ganti bajumu. Aku nggak akan bisa kasih
kamu wedang jahe lagi kalau sudah disana. ‘’
‘’
Assalamu’alaikum.’’ Kata Safa yang beranjak pergi dari tempat tersebut.
‘’
Wa’alaikumsalam. Fa In Syaa Allah aku bkal kirim surat padamu kalau aku ada
disana. ‘’
Safa
hanya menoleh ke arah Yusuf dan tersenyum, lalu dia melanjutkan langkahnya itu.
Safa merasa lega dengan apa yang dikatakan Yusuf tersebut.
‘’
Pergilah demi cita – citamu dan pulanglah demi cintamu. Aku disini berusaha
bertahan dari terjangan ombak yang mungkin akan menghancurkanku. Ketahui lah
aku akan tetap disana menunggumu. Abdullah Yusuf El Fatah. ‘’ Kata Safa dalam
hati yang lalu disusul Adel yang ada dibelakangnya itu.
Adel
pun langsung merangkul pundak Safa, Safa hanya tersenyum saat melihat ke arah
Adel.
‘’
Bicara itu bisa menyelesaikan semuanya kan. ‘’
‘’
Iya Del Syukron. ‘’ jawab Safa
Safa
dan Adelpun menuju kerumah masing – masing. Ketika Safa pulang, disana sudah
Safa
pun langsung menaruh sepedanya dan langsung memeluk Ayahnya itu. Ia pun
langsung terisak – isak menangis dalam dekapan Ayahnya itu.
‘’
Yah Safa minta maaf karna sudah bertingkah seperti kemarin. ‘’
‘’
Iya Ayah juga minta maaf nduk udah kasar sama kamu kayak gitu. Ayah Cuma ingin
kalau kamu itu sesuai dengan apa yang Ayah inginkan, bahkan Ayah nggak
memperhatikan apa yang kamu suka itu. ‘’
Safa
pun melepaskan pelukan dari Ayahnya itu.
‘’
Aku udah bilang ke Yudha kalau aku nggak bakal ikut lombanya besok. ‘’
‘’
Jangan nak, kamu harus ikut lomba itu. Buat bangga Ayah kalau kamu bisa menang
dari lomba itu.
‘’
Beneran Yah ? Ayah nggak akan marah kalau aku ikut lomba itu ? ‘’
‘’
Iya nduk. ‘’
Ibu
__ADS_1
yang melihat kejadian tersebutpun langsung ikut terharu. Ibu memeluk Safa dan diikuti oleh Ayahnya. Safa merasa
kalau itu hari spesial baginya. Dia tahu akan Yusuf serta Ayahnya yang sudah
luluh akan prinsipnya itu.
Setelah
kejadian tersebut, Safa langsung masuk ke dalam kamar dan mencoba menghubungi
Yudha untuk bilang kalau dia besok akan tetap akan ikut lombanya.
‘’
Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. Ada apa kak ? kangen ya ? ‘’
‘’
Heh apaan sih. Aku Cuma mau bilang kalau aku akan tetap ikut lomba besok. ‘’
‘’
Hah apa? Benera kan ? tapi Ayahmu nggak marah kan ? ‘’
‘’
Alhamdulillah tadi Ayah udah merestuinya kok. ‘’
‘’
Alhamdulillah tinggal aku yang belum direstui nih. ‘’
‘’
Eh kamu apaan sih. Ya udah aku Cuma mau bilang gitu aja. Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
Safa
pun menutup panggilannya itu dan senyum – senyum sendiri. Dibukanya buku puisi
dan langsung ia menulis diatas kertas putih tersebut
‘’ Surat
Cinta Hati ‘’
Kau tau ?
Kadang gelisahku tak menentu
Layaknya awan merindukan pelangi
Kadang cemasku tak berhenti
Layaknya bumi merindukan sang surya
Namun
kau tau ?
Semua
tlah berhenti
Tak
ada pelangi bila tak ada hujan
Tak
ada Surya bila ada bulan
Dan
tak ada semua, bila tak ada hadirmu
Surat ini akan menunjukkan hatiku
Tentang awan yang merindukan pelangi
Tentang bumi yang merindukan surya
__ADS_1
Dan tentang hati yang merindukan
kehadiranmu!