Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Ungkapan Yusuf 2


__ADS_3

Safa


hanya menunduk berusaha untuk menahan air matanya itu. Tiba – tiba Safa mulai


mundur dan badannya terkena air hujan lagi.


‘’ Eh Fa jangan disana hujan loh. ‘’


Kata Adel pada Safa


‘’


Iya ini juga kebiasaanmu Fa, kamu berusaha untuk menutupi akan air matamu kan.


Kalau tidak dengan hujan ya kamu bakal mandangin awan diatas, berusaha agar air


matamu tak terlihat oleh ku. Tapi aku udah tau semuanya tanpa kamu berkata


padaku. Lalu apa yang kamu ketaui tentang ku ? tidak ada kan. Iya memang aku


seperti ini orangnya Fa. Aku adalah orang yang suka menyendiri dan menyimpan


banyak rahasia. Namun ketika aku membuka hatiku buat orang tersebut, maka dia


lebih indah dari rahasiaku, dan itu adalah namamu Fa. ‘’


Safa


hanya terdiam dan meteskan air matanya yang sudah terbasuh dengan jatuhnya air


hujan tersebut


‘’


3 hari lagi aku akan ke Kairo buat kuliahku disana Fa. Aku hanya ingin


melihatmu sekali ini sebelum ku akan pergi. Kamu tau seberapa banyak orang


didunia ini yang suka aku, tapi kalau aku sukanya sama kamu, terus mereka mau


apa Fa ? semua itu nggak penting. Yang penting itu cuma aku sukanya sama kamu.


‘’


‘’


Kenapa kamu baru bilang sekarang ini ? aku sering menebak – nebak apa yang kamu


lakukan hingga akupun tersakiti dengan pemikiranku sendiri. ‘’


‘’


Aku hanya ingin bilang ini kelak saat memang kita sudah ditakdirkan berjodoh.


Aku hanya menjaga kesucianmu tanpa mengotorinya dengan kata – kataku itu. Aku


ini laki – laki, aku mencoba menjadi imam yang baik untukmu kelak Fa. ‘’


Safa


yang mendengarkan ucapan dari Yusuf itupun langsung menunduk malu dan malah


jadi salah tingkah. Namun Safa mencoba mengontrolnya.


‘’


Bagaimana denganmu Fa ? ‘’


‘’


Aku akan nunggu kamu disini hingga akhirnya kamu menepati janjimu itu. ‘’


Yusuf


pun langsung mendekat dan berada di depannya Safa. Safa mulai gugup dengan


kehadiran Yusuf yang ada didepannya itu. Safa hanya menundukkan pandangannya


itu.


‘’


In Syaa Allah jika Allah berkehendak aku akan menepati janjiku. ‘’


‘’


Pergi untuk kembali, jangan kembali untuk pergi ! ‘’ kata Safa tersenyum


‘’

__ADS_1


Sudah sore kamu pulang dan langsung ganti bajumu. Aku nggak akan bisa kasih


kamu wedang jahe lagi kalau sudah disana. ‘’


‘’


Assalamu’alaikum.’’ Kata Safa yang beranjak pergi dari tempat tersebut.


‘’


Wa’alaikumsalam. Fa In Syaa Allah aku bkal kirim surat padamu kalau aku ada


disana. ‘’


Safa


hanya menoleh ke arah Yusuf dan tersenyum, lalu dia melanjutkan langkahnya itu.


Safa merasa lega dengan apa yang dikatakan Yusuf tersebut.


‘’


Pergilah demi cita – citamu dan pulanglah demi cintamu. Aku disini berusaha


bertahan dari terjangan ombak yang mungkin akan menghancurkanku. Ketahui lah


aku akan tetap disana menunggumu. Abdullah Yusuf El Fatah. ‘’ Kata Safa dalam


hati yang lalu disusul Adel yang ada dibelakangnya itu.


Adel


pun langsung merangkul pundak Safa, Safa hanya tersenyum saat melihat ke arah


Adel.


‘’


Bicara itu bisa menyelesaikan semuanya kan. ‘’


‘’


Iya Del Syukron. ‘’ jawab Safa


Safa


dan Adelpun menuju kerumah masing – masing. Ketika Safa pulang, disana sudah


Safa


pun langsung menaruh sepedanya dan langsung memeluk Ayahnya itu. Ia pun


langsung terisak – isak menangis dalam dekapan Ayahnya itu.


‘’


Yah Safa minta maaf karna sudah bertingkah seperti kemarin. ‘’


‘’


Iya Ayah juga minta maaf nduk udah kasar sama kamu kayak gitu. Ayah Cuma ingin


kalau kamu itu sesuai dengan apa yang Ayah inginkan, bahkan Ayah nggak


memperhatikan apa yang kamu suka itu. ‘’


Safa


pun melepaskan pelukan dari Ayahnya itu.


‘’


Aku udah bilang ke Yudha kalau aku nggak bakal ikut lombanya besok. ‘’


‘’


Jangan nak, kamu harus ikut lomba itu. Buat bangga Ayah kalau kamu bisa menang


dari lomba itu.


‘’


Beneran Yah ? Ayah nggak akan marah kalau aku ikut lomba itu ? ‘’


‘’


Iya nduk. ‘’


Ibu

__ADS_1


yang melihat kejadian tersebutpun langsung ikut terharu. Ibu memeluk  Safa dan diikuti oleh Ayahnya. Safa merasa


kalau itu hari spesial baginya. Dia tahu akan Yusuf serta Ayahnya yang sudah


luluh akan prinsipnya itu.


Setelah


kejadian tersebut, Safa langsung masuk ke dalam kamar dan mencoba menghubungi


Yudha untuk bilang kalau dia besok akan tetap akan ikut lombanya.


‘’


Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. Ada apa kak ? kangen ya ? ‘’


‘’


Heh apaan sih. Aku Cuma mau bilang kalau aku akan tetap ikut lomba besok. ‘’


‘’


Hah apa? Benera kan ? tapi Ayahmu nggak marah kan ? ‘’


‘’


Alhamdulillah tadi Ayah udah merestuinya kok. ‘’


‘’


Alhamdulillah tinggal aku yang belum direstui nih. ‘’


‘’


Eh kamu apaan sih. Ya udah aku Cuma mau bilang gitu aja. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Safa


pun menutup panggilannya itu dan senyum – senyum sendiri. Dibukanya buku puisi


dan langsung ia menulis diatas kertas putih tersebut


‘’ Surat


Cinta Hati ‘’


Kau tau ?


Kadang gelisahku tak menentu


Layaknya awan merindukan pelangi


Kadang cemasku tak berhenti


Layaknya bumi merindukan sang surya


Namun


kau tau ?


Semua


tlah berhenti


Tak


ada pelangi bila tak ada hujan


Tak


ada Surya bila ada bulan


Dan


tak ada semua, bila tak ada hadirmu


Surat ini akan menunjukkan hatiku


Tentang awan yang merindukan pelangi


Tentang bumi yang merindukan surya

__ADS_1


Dan tentang hati yang merindukan


kehadiranmu!


__ADS_2