Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Kebimbangan 4


__ADS_3

Safa


yang capek dengan isakannya pun tertidur pulas. Pagi – pagi Safa sudah menuju


ke sekolah, Safa ingin rasanya pergi menjauh dari rumah. Dengan tergesa – gesa


Safa mengayuh sepedanya, entah mengapa Safa sangat nekad dengan apa yang ia


putuskan itu.


Setelah


sampai di sekolah, Safa langsung menuju ke perpustakaan berharap tak ada orang


yang disana. Alhasil ternyata Adel sudah berada disana bersama dengan Yudha.


Safa yang menahan tangisnya pun pecah ketika melihat Adel dan langsung


memeluknya.


‘’


Sini – sini peluk aku aja deh. ‘’


‘’


Aku lemah, seharusnya aku bisa buat keputusan ini dari awal. ‘’


‘’


Semua orang itu nggak ada yang sempurna makanya kalau kamu berbuat salah ya


wajar fa. ‘’


‘’


Tapi aku udah ngecewain Ayah. Ayah marah sama aku sekarang. Gimana ? aku mau


minta maaf tapi aku pun juga belu siap untuk mengatakannya. ‘’


‘’


Memangnya sekarang kamu udah punya keputusannya ? ‘’ tanya Yudha pada Safa


‘’


Aku udah mutusin kalau aku nggak bakalikut lomba itu. Ayah lebih berharga


darpada apa yang aku inginkan saat ini. ‘’


‘’


Baiklah jika itu keputusanmu yang membuat hatimu bertegu dengan hal itu. Aku


juga nggak akan maksa kamu buat ikut lomba. Nanti aku akan bicara dengan Pak


Adam soal ini. Dia akan bisa mengerti semua keadaannya kok. ‘’

__ADS_1


Safa


pun mulai tenang dan berharap akan baik – baik saja dengan keputusannya saat


ini. Mungkin saja Safa akan mengecewakan Yudha dan Pak Adam, namu baginya


Ayahnya adalah hal segala – galanya baginya itu.


Setelah


mulai tenang, Safa ingin sekali makan dikantin. Karena kemarin dia tidak makan


yang memyebabkan dirinya sakit perut. Safa hanya bisa menahannya, sedangkan


Yudha yang tau soal itu langsung memesankan makanan yang banyak untuk Safa


makan. Setelah makan, Safa langsung menuju ke mushola, dilaksanakannya sholat


Dhuha yang di imami oleh Yudha. Yudha sekarang sudah mulai mengerti tentang


agamanya dan kewaajibannya tersebut.


‘’


Gimana udah tenang ? ‘’ tanya Adel


‘’


Alhamdulillah. Syukron kalian udah jadi orang yang ada disampingku saat diriku


‘’


itu slalu Fa. ‘’


‘’


Yudha kamu udah bisa sholat dan baca Al Qu’an ? ‘’


‘’


Iya kak Alhamdulillah ini juga karna motivasi dari kakak. Hehe ‘’


‘’


Iya sama – sama semoga kamu istiqomah slalu. ‘’


‘’


Aamiin. Ya udah kalau gitu aku balik ke kelas. Tadi udah bolos pelajarannya Bu


Titin. Hehe. Assalamu’alaikum. ‘’ Yudha pun langsung meninggalkan mushola


tersebut


‘’


Wa’alaikumsalam. He ? dia tadi bolos pelajaran ? kok bisa ? nekad amat tuh

__ADS_1


anak. ‘’


‘’


Iya itu juga demi kamu Fa, dia kemarin telfon aku tentang kejadian kamu sama


Ayahmu. ‘’


‘’


Kok dia bisa tau ? ‘’


‘’


Yudha ngikutin kamu pengen tau rumahmu, eh tapi malah dia liat kejadian yang


kemarin menimpamu itu. ‘’


‘’


Iya aku yang salah. Tak seharusnya aku bersikap seperti pada Ayahku kan. ‘’


‘’


Ya udah nanti minta maaf ke Ayah. ‘’


‘’


Iya itu pasti. Lagian aku belajar untuk melupakan apa yang menjadi keinginanku


saat ini. Aku berusaha membanggakan Ayah semasa hidupnya itu. Dunia ini bukan


hanya tentang aku, namun ada kamu, dia, mereka, dan bahkan kita. Semua itu


sebenernya hanya simpel bila dibuat santai. Mengapa seperti itu ? hanya cukup


ingat Allah yang akan membantumu dan slalu tersenyum dalam keadaan apapun itu,


bahkan saat dunia berusaha mengambrukkanmu sekalipun.


‘’


Trus saat ini kamu mau apa ? ‘’


‘’


Nanti pulang sekolah temenin aku di taman ya. Aku ingin liat anak kecil bermain


bola disana. ‘’


‘’


Iya kalau hujan sekalian aja nanti kita hujan – hujan kan. ‘’


‘’


Hehe siap siap. ‘’

__ADS_1


__ADS_2