
Safa
yang capek dengan isakannya pun tertidur pulas. Pagi – pagi Safa sudah menuju
ke sekolah, Safa ingin rasanya pergi menjauh dari rumah. Dengan tergesa – gesa
Safa mengayuh sepedanya, entah mengapa Safa sangat nekad dengan apa yang ia
putuskan itu.
Setelah
sampai di sekolah, Safa langsung menuju ke perpustakaan berharap tak ada orang
yang disana. Alhasil ternyata Adel sudah berada disana bersama dengan Yudha.
Safa yang menahan tangisnya pun pecah ketika melihat Adel dan langsung
memeluknya.
‘’
Sini – sini peluk aku aja deh. ‘’
‘’
Aku lemah, seharusnya aku bisa buat keputusan ini dari awal. ‘’
‘’
Semua orang itu nggak ada yang sempurna makanya kalau kamu berbuat salah ya
wajar fa. ‘’
‘’
Tapi aku udah ngecewain Ayah. Ayah marah sama aku sekarang. Gimana ? aku mau
minta maaf tapi aku pun juga belu siap untuk mengatakannya. ‘’
‘’
Memangnya sekarang kamu udah punya keputusannya ? ‘’ tanya Yudha pada Safa
‘’
Aku udah mutusin kalau aku nggak bakalikut lomba itu. Ayah lebih berharga
darpada apa yang aku inginkan saat ini. ‘’
‘’
Baiklah jika itu keputusanmu yang membuat hatimu bertegu dengan hal itu. Aku
juga nggak akan maksa kamu buat ikut lomba. Nanti aku akan bicara dengan Pak
Adam soal ini. Dia akan bisa mengerti semua keadaannya kok. ‘’
__ADS_1
Safa
pun mulai tenang dan berharap akan baik – baik saja dengan keputusannya saat
ini. Mungkin saja Safa akan mengecewakan Yudha dan Pak Adam, namu baginya
Ayahnya adalah hal segala – galanya baginya itu.
Setelah
mulai tenang, Safa ingin sekali makan dikantin. Karena kemarin dia tidak makan
yang memyebabkan dirinya sakit perut. Safa hanya bisa menahannya, sedangkan
Yudha yang tau soal itu langsung memesankan makanan yang banyak untuk Safa
makan. Setelah makan, Safa langsung menuju ke mushola, dilaksanakannya sholat
Dhuha yang di imami oleh Yudha. Yudha sekarang sudah mulai mengerti tentang
agamanya dan kewaajibannya tersebut.
‘’
Gimana udah tenang ? ‘’ tanya Adel
‘’
Alhamdulillah. Syukron kalian udah jadi orang yang ada disampingku saat diriku
‘’
itu slalu Fa. ‘’
‘’
Yudha kamu udah bisa sholat dan baca Al Qu’an ? ‘’
‘’
Iya kak Alhamdulillah ini juga karna motivasi dari kakak. Hehe ‘’
‘’
Iya sama – sama semoga kamu istiqomah slalu. ‘’
‘’
Aamiin. Ya udah kalau gitu aku balik ke kelas. Tadi udah bolos pelajarannya Bu
Titin. Hehe. Assalamu’alaikum. ‘’ Yudha pun langsung meninggalkan mushola
tersebut
‘’
Wa’alaikumsalam. He ? dia tadi bolos pelajaran ? kok bisa ? nekad amat tuh
__ADS_1
anak. ‘’
‘’
Iya itu juga demi kamu Fa, dia kemarin telfon aku tentang kejadian kamu sama
Ayahmu. ‘’
‘’
Kok dia bisa tau ? ‘’
‘’
Yudha ngikutin kamu pengen tau rumahmu, eh tapi malah dia liat kejadian yang
kemarin menimpamu itu. ‘’
‘’
Iya aku yang salah. Tak seharusnya aku bersikap seperti pada Ayahku kan. ‘’
‘’
Ya udah nanti minta maaf ke Ayah. ‘’
‘’
Iya itu pasti. Lagian aku belajar untuk melupakan apa yang menjadi keinginanku
saat ini. Aku berusaha membanggakan Ayah semasa hidupnya itu. Dunia ini bukan
hanya tentang aku, namun ada kamu, dia, mereka, dan bahkan kita. Semua itu
sebenernya hanya simpel bila dibuat santai. Mengapa seperti itu ? hanya cukup
ingat Allah yang akan membantumu dan slalu tersenyum dalam keadaan apapun itu,
bahkan saat dunia berusaha mengambrukkanmu sekalipun.
‘’
Trus saat ini kamu mau apa ? ‘’
‘’
Nanti pulang sekolah temenin aku di taman ya. Aku ingin liat anak kecil bermain
bola disana. ‘’
‘’
Iya kalau hujan sekalian aja nanti kita hujan – hujan kan. ‘’
‘’
Hehe siap siap. ‘’
__ADS_1