
‘’ Surat
Cinta Hati ‘’
Kau tau ?
Kadang gelisahku tak menentu
Layaknya awan merindukan pelangi
Kadang cemasku tak berhenti
Layaknya bumi merindukan sang surya
Namun
kau tau ?
Semua
tlah berhenti
Tak
ada pelangi bila tak ada hujan
Tak
ada Surya bila ada bulan
Dan
tak ada semua, bila tak ada hadirmu
Surat ini akan menunjukkan hatiku
Tentang awan yang merindukan pelangi
Tentang bumi yang merindukan surya
Dan tentang hati yang merindukan
kehadiranmu!
Keesokan
harinya Safa sudah bersiap – siap untuk berangkat menuju ke tempat lomba, namun
saat itu hujan menguyur dan dengan angin yang lumayan kencang. Safa bingung
bagaimana ia akan sampai ditempat tersebut jika cuacanya sangat tak mendukung
sama sekali. Safa berjalan mondar – mandir didepan rumah. Ibu Safa yang melihat
Safa pun langsung mendekati anaknya itu
‘’
Ada apa nduk ? ‘’
‘’
Ini bu kalau terus hujan kan Safa nggak bisa berangkat. ‘’
‘’
Nunggu hujannya reda dulu aja. ‘’
‘’
Nggak bisa Bu, nanti acaranya segera dimulai. ‘’
Ayah
yang mendengar percakapan mereka pun langsung mengambil jas hujan dan
menyondorkan pada Safa.
‘’
Ayo Ayah antar kamu. ‘’
‘’
Makasih Yah. ‘’ kata Safa yang tersenyum pada Ayahnya
__ADS_1
‘’
Kalian hati – hati dijalan, Ayah jangan ngebut naik motornya. ‘’
‘’
Iya Bu. Assalamu’alaikum. ‘’
‘’
Wa’alaikumsalam. ‘’
Motor
Ayah Safa un beranjak pergi meninggalkan rumah tersebut. Safa yang berusaha
untuk menenangkan hatinya yang sedang gelisah sekali.
‘’
Ini kenapa ya kok hatiku gelisah. Padahlkan acaranya masih setengah jam lagi.
‘’
Ayah
yang mulai mengebut saat di belokan jalan pun tidak melihat ada truk yang
berlawanan dengan arahnya yang juga mengebut. Tiba – tiba Ayah Safa hilang
kendali sontak motor Ayah Safa yang menghindar tersebut menabrak pohon yang ada
di pinggir jalan. Safa yang terlempar hingga kakinya menubruk batu dengan
sangat kencang.
Yusuf
yang kebetulan lewatpun langsung membawa Safa dan Ayahnya menuju ke rumah
sakit. Yusuf langsung menelfon abinya untuk menjemput Ibunya Safa untuk datang
ke rumah sakit. Tak begitu lama kemudia Ibu Safa pun datang dengan tangisannya
Dokter
yang memeriksa Ayah Safa pun keluar.
‘’
Gimana dok dengan keadaan suami saya ? ‘’
‘’
Innalillahi wainailaihi rojiun. Saya sudah melakukan apapun yang terbaik bagi
suami ibu, namu Allah lebih sayang padanya. ‘’ kata dokter tersebut
Ibu
Safa yang mendengar perkataan dokter tersebut pun langsung masuk kedalam
ruangan. Dilihatnya suaminya yang sudah terbujur kaku disana. Ibu Safa yang
hanya menangis tersedu – sedu pun langsung pingsan dan tak berdaya.
Sedangkan
Safa yang masih kritis dengan kondisinya saat itu ditemani Yusuf yang ada
didekatnya itu.
‘’
Fa bangun. Kamu nggak mau liat aku untuk terakhir kalinya sebelum aku ke Kairo
? ‘’
Dilihatnya
Safa yang hanya meneteskan air matanya, namun ia masih dalam keadaan yang
sangat lemah. Yusuf yang melihat Safa meneteskan air matanya pun langsung ikut
meneteskan air mata.
__ADS_1
‘’
Aku akan selalu rindu kamu Fa. ‘’ kata Yusuf lirih pada telinga Safa
Yusuf
pun langsung pergi dari tempat tersebut dan digantikan oleh Adel. Adel yang
melihat kondisi Safa pun juga ikut menangis, namun Adel berusaha agar tak terdengar isakannya yang
mungkin Safa akan mendengarkannya.
Ayah
Safa sudah dibawa pulang untuk dimakamkan. Ibu Safa pun ikut memakamkan mayat
Ayahnya tersebut. Safa yang masih dengan kondisi koma pun tak berdaya di atas
bed dengan banyak alat yang menempel padanya. Disana terdapat Yudha dan Adel
yang sedang menunggu Safa siuman dari koma nya.
Tiba
– tiba tangan Safa pun bergerak. Yudha yang melihatnya langsung teriak
memanggil dokter dan perawat. Dokter yang memastikan kondisinya Safa pun bisa
bernafas lega karena kondisi Safa mulai membaik saat itu.
Keesokan
harinya, Safa sudah mulai mengajak bicara Adel yang ada didekatnya saat itu.
‘’
Del Ayah keadaannya gimana ? ‘’
‘’
Ayahmu tidak apa – apa. Ibu sudah membawanya pulang. ‘’ kata Adel yang
sebenarnya menahan air matanya agar Safa tak mengetahui nya karena kondisi Safa
yang belum sepenuhnya membaik itu.
‘’
Alhamdulillah. Kamu nggak sedang berbohong padaku kan ? ‘’
‘’
Untuk apa aku berbohong padamu Fa ? ‘’
‘’
Iya aku percaya Del. Makasih ya udah nungguin aku kayak gini. ‘’
‘’
Iya sama – sama Fa. ‘’
Dokter
pun masuk dan langsung memeriksa kondisi Safa ulang.
‘’
Gimana dok ? ‘’ tanya Yudha
‘’
Kaki sebelah kiri Safa patah karena benturan yang sangat keras. Maka dari itu
Safa harus di oprasi, namun karena peralatan rumah sakit ini tidak begitu
lengkap saya sarankan kalau Safa dibawa ke rumah sakit yang ada di Solo saja.
‘’
‘’
Terserah dokter saja saya ingin yang terbaik, dan semua biaya administrasi biar
saya yang tanggung. ‘’
__ADS_1