Pelangi Diujung Senja

Pelangi Diujung Senja
Ungkapan Yusuf 3


__ADS_3

‘’ Surat


Cinta Hati ‘’


Kau tau ?


Kadang gelisahku tak menentu


Layaknya awan merindukan pelangi


Kadang cemasku tak berhenti


Layaknya bumi merindukan sang surya


Namun


kau tau ?


Semua


tlah berhenti


Tak


ada pelangi bila tak ada hujan


Tak


ada Surya bila ada bulan


Dan


tak ada semua, bila tak ada hadirmu


Surat ini akan menunjukkan hatiku


Tentang awan yang merindukan pelangi


Tentang bumi yang merindukan surya


Dan tentang hati yang merindukan


kehadiranmu!


Keesokan


harinya Safa sudah bersiap – siap untuk berangkat menuju ke tempat lomba, namun


saat itu hujan menguyur dan dengan angin yang lumayan kencang. Safa bingung


bagaimana ia akan sampai ditempat tersebut jika cuacanya sangat tak mendukung


sama sekali. Safa berjalan mondar – mandir didepan rumah. Ibu Safa yang melihat


Safa pun langsung mendekati anaknya itu


‘’


Ada apa nduk ? ‘’


‘’


Ini bu kalau terus hujan kan Safa nggak bisa berangkat. ‘’


‘’


Nunggu hujannya reda dulu aja. ‘’


‘’


Nggak bisa Bu, nanti acaranya segera dimulai. ‘’


Ayah


yang mendengar percakapan mereka pun langsung mengambil jas hujan dan


menyondorkan pada Safa.


‘’


Ayo Ayah antar kamu. ‘’


‘’


Makasih Yah. ‘’ kata Safa yang tersenyum pada Ayahnya

__ADS_1


‘’


Kalian hati – hati dijalan, Ayah jangan ngebut naik motornya. ‘’


‘’


Iya Bu. Assalamu’alaikum. ‘’


‘’


Wa’alaikumsalam. ‘’


Motor


Ayah Safa un beranjak pergi meninggalkan rumah tersebut. Safa yang berusaha


untuk menenangkan hatinya yang sedang gelisah sekali.


‘’


Ini kenapa ya kok hatiku gelisah. Padahlkan acaranya masih setengah jam lagi.


‘’


Ayah


yang mulai mengebut saat di belokan jalan pun tidak melihat ada truk yang


berlawanan dengan arahnya yang juga mengebut. Tiba – tiba Ayah Safa hilang


kendali sontak motor Ayah Safa yang menghindar tersebut menabrak pohon yang ada


di pinggir jalan. Safa yang terlempar hingga kakinya menubruk batu dengan


sangat kencang.


Yusuf


yang kebetulan lewatpun langsung membawa Safa dan Ayahnya menuju ke rumah


sakit. Yusuf langsung menelfon abinya untuk menjemput Ibunya Safa untuk datang


ke rumah sakit. Tak begitu lama kemudia Ibu Safa pun datang dengan tangisannya


Dokter


yang memeriksa Ayah Safa pun keluar.


‘’


Gimana dok dengan keadaan suami saya ? ‘’


‘’


Innalillahi wainailaihi rojiun. Saya sudah melakukan apapun yang terbaik bagi


suami ibu, namu Allah lebih sayang padanya. ‘’ kata dokter tersebut


Ibu


Safa yang mendengar perkataan dokter tersebut pun langsung masuk kedalam


ruangan. Dilihatnya suaminya yang sudah terbujur kaku disana. Ibu Safa yang


hanya menangis tersedu – sedu pun langsung pingsan dan tak berdaya.


Sedangkan


Safa yang masih kritis dengan kondisinya saat itu ditemani Yusuf yang ada


didekatnya itu.


‘’


Fa bangun. Kamu nggak mau liat aku untuk terakhir kalinya sebelum aku ke Kairo


? ‘’


Dilihatnya


Safa yang hanya meneteskan air matanya, namun ia masih dalam keadaan yang


sangat lemah. Yusuf yang melihat Safa meneteskan air matanya pun langsung ikut


meneteskan air mata.

__ADS_1


‘’


Aku akan selalu rindu kamu Fa. ‘’ kata Yusuf lirih pada telinga Safa


Yusuf


pun langsung pergi dari tempat tersebut dan digantikan oleh Adel. Adel yang


melihat kondisi Safa pun juga ikut menangis, namun Adel  berusaha agar tak terdengar isakannya yang


mungkin Safa akan mendengarkannya.


Ayah


Safa sudah dibawa pulang untuk dimakamkan. Ibu Safa pun ikut memakamkan mayat


Ayahnya tersebut. Safa yang masih dengan kondisi koma pun tak berdaya di atas


bed dengan banyak alat yang menempel padanya. Disana terdapat Yudha dan Adel


yang sedang menunggu Safa siuman dari koma nya.


Tiba


– tiba tangan Safa pun bergerak. Yudha yang melihatnya langsung teriak


memanggil dokter dan perawat. Dokter yang memastikan kondisinya Safa pun bisa


bernafas lega karena kondisi Safa mulai membaik saat itu.


Keesokan


harinya, Safa sudah mulai mengajak bicara Adel yang ada didekatnya saat itu.


‘’


Del Ayah keadaannya gimana ? ‘’


‘’


Ayahmu tidak apa – apa. Ibu sudah membawanya pulang. ‘’ kata Adel yang


sebenarnya menahan air matanya agar Safa tak mengetahui nya karena kondisi Safa


yang belum sepenuhnya membaik itu.


‘’


Alhamdulillah. Kamu nggak sedang berbohong padaku kan ? ‘’


‘’


Untuk apa aku berbohong padamu Fa ? ‘’


‘’


Iya aku percaya Del. Makasih ya udah nungguin aku kayak gini. ‘’


‘’


Iya sama – sama Fa. ‘’


Dokter


pun masuk dan langsung memeriksa kondisi Safa ulang.


‘’


Gimana dok ? ‘’ tanya Yudha


‘’


Kaki sebelah kiri Safa patah karena benturan yang sangat keras. Maka dari itu


Safa harus di oprasi, namun karena peralatan rumah sakit ini tidak begitu


lengkap saya sarankan kalau Safa dibawa ke rumah sakit yang ada di Solo saja.


‘’


‘’


Terserah dokter saja saya ingin yang terbaik, dan semua biaya administrasi biar


saya yang tanggung. ‘’

__ADS_1


__ADS_2