
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Kiki terkejut,dia tidak tau kalau selama ini rulli menderita. Rulli terlihat tersenyum dan tertawa saat bersama nya dan tidak mengatakan apa pun mengenai teman-teman nya yang mengejek nya,dia merasa sangat bersalah pada rulli karena tidak benar-benar memperhatikan tumbuh kembang putra nya disekolah
"sayang....apa benar seperti itu?apa mereka mengatakan yang tidak-tidak pada mu?"tanya kiki merasa sedih melihat keadaan putra nya diperlakukan seperti itu,dia pikir kalau diri nya saja yang dihina dan dianggap rendah pada mereka
Rulli hanya diam dipelukan arul,dia mendekap tubuh arul dengan erat seperti tidak ingin berpisah lagi. Jika benar seperti itu,maka dia akan membawa pergi putra nya itu ke kota lainnya.
"sayang....katakan pada ibu" ucap kiki yang kini sudah menangis,dia merasa sangat sedih melihat putra nya di hina
"eeekkhmmm....kalian bisa bubar,kami akan mengurus urusan kami sendiri. " ucap arul dengan nada tegas nya
__ADS_1
Semua warga pun pada bergegas pergi,mereka meninggalkan arul juga kiki,kiki membuka pintu kios nya kemudian dia berniat mengambil rulli dari tangan arul tapi arul menepis tangan kiki dengan pan. Dia berjalan masuk kedalam kios kecil milik kiki sambil tetap menggendong rulli,dia tidak ingin melepaskan rulli sama sekali.
Kiki mengikuti langkah kaki arul memasuki kios nya,dia masuk melewati tempat berjualan kiki. Matanya masih mengelilingi setiap sudut,dia merasa sedih melihat kehidupan kiki selama ini hingga dia sampai di ruangan yang tidak begitu besar yang ada selembar ambal berbuly berukuran sedang disana.
Arul duduk di ambal itu sambil memangku tubuh rulli,dia menatap wajah rulli yang sangat mirip dengan nya. Kemudian mengecup nya berkali-kali diwajah nya,dia benar-benar senang kiki melahirkan putra nya itu
"hhmmm....ayah akan pergi meninggalkan kami lagi?"tanya rulli menatap mata arul,ada sebuah kesedihan terlintas dimatanya.
"bolehkah?" tanya rulli dengan mata yang berbinar
"tentu saja,nanti kita beli mainan yang besar-besar untuk rulli" jawab arul dengan semangat nya,dia melihat mainan rulli yang hanya ada dua mobil-mobilan dan itu pun tidak begitu besar
__ADS_1
Rulli menganggukan kepalanya,tapi tak lama wajah nya terlihat khawatir dan menatap ke arah kiki yang masih berdiri di dekat mereka
"bu....apakah boleh?" tanya rulli menatap penuh harap ke arah kiki
"apa rulli benar - benar ingin tinggal dengan ayah?"tanya kiki yang melihat wajah sedih rulli,dia merasa kasihan dengan rulli. Rulli menganggukan kepalanya dengan wajah memohon ,membuat kiki sedih
"hhmm....sebaiknya rulli ganti pakaian dulu ya,ibu siapkan makan siang dulu" ucap kiki mengalihkan pertanyaan rulli,rulli yang memang dari sana nya pintar. Dia mengerti maksud ucapan ibu nya,ibu nya pasti ingin menanyakan langsung pada ayah nya mengenai semua ucapan yang dikatakannya
Kiki mengambil rulli yang berada dipangkuan arul,dia membawa rulli ke kamar nya dan membantu rulli bersih-bersih dan berganti pakaian. Setelah selesai,kiki berjalan ke dapur dan membuat makan siang untuk mereka. Dia melihat arul yang tertidur di atas ambal bulu tempat nya duduk tadi,rulli juga sudah mendekati ayah nya. Melihat ayah nya tertidur,rulli pun tidur di dekat arul dan memeluknya
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘