
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Sanders terus mengetuk pintu kamar tapi tidak ada sahutan dari dalam,sementara nina masih merasa takut pada sanders apalagi suara sanders sudah keras karena dia berteriak. Karena tak ada jawaban dari sana akhirnya sanders memutuskan untuk membukanya
ceklek
Saat pintu terbuka,terlihat nina yang masih duduk diatas kloset. Sanders menatap nina dengan tatapan bingung,dia merasa bingung karena nina belum juga membuka gaunnya padahal dia sudah cukup lama didalam kamar mandi
"ada apa?kenapa belum membuka gaunnya?Γ pa ada yang kau pikirkan?jangan takut,aku ngak akan menyentuhmu " ucap sanders panjang lebar
"hhmm...itu...anu tuan,gaunnya....itu" ucap nina terbata-bata,membuat sanders mengernyitkan dahinya
__ADS_1
"ada apa dengan gaunnya?apa masih ingin kau pakai ?"tanya sanders menatap pada nina dengan tatapan bingung
"hhmm....itu,res...selitingnya anu " jawab nina merasa malu
Sanders tersenyum,dia mengerti maksud uca0an nina. Sanders mendekati nina dan menariknya hingga berdiri,nina hanya diam saja sambil menunduk. Sanders membalikan tubuh nina dan mulai membuka reseliting kancing gaunnya,dia menurunkan reseliting hingga memperlihatkan kulit punggung nina yang halus dan mulus. Sanders menelan saliva nya dengan susah payah,sedangkan nina memegang bagian depan gaunnya agar gaun itu tidak merosot begitu saja.
Sanders tidak melihat tali br* milik nina,membuatnya jadi berpikir yang tidak-tidak. Dia mulai teringat saat pertama kali menyentuh nina,walaupun terlihat samar-samar tapi dia mengingat betul besar dada nina yang sangat pas di genggaman tangannya. Kemudian dia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran kotornya ,dia mulai menurunkan reseliting itu lebih bawah lagi. Kulit tangannya tak terasa bersentuhan oleh kulit nina membuatnya semakin penasaran dengan kulit nina,bibirnya sudah menempel dipunggung nina dan....
Nina tersentak,tubuhnya bergetar dan itu diketahui oleh sanders. Sanders menjauhkan bibirnya,aroma wangi tubuh nina seakan menghipnotis nya agar terus disana tapi sanders menahan hasrat nya dan memilih berjalan keluar dari dalam kamar mandi.
"eekkhm...maaf kan aku,aku tidak bermaksud. Tapi aku janji kalau malam ini aku tidak akan melakukan apa pun pada mu ,aku akan menunggu mu siap dan bersedia menerima ku langsung" jelas sanders sambil berjalan keluar
__ADS_1
Nina memegang dadanya,saat mendengar suara pintu tertutup. Nina pun membalikan tubuhnya dan langsung melepaskan gaun yang dipakai nya,dia mulai mandi dan membersihkan tubuhnya dengan cepat. Setelah itu dia keluar,dia sudah memakai piyama tidurnya yang sudah dia siapkan. Walaupun tidak baru dan mahal tapi dia memakai yang pantas untuknya,nina sudah membawa pakaian ganti sebelum masuk ke dalam kamar mandi tadi.
Terlihat sanders duduk di sofa sambil memainkan ponselnya,dia menatap nina yang sudah duduk di pinggiran tempat tidur. Nina terlihat gelisah,karena sanders memperhatikan kedua tangan nina saling meremas seolah saling memberikan kekuatan.
Sanders berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi,dia juga ingin membersihkan tubuhnya karena memang terasa sangat lengket. Apalagi dari tadi pikirannya masih memikirkan besarnya bukit kembar milik nina,kepalanya sedikit pusing jadi dia memilih untuk mengguyur kepalanya dengan air dingin
Setelah melihat sanders ke kamar mandi,nina memilih mengambil selimut yang dibawa nya dari rumah sanders. Dia ingin tidur di sofa,dia sudah membayangkan akan seperti apa jadi saat pergi dia sudah mengemas selimut untuknya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih....ππππππ
__ADS_1