
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Waktu terus berlalu,arul sudah mulai belajar berjalan. Kehamilan kiki juga sudah masuk delapan bulan,mereka sering melakukannya di ruangan arul. Kaki arul masih belum terlalu kuat untuk menopang tubuh nya karena selama hampir setahun arul masih tidur ,kali ini dia berusaha belajar berjalan lagi
Saat ini kiki sedang membantu arul untuk berjalan,rulli juga mertua nya ikut melihat perkembangan arul. Mereka selalu menginap disana jika rulli libur,kiki senang melihat arul yang kini sudah bisa berjalan walaupun selangkah dua langkah.
"aaahh..."teriak kiki sambil memegang perutnya,kiki merasa kan sakit di perutnya.
Mama arul juga rulli yang berada disana terkejut,arul yang masih berdiri segera menghampiri kiki. Dia langsung menggendong kiki dan membawanya keruangannya yang berada tak jauh dari ruang perawatannya,semua mata menatap pasangan itu. Padahal arul baru saja bisa mulai berjalan selangkah,tapi semua terkejut melihat perubahan arul yang tiba-tiba bisa mengangkat tubuh kiki
Saat ini kiki sedang menjalani pemeriksaan,sedangkan arul terus berada didalam ruangan miliknya . Menggenggam tangan kiki dengan erat,dia merasa kasihan pada kiki yang merasa kesakitan didaerah perutnya.
"sayang....sakit ya?" tanya arul dengan wajah khawatir nya
__ADS_1
"hhmm....ssshhh....sakit kak" jawab kiki yang kini sudah menangis
Arul menatap dokter wanita yang memeriksa keadaan kiki,dari tadi dokter itu tidak memberitahukan bagaimana keadaan istri nya itu. Membuat arul sedikit kesal
"istri bapak seperti nya akan melahirkan" jelas dokter itu
"sebaiknya kita bersiap-siap untuk melakukan persalinannya, " ucap dokter itu lagi sambil berjalan keluar dari ruangan itu dan ingin menyiapkan ruangan bersalin untuk memindahkan kiki
Saat sampai didepan pintu,tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam. Dokter dan perawat kembali kedalam dan melihat keadaan kiki,mereka terkejut mendapatkan kiki yang sudah pecah ketubannya
Arul masih setia menemani kiki,dia berada di samping kiki sambil terus menggenggam tangan kiki. Sementara itu ,dokter sudah berada dibawah kaki kiki yang terbuka lebar. Dia memberikan arahan agar kiki terus mengejan,hingga akhirnya terdengar suara bayi dibawah sana
"oooeek.....oooek..."
__ADS_1
Arul menatap bayi mungil yang masih basah oleh air ketuban, kiki menghela nafas nya. Rasa sakit nya mulai berkurang,ada rasa haru dihati arul melihat kelahiran putri nya. Dia merasa bersalah pada kiki dan rulli,dimana saat-saat seperti ini dulu...dia tidak ada disisi mereka,air mata keluar begitu saja dari mata arul.
"selamat pak,anak anda perempuan" ucap dokter itu sambil menyerahkan bayi kecil yang sudah di bersihkan ke tangan arul,arul menatap wajah bayi mungil itu dengan lembut
"sayang...dia cantik seperti mu" ucap arul menatap wajah kiki,kiki ikut tersenyum
"kami permisi dulu,biarkan ibu dan bayi nya istirahat dulu" ucap dokter itu dan mengambil bayi kiki untuk dimasukan ke ruang bayi
Beberapa perawat membersihkan kiki,kiki akan dirawat satu ruangan dengan arul. Arul merasa senang melihat kiki yang terlihat sehat,dia menaiki tempat tidur miliknya dan memeluk tubuh kiki yang berada disamping nya.
"terima kasih sayang....kau sudah membuat ku menjadi ayah seutuh nya,ada anak perempuan juga anak laki-laki" bisik arul karena kini kiki sudah tertidur
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘