
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Kiki terus menggenggam telapak tangan arul, dia benar -benar tidak ingin menikah dengan edo. Hati nya sudah sepenuhnya milik arul,anak-anak nya akan dia rawat sendiri jika memang nanti nya arul meninggalkannya
"ki....aku berjanji akan membahagiakan mu dan anak mu,aku akan menjaga kalian" jelas edo yang kini bersimpuh dibawah kaki kiki,kiki terkejut dan ingin menghindar tapi edo menahan kaki nya
"kak....aku ngak pantas untuk mu,kakak bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku " ucap kiki masih menggenggam tangan arul
Tiba-tiba arul membuka matanya dengan cepat,tangannya pun menggenggam tangan kiki dengan erat membuat mata kiki langsung menatap wajah arul
"kak...."teriak kiki dengan air mata yang membasahi pipi nya,dia berdiri dengan cepat sehingga membuat edo terjungkal kebelakang. Edo terduduk dilantai ,dia merasa heran karena melihat kiki yang langsung menekan tombol panggilan dokter
__ADS_1
"kakak....akhirnya kau bangun juga hiks...hiks..." teriak kiki membuat edo berdiri dan tersadar,matanya menatap ke arah arul yang sudah membuka matanya. Ada rasa kesal dihatinya, tapi ada rasa senang juga akhirnya sepupunya ini sadar.
Tak lama kemudian kedua perawat dan seorang dokter masuk kedalam ruangan arul,mereka melihat arul yang sudah sadar dan mendekatinya. Kiki ingin melepaskan pegangan tangannya tapi arul menahan tangannya semakin erat,dia terus menggenggam tangan kiki dengan kuat membuat dokter tidak bisa berkata-kata lagi.
Mereka pun memeriksa kondisi arul,mata arul tak lepas dari wajah kiki yang terus menangis. Kiki sampai lupa menghubungi mertuanya ,edo lah yang mengambil inisiatif untuk menghubungi tante nya.
"sebuah keajaiban ,kondisi tuan arul sangat sehat. Tapi kemungkinan beberapa dari bagian tubuh nya akan kaku,karena tidak bergerak selama tujuh bulan ini"jelas dokter itu
"kalau begitu saya permisi dulu,besok akan saya periksa kembali. " ucap dokter yang langsung berjalan ke arah pintu
"hei bro.....harus nya kamu jangan sadar,biar aku nikah sama kiki"jelas edo yang tersenyum tanpa malu
__ADS_1
"lagi pula jika kau sadar,pasti 'itu' mu ngak akan bisa bangun....kan kau dengar sendiri kalau sebagian tubuh mu akan kaku" jelas edo lagi dengan senyuman mengejek nya
Arul menatap tajam pada edo,kiki juga ikut menatap edo. Ucapan edo benar benar tidak tau malu karena masih ada dua perawat wanita disana,sedangkan edo malah tersenyum saja dengan sinis.
"kau ngak akan membuat kiki puas,sebaiknya kau berikan kiki pada ku....aku akan membuatnya puas,kau tau siapa aku kan?" ucap edo sambil meraba batangan miliknya yang sudah membesar didalam celana jeans yang dipakainya
Mata kedua perawat itu menatap ke arah tangan edo yang mengelus batangan miliknya,begitu juga dengan arul dan kiki. Kedua perawat itu tersenyum dan membayangkan batangan milik edo sangat besar,karena tonjolan dibawah sana memang terlihat besar. Sedangkan kiki merasa jijik melihat nya,dia merasa kesal dengan edo
"aku ngak mau bercinta dengan mu,aku akan membuat kak arul berdiri dengan tegak seperti dulu lagi " jawab kiki dengan nada geram nya
Arul kembali menatap istri nya,dia tersenyum mendengar ucapan kiki. Selama dia tidur dia mendengar semua yang diucapkan orang-orang pada nya,dia senang mendengar suara kiki yang selalu menyemangati dirinya waktu dia tak sadarkan diri.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ