
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Setelah kepergian andre dan mama nya,amelia kembali masuk kedalam rumah. Dia sudah duduk diruang tamu bersama sanders dan kedua orang tuanya,mereka memang sengaja menyuruh amelia untuk duduk diruang tamu karena ada yang ingin dibicarakan oleh kedua orang tua sanders.
"dasar wanita bodoh.....diajak nikah sama andre kok ngak mau,sok jual mahal...jual murah aja ngak laku" ucap mama sanders dengan pedas nya
Sanders hanya diam saja melihat amelia dihina seperti itu,amelia sudah duduk didepan kedua orang tua sanders seperti sedang di sidang. Amelia memangku jordan sambil menepuk-nepuk pantat nya,dia sudah siap jika dia harus pergi dari rumah kakek.
"kakek sudah meninggal,kami akan segera mengusir mu dari rumah ini dan sanders akan mengurus surat cerai untukmu,kau bisa memberitahu alamat mu jadi kami bisa mengirimkan surat cerainya langsung kerumah mu" jelas mama sanders dengan ketus.
"iya nyonya,saya akan pergi besok. " jawab amelia dengan lembut
"ya sudah....sana kamu siapkan segera semua pakaian mu,tapi jangan membawa barang-barang yang ada dirumah ini ya " ucap mama sanders memandang amelia dengan tatapan meremahkan
"iya nyonya....kalau begitu saya permisi dulu" jawab amelìa dengan pelan,kemudian dia berdiri dan berjalan menuju kamar nya.
Amelia meletakan jordan yang sudah tertidur pulas ditempat tidurnya,dia mengambil tas yang dibawanya sewaktu dia datang dulu. Kemudian dia memasukan pakaian yang pernah dia bawakan dulu,pakaian yang diberikan oleh kakek tidak dia bawa. Untung nya tubuh amelia tidak berubah setelah dia melahirkan ,pakaian hamil yang diberikan kakek juga tidak dibawanya.
Amelia juga menyiapkan pakaian bayi jordan yang diberikan oleh andre saja,baju bayi yang diberikan kakek juga tidak dibawanya. Dia tidak ingin mama sanders marah bila dia membawa apa yang diberikan oleh kakek,setelah menyiapkan semuanya. Amelia membersihkan dirinya dan ikut tidur disebelah jordan sambil memeluknya,tak lama nina masuk kedalam kamar amelia dan melihat tas yang sudah disiapkan dilantai
__ADS_1
Nina merasa kasihan pada amelia,dia sudah mencari tempat kos murah untuk amelia tinggalin makanya dia ingin memberitahukannya segera. Tapi saat melihat amelia sedang tertidur pulas,dia tidak tega untuk membangunkan nya. Nina kembali keluar dari dalam kamarnya,dia berjalan ke arah dapur. Dia ingin membantu pelayan lain untuk memasak karena hari sudah mulai malam
ting....tong....
Suara bel rumah pun terdengar dengan nyaring nya,nina membuka pintu rumah itu dan terlihat dua orang pria paruh baya sudah berdiri didepan pintu dengan memakai jas . Nina mempersilahkan masuk,karena salah satu nya diketahui nina adalah pengacara dari tuan besarnya.
Nina menyuruh kedua pria itu untuk duduk dan menunggu diruang tamu,dia berjalan ke arah kamar utama yang biasa ditempati oleh kakeknya sanders tapi saat ini kamar itu ditempati oleh kedua orang tua sanders. Nina memanggil kedua orang tua sanders,mereka juga menyuruh nina untuk memanggil sanders karena mereka tau tujuan pengacara datang ke kediaman mereka.
Mereka sudah menunggu saat ini,saat dimana harta warisan akan dibaca kan . Mereka yakin kalau sanders akan memiliki sebagian harta dari kakek nya,mereka sudah tersenyum bangga.
"selamat malam pak andreas.....bagaimana kabar anda?"sapa mama sanders sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan pengacara kakek nya sanders
"perkenalkan....ini bapak sanjaya yang menulis surat wasiat pak ruslan, beliau pengacara dari kantor pusat yang akan menangani masalah surat wasiat dan warisan milik pak ruslan "pak andreas memperkenalkan pria paruh baya yang datang bersama nya
"apakah semuanya sudah berkumpul?"tanya pak sanjaya sambil menatap ke arah pak andreas
"sudah pak...semuanya sudah berkumpul"jawab mama sanders saat sanders datang dan ikut duduk bersama mereka
"masih ada satu lagi pak,nona amelia juga putranya" ucap pak andreas
__ADS_1
"bisa tolong dipanggil kan nona amelia juga putranya?karena saya akan membacakan surat wasiat dari pak ruslan ,ini masih surat wasiat pertama akan ada surat wasiat kedua nya" ucap pak sanjaya menatap ke arah mama sanders membuat mama sanders terkejut
"dia orang luar pak,kenapa dia juga harus mendengarkan surat wasiat mertua saya?" jawab mama sanders dengan nada kesal karena amelia harus ikut bergabung bersama mereka
"karena nama nona amelia disebutkan dalam surat wasiat,siapa pun yang nama nya ada di surat warisan maka harus mendengarkan surat wasiat ini juga" jelas pak andreas
"surat warisan?nama amelia ada di surat warisan?"tanya mama sanders semakin kesal dan marah,dia sangat terkejut karena mertua nya itu malah memasukan nama amelia kedalam daftar warisan. Pastinya amelia akan dapat bagian dari harta warisan keluarga suami nya,walaupun itu sedikit tapi mama sanders sangat tidak suka melihatnya.
"nina....panggilkan amelia,suruh dia kesini dan bawa anaknya" teriak papa sanders,dia tidak ingin lama-lama mendengar ucapan kekesalan dari istrinya.
Tak lama nina datang bersama amelia yang menggendong jordan, nina membawa minuman dna cemilan untuk semua orang . Amelia yang merasa bingung hanya berdiri sambil menggendong putra nya,
"anda nona amelia?"tanya pak sanjaya menatap amelia dengan tegas,amelia menganggukan kepalanya
"silahkan anda duduk " ucap pak sanjaya lagi
Amelia pun duduk disebelah sanders,tangan jordan menggapai-gapai ke arah sanders tapi sanders tidak mempedulikannya. Itu terlihat oleh amelia juga pak sanjaya,amelia merasa sedih karena sanders tidak menanggapi tangan jordan. Dia mengubah posisi duduk jordan agar tidak melihat pada sanders
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya ....makasih πππππππ