PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 22 . HARAPAN


__ADS_3

Hidup penuh dengan harapan, Namun terkadang kita terpuruk dengan harapan itu sendiri di saat apa yang kita harapan kan belum terwujud dan manusiawi bila akhir nya kita berhenti untuk berharap sebab sesungguhnya sebelum kita berharap sebaik nya kita menilik ulang harapan dan kemampuan kita sudah kah kedua nya seimbang.


Begitu pun saat ini yang di rasakan oleh Teresa, Daniel dan Risma yang berharap agar semua yang terjadi dalam hidup nya ada jalan keluar nya atau minimal mendapat titik terang mengenai villa tua milik Kakek nya Daniel yang ternyata menyimpan banyak misteri di dalam nya, Lalu apakah arti dari mimpi Risma sebenarnya apakah itu sebagai isyarat dari semesta?


Sekitar jam 09.00 pagi Risma dan Daniel di persilah kan untuk pulang bersama bayi nya yang cantik dan mungil maka bersiaplah mereka untuk meninggalkan rumah sakit bersalin tersebut, Dengan hati-hati Risma berjalan masuk kedalam mobil nya sedangkan Daniel mengembalikan kursi roda setelah di gunakan oleh Risma menuju mobil nya di tempat parkir.


Sesekali Risma tersenyum di dalam mobil sambil menunggu Daniel kembali ke mobil namun di situ Risma melihat sosok Kakek nya Daniel yang di temui di villa tua malam itu sedang berdiri di samping pohon palem sambil memandang ke arah Risma yang berada di dalam mobil bersama bayi nya.


" Kakek, Benar kah itu Kakek lalu kenapa ia berdiri di sana mengapa tidak kemari?"


Tanya Risma sambil bergumam dengan mata terbelalak meyakinkan apa yang di lihat.


Tidak lama kemudian terlihat lah Daniel berjalan menuju mobil nya sambil membawa sebuah kertas di tangan nya dan sesekali tersenyum kepada satpam rumah sakit bersalin yang menyapa nya, Lalu tiba lah Daniel di mobil lalu segera masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil nya menuju pulang ke rumah.


" Sayang apakah ada yang ingin kamu beli untuk keperluan putri kita?"


Tanya Daniel dengan tatapan fokus kedepan.


" Seperti nya tidak sayang, Sayang apakah kamu tadi di tempat parkir melihat sesuatu di dekat pohon palem?"


Jawab Risma yang berbalik bertanya kepada Daniel.


" Iya aku melihat satpam dan tong sampah di samping nya, Memang kamu kenal dengan satpam yang menyapa ku itu tadi sayang?"


Tanya Daniel sambil sesekali melirik ke arah Risma.


" Bukan itu yang aku maksud sayang, Siapa juga yang kenal dengan satpam itu,"


Jawab Risma sambil mengelus kepala bayi nya.


" Lalu siapa yang kamu maksud sayang, Sebab tadi yang aku lihat di tempat parkir hanya penampakan dua sosok itu saja tidak ada yang lain,"


Ucap Daniel dengan diiringi senyuman di wajah nya.


" Apakah kamu tidak melihat Kakek mu berdiri di dekat pohon palem itu sayang?"


Tanya Risma dengan ekspresi wajah penasaran.


" Sayang stop, Kalau mau berhalusinasi nanti saja setiba nya di rumah ok, Mana mungkin Kakek ku di situ sedangkan Kakek ku sudah lama meninggal nya."


Jawab Daniel yang tetap fokus pandangan nya.


Saat itu Risma hanya diam sambil menghela nafas sebab di jelaskan bagaimana pun juga ia tidak akan pernah percaya bahwa baru saja Risma melihat I Gusti Ketut Kuma Fima sedang berdiri di dekat pohon palem di tempat parkir rumah sakit bersalin, Tidak lama kemudian mereka berdua pun tiba di rumah dan pasti nya di sambut bahagia dengan kedua orang tua Daniel.


Sedangkan Wisesa, Wiyasa dan Ayu sedang berada di kamar untuk bayi nya Risma dan mereka bertiga sedang bermain apa pun yang ada di sana dan hal itu pasti nya tidak di ketahui oleh Risma dan Daniel sebab andaikan Daniel mengetahui boneka di kamar anak nya bisa bergerak dan berjalan sendiri pasti Daniel akan berteriak histeris dan bisa pingsan lagi.


" Wiyasa dan Wisesa ingat ya kita menjaga keponakan kita bergantian dalam sehari dan tidak boleh membuat nya menangis,"


Ucap Ayu sambil memegang boneka hello kitty.


" Kalau ada yang membuat nya menangis apa hukumnya?"


Tanya Wisesa sambil memegang boneka bebek di tangan nya.


" Yang membuat keponakan ku menangis maka harus memijat ku sampai aku tertidur,"


Jawab Wiyasa sambil membusungkan dada nya.


Saat itu terjadi lah gelak tawa di antara mereka bertiga saling melempar boneka ke satu dan yang lain nya, Sedangkan Risma sedang berbincang dengan Mama nya Daniel menanyakan siapa nama putri mereka yang cantik dan mungil itu dan apakah semua persiapan nya sudah lengkap atau kah ada yang masih perlu di beli?


" Daniel, Risma siapa nama cucu ku yang cantik ini?"

__ADS_1


Tanya Teresa sambil memangku cucu nya.


" Belum dapat Ma, Apakah Mama punya nama untuk cucu mu atau Papa mungkin?"


Jawab Daniel sambil memegang lengan Risma diiringi dengan senyuman.


" Bagaimana kalau di beri nama SONYA AMALIA dan panggilan nya Lia?"


Tanya Carlos sambil melihat ke arah mereka bergantian.


" Bagus, Cocok dengan anak nya yang cantik dan imut,"


Jawab Teresa sambil sesekali mencubit lembut hidung Lia cucu nya.


Saat itu mereka terlihat bahagia menyambut kehadiran Sonya Amalia sebagai anggota keluarga baru saat ini namun ternyata saat ini yang bahagia tidak hanya mereka semua namun ada sosok tak kasat mata yang turut bahagia bukan lain I Gusti Ketut Kuma Fima yang memperhatikan dari kejauhan agar tidak menimbulkan kegaduhan, Sebab I Gusti Ketut masih ingat bahwa sebenarnya Teresa sejak kecil bisa melihat mahkluk tak kasat mata.


Namun saat itu Risma melihat kehadiran Kakek nya Daniel yang berdiri di dekat jendela sambil tersenyum memandang ke arah mereka kemudian Risma pun mohon ijin untuk ke kamar mandi namun sebenarnya Risma akan menemui Kakek nya Daniel untuk memohon maaf sebab belum menepati janji nya untuk meng kremasi jasad nya agar bisa tenang jiwa nya.


" Kakek sedang apa di situ, Sini Kakek jangan di situ,"


Ucap Risma sambil merendahkan nada suara nya dan sesekali melihat ke kiri dan ke kanan takut ada yang melihat.


" Aku hanya ingin melihat putri mu saja, Apakah aku tidak boleh melihat nya?"


Jawab I Gusti Ketut dengan senyum ramah menoleh ke arah Risma.


" Kakek kalau ingin melihat cucu mu masuk saja kedalam kenapa harus berdiri di sini, Lagi pula yang bisa melihat Kakek hanya aku di rumah ini,"


Ucap Risma memberi penegasan kepada I Gusti Ketut sambil menggandeng tangan nya.


" Putri ku sama seperti mu Nak, Dia juga bisa melihat ku maka dari itu biar aku disini saja,"


Jawab I Gusti Ketut sambil menahan tangan Risma yang mengajak nya masuk kedalam.


Tanya Risma dengan tatapan bingung.


" Mama nya Daniel sama seperti mu yang bisa melihat mahkluk tak kasat mata,"


Jawab I Gusti Ketut dengan diiringi dengan senyuman.


" Oh begitu, Pantas saja Mama selalu memandang ke arah Wiyasa, Wisesa dan Ayu bila sedang bersama ku,"


Ucap Risma yang baru mengetahui bahwa ternyata Mama mertua nya indigo.


Tidak lama kemudian terdengar suara Daniel yang memanggil Risma sebab Lia seperti nya haus dan harus di beri asi lalu Risma pun melangkah masuk kedalam rumah dan menghampiri Lia yang sedang menangis kemudian Risma mencoba menenangkan Lia sambil berdiri di dekat jendela sedangkan saat itu berdirilah I Gusti Ketut di balik jendela tersebut.


Saat itu lah Teresa melihat wujud I Gusti Ketut Kuma Fima Ayah kandung dari Teresa yang selama ini Teresa tidak mengetahui dimana jasad nya dan bila sudah meninggal di mana makam nya, Sontak Teresa terbelalak melihat sosok Ayah nya sedang berdiri di balik jendela sedang menyapa Lia cucu nya yang sedang di gendong oleh Risma.


AYAH ... benar kah itu Ayah ku apakah aku tidak salah melihat tapi benar itu Ayah ku, Kemana saja selama ini mengapa baru sekarang ia muncul kemari setelah puluhan tahun menghilang, Lalu di mana sebenarnya jasad Ayah selama ini, Bagaimana cara ku mendekati Ayah agar tidak menimbulkan kecurigaan mereka semua saat ini.


Bergumam lah dalam hati Teresa sambil sesekali melirik ke arah jendela di mana saat itu I Gusti Ketut sedang berdiri dan tersenyum bahagia melihat bayi mungil di hadapan nya, Sedangkan saat itu Ayu, Wisesa dan Wiyasa sudah bosan bermain boneka dan berniat untuk turun dan menuju kolam ikan namun di saat mereka sedang menata boneka setelah di main kan tiba - tiba mereka di kejut kan dengan hadir nya Mimin.


" Ya Allah itu kenapa boneka terbang ... itu guling terbang ... eh jatuh sekarang, NYONYA ADA HANTU!"


Teriak Mimin sekuat tenaga sambil berlari menuju tangga ke lantai bawah.


" Mimin, Kamu kenapa teriak-teriak membuat cucu ku terkejut saja,"


Ucap Teresa sambil melirik ke arah Mimin yang berlari dari anak tangga.


" Nyonya itu terbang ... boneka di kamar Non kecil semua terbang!"

__ADS_1


Jawab Mimin dengan gugup dan wajah ketakutan.


" Min maka nya jangan suka nonton film horor jadi halu kan,"


Ucap Daniel sambil tertawa lepas melihat ekspresi wajah Mimin.


" Tuan benar saya tidak sedang halu atau selesai nonton film horor tapi benar itu tadi saya lihat ...."


Jawab Mimin sambil ketakutan.


" Mana ada hantu pagi-pagi begini Min, Vampire di film saja tidak bisa kena matahari Min, Sudah sana lanjut kan pekerjaan mu Min,"


Ucap Daniel sambil masih menertawakan Mimin.


" Baik Tuan, Saya permisi."


Jawab Mimin sambil sesekali melihat ke arah lantai dua lalu bergidik dan sesekali memegang leher nya.


Tidak lama kemudian Risma mohon ijin kepada Semua nya untuk ke kamar sebab putri kecil nya sudah lelap tidur nya dan ia akan meletakkan di ranjang nya, Sambil sesekali mata Risma melirik ke arah jendela memberi isyarat kepada Kakek agar menemui nya di atas sebab ada yang akan di bicarakan oleh Risma.


Sedangkan saat itu Teresa mengikuti Risma menuju lantai dua dengan ekspresi wajah gugup dan bingung untuk mengatakan sesuatu yang di lihat nya, Sebab Teresa takut bila Risma di beri tahu akan ketakutan namun sebenarnya Risma sudah mengetahui semua nya hanya saja semua seperti puzzle potongan kisah yang harus di susun agar menjadi jelas semua nya.


" Risma, Tunggu Nak ada yang akan Mama bicarakan dengan mu,"


Ucap Risma sambil mempercepat langkah nya.


" Ada apa Ma?"


Tanya Risma sambil menoleh kearah Teresa.


" Di atas saja kita bicara nya Nak,"


Jawab Teresa sambil menggandeng lengan Risma.


Kemudian mereka berdua berjalan menuju kamar untuk dan saat itu setelah Risma meletakkan putri kecil nya di ranjang baru lah Teresa menggandeng Risma menantu nya duduk di sofa, Saat itu wajah Teresa sangat terlihat sangat gugup dan panik, Pasti nya hal itu membuat Risma bertanya-tanya ada apa sebenarnya.


" Ma ada apa, Apakah ada masalah hingga Mama seperti itu?"


Tanya Risma sambil memegang tangan Teresa.


" Ris apakah kamu bisa melihat sosok lain atau mahkluk goib gitu?"


Jawab Teresa dengan nada bertanya.


" Memang ada apa dengan sosok gaib Ma, Apakah ada Mama ada masalah dengan mereka?"


Ucap Risma dengan tatapan bingung.


" Bagaimana cara menjelaskan kepada mu ya agar kamu paham dengan apa yang Mama kata kan,"


Ucap Teresa yang seperti nya semakin cemas.


" Mama cerita saja dan aku akan mendengarkan juga mencoba memahami nya Ma."


Jawab Risma sambil tersenyum simpul kepada Teresa.


Kemudian Teresa mulai menceritakan hal yang di alami nya dan semua kejadian di masa kecil nya hingga saat ini dan penggalan cerita yang sampaikan Teresa ternyata sama persis seperti yang terjadi dalam mimpi nya Risma malam itu namun Teresa tidak mengetahui tentang Pak Susena yang saat itu sedang memperhatikan dari balik jendela dan berbicara dengan beberapa lelaki.


Selama Teresa bercerita Risma hanya diam mendengarkan apa yang di katakan oleh Mama mertua nya sambil diri nya merangkai setiap kata-kata hingga menjadi sebuah alur kisah kejadian di villa tersebut dan bagi Teresa yang masih menjadi misteri adalah siapa sosok yang membawa rantai seperti yang di katakan oleh Daniel waktu itu, Sebab saat ini Risma belum berani bercerita apa pun kepada Mama mertua nya.


Lalu apakah semua akan terbongkar dengan hadir nya I Gusti Ketut Kuma Fima di rumah Teresa dan apakah Risma akan menceritakan semua yang di alami nya dan juga mimpi nya, Lalu apakah Daniel akan percaya bila di beri tahu bahwa sosok itu adalah Kakek nya?

__ADS_1


Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.



__ADS_2