PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 39 . MENGEJAR SUMBER MASALAH


__ADS_3

Setiap permasalahan pasti ada sumber nya pasti ada penyebab nya dan tidak mungkin hal tersebut akan di ijin kan terjadi bila tanpa sebab dan pasti nya di balik semua permasalahan ada hikmah yang tersembunyi hingga kita di tuntut bijak dalam menyikapi setiap permasalahan yang kita hadapi.


Sama hal nya yang saat ini di alami oleh Devry yang harus menelan pil pahit mengetahui bahwa Kakak yang di sayangi nya pergi untuk selama-lama nya dari dunia ini, Sedangkan saat ini kondisi Daniel sedang kritis di rumah sakit karena luka yang di alami nya lumayan parah.


Lalu apa yang akan di lakukan Devry bersama Samsul bukan lain sopir rental yang saat ini bersama nya telah tiba di rumah Daniel yang sudah penuh dengan sanak keluarga serta tetangga yang melayat, Apakah Devry akan pingsan atau kah Devry akan membalas dendam dan mencari siapa pelaku semua ini?


Siang ini Devry dan Samsul sudah tiba di Ibukota kemudian mereka berdua pun menuju rumah sakit agar Daniel mendapatkan penanganan medis secepat nya setelah itu mereka berdua membawa jenasah Theresa dan Carlos untuk di makam kan, Namun seperti nya saat ini Devry di buat terkejut dengan banyak nya karangan bunga yang berjajar di depan rumah Daniel.


" Sul itu di rumah Kakak ku apa ada kondangan ya kok ramai begitu?"


Tanya Devry dengan tatapan bingung.


" Kondangan kok ucapan nya turut berduka cita, Dasar orang aneh memang nya kondangan di alam baka apa,"


Jawab Samsul sambil melihat ke arah luar jendela mobil.


" Benar juga ya, Lalu siapa yang meninggal kok di beri karangan bunga kan Bang Daniel belum meninggal masih kritis di rumah sakit,"


Ucap Devry yang masih belum membaca apa yang tertulis di sebuah karangan bunga di hadapan nya.


" Yang meninggal ya yang kita bawa itu lah memang siapa lagi,"


Jawab Samsul dengan sedikit kesal dengan Devry yang terlihat linglung.


" Pintar juga kamu Samsul, Ya sudah ayo kita masuk kasihan Kakak ku pasti sudah khawatir."


Ucap Devry sambil membuka pintu mobil lalu melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah mewah di hadapan nya.


Saat itu Devry semakin bingung melihat pemandangan kedua orang tua nya sedang duduk di dekat sebuah peti berwarna putih serta di belakang peti terdapat foto Risma, Namun seperti nya Devry belum juga menyadari bahwa Risma lah yang meninggal dunia dan Devry menolak kata hati nya yang mengatakan sebuah kenyataan yang pahit.


Ada apa ini sebenarnya mengapa Ayah dan Ibu ku menangis di dekat peti mati itu lalu itu juga di pajang foto Kak Risma, Tidak ... ini aku pasti sedang bermimpi Kakak ku Risma baik-baik saja ia sedang menunggu aku pulang, Ini semua hanya ilusi aku tidak boleh percaya.


Bergumam lah dalam hati Devry sambil mematung berdiri tepat di pintu masuk rumah Daniel yang sudah di penuhi parah tamu dan saat itu pasti nya Samsul juga bingung melihat ekspresi Devry yang mematung dengan tatapan linglung ke arah peti jenasah dan foto yang terpajang di atas sebuah meja besar.


" Sul ini kita sedang bermimpi kan?"

__ADS_1


Tanya Devry dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


" PLAK, Sakit tidak, Kalau tidak sakit berarti benar sedang bermimpi?"


Jawab Samsul setelah menampar wajah Devry untuk memastikan sedang bermimpi atau tidak.


" Aaa ... Sakit tahu, Keras banget nampar nya,"


Ucap Devry sambil mengelus pipi nya menoleh ke arah Samsul.


" Berarti tidak sedang bermimpi sebab merasakan sakit dan saat ini kita sedang berada di rumah duka, Ini minum dulu biar fokus."


Jawab Samsul sambil menyodorkan segelar air mineral kepada Devry.


Setelah Devry menerima segelas air mineral pemberian Samsul lalu meminum nya, Namun belum sampai selesai Devry meminum nya Ayah dan Ibu nya Devry melihat kehadiran Devry saat itu yang masih mematung di depan pintu, Maka kedua orang tua Devry pun menghampiri nya sambil masih menangis.


" Dev, Kamu sudah pulang Nak, Lalu kemana Daniel Abang mu mengapa tidak bersama mu Dev?"


Tanya Ibu nya Devry sambil menyeka air mata nya.


Imbuh Ayah nya Devry dengan tatapan bingung.


" Siapa itu yang di dalam peti, Siapa yang meninggal?"


Jawab Devry dengan tatapan bingung bertanya kepada kedua orang tua nya.


" Dev, Ikhlaskan ya saat ini Kakak mu Risma sudah tenang di sisi Tuhan Nak,"


Ucap Ayah nya Devry sambil menepuk pundak Devry.


" Tidak ... Kalian pasti berbohong, Kak Risma pasti baik-baik saja, Ini semua bohongkan Bu?"


Tanya Devry kepada Ibu nya yang sedang menangis di hadapan nya.


Saat itu Ibu nya Devry tidak mampu menjawab pertanyaan Devry dan yang bisa di lakukan oleh Ibu nya Devry saat itu hanya lah mengangguk sambil terus menangis melihat reaksi Devry yang sangat terkejut, Seketika Devry berlari menghampiri peti jenasah yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


Semakin Devry mendekat semakin terlihat wajah Risma yang sudah terbujur kaku di dalam peti jenasah, Saat itu tidak mampu lagi terbendung air mata Devry jatuh membasahi pipi nya dan beribu-ribu pertanyaan muncul dalam benak nya, Apa penyebab Risma meninggal sedangkan selama ini keluarga tidak pernah mendengar Risma mengeluh sakit.


Maka saat itu kedua orang tua Devry dan Samsul mencoba menenangkan Devry yang sangat terpukul mengetahui Risma meninggal dunia, Sedangkan di sisi lain ada Pak Susena yang sedang berada di villa tua tersebut menguburkan jenasah warga yang sudah menjadi santapan leak peliharaan Pak Susena yang berjumlah ribuan dan seperti nya Pak Susena dengan sengaja tidak mengurung kembali leak peliharaan nya tersebut dan membiarkan nya terlepas bebas memangsa siapa pun yang mereka temui saat ini.


Alhasil kisah mengenai villa tua berhantu itu pun semakin tersebar luas hingga di desa sebelah bahkan sejak kejadian itu hampir seluruh masyarakat enggan untuk berbincang dengan Pak Susena bagi yang mengetahui kisah sebenar nya namun bila yang tidak mengetahui nya maka akan berfikir bahwa pemilik leak tersebut adalah I Gusti Ketut Kuma Fima pemilik villa tua tersebut.


Saat ini tidak ada yang bisa mengalahkan ku atau pun menangkap ku dengan tersebarnya isu villa tua berhantu ini dan pasti nya mereka semua berfikir bahwa pelaku pembunuhan adalah leak milik Ketut, Ternyata meski sudah mati masih ada guna nya kamu Ketut.


Bergumam lah Pak Susena dalam hati sambil sesekali melihat ke arah jendela kamar di mana I Gusti Ketut dan Nilu Putu di pasung kembali oleh Pak Susena dengan rantai mantra yang lebih kuat lagi sehingga mereka berdua hanya bisa berjalan-jalan di dalam villa saja itu pun sambil membawa rantai mantra yang lumayan besar yang sudah mengikat leher, tangan dan kaki mereka berdua.


Di sisi lain ada Wisesa, Wiyasa dan Ayu yang saling menyalahkan diri masing-masing karena tidak mampu menolong Risma malam itu hingga nyawa Risma lah yang menjadi taruhan nya bahkan hingga nyawa Risma harus melayang demi menyelamatkan suami dan adik nya yang malam itu terjebak oleh segerombolan leak peliharaan Pak Susena.


" Aku belum bisa terima dengan semua ini dan mahkluk biadab itu harus menerima balasan yang setimpal atas perbuatan nya!"


Ucap Ayu dengan mata terbelalak dan nada suara yang penuh dendam.


" Benar dia harus mempertanggung jawab kan semua kelakuan nya, Sudah cukup banyak korban jiwa karena ulah nya!"


Imbuh Wiyasa yang terlihat sangat marah.


" Aku paham dengan perasaan kalian saat ini tapi tolong sebelum bertindak pikirkan lagi siapa lawan kita dan seperti apa kemampuan nya, Jadi jangan bertindak konyol."


Ucap Wisesa sambil menatap Lia putri Risma yang sedang di gendong Mimin.


Kemudian mereka bertiga pun diam sejenak sebab bagaimana pun juga mereka bertiga bukan lah tandingan Pak Susena yang kini kekuatan nya sudah berlipat ganda dengan dapat nya korban begitu banyak, Bila mereka hanya asal menyerang Pak Susena tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu sama saja mereka bertiga menyerahkan diri dan Pak Susena masih bisa berkeliaran bebas di luar sana.


Acara pemakaman ketiga jenasah pun di laksanakan sore itu diiringi isak tangis dari sanak keluarga, kerabat dan juga tetangga yang mengenal kebaikan mereka selama bertetangga, Di saat ketiga peti mati di turunkan ke liang lahat hati kecil Devry berteriak dan mengucap sumpah di hadapan ketiga jenasah.


Aku bersumpah akan mencari sumber permasalahan ini dan aku akan membuat perhitungan siapa pun orang nya harus menerima upah nya, Dia yang menabur duka maka ia juga yang harus menuai air mata, Sebelum aku temukan pelaku semua ini tidak akan bisa tenang jiwa ku, Langit dan Bumi yang menjadi saksi sumpah ku saat ini!


Bergumam lah dalam hati Devry dengan tatapan fokus ke foto Risma yang di letakkan di dekat batu nisan nya, Sambil menaburkan bunga di atas pusara Risma air mata Devry tidak mampu di tahan mengenang masa-masa mereka bersama yang penuh keakraban dan kasih sayang sebab selama ini Risma lah tempat Devry mengadu segala hal dan Devry lebih nyaman bercerita kepada Risma di banding dengan Ibu nya yang lumayan sibuk menjadi pembisnis.


Lalu apakah tindakan Devry selanjut nya dan apakah yang akan di lakukan oleh Wiyasa, Wisesa dan Ayu selanjut nya, Apakah mereka bertiga mampu berkomunikasi dengan Devry yang super penakut seperti Daniel dan bagaimana cara Devry dan kedua orang tua Risma menjelaskan kepadapa Daniel bahwa Risma telah meninggal dunia dengan cara yang tidak wajar dan apakah Daniel bisa menerima kenyataan pahit yang sedang menimpa nya saat ini?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

__ADS_1



__ADS_2