PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 23 . AKU BUKAN DIRI MU


__ADS_3

Bila kita melihat sesuatu terjadi kepada orang lain kita bisa mengatakan sesuatu atau bahkan menasehati nya sesuai sudut pandang kita dan pasti nya sesuai dengan sudut pandang kita namun mengenai keputusan yang di ambil kembali kepada pribadi masing-masing individu.


Begitu juga kali ini yang terjadi kepada Teresa yang hanya mampu mengingat penggalan kisah yang tidak utuh dan apakah Risma mengetahui sisa peganggalan kisah yang tidak di ketahui oleh Teresa namun apabila Risma menceritakan mimpi nya apakah Teresa akan mempercayai nya.


Siang ini Risma bersama Teresa sedang berada di dalam kamar baru Lia, Sedang kan Lia terlelap tidur dan saat itu Teresa sedang menceritakan kisah yang selama ini di kubur selama puluhan tahun dan bahkan Teresa mencoba untuk melupakan penggalan cerita masa kecil nya yang kelam.


Namun kini harus di angkat kepermukaan karena kedatangan Daniel ke villa tersebut bersama Risma dan mengalami sebuah kejadian di luar nalar manusia, Pasti nya Daniel juga mempertanyakan sebab belum pernah mengetahui kisah sebenarnya.


" Ris ... bila Mama bercerita mengenai mahkluk tak kasat mata apakah kamu bisa mempercayai nya?"


Tanya Teresa sambil memegang tangan Risma yang duduk di hadapan nya.


" Sebenar nya ada apa Ma dengan mahkluk tak kasat mata apakah mengganggu Mama atau bagaimana?"


Jawab Risma yang berbalik bertanya.


" Bukan mengganggu Ris, Tapi apakah kamu percaya bahwa mereka itu ada?"


Tanya Teresa dengan tatapan khawatir.


" Iya, Aku percaya Ma,"


Jawab Risma sambil sesekali mengangguk kan kepala nya.


" Kalau Mama mengatakan bahwa di rumah ini ada sosok mahkluk tak kasat mata apakah kamu percaya Ris?"


Tanya Teresa lagi dengan pandangan serius.


" Iya Ma aku percaya, Sebab di mana pun kita berada pasti mereka juga ada, Lalu masalah nya apa sebenar nya Ma?"


Jawab Risma yang balik bertanya dengan tatapan bingung.


" Sebenarnya Mama akan menceritakan masa lalu keluarga yang cukup kelam kepada mu Ris, Hanya saja Mama takut kamu tidak bisa percaya dengan apa yang Mama kata kan,"


Ucap Teresa dengan tatapan khawatir.


" Mama cerita saja mungkin bisa meringankan beban Mama saat ini dan aku siap mendengarkan nya."


Jawab Risma diiringi dengan senyum simpul.


Kemudian Teresa pun mulai menceritakan kejadian yang sudah puluhan tahun yang lalu namun Teresa tidak mengatakan bahwa saat itu Pak Susena berada di balik jendela di dekat ruang tamu bersama beberapa orang lelaki sedang melirik ke arah mereka yang sedang makan malam kala itu.


Kemudian Risma pun menceritakan mengenai mimpi nya waktu berada di rumah sakit namun saat Risma menceritakan mengenai Pak Susena di situ raut wajah Teresa sedikit berubah seolah tidak mempercayai apa yang sedang di ceritakan Risma mengenai mimpi nya kala itu dan dengan terang-terangan Teresa menyangkal bahwa Pak Susena ada hubungan nya dengan peristiwa itu.


" Tidak mungkin Pak Susena ada hubungan nya dengan masalah ini Ris,"


Ucap Teresa dengan nada tegas.


" Ma kita tidak bisa memastikan bahwa Pak Susena berhubungan atau tidak mengenai masalah keluarga Mama saat itu,"


Jawab Risma mencoba menjelaskan kepada Teresa.


" Lalu apa maksud mu mengatakan bahwa di dalam mimpi mu terlihat ada Pak Susena di balik jendela?"


Tanya Teresa dengan tatapan penuh tanya.


" Sebab itu yang aku lihat Ma dan aku berfikir tidak mungkin seseorang yang tidak bersalah sampai ketakutan seperti itu sikap nya."

__ADS_1


Jawab Risma dengan nada serius.


Saat itu mereka berdua terdiam sejenak dengan pemikiran masing-masing kemudian Teresa keluar dari kamar Lia dengan tatapan wajah yang bertanya-tanya benarkah yang di kata kan oleh Risma bahwa saat itu ada Pak Susena di balik jendela sedang mengawasi kita semua.


Sesekali Teresa pun menyangkal apa yang berada di dalam hati dan pikiran nya sendiri dengan pemikiran yang di ucap kan Risma itu hanya mimpi bukan lah suatu kenyataan sedangkan yang di alami Teresa adalah kenyataan yang kini harus terungkap.


Ada apa sebenar nya dengan Pak Susena mengapa di dalam mimpi Risma seperti itu, Sedangkan aku ingat betul saat itu aku berlari menuju dapur lalu lengan kiri ku di tarik oleh Beli Putu dan di ajak berlari masuk kedalam hutan pinus, Tidak lama kemudian Nilu Wulan menghampiri ku di balik pohon pinus dan membawa ku ke dermaga, Tapi aku tidak melihat sama sekali di mana Pak Susena.


Bergumam lah dalam hati Teresa sambil melangkah kan kaki nya menuju kamar nya, Sedangkan di kamar Lia ada Risma, Wiyasa, Wisesa dan Ayu yang sedang membicarakan tentang mimpi Risma yang di sana terlihat ada Pak Susena dan pasti nya hal itu membuat Ayu penasaran.


" Mengapa Ayah ku bersikap demikian dan apa yang di sembunyikan oleh Ayah ku selama ini?"


Tanya Ayu sambil sesekali tatapan nya melihat ke Wisesa dan Wiyasa bergantian.


" Benar aku juga masih memikirkan hal tersebut bila benar semua ini ada sangkut paut nya dengan Ayah mu, Maka aku khawatir dengan keselamatan nya,"


Jawab Risma dengan tatapan khawatir.


" Siapa yang berbuat harus bertanggung jawab,"


Ucap Wiyasa sambil bangkit dari duduk nya.


" Apa maksud mu dengan berkata demikian Wiyasa?"


Tanya Ayu dengan tatapan serius.


" Bila kamu mengetahui sesuatu kata kan lah Wiyasa jangan takut,"


Imbuh Risma sambil bangkit dari duduk nya berjalan mendekati Wiyasa.


" Kejadian itu sebenarnya bermula hanya karena rasa cemburu antara Pak Susena dan I Gusti Ketut Kuma Fima saat itu,"


" CEMBURU?"


Serentak Ayu dan Risma mengatakan kata tersebut dengan tatapan terkejut.


Saat itu Wisesa dan Wiyasa pun bergantian menceritakan sesungguh nya apa yang terjadi kepada keluarga I Gusti Ketut Kuma Fima dan apa peran Pak Susena dalam masalah ini, Mereka berdua pun menceritakan dengan sangat gamblang kejadian nya hingga sesekali Risma merasa merinding saat mendengar cerita dari mereka berdua.


" Jadi di balik semua masalah ini Ayah ku lah yang merencanakan nya?"


Tanya Ayu dengan nada bingung.


" Sungguh di luar nalar semua ini bagi ku,"


Jawab Risma yang merasa terkejut setelah mengetahui semua kisah nya.


" Tapi itu lah kisah sesungguh nya hanya karena Pak Susena tidak bisa menikah dengan Nilu Putu Dwi Karna maka timbul lah niat jahat itu,"


Ucap Wiyasa dengan tatapan mata yang marah.


" Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah segala kemungkinan yang terjadi?"


Tanya Risma kepada mereka bertiga yang sedang mengitari ranjang Lia.


Namun belum sempat mereka bertiga menjawab terdengarlah langkah kaki menuju ruangan itu dan tidak lama kemudian terdengar suara pintu yang di buka dan ternyata yang datang adalah Daniel yang akan keluar rumah sebab ada urusan bisnis.


Sedangkan Teresa di kamar nya sedang memutar otak sambil sesekali melihat ke arah jam di dinding, Namun saat ia sedang membalik kan tubuh nya Teresa di kejutkan oleh sosok I Gusti Ketut Kuma Fima yang berdiri tepat di hadapan nya saat itu.

__ADS_1


" AYAH ... benar kah ini Ayah?"


Tanya Teresa dengan mata terbelalak seakan tidak percaya dengan pandangan nya.


" Iya benar ini aku Ayah mu, Kemari lah Nak,"


Jawab I Gusti Ketut diiringi dengan senyuman dan kedua lengan yang di rentangkan.


" Ayah aku sangat merindukan mu, Kemana saja Ayah selama ini dan mengapa Pak Susena tidak memberi tahu ku di mana Ayah sebenar nya,"


Ucap Teresa sambil memeluk erat tubuh I Gusti Ketut dengan erat.


Seperti nya hal itu tidak berjalan dengan aman sebab tiba-tiba Daniel muncul dari balik pintu kamar Teresa yang saat itu tidak di tutup dengan rapat sehingga saat Daniel melewati kamar Teresa maka terlihat lah Teresa yang sedang memeluk Leak yang cukup besar serta menyeramkan bagi Daniel.


Saat melihat hal tersebut sontak Daniel berteriak sekuat tenaga memanggil Teresa dan saat itu Daniel segera menghampiri Teresa yang sedang berada di balkon kamar nya, Sedangkan Teresa terkejut dengan hadir nya Daniel yang secara tiba-tiba saat itu.


" MAMA LEKAS LEPAS KAN ITU BUKAN PAPA!"


Teriak Daniel dengan mata terbelalak menatap ke arah Teresa.


" Daniel, Ada apa dengan mu dan memang yang sedang aku peluk bukan Papa mu melainkan Kakek mu,"


Jawab Teresa dengan tatapan bingung melihat ekspresi wajah Daniel.


" Mama pasti sedang bermimpi, Mana mungkin aku memiliki Kakek seseram itu Ma?"


Ucap Daniel sambil menarik lengan Teresa berlari keluar dari kamar.


Saat itu Teresa hanya diam dan sesekali tersenyum melihat ulah anak nya yang pola pikir nya sangat logika sedangkan Risma, Wiyasa, Wisesa dan Ayu lumayan terkejut mendengar teriakan Daniel yang sangat keras bahkan bayi nya pun sempat terbangun dan menangis saat itu.


" Itu kan Ma benar apa kata ku, Tidak mungkin itu tadi Kakek ku bila benar itu tadi Kakek ku tidak mungkin putri ku menangis kan?"


Ucap Daniel sambil mengatur nafas di lantai bawah.


" Pleas Daniel, Itu cucu ku menangis di karenakan terkejut dengan suara teriakan mu itu tadi bukan masalah kehadiran Kakek mu,"


Ucap Teresa mencoba menjelaskan kepada Daniel.


" Ma aku itu tampan tidak mungkin memiliki Kakek seseram itu wajah nya!"


Ucap Daniel dengan nada sedikit tinggi.


" Ok, Sekarang kata kan ke Mama di penglihatan mu seperti apa hingga kamu ketakutan seperti itu?"


Tanya Teresa sambil menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.


Kemudian Daniel pun menceritakan semua apa yang di lihat nya dan saat itu Daniel teringat bahwa sosok yang di lihat nya ini tadi adalah sosok yang saat itu di villa sedang meminta tolong kepada nya untuk membukakan rantai dan sosok itu juga yang saat itu di lihat keluar dari ruangan yang berada di ruang makan dengan kondisi rantai yang sudah di buka dan Risma berdiri di samping nya.


Bila benar yang di kata kan Daniel lalu siapa yang merantai Ayah ku dan juga siapa yang meletakkan nya di ruangan itu dan bila memang benar mengapa Pak Susena setiap aku tanya mengenai jasad Ayah selalu berkata tidak mengetahui nya, Ada apa sebenarnya ini dengan Pak Susena dan Ayah ku.


Bergumam lah dalam hati Teresa sambil pandangan nya tertuju kepada Daniel yang dengan semangat menceritakan apa yang di alami malam itu di saat mereka berlari meninggal kan villa karena ketakutan bahkan agar Teresa percaya Daniel memanggil Pak Suta sebagai saksi di saat kejadian.


Sedangkan di sisi lain Risma, Ayu, Wiyasa, Wisesa dan I Gusti Ketut sedang berdiri di pembatas lantai dua sambil memperhatikan Daniel yang sedang ketakutan, Sedangkan mereka berlima hanya senyum simpul memperhatikan ulah Daniel yang di pandang lucu bagi mereka berlima.


Lalu apakah tindakan Teresa selanjut nya untuk mengungkap semua kisah ini apakah Teresa akan datang ke villa tersebut lalu memakamkan jasad I Gusti Ketut dengan layak atau kah Teresa masih mengumpulkan bukti mengenai Pak Susena?


Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan memberi dukungan kepada author agar semangat menulis nya.

__ADS_1



__ADS_2