
Seringkali kita mengalami sebuah kejadian ganjil dalam kehidupan ini namun kita berfikir hal tersebut hanyalah suatu hal yang kebetulan saja terjadi namun sesungguhnya di muka bumi ini tidak ada satu kejadian pun yang terjadi karena suatu hal yang kebetulan sebab segala hal yang terjadi bisa menjadi sebuah pertanda atau isyarat yang harus kita temukan dalam kehidupan nyata.
Begitu juga yang saat ini di alami oleh Devry yang banyak menemui kejadian ganjil di saat mobil yang membawa nya mogok di hutan pinus sedangkan perjalanan masih lumayan jauh untuk sampai di villa tua tujuan mereka jadi mau tidak mau mereka berdua bukan lain Daniel dan Devry harus berjalan kaki agar tiba di villa sebelum malam semakin larut.
" Tuan maaf mobil nya mogok, Saya coba melihat di mana kerusakan nya sebentar,"
Ucap sopir dengan nada dan tatapan sedikit panik.
" Iya Pak silah kan,"
Jawab Daniel diiringi senyum simpul.
" Ya elah pakai acara mogok lagi ini mobil, Bang memang nya masih jauh ya villa nya?"
Tanya Devry dengan tatapan yang mulai aneh.
" Lumayan sih Dev, Memang nya kamu mau apa kalau sudah dekat apakah kamu mengajak ku berjalan menuju villa itu?"
Jawab Daniel yang berbalik bertanya dengan pandangan fokus ke arah depan.
" Pakai tanya lagi, Ya iya lah Bang aku sudah tidak tahan ingin pipis tahu kalau kelamaan yang ada aku ngompol lagi di sini,"
Ucap Devry dengan ekspresi yang aneh sebab menahan buang air kecil.
" Ya sudah sana pipis repot sekali tinggal pipis saja memang nya kamu perempuan apa yang harus pipis di tempat yang tertutup?"
Tanya Daniel sambil sesekali melirik ke arah Devry.
" Benar juga, Ya sudah aku mau pipis dulu ingat jangan main tinggal saja ya Bang sebab aku tidak tahu arah menuju villa yang ada aku nanti nyasar ke rumah janda kembang kan aku jadi bahagia,"
Jawab Devry sambil senyum bahagia.
" Iya sudah sana lekas jangan lupa bawa air untuk cebok dan cuci tangan,"
Ucap Daniel sambil melihat kearah Devry yang membuka pintu mobil.
" Iya bawel ini juga sudah aku bawa botol air mineral nya."
Jawab Devry sambil melangkah turun dari dalam mobil.
Saat itu Daniel hanya menggelengkan kepala melihat ulah adik ipar nya yang lumayan lugu dan lucu bagi nya dan saat itu Daniel pun segera turun dari mobil untuk melihat di mana kerusakan mobil nya apabila parah mau tidak mau Daniel dan Devry harus berjalan kaki menuju villa sedangkan saat itu cuaca baru saja turun hujan dan sudah menjelang malam matahari pun mulai kembali keperaduan di gantikan sinar bulan yang bersinar.
Kali ini Devry berjalan sedikit menjauh dari mobil dan mencari pohon pinus yang tepat untuk menyalurkan hasrat nya untuk buang air kecil namun sepertinya saat itu Devry mendapat kan perlakuan yang kurang menyenangkan dari mahkluk tak kasat mata yang tinggal di hutan pinus tersebut.
BUKK ....
PLETAK ....
" Sudah deh Bang tidak usah iseng tadi kata nya aku di suruh pipis di balik pohon saja sekarang giliran aku pipis malah dilemparin batu AOOO ... STOP BANG SAKIT TAHU KEPALA KU!"
Ucap Devry sambil menghadap ke pohon lalu berteriak karena merasa kepala nya ada yang melempar sesuatu dari arah belakang.
" Ini perasaan sudah mulai aneh di sini, Bulu kuduk ku mulai berdiri semua pasti ada yang mau kenalan dengan ku mana peralatan tidak aku bawa itu tadi, Itu kan benar dia muncul maaf ya ... maaf aku cuma numpang pipis dari pada ngompol, Sudah silahkan gantian kalau mau pipis."
Ucap Devry dengan nada ketakutan sebab melihat sosok yang tidak lazim berdiri tepat di samping nya.
__ADS_1
Sontak diri nya berlari tunggang langgang untuk kembali ke mobil di mana Daniel berada namun lagi-lagi Devry mengalami kejadian di luar dugaan sebab ia saat berlari berpapasan dengan sosok tak kasat mata yang menyerupai Daniel dan pasti nya Devry berfikir sosok di hadapan nya adalah Daniel namun yang terjadi di luar dugaan hingga membuat Devry berlari tidak tentu arah karena ketakutan.
" Kamu kenapa Dev, Seperti melihat hantu saja?"
Tanya sosok yang menyerupai Daniel yang di tabrak oleh Devry.
" Aduh ... Abang bikin kaget saja, Iya Bang tadi di sana ada hantu seram sekali saat aku pipis,"
Jawab Devry sambil menunjuk ke arah pohon pinus di mana diri nya tadi melihat mahkluk tak kasat mata.
" Apa seperti ini hantu nya?"
Tanya sosok itu lagi yang merubah wujud nya menjadi leak yang menyeramkan.
" AAAAA MUNCUL LAGI DIA ... HANTU!"
Teriak Devry sambil berlari ke arah jalan.
Saat itu Daniel mendengar teriakan Devry yang lumayan keras dan menoleh ke arah suara kemudian Daniel dan sopir mobil yang sedang mengecek mesin mobil saling melempar pandangan dengan tatapan bingung saat mendengar Devry berteriak dan tidak lama kemudian Devry muncul dari arah belakang mereka berdua dengan wajah ketakutan dan nafas yang sudah tidak teratur efek berlari.
" Dev kenapa kamu seperti itu?"
Tanya Daniel sambil membawa senter yang di arah kan ke wajah nya.
" SETAN ... DEMIT ... JIN PERGI JANGAN GANGGU PLAK!"
Jawab Devry sambil berteriak menampar wajah Daniel dengan keras.
" AOOO ... sakit tahu, Main tampar saja memang nya tidak sakit apa?"
Tanya Daniel sambil mengelus pipi nya.
Tanya Devry sambil memegang wajah Daniel dan sesekali mengacak-acak rambut Daniel untuk memastikan bahwa yang di hadapan nya bukan hantu.
" Iya lah aku Abang ipar mu memang nya kamu pikir aku hantu apa, Mana ada hantu tampan seperti aku, Dasar orang aneh."
Jawab Daniel dengan nada dan tatapan kesal kepada Devry yang sudah membuat nya terkejut.
Kemudian Devry pun menceritakan apa yang baru saja di lihat nya dan hal tersebut menjadi bahan tertawaan Daniel saat itu yang menganggap Devry sedang berhalusinasi efek terlalu sering menonton film horor jadi Devry terbawa suasana dan berfikir melihat hantu dan sejenis nya di alam nyata, Sebab selama ini Daniel tidak pernah percaya dengan keberadaan mahkluk tak kasat mata dan Daniel berfikir semua itu hanya ada di dalam film saja.
Karena malam semakin larut dan kabut pun mulai menyelimuti daerah hutan pinus tersebut sedangkan mobil belum juga bisa berjalan dengan normal lagi maka mereka bertiga memutuskan untuk berjalan kaki menuju villa tua tersebut dan meninggalkan mobil di tepi jalan hutan pinus dan mereka berfikir besok pagi baru akan memanggil montir untuk memperbaiki mobil yang tiba-tiba mogok saat itu.
Sedangkan di sisi lain Risma, Ayu, Wisesa dan Wiyasa sudah berada di kamar milik Risma, Setelah meletakkan Amelia di ranjang Risma pun berdiri di hadapan mereka bertiga dan bergantian memandang ke arah mereka bertiga sambil berfikir apa yang harus ia lakukan saat ini agar Daniel dan Devry tidak menjadi korban selanjutnya bagi Pak Susena yang sudah tidak bisa menggunakan akal sehat nya lagi saat ini.
" Ris apa yang sedang kamu pikir kan?"
Tanya Ayu yang berdiri tepat di hadapan Risma.
" Aku sedang berfikir bagaimana melepaskan mantra itu sedangkan aku tidak berada di sana saat ini tidak seperti saat aku melepaskan rantai pengikat Kakek,"
Jawab Risma dengan tatapan serius kepada Ayu.
" Lalu apakah kamu tahu bagaimana cara nya bisa doa mu di kabul kan Tuhan saat kamu berdoa Ris?"
Tanya Wisesa sambil menatap ke arah Risma.
__ADS_1
" Ya memang aku tidak tahu, Yang aku tahu saat doa ku terjadi dalam hidup ku dan aku berfikir saat itu lah doa ku di kabul kan Tuhan,"
Jawab Risma yang masih berfikir saat itu.
" Begitu juga saat ini Ris, Ada hal yang tidak perlu kita tahu bagaimana cara kerja Tuhan untuk mengabulkan doa-doa kita dan yang Tuhan minta agar kita percaya dan yakin bahwa Tuhan bisa membantu kita saat ini, Jadi percayalah dan yakin lah dengan doa-doa mu."
Ucap Wiyasa mencoba membuka pola pikir Risma yang saat itu terlihat ragu dan bimbang.
Kemudian Risma pun hanya mampu mengangguk dan tersenyum simpul mendengar perkataan Wiyasa sosok tak kasat mata yang selama ini selalu menemani nya kemana pun Risma pergi, Lalu Risma pun mengambil alkitab nya dan mulai lah berdoa sambil duduk bersila di karpet dan terpejam mata nya dan melantunkan puji-pujian kepada Tuhan sebagai ucapan syukur nya kepada Tuhan yang sangat baik dalam hidup nya.
Sekitar satu jam Risma melakukan hal tersebut dan benar saja kuasa doa besar kuasa nya saat itu juga ada seberkas cahaya yang sangat terang turun dari atas langit menyinari pohon pinus di mana I Gusti Ketut terikat oleh mantra Pak Susena maka dalam waktu singkat ikatan mantra yang mengunci roh I Gusti Ketut terlepas kan begitu juga yang terjadi kepada Nilu Putu yang terikat di kursi goyang.
Pasti nya Pak Susena tidak mengetahui hal tersebut dan pasti nya Pak Susena berfikir bahwa I Gusti Ketut dan Nilu Putu masih terikat di tempat masing-masing dan saat itu Pak Susena berniat untuk menghabisi Daniel dan Risma sebab Pak Susena berfikir bahwa Daniel akan datang bersama Risma saat itu namun ternyata Daniel datang bersama Devry adik ipar nya.
Aku belum bisa tenang bila anak dan cucu keturunan dari Ketut dan Putu masih ada yang hidup dan pasti nya hal itu sangat membahayakan posisi ku, Saat ini aku harus bertindak cepat dan memanggil roh leluhur ku untuk membantu ku agar terlihat mereka berdua mati ketakutan sebab warga di sini pun tahu bahwa Daniel dan istri nya penakut jadi bila mereka mati ketakutan bukan aku yang di salah kan oleh warga atau siapa pun.
Bergumam lah dalam hati Pak Susena sambil membongkar laci lemari yang berada di kamar nya, Saat itu Nilu Wulan hanya mampu menangis melihat ulah suami nya yang semakin menjadi sebab sesungguhnya Nilu Wulan mengetahui semua niat jahat suami nya sejak dulu dan ia pun mengetahui bahwa sesungguhnya Ayu adalah darah daging dari Pak Susena dari adik kembaran nya Nilu Putu yang hamil kemudian di buat gila oleh Pak Susena.
Dengan berpura-pura membuang Ayu dan menemukan kembali di jurang tersebut itu semua drama yang di mainkan Pak Susena di hadapan Nilu Wulan agar diri nya tidak dipersalahkan oleh Nilu Wulan saat itu bahkan mengenai kejadian tragis yang mengorbankan keluarga I Gusti Ketut pun Nilu Wulan mengetahui nya hanya saja Nilu Wulan diam sebab bagaimana pun Pak Susena suami nya.
Beli Susena sampai kapan kamu akan melakukan dosa ini demi tercapai nya ambisi mu yang sia-sia dan sampai kapan kamu akan menyiksa ku, Gusti nu agung sang hyang widi wase buka kan lah hati dan pikiran nya agar ia bertaubat sebelum ajal menjemput nya beri waktu ia untuk bertaubat.
Bergumam lah dalam hati Nilu Wulan sambil memandang ke arah langit-langit kamar nya dan air mata pun membasahi pipi nya merasakan perih di hati nya dan seperti nya isak tangis Nilu Wulan mampu terdengar oleh Pak Susena yang sedang sibuk mencari japa mantra untuk memanggil leluhur nya agar niat nya untuk menghabisi Daniel dan Risma terkabul kan dan pasti demi keselamatan diri nya sendiri yang sudah melakukan tindakan bodoh.
" Nilu mengapa kamu menangis, Apakah kamu menginginkan sesuatu?"
Tanya Pak Susena sambil menoleh ke arah Nilu Wulan.
" Apa lagi yang di inginkan orang cacat seperti ku selain kesembuhan Beli,"
Jawab Nilu Wulan sambil masih menangis menahan sesak di dada nya.
" Bersabar lah sebentar lagi kamu akan sembuh Nilu setelah semua pekerjaan ku selesai,"
Ucap Pak Susena yang kembali membongkar laci.
" Pekerjaan balas dendam kah maksud mu Beli, Sampai kapan kamu seperti itu Beli tolong hentikan perbuatan jahat mu itu apakah kamu tidak takut dengan karma?"
Tanya Nilu Wulan sambil menoleh ke arah Pak Susena.
" Aku tidak balas dendam tapi aku sedang mengambil hak ku selama ini dan mereka juga harus merasakan bagaimana sakit nya kedua orang tua ku yang di bunuh oleh Ayah nya Ketut saat itu,"
Jawab Pak Susena dengan nada datar dengan tatapan fokus ke dalam laci.
" Beli aku tahu itu hanya alasan saja bagi mu sebab aku tahu kedua orang tua I Gusti Ketut tidak memiliki ilmu pangleakan yang seperti kamu tuduh kan kepada mereka dan yang terjadi sesungguhnya hanyalah rasa cemburu mu yang berlebihan karena tidak bisa memiliki Nilu Putu,"
Ucap Nilu Wulan sambil masih menangis.
" TUTUP MULUT MU DAN JANGAN IKUT CAMPUR DENGAN URUSAN KU WANITA CACAT!"
Bentak Pak Susena sambil bangkit berdiri dan menunjuk kearah Nilu Wulan.
Pasti nya hal itu membuat hati Nilu Wulan semakin sakit dan perih melihat perlakuan suami nya bahkan ia pun menjadi cacat tidak bisa menggerakkan tubuh nya itu semua karena ulah dari Pak Susena yang terbawa emosi nya untuk menghukum Wiyasa dan semua yang di lakukan Pak Susena sebenar nya hanyalah drama semata hingga mengorbankan Nilu Wulan istri nya sendiri.
Lalu apakah Pak Susena akan berhasil menjalankan niat nya untuk melenyapkan Daniel dan Risma sedangkan saat ini I Gusti Ketut dan Nilu Putu sudah terlepas dari belenggu ikatan mantra yang di buat oleh Pak Susena, Apakah Pak Susena nyawa nya akan berakhir saat ini juga atau kah I Gusti Ketut dan Nilu Putu akan memberi kesempatan untuk kesekian kali nya agar Pak Susena bertaubat sebelum ajal menjemput nya?
__ADS_1
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.