
Setiap manusia pasti memiliki sebuah strategi dalam menghadapi sebuah masalah yang menghampiri hidup nya dan sudah menjadi sebuah kenyataan bahwa setiap mata kita terbuka kita harus berperang, Bisa berperang dalam bidang karier atau pun berperang dengan diri kita sendiri sebab sesungguh nya kehidupan adalah perjuangan, Maka dari itu jangan pernah menyerah dan putus asa dalam berperang menahklukkan keras nya kehidupan ini yang harus tetap kita jalani.
Begitu juga kali ini yang terjadi dengan kelima pemuda yang harus berperang dengan mahkluk tak kasat mata peliharaan Pak Susena yang semakin merajarela di wilayah villa tua dan setiap hari pasti ada saja korban jiwa yang berjatuhan dari penduduk sekitar atau pun pendatang yang tanpa sengaja masuk kewilayah tersebut, Namun sayang nya warga sekitar tidak ada yang mampu untuk menghentikan prilaku biadab Pak Susena.
Kekuatan Pak Susena semakin bertambah kuat dengan bantuan leak peliharaan nya yang setiap saat bisa menikmati jantung dari korban yang di dapat lalu apakah strategi kelima pemuda yang akan meringkus Pak Susena dan mampukah mereka berlima menahkluk kan leak yang kini sudah berjumlah ribuan tersebut atau kah mereka berlima juga akan menjadi santapan leak Pak Susena yang semakin membabi buta, Mari kita tilik bersama stragi kelima pemuda yang tangguh.
Setelah menjalan kan sholat isaq kelima pemuda sudah bersiap untuk pergi menuju villa tua dengan strategi yang sudah matang pasti nya dan saat itu Devry dan Samsul pun sudah bergabung dengan mereka dengan tujuan mempermudah jalan tujuan mereka sampai di villa tua yang sudah 15 tahun tidak pernah terjamah manusia.
" Dev seperti nya kali ini kita akan berhadapan dengan mahkluk tak kasat mata yang dulu pernah kita temui, Apakah kamu sudah siap Dev?"
Tanya Samsul sambil mengenakan sepatu nya.
" Siap tidak siap aku harus siap menghadapi mereka demi keselamatan Abang ipar, keponakan dan juga anak ku meski nanti harus nyawa ku yang melayang saat berhadapan dengan mereka,"
Jawab Devry sambil memasukkan sebungkus garam kasar ke tas nya.
" Itu garam sebanyak itu untuk apa Bang?"
Tanya Ali salah satu pemuda yang baru saja selesai sholat dengan tatapan bingung.
" Untuk memandikan leak yang sudah 15 tahun belum mandi,"
Jawab Devry dengan asal sambil masih sibuk merapikan perbekalan nya.
" Memang nya leak mandi nya pakai garam ya, Baru tahu aku,"
Sahut Ahmad diiringi dengan senyum simpul.
" Kata Ibu ku mahkluk tak kasat mata itu takut nya dengan garam maka itu aku sengaja beli garam 10 kardus untuk menyerang mereka."
Jawab Devry dengan tatapan serius kepada mereka yang berada di sana.
Sontak mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat ulah Devry yang di anggap konyol oleh mereka semua sebab hal itu hanyalah sebuah mitos belaka yang di yakini oleh khalayak umum bahwa mahkluk tak kasat mata akan pergi bila bertemu garam bila hal itu terbukti lalu mengapa di laut begitu banyak penampakan mahkluk tak kasat mata sedangkan garam terbuat dari air laut.
Sebuah asumsi yang sangat tidak logika dan memang mitos tidak bisa di buktikan kebenaran nya lalu apa yang mampu mengalahkan mahkluk tak kasat mata tersebut agar tidak melakukan tindakan yang merugikan manusia bahkan agar tidak menimbulkan korban jiwa lagi jawab nya adalah iman dan tagwa kita kepada Allah itu lah senjata terampuh untuk menahkluk kan mereka.
" Bagaimana apakah kalian sudah siap semua untuk kita pergi berperang?"
Tanya Kyai Imron diiringi dengan senyum ramah.
" Insyaallah kami siap Kyai lalu apakah kita akan langsung menyerang mereka setiba nya di villa tua tersebut Kyai?"
Jawab Gufron yang berbalik bertanya dengan tatapan serius.
" Jangan langsung menyerang tapi kita harus membaca situasi terlebih dahulu juga kita lihat seberapa kuat mereka agar kita juga mampu mengukur kemampuan kita sendiri,"
Ucap Kyai Imron sambil mengambil tas ransel yang sudah berada di samping nya.
" Wah ... babak belur dong kita semua kalau seperti itu,"
Celetuk Devry dengan tatapan khawatir.
" Serahkan semua kepada Allah sebab hanya Allah tempat kita berlindung dalam segala situasi dan ingat niat kita kesana bukan untuk membunuh atau memusnahkan siapa pun tapi niat kita kesana untuk mengembalikan mereka kepada Allah jadi usahakan jangan sampai menimbulkan korban jiwa."
Jawab Kyai Imron diiringi dengan senyum simpul.
Kemudian mereka pun berangkat menuju villa tua tersebut dengan menggunakan mobil milik Devry dan mobil milik Kyai Imron, Pasti nya mereka semua sudah menyiapkan mental mereka masing-masing yang tidak lama lagi akan berhadapan dengan pemilik sosok tak kasat mata beserta peliharaan nya yang berjumlah ribuan, Peperangan yang tidak mudah pasti nya.
__ADS_1
Di sisi lain ada Daniel, Amalia dan Soni yang juga akan melakukan perjalanan liburan dan pasti nya perasaan khawatir itu menghinggapi perasaan Vina sebagai seorang Ibu dan tante dari Soni dan Amalia namun semua kekhawatiran Vina seperti nya mampu di tepis oleh Amalia yang memiliki indigo yang di warisi dari Ibu nya bukan lain Risma serta Amalia juga memiliki ilmu pangleakan sebab tanpa di ketahui oleh siapa pun Amalia mempelajari ilmu tersebut dari Wiyasa, Wisesa dan Ayu.
Sebab bagaimana pun juga dalam tubuh Amalia mengalir darah Daniel yang sebenarnya mewarisi ilmu pangleakan dari Teresa sedangkan Teresa memiliki ilmu pangleakan tersebut dari Nilu Putu dan memang ilmu pangleakan tersebut di wariskan turun menurun hanya melalui ASI maka masuk lah ilmu tersebut kedalam tubuh keturunanan nya.
" Kenapa kalian berdua tega meninggal kan aku disini sendiri dengan waktu yang cukup lama, Apakah kalian berdua tidak merindukan ku?"
Tanya Vina yang mulai memainkan akting telenovela di hadapan Lia dan Soni.
" Mami stop main telenovela nya, Kami di sana hanya seminggu jadi tolong jangan halangi kami untuk berlibur,"
Jawab Soni yang mulai terkontaminasi tata bahasa nya dengan kedua orang tua nya.
" OH MY LORD ... Tante pleas ya jangan khawatir berlebihan, Percaya lah Tuhan pasti melindungi kita semua dan semua cerita itu hanyalah mitos ok,"
Ucap Lia sambil berdiri di hadapan Vina yang sedang berekspresi sedih.
Mama mu sampai kehilangan nyawa nya masih berkata mitos dasar anak bule susah sekali kalau di ajak bicara mengenai mahkluk tak kasat mata sama saja dengan Papa nya yang selalu berfikir logika sampai-sampai nawar harga cabai di pasar juga harus dengan logika padahal nama nya emak-emak +62 kan kalau nawar harga nya sering di luar logika.
Bergumam lah dalam hati Vina yang semakin berkecamuk untuk melepas kepergian Amalia dan Soni serta Daniel sebab bagi Vina mereka semua orang terdekat yang paling di sayangi dan rasa di hati Vina hari ini terakhir melihat mereka semua berada di dekat nya, Saat mereka bertiga masuk kedalam mobil travel untuk pergi menuju villa tua tersebut Vina melepas nya dengan air mata yang membajiri pipi nya sambil memeluk pilar yang berada di teras rumah Daniel.
" Nyonya Vina sedang pendalaman karakter ya, Memang akan memeran kan apa Nyonya?"
Tanya Mimin dengan ekspresi wajah polos berdiri di samping Vina.
" Karakter Ibu angkat yang tertindas keadaan,"
Jawab Vina sambil memeluk pilar dan tatapan tertuju kepada mobil travel yang membawa Daniel, Amalia dan Soni.
" Baru dengar saya, Itu judul film nya apa Nyonya?"
" Judul nya Ibu angkat yang terzolimi, Ah ... banyak tanya kamu Min jadi gagal kan pendalaman karakter ku!"
Jawab Vina sambil melepas pelukan nya di pilar lalu melangkah masuk meninggalkan Mimin.
" Pasti Nyonya Vina akan main senetron azab ilahi latar nya pasti dunia lain, Hiii ... seram."
Ucap Mimin kemudian membalikkan badan nya berlari kecil masuk kedalam rumah.
Sedangkan sepanjang di perjalanan Amalia melihat kehadiran Wisesa, Wiyasa dan Ayu di sekitar nya dan pasti nya hal itu tidak membuat Amalia ketakutan sebab dari masih bayi Amalia sudah terbiasa dan mengenal mereka bertiga dengan baik, Saat itu Amalia sedang berbincang dengan ketiga sosok tersebut meski bila orang lain yang melihat Amalia sedang mengenakan aerophon dan menikmati pemandangan dari balik jendela mobil.
" Bibi saat ini aku akan menemui orang yang sudah menghilangkan nyawa mama ku dan aku akan menuntut balas kepada nya,"
Ucap Amalia dari batin kepada Ayu yang berada di atas mobil travel.
" Lia ingat lawan mu itu saat ini semakin kuat jadi kamu harus lebih waspada,"
Jawab Ayu yang mencoba menasehati Lia.
" Aku yakin Lia pasti mampu mengalahkan Susena biadab itu sebab aku sudah mengajarkan semua ilmu kepada nya,"
Kelakar Wiyasa dengan lagak sombong nya sambil membusungkan dada.
" Ilmu apa yang kamu berikan kepada keponakan ku yang cantik, Sebab setahu ku selama ini kamu hanya mengajarkan bagaimana menari tiktok?"
Ucap Wisesa dengan lirikan sinis kepada Wiyasa.
" Tapi dari tarian itu kan ada jurus yang tersembunyi untuk mematikan musuh yang mencoba menyerang kita Wisesa!"
__ADS_1
Balas Wiyasa yang tidak mau kalah dari Wisesa.
" Sudah-sudah jangan bertengkar lagi kalian berdua yang pasti kalian bertiga selama ini sudah mengajarkan aku hal kebaikan dan juga hal yang lain jadi aku ucap kan terimakasih banyak Paman dan Bibi."
Ucap batin Lia diiringi dengan senyum simpul.
Sedangkan saat itu Daniel dan Soni sedang bercerita tentang bagaimana keadaan di villa dan pasti nya tidak mungkin Daniel menceritakan sebuah kenyataan yang menyeramkan kepada Soni sebab Daniel sendiri tidak pernah mempercayai hal seperti itu dan semua yang telah terjadi selama ini hanya lah faktor kebetulan dan hanyalah sebuah musibah yang menimpa keluarga nya.
Sedangkan apa pun yang terjadi di muka bumi ini tidak ada yang kebetulan, Semua sudah ada dalam pengaturan Allah, Ada hal yang di ijinkan Allah terjadi dan pasti hal tersebut ada hikmah nya di balik musibah tersebut dan ada hal yang memang harus terjadi agar kita lebih mawas diri dan belajar dari sebuah kisah yang kita alami agar jangan di ulangi lagi melakukan sebuah tindakan yang ceroboh hingga menimbulkan sebuah kerugian.
Jadi seyogya nya kita harus jeli menyikapi setiap masalah yang terjadi dalam hidup kita dan tidak harus setiap apa yang kita hadapi selalu menyalahkan orang lain atau pun mahkluk tak kasat mata sebab begitu banyak kejadian seperti itu sehingga berakhir setan, demit dan kawan-kawan nya yang terfitnah dan terzalimi.
Di sisi lain ada rombongan Devry dan yang lain sudah tiba di dermaga penyeberangan mereka semua sedang menunggu kapal penyebrangan tiba dan saat itu mereka mengalami sebuah kejadian yang di luar nalar logika manusia pada umum nya dan pasti nya Devry pikiran nya tertuju kepada Susena yang di yakini sudah mengetahui bahwa ia akan di ringkus oleh mereka.
" Sul kita ini kan sedang berada di dermaga dan biasa nya angin sangat kencang tapi kenapa saat ini tidak ada angin sama sekali ya?"
Tanya Devry sambil melihat ke sekitar nya.
" Mungkin angin nya sedang istirahat, Memang nya tidak capek apa kelayapan terus itu angin,"
Jawab Samsul dengan enteng nya sambil mengaduk mie gelas di tangan nya.
" Memang nya itu angin manusia bisa capek, Kadang jawaban mu membuat emosi jiwa ya kadal buntung!"
Ucap Devry dengan nada kesal lalu bangkit berdiri meninggal kan Samsul.
Saat itu Samsul hanya membalas dengan senyum bahagia dan bagi Samsul sikap Devry sudah biasa seperti itu bila berbicara asal saja namun sebenar nya Devry orang yang baik dan penuh perhatian kepada sesama, Sedangkan di tempat lain ada Kyai Imron, Ahmad, Gufron, Ali dan Soliqin yang sedang membagi tugas saat tiba di villa tua tersebut.
" Kyai tugas kita masing-masing tetap seperti kemarin yang sudah kita bicarakan atau akan berubah lagi?"
Tanya Soliqin sambil terus berdzikir.
" Seperti nya akan berubah sebab pemilik ilmu itu saat ini sudah bersiap-siap untuk menyambut kita semua, Pasti nya kalian paham bagaimana penyambutan yang akan terjadi nanti,"
Jawab Kyai Imron dengan pandangan lurus ke lautan luas.
" Benar dan aku juga merasakan kehadiran mahkluk itu saat ini tapi aku tidak melihat nya saat ini mereka berada di sebelah mana,"
Jawab Ali sambil sesekali melihat ke sekitar nya.
" Mereka ada di ujung sana tepat nya di bawah kapal penyebrangan saat ini,"
Ucap Ahmad sambil menunjuk ke arah sebuah kapal yang berhenti di lautan luas.
" Apa maksud mereka berada di sana?"
Tanya Gufron dengan tatapan bingung.
" Pasti nya untuk menghambat perjalanan kita."
Jawab Kyai Imron diiringi dengan senyum simpul.
Ternyata Pak Susena sudah memulai penyerangan saat ini dengan cara menghambat kedatangan mereka lalu bisakah mereka semua tiba di villa tersebut dengan selamat dan bagaimana dengan Daniel, Amalia dan Soni selama di perjalanan apakah mereka juga akan mengalami kejadian yang di luar nalar ataukah mereka tidak akan mengalami kejadian yang membuat menghambat perjalanan mereka?
Ikuti terus kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1