
Banyak yang berfikir bahwa kebenaran itu adalah benar namun sejati nya tidak semua kebenaran itu adalah sebuah benar, Seperti yang terjadi saat ini kepada Teresa dan Carlos mereka berdua meninggal karena ada nya tragedi perampokan di villa tua peninggalan orang tua Teresa dalam kasus ini itu lah kebenaran nya mereka tewas di tangan perampok.
Namun apakah benar hal tersebut dan memang seperti itu kejadian nya, Bila kita mau menelisik hal sesungguhnya tidak demikian ada nya namun di balik tewas nya Teresa dan Carlos ada campur tangan Pak Susena yang merencanakan semua itu dan bisa di sebut dalang dalam kejadian ini adalah Pak Susena hanya karena ingin menyelamatkan diri dari perbuatan nya yang sudah menghilangkan nyawa keluarga I Gusti Ketut.
Kini Pak Susena merasa bebas dari semua tuduhan dan diri nya bisa tertawa lepas sebab semua bukti menjurus kepada para perampok bukan kepada nya namun ia seperti nya lupa bahwa I Gusti Ketut dan Nilu Putu masih ada dan juga Wiyasa dan Wisesa mahkluk tak kasat mata yang bisa saja sewaktu-waktu membongkar semua keburukan Pak Susena.
Saat ini yang jadi permasalahan adalah pada diri Daniel apakah akan percaya bila Wiyasa menceritakan semua kejadian yang menjurus kepada Pak Susena atau kah Daniel akan menempuh jalan lain untuk menguak misteri yang terselubung di villa tua tersebut?
Siang ini Daniel dan Risma dalam kondisi panik setelah mendapat berita mengenai meninggal nya Teresa dan Carlos, Pasti nya Daniel tidak bisa menerima semua kejadian ini terjadi kepada kedua orang tua nya dan Daniel berencana akan pergi menuju villa tersebut untuk mengambil jenasah kedua orang tua nya serta mencari informasi apa yang terjadi sebenarnya.
Saat itu sebenarnya Risma ingin sekali ikut bersama Daniel namun seperti nya Daniel tidak mengijinkan istri nya untuk ikut serta karena mengingat Lia yang masih berusia masih kecil tidak mungkin untuk di bawa berpergian jauh dan saat ini Daniel memutuskan pergi ke villa bersama adik dari Risma yang menemani nya mengurus semua masalah di villa.
" Sayang sebenarnya aku sangat khawatir dengan mu bila harus pergi tanpa aku,"
Ucap Risma sambil memegang tangan Daniel.
" Aku kan tidak sendiri sayang, Lagi pula kondisi nya tidak memungkinkan untuk membawa Lia juga kan sayang?"
Jawab Daniel yang berbalik bertanya kepada Risma dengan tatapan yang kalut.
" Iya aku tahu hal itu sayang, Kamu hati-hati ya sayang dan jangan lupa sesampai nya di sana segera memberi kabar pada ku agar aku tidak khawatir,"
Ucap Risma sambil memeluk tubuh Daniel untuk menenangkan nya.
" Iya sayang aku pasti memberi kabar pada mu dan kamu juga hati-hati di rumah jangan menerima tamu siapa pun kecuali orang yang benar-benar kamu kenal."
Jawab Daniel sambil berpesan kepada istri nya.
Saat itu Risma hanya mampu mengangguk sambil masih memeluk erat tubuh suami nya, Semua serasa bercampur aduk di dalam hati Risma antara sedih, takut dan khawatir semua berbaur menjadi satu dan pasti nya hal itu berpengaruh kepada Lia putri kecil nya yang saat ini sedang berada di kamar nya bersama Ayu, Wiyasa dan Wisesa.
Wiyasa saat ini hanya mampu terdiam dan menunduk sedih mengetahui diri nya tidak mampu menyelamatkan nyawa Teresa dan Carlos sedang kan Wisesa dan Ayu saling pandang sambil bergantian menenangkan Lia yang seperti nya sedang gelisah dan tidak mau di letakkan di ranjang tidur nya seperti biasa nya.
" Wiyasa mengapa wajah mu sedih sekali, Apakah kamu mengetahui kebenaran nya?"
__ADS_1
Tanya Wisesa sambil memainkan bola di tangan nya agar Lia tidak menangis lagi.
" Benar Wiyasa sebenarnya apa yang terjadi, Bukan nya selama ini kamu yang bersama Kakek dan Nenek di villa tua itu?"
Imbuh Ayu sambil mengayun Lia dan sesekali melirik ke arah Wiyasa.
" Iya aku mengetahui yang sesungguhnya terjadi tapi bila aku mengatakan apakah kalian semua akan mempercayai nya?"
Jawab Wiyasa sambil menghadap ke jendela.
" Kenapa tidak, Pahit seperti apa pun itu kebenaran tetap lah kebenaran jadi jangan takut mengatakan sebuah kebenaran Wiyasa,"
Jawab Wisesa yang bergantian memandang ke arah Wiyasa dan Ayu yang berada di hadapan nya.
Sejenak mereka bertiga diam mematung sambil bermain dengan pikiran nya masing-masing sedangkan Risma mengantar Daniel ke teras untuk menuju ke bandara sebab adik dari Risma sudah menunggu di bandara secara rumah adik nya Risma lebih dekat menuju ke bandara di banding rumah Daniel yang membutuhkan dua jam untuk menuju ke bandara.
Setelah Daniel pergi menuju bandara, Risma pun melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah dengan langkah kaki yang lemas dan pikiran yang kosong namun setiba nya di ruang keluarga Risma mendengar suara Ayu yang memanggil nya dari lantai dua dan pasti nya Risma berfikir tentang keselamatan Lia putri kecil nya saat itu.
Maka bergegas lah Risma menoleh ke arah suara dengan tatapan panik dan saat itu Risma melihat Wiyasa, Wisesa dan Ayu sedang berdiri di sisi pembatas lantai dua sambil menggendong Lia, Di lihat nya Ayu memanggil Risma dengan tatapan serius dan saat itu dalam hati Risma mulai bertanya-tanya ada apa mereka bertiga memanggil diri nya apakah hanya ingin meminta maaf sebab sudah memecahkan beberapa piring dan guci kesayangan Ibu mertua nya atau kah ada hal lain.
Tanya Risma dengan tatapan penuh tanya sambil bergantian memandang ke arah mereka bertiga.
" Ris ini mengenai meninggal nya mertua mu dan Wiyasa mengetahui kebenarannya,"
Jawab Ayu dengan tatapan serius sambil memegang lengan Risma.
" Mengenai mertua ku, Apakah kalian mengetahui kejadian sesungguhnya atau mungkin kalian tahu siapa para perampok yang sudah menghabisi kedua mertua ku?"
Tanya Risma dengan tatapan bingung dan panik bercampur menjadi satu.
Kemudian mereka bertiga serempak mengangguk bersamaan menandakan bahwa mereka bertiga mengetahui siapa dalang di balik meninggal nya Teresa dan Carlos malam itu, Kemudian mereka bertiga mengajak Risma masuk kedalam kamar nya dan meminta Risma agar tenang terlebih dahulu sebelum Wiyasa mulai menceritakan semua nya.
Lalu Risma pun mencoba tenang sambil duduk di ranjang nya sambil memberikan ASI kepada Lia dan saat itu Wiyasa mulai menceritakan kejadian yang di lihat nya malam itu bahwa Pak Susena berjalan terburu-buru menuju desa sebelah untuk menemui para rampok dan juga memerintahkan mereka untuk menghabisi nyawa Teresa dan Carlos.
__ADS_1
Sedangkan posisi I Gusti Ketut saat ini sedang terikat oleh mantra di atas pohon pinus dan Nilu Putu terikat mantra di dalam ruangan yang berada di bawah kamar Daniel di villa, Karena itu lah I Gusti Ketut dan Nilu Putu tidak bisa menyelamatkan nyawa Teresa dan Carlos sedangkan Wiyasa yang berusaha menolong pun terhalang oleh pagar mantra yang di buat oleh Pak Susena.
" Ya Tuhan, Jadi seperti itu kejadian nya dan apa sebenarnya niat Pak Susena melakukan hal itu apakah sebelumnya terjadi pertengkaran diantara mereka?"
Tanya Risma dengan nada geram.
" Tidak ada pertengkaran di antara mereka hanya saja Pak Susena merasa ketakutan andaikan Teresa menceritakan semua nya kepada Daniel dan pasti nya Daniel akan memperkarakan nya ke rana hukum,"
Jawab Wisesa dengan tatapan serius.
" Lalu dengan berbuat seperti ini lalu suami ku akab diam saja tidak mencari keberadaan para perampok yang sudah menghabisi kedua orang tua nya apa?"
Tanya Risma dengan nada sebal dan geram.
" Mencari bukti di mana Ris, Sedangkan para perampok itu pun sudah tidak bernyawa lagi saat ini,"
Jawab Ayu dengan tatapan sedih.
" Maksud mu mati begitu mereka atau bagaimana Yu?"
Tanya Risma dengan tatapan bingung.
" Benar mereka semua para perampok juga di habisi oleh Pak Susena setelah mereka melaksanakan tugas nya dan jasad nya di buang ke jurang perbatasan desa,"
Jawab Wiyasa dengan tatapan sedih.
" Ya Tuhan Yesus, Sungguh biadab Pak Susena ini bila seperti ini lalu di mana kita akan mendapatkan bukti?"
Tanya Risma sambil sesekali memijat kening nya yang terasa sakit setelah mengetahui kebenaran nya.
Kemudian mereka berempat pun diam sejenak sambil terus berfikir bagaimana cara mengungkap kejahatan Pak Susena yang semakin menjadi saat ini sedangkan Risma berfikir tentang keselamatan Daniel dan adik nya yang saat ini sedang menuju kesana namun saat ini pikiran mereka benar-benar buntu tidak tahu harus berbuat apa dan yang mampu mereka lakukan saat ini hanya lah berdoa.
Lalu apa yang akan di lakukan Pak Susena kepada Daniel dan Adik nya Risma yang sesaat lagi akan segera tiba di villa tua tersebut, Apakah Pak Susena juga akan menghabisi Daniel dan juga adik nya Risma demi menyelamatkan diri dari jerat hukum ataukah kuasa doa Risma terjadi dan ada sebuah mukjizat yang terjadi hingga mereka berdua terlepas dari maut yang bisa saja di lakukan oleh Pak Susena?
__ADS_1
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.