
Bila seseorang sudah kehabisan akal sehat nya maka akan melakukan apa pun tanpa menimbang baik buruk nya sebuah tindakan nya bahkan tidak berfikir apa akibat dari perbuatan nya saat itu maka dari itu bila seseorang sudah berbohong maka akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan yang lain nya.
Begitu pula saat ini yang di lakukan oleh Pak Susena yang selalu melakukan tindak kejahatan dan berusaha menutupi kebenaran dengan kebohongan yang ia ciptakan sehingga semakin banyak nya tindak kejahatan yang di perbuat nya yang kini harus di angkat kepermukaan kembali setelah puluhan tahun sudah terkubur dalam-dalam.
Hari ini Teresa dan Carlos membatalkan perjalanan nya untuk bertolak ke Ibukota dan pasti nya telah gagal niatan Pak Susena untuk mencelakakan mereka berdua dan Pak Susena tidak tinggal diam kali ini, Ia sengaja pergi menuju desa sebelah untuk menemui komplotan perampok yang sudah terkenal bengis nya saat menjalan kan aksi nya bahkan mereka tidak segan-segan untuk menghabisi korban nya agar tidak meninggal kan jejak.
Dengan berjalan sedikit terburu-buru dan sesekali Pak Susena menoleh ke arah belakang untuk meyakinkan bahwa ia tidak ada yang mengikuti atau melihat nya dan juga agar tidak ada yang mencurigai nya namun sayang nya Pak Susena tidak melihat ke atas pohon pinus sebab saat itu Wiyasa sedang berada di atas pohon pinus dengan tatapan tajam melihat ke arah Pak Susena yang berjalan setengah berlari menuju jembatan pembatas kampung.
Akan pergi kemana Susena itu mengapa ia terburu-buru seperti itu apakah terjadi sesuatu dengan Nilu Wulan atau kah ia sudah melakukan kejahatan lagi kepada Teresa dan Carlos, Seperti nya aku harus segera melihat kondisi villa tua tersebut.
Bergumam lah dalam hati Wiyasa yang sedang berada di atas pohon pinus dengan tujuan menangkap burung namun yang di dapat ia melihat Pak Susena yang berjalan dengan tergesa-gesa, Lalu segeralah Wiyasa menuju villa tua itu dan di lihat nya Teresa dan Carlos sedang duduk di gajebo dekat kolam renang sedang berbincang-bincang dan seperti nya mengenai masalah yang serius pasti nya sebab terlihat dari ekspresi wajah mereka berdua yang tanpa tersirat senyuman.
" Pa, Aku yakin Pak Susena akan mencelakakan kita berdua dan kamu mengatakan bahwa semalam menemukan tang potong di lantai,"
Ucap Teresa dengan tatapan serius kepada carlos.
" Tapi untuk apa tang potong itu Ma?"
Tanya Carlos dengan melipat dahi nya tanda ia sedang bertanya-tanya.
" Kamu melihat nya di sebelah mana Pa, Mari kita lihat kesana dan kamu cek mobil nya,"
Jawab Teresa sambil menarik lengan Carlos yang berdiri di samping gajebo.
" Ayo Ma."
Ucap Carlos sambil melangkahkan kaki nya mengikuti Teresa.
Sedangkan saat itu Wiyasa menemui I Gusti Ketut dan Nilu Putu yang sedang berada di balkon kamar nya sambil memandang ke arah hutan pinus dengan tatapan geram sebab sesungguhnya mereka berdua juga sudah mengetahui kepergian Pak Susena yang berniat menemui para perampok di desa sebelah.
" I Gusti mohon ampun, Saya hanya memberi berita tentang Beli Susena yang pergi dengan tergesa-gesa menuju desa sebelah, Apa tujuan sebenarnya Beli Susena?"
Tanya Wiyasa dengan nada sopan dan berdiri di belakang I Gusti Ketut.
" Pasti ia akan berbuat jahat lagi dengan putri dan menantu ku,"
Jawab I Gusti Ketut dengan nada geram tanpa menoleh ke arah Wiyasa.
" Beli Ketut lakukan sesuatu jangan sampai terjadi sesuatu kepada putri dan menantu kita,"
Pinta Nilu Putu dengan nada khawatir sambil memegang lengan suami nya.
" Wiyasa pergi lah ke Ibukota dan beritahu Wiyasa, Ayu serta cucu mantu ku agar mereka bisa menggagalkan niat Susena yang jahat itu, Sedangkan aku akan berusaha menghadang nya di hutan pinus,"
Perintah I Gusti Ketut kepada Wiyasa yang berwujud leak menyeramkan saat itu.
__ADS_1
Kemudian Wiyasa pun mohon undur diri dari hadapan I Gusti Ketut untuk menuju ke Ibukota di mana Wisesa, Ayu dan Risma berada namun di perjalanan menuju ke rumah Daniel yang terletak di Ibukota Wiyasa mulai memutar otak bagaimana cara memberi tahu kepada Wisesa, Ayu dan Risma lalu andai kan Wisesa dan Ayu bisa di beri tahu dan di ajak menuju villa saat ini juga sedangkan Risma kan manusia yang membutuhkan waktu perjalanan untuk menuju villa.
Akhir nya Wiyasa memutuskan hanya memberi tahu Wisesa dan Ayu saja sebab bagi Wiyasa bila memberi tahu Risma hal itu akan menambah kepanikan Risma dan Daniel, Sedangkan di sisi lain Pak Susena sudah sampai di tempat persembunyian para perampok itu dan Pak Susena menyampaikan niat nya kepada mereka yang tidak tahu menahu siapa sebenarnya Pak Susena dan berasal dari desa mana.
" Selamat sore saudara ku semua, Maaf aku mengganggu waktu santai kalian,"
Sapa Pak Susena dengan tatapan mencurigakan berdiri di teras sebuah rumah yang terbuat dari bilik bambu.
" Siapa kamu dan apa niat mu kemari?"
Tanya seorang lelaki sambil memegang golok yang tergantung di pinggang nya.
" Aku kemari untuk memberi keuntungan besar kepada kalian semua asal dengan satu syarat,"
Jawab Pak Susena dengan tatapan misterius.
" Apa syaratnya?"
Tanya lelaki itu dengan tatapan garang.
" Kalian bebas mengambil atau menguras semua isi villa tua yang berada di balik bukit itu asal jangan lupa lenyap kan juga pemilik nya sepasang suami istri,"
Jawab Pak Susena dengan tatapan sadis.
Tanya lelaki itu diiringi senyum sinis.
" Ambil saja untuk kalian aku hanya butuh kabar sepasang suami istri itu tewas malam ini juga."
Jawab Pak Susena dengan tatapan sadis.
Kemudian mereka pun menyepakati perjanjian tersebut sedangkan I Gusti Ketut saat itu sudah berada di hutan pinus untuk menunggu Pak Susena kembali dari desa sebelah namun sepertinya hingga matahari tenggelam Pak Susena belum kembali juga dan ternyata malam itu Pak Susena berada di sebuah gubuk kecil di sisi sungai untuk melakukan sebuah ritual untuk mengunci roh I Gusti Ketut dan Nilu Putu di mana pun mereka berada agar tidak bisa menyelamatkan Teresa dan Carlos saat berhadapan dengan para perampok.
Dan benar saja saat itu wujud I Gusti Ketut yang sudah menjadi leak berambut putih, mata merah yang terbelalak, lidah yang menjulur panjang, taring yang runcing dan kuku yang tajam tiba-tiba terikat oleh sebuah tali mantra yang bercahaya di sebuah pohon pinus begitu juga dengan roh Nilu Putu yang berada di kamar nya tiba-tiba terseret ke ruang bawah dan terikat oleh tali mantra yang bercahaya di kursi goyang di mana biasa nya I Gusti Ketut duduk.
Saat itu Teresa mendengar suara teriakan dari Nilu Putu bukan lain Ibu dari Teresa, Sedangkan saat itu posisi Teresa dan Carlos berada di garasi untuk mengecek mobil nya sebab Teresa merasa curiga dengan apa yang di lakukan Pak Susena malam itu seperti yang di ceritakan Carlos kepada nya.
" Ibu ...."
Ucap Teresa sambil memalingkan wajah nya ke arah tangga menuju lantai dua.
" Ada apa Ma, Ibu siapa maksud mu?"
Tanya Carlos dengan tatapan bingung.
" Tidak Pa, Kamu lanjutkan saja memeriksa mobil ini aku akan masuk sebentar mengambil minum,"
__ADS_1
Jawab Teresa diiringi dengan senyum simpul sambil memegang pundak Carlos.
Kemudian Teresa pun melangkahkan kaki nya menuju tangga lantai dua sebab ia mendengar sangat jelas teriakan dari Nilu Putu sedangkan Carlos tidak mendengar suara apa pun juga, Maka segera lah Teresa menuju kamar di mana Ayah dan Ibu nya berada namun saat Teresa tiba di kamar tersebut tidak menemukan Ayah dan Ibu nya di sana dan rasa curiga pun mulai bermain dalam hati dan pikiran nya saat itu.
Kemana Ayah dan Ibu ku pergi nya dan mengapa itu tadi ku dengar jelas suara Ibu berteriak memanggil nama kecil ku, Tapi di mana Ibu mengapa tidak ada di kamar ini dan Ayah pun tidak ada, Aduh ... mengapa karpet ini terbuka?
Bergumam lah dalam hati Teresa yang kemudian tersandung oleh sebuah karpet yang di gunakan menutup pintu arah menuju ruang bawah terlipat hingga membuat Teresa terjatuh kemudian Teresa pun menyibak karpet tersebut hingga terlihat sebuah pintu di lantai tersebut dan Teresa pun membuka pintu tersebut dan mulai melangkah menyusuri anak tangga menuju dasar lantai tersebut.
Tidak butuh waktu lama sampai lah Teresa di ruang bawah dan melihat Ibu nya terikat dengan sebuah tali mantra yang bercahaya di kursi goyang dan saat itu Teresa sangat terkejut menyaksikan kejadian tersebut dengan perasaan yang khawatir Teresa segera menghampiri kursi goyang tersebut dengan tujuan untuk melepaskan roh Ibu nya yang terikat namun yang terjadi Teresa terpental jatuh mengenai tumpukan peti kayu saat itu.
" Anak ku lekas pergi jangan hirau kan Ibu, Lekas tinggalkan villa ini sekarang juga!"
Teriak Nilu Putu kepada Teresa dengan tatapan dan nada panik.
" Tapi Bu, Apa yang sebenarnya terjadi?"
Tanya Teresa yang mencoba bangkit dari duduk nya.
" Jangan banyak tanya lekas bawa suami mu pergi dari villa ini sekarang juga."
Jawab Nilu Putu dengan tatapan panik.
Kemudian segera lah Teresa berlari menuju lantai atas dan berlari keluar dari kamar Ayah dan Ibu nya untuk menuju ke garasi di mana Carlos berada yang saat di tinggalkan oleh Teresa ia sedang berada di depan mobil nya untuk mengecek mesin mobil nya, Sambil berlari Teresa berteriak memanggil suami nya yang berada di garasi namun tidak mendapat jawaban sama sekali dari Carlos dan hal itu membuat Teresa semakin khawatir.
" Pa ... Papa ... kamu di mana Pa?"
Tanya Teresa yang tidak melihat Carlos di garasi.
Saat itu Teresa melihat seperti ada darah yang mengalir dari belakang mobil dan cairan itu sudah membasahi lantai dan mengalir ke segala arah pasti nya pikiran Teresa semakin khawatir lalu Teresa pun berjalan perlahan mendatangi belakang mobil di mana asal cairan tersebut berasal dan saat Teresa sampai di belakang mobil terlihat sangat jelas Carlos dengan posisi terduduk di lantai dan tubuh di sandar kan ke belakang mobil dengan luka yang menganga di leher.
Seketika Teresa berteriak sekuat tenaga menyaksikan kondisi suami nya yang meninggal dengan cara tragis lalu Teresa pun berusaha keluar dari garasi itu dengan tujuan meminta bantuan kepada siapa pun yang akan di temui nya namun yang terjadi saat Teresa membuka pintu garasi sudah di hadang oleh gerombolan perampok yang membawa parang sangat tajam saat itu maka hanya dengan sekali tebas seisi perut Teresa pun terurai di lantai dan berakhir lah hidup Teresa saat itu.
Saat I Gusti Ketut dan Nilu Putu melihat semua kejadian itu namun tidak bisa menolong nya mereka berdua hanya mampu mengumpat dan melontarkan sumpah serapah kepada Pak Susena sebab mereka berdua mengetahui siapa pelaku sebenarnya hingga Teresa dan Carlos meregang nyawa dengan cara sangat tragis malam ini di tangan para perampok.
Sedangkan Wiyasa baru saja tiba di kediaman Daniel malam itu dan saat Wiyasa akan mengatakan kepada Wisesa dan Ayu di perintahkan diam dahulu sebab Lia baru saja tertidur di takutkan Lia terbangun lagi karena mendengar suara Wiyasa yang saat berbicara susah untuk merendahkan nada suara nya, Yang terjadi Wiyasa bingung sendiri dan takut terlambat untuk menyelamatkan Teresa dan Carlos namun sesungguhnya memang sudah terlambat sebab mereka berdua sudah meregangkan nyawa di garasi.
Saat itu Pak Susena sangat senang dan bahagia sebab rencana nya berjalan dengan lancar tanpa hambatan kali ini yang harus di pikirkan oleh Pak Susena di kubur dimana jasad nya Carlos dan Teresa agar tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat namun ternyata setelah para rampok itu pergi dari villa tua tersebut ternyata Beli Agung malam itu ingin berbincang dengan Pak Susena dan setiba nya Beli Agung tiba di depan villa sudah di suguhkan pemandangan yang sangat mengerikan.
Maka tanpa berfikir panjang Beli Agung pun melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian terdekat agar kasus ini segera terungkap siapa pelaku nya, Sedangkan kondisi saat itu sangat menguntungkan Pak Susena jadi terlepas dari segala tuduhan sebab posisi villa tersebut sedang di rampok diri nya sedang tidak berada di rumah dan cukup berkata tidak tahu di saat pihak menanyakan sesuatu kepada Pak Susena.
Lalu bagaimanakah respon Daniel saat mengetahui kondisi kedua orang tua nya yang meninggal dengan cara tragis apakah Daniel akan mencurigai Pak Susena sebagai dalang nya ataukah Daniel berfikir semua ini terjadi karena kecelakaan dalam perampokan di villa tua tersebut, Lalu siapa yang akan membongkar kejahatan Pak Susena selama ini?
Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah lupa untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1