
Pasti nya di saat kita akan bepergian menuju suatu tempat tertentu pasti membutuhkan sebuah persiapan dan yang di persiapkan tidak hanya sekedar materi atau perbekalan yang lain namun ada yang lebih utama yaitu stamina tubuh yang fit agar kita bisa menikmati perjalanan yang tentu nya pasti berkesan bagi yang sedang melakukan perjalanan.
Namun kali ini persiapan yang di lakukan oleh Kyai Imron tidak mengenai hal tersebut namun lebih terfokus kepada pertahanan mental dan ke imanan yang perlu benar-benar kuat, Sebab kali ini Kyai Imron, Ahmad, Gufron, Ali dan Soliqin akan berhadapan dengan sosok leak yang sudah banyak memakan korban jiwa dan yang menjadi dalang dari semua kejadian ini adalah Pak Susena.
Lalu persiapan apa yang di lakukan oleh mereka berlima untuk menghadapi Pak Susena yang semakin bertambah tinggi ilmu nya dan bisakah mereka berlima masuk kedalam villa tua tersebut untuk mengungkap misteri nya, Apakah Devry dan Samsul turut serta mereka berlima untuk memastikan dalang dari pembantaian beruntun bisa di bekuk oleh kelima pemuda yang berasal dari sebuah pondok pesantren?
Mari kita tilik persiapan apa saja yang mereka lakukan saat ini dan bagaimana respon Pak Susena saat ini, Apakah ia juga mempersiapkan untuk membuat perlawanan kepada kelima pemuda tersebut atau kah ia akan melarikan diri dari kejaran kelima pemuda yang tidak bisa di anggap remeh ilmu agama nya?
Saat itu Devry dan Samsul sempat terbelalak menyaksikan tasbih yang di pegang oleh Kyai Imron terbakar secara tiba-tiba dan tanpa sebab, Seketika mereka bertiga terdiam sejenak lalu tidak begitu lama Kyai Imron bangkit dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya menuju teras rumah nya untuk memanggil Ahmad, Gufron, Ali dan Soliqin.
" Sul seperti nya tamat nasib kita di sini, Itu Kyai memanggil bala bantuan,"
Ucap Devry sambil sedikit mendekatkan wajah nya ke Samsul.
" Memang nya kenapa harus tamat kan bukan kita yang memiliki ilmu hitam itu?"
Tanya Samsul dengan tatapan serius.
" Kata HITAM nya tidak usah tepat di depan wajah ku juga, Mundur sedikit bisa kan?"
Jawab Devry sambil menatap Samsul dengan ekspresi sebal.
" Kan kamu yang mendekatkan wajah mu lalu aku kamu suruh mundur kemana lagi sedangkan kepala ku saja sudah nempel ke tembok,"
Ucap Samsul sambil menunjuk tembok yang berada tepat di belakang kepala nya.
" Benar juga, Ya sudah kamu diam saja di situ kalau begitu aku yang mundur."
Jawab Devry dengan tatapan wajah serius sambil memundurkan kepala nya.
Tidak lama kemudian masuk lah mereka kelima pemuda bukan lain Kyai Imron, Ahmad, Gufron, Ali dan Soliqin bergabung dengan Samsul dan Devry yang sedang duduk di ruang tamu lalu mereka pun mulai membahas apa yang terjadi dan persiapan apa yang harus di lakukan namun di sela-sela perbincangan mereka tiba-tiba hp Devry berdering ada panggilan masuk dari Daniel.
" Iya hallo Bang ada apa?"
Tanya Devry melalui hp nya sambil berdiri di teras rumah Kyai Imron.
" Dev apa kamu masih lama di sana sebab aku akan keluar bersama anak-anak untuk belanja persiapan liburan,"
Jawab Daniel dengan nada tenang.
" Liburan kemana Bang?"
Tanya Devry dengan nada khawatir.
" Aku dan anak-anak akan berlibur ke villa sekalian aku juga ada urusan bisnis di sana, Apakah kamu ingin ikut Dev?"
Jawab Daniel sambil berbalik bertanya kepada Devry.
" APA ... VILLA TUA ITU BERSAMA ANAK-ANAK, JANGAN BANG ... JANGAN PERGI KESANA!"
Ucap Devry dengan nada sedikit tinggi hingga membuat beberapa orang yang berada di dalam melihat ke arah Devry.
" Kamu kenapa Dev, Memang nya ada apa mengapa kamu begitu histeris saat aku menyebutkan villa itu?"
Tanya Daniel dengan nada penasaran.
" Bang kalau mau berlibur itu ke luar kota, ke luar negri atau ke luar planet juga bebas Bang, Aku tidak akan melarang tapi tolong jangan pergi ke villa itu."
__ADS_1
Jawab Devry yang mencoba melarang Daniel yang ingin berlibur ke villa tersebut.
Namun saat itu terjadi sebuah kejanggalan, Tiba-tiba jaringan seluler hilang dan Daniel tidak mendengar apa yang sudah di katakan Devry kepada nya sebab tiba-tiba jaringan terputus dan Daniel berfikir hal biasa sinyal seperti itu tetapi tidak seperti itu yang sebenar nya terjadi.
" Aneh tiba-tiba kok terputus,"
Ucap Devry dengan tatapan bingung sambil masih sibuk dengan ponsel yang di genggam nya.
" Ada apa Dev, Apakah ada masalah?"
Tanya Samsul yang mendekati nya.
" Iya ini aneh tiba-tiba saja jaringan terputus padahal sinyal di sini bagus,"
Jawab Devry dengan pandangan bingung.
" Memang siapa yang menghubungi mu Dev, Seperti nya penting sekali?"
Tanya Samsul dengan tatapan serius.
" Itu tadi Bang Daniel, Dia mengatakan akan mengajak anak-anak berlibur ke villa tua itu sedangkan villa tua itu sudah menjadi hunian leak berarti mereka datang untuk setor nyawa dong kesana?"
Jawab Devry dengan tatapan penuh khawatir.
" Tidak bisa di biar kan, Keselamatan mereka yang utama kita harus bertindak cepat sebab saat ini mereka yang berada di villa itu sedang kelaparan,"
Ucap Kyai Imron yang berdiri di antara Devry dan Samsul.
" Apa yang harus kita lakukan Kyai?"
Tanya Samsul dengan tatapan serius.
Jawab Kyai Imron sambil menatap ke arah langit.
Kemudian mereka pun saling diam dan hanya menjawab dengan mengangguk tanda bahwa mereka setuju dengan pendapat Kyai Imron saat itu lalu Devry dan Samsul pun berpamitan untuk bersiap-siap sebab mereka sepakat malam ini akan melakukan perjalanan menuju villa tua tersebut dan pasti nya Pak Susena mengetahui apa rencana mereka semua bukan lain untuk meringkus nya.
Kalian semua akan menjadi santapan peliharaan ku, Berani-berani nya mengusik ketenangan ku sedangkan aku sudah menunggu selama 15 tahun agar bisa menikmati jantung dari keturunan Ketut untuk menambah kekuatan ku tapi bagus lah jadi tidak perlu aku mencari-cari santapan untuk mereka penghuni villa tua itu.
Bergumam lah dalam hati Pak Susena yang sesekali melirik ke arah villa tua yang sudah di penuhi oleh mahkluk yang menyeramkan di dalam nya sedang kan I Gusti Ketut Kuma Fima beserta istri nya hanya mampu meratapi kesalahan nya di dalam sebuah kamar di lantai dua dan hanya mampu berdoa agar Pak Susena segera menui karma nya.
Sedangkan di pondok pesantren Kyai Imron, Ahmad, Gufron, Ali dan Soliqin sedang membahas masalah yang sudah terjadi di villa tua tersebut sebab mereka berempat tidak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi dan bagaimana seram nya ilmu Pak Susena yang kini semakin kuat dan tidak semudah itu di ringkus.
" Kyai sebenar nya ada kejadian apa di villa itu dan benarkah ada ilmu yang seperti di katakan oleh kedua tamu Kyai tadi?"
Tanya Gufron sambil menata sarung dan baju koko di tas nya.
" Sebenar nya ilmu itu netral tidak ada ilmu hitam atau pun ilmu putih, Semua tergantung dengan manusia nya yang memiliki atau yang memegang ilmu tersebut, Ilmu itu bagaikan parang dalam genggaman kita bila parang itu untuk menebang pohon yang akan di gunakan untuk kayu bakar maka baik lah parang itu tapi bila parang itu untuk menebas leher orang maka yang terjadi buruk lah parang itu,"
Jawab Kyai Imron diiringi senyum simpul.
" Bila seperti itu berarti yang jadi permasalahan bukan lah pada parang nya tetapi siapa yang menggunakan parang tersebut dan di gunakan untuk apa parang yang berada di tangan nya, Bukan kah begitu Kyai?"
Tanya Ali sambil memasukkan al quran kedalam tas nya.
" Tepat sekali dan kali ini kita akan ke villa tua tersebut bukan untuk berhadapan dengan parang nya tetapi dengan pemilik parang tersebut,"
Jawab Kyai Imron sambil mengenakan jaket.
__ADS_1
" Lalu apakah Kyai sudah tahu siapakah pemilik parang tersebut dan bagaimana cara kita meringkus nya agar tidak menimbulkan korban jiwa lagi?"
Tanya Ahmad sambil memakai ikat pinggang.
" Kita serahkan kepada Allah sebab hal ini tidak mungkin terjadi tanpa seijin Allah dan kita akan mengetahui apa sebenarnya tujuan Allah mengijinkan hal ini terjadi di keluarga mereka."
Jawab Kyai Imron diiringi senyum simpul.
Sedangkan Devry setiba nya di rumah segera mendatangi ruang kerja Daniel dengan tujuan mengingatkan Daniel agar tidak mendatangi villa tua itu sebab kondisi di villa sangat membahayakan untuk keselamatan Daniel beserta anak-anak nya namun seperti nya niatan Devry tidak di terima dengan baik oleh Daniel sebab sejak dahulu Daniel tidak pernah mempercayai hal-hal seperti itu.
Maka terjadilah perdebatan anatara Daniel dan Devry di ruang kerja milik Daniel dan pasti nya Daniel tetap memutuskan niat nya untuk berlibur dengan anak nya bukan lain Lia dan juga Soni keponakan nya bukan lain putra dari Devry yang baru berusia 8 tahun saat ini.
" Bang tolong batal kan niat Abang untuk pergi berlibur ke villa itu,"
Ucap Devry setelah membuka pintu ruang kerja Daniel.
" Hey ... Dev ada apa dengan mu, Mengapa tiba-tiba berkata demikian dan masalah nya apa kamu melarang ku pergi?"
Tanya Daniel dengan tatapan bingung melihat ekspresi Devry yang terlihat khawatir.
" Abang ingat kan kejadian 15 tahun yang lalu yang pernah kita alami hingga membuat Abang terluka parah dan Kakak ku harus kehilangan nyawa nya, Apakah Abang ingin mengulangi semua kejadian itu saat ini?"
Jawab Devry yang mencoba mengingatkan Daniel tentang kejadian 15 tahun yang lalu.
" Ya Tuhan Dev, Jadi kamu percaya dengan hal seperti itu dan aku jelaskan pada mu yang harus kamu tahu bahwa Kakak mu meninggal karena terkena serangan jantung bukan karena mahkluk apa lah itu,"
Ucap Daniel diiringi senyum simpul dengan tatapan tidak percaya.
" Bang, Kak Risma tidak memiliki sejarah sakit jantung dan hasil visum yang di keluarkan rumah sakit itu tidak akurat, Aku tidak percaya bahwa Kak Risma meninggalkan karena serangan jantung,"
Jawab Devry dengan penuh emosi berdiri di depan meja kerja Daniel.
" STOP DEV, Cukup jangan racuni pikiran anak-anak dengan alibi mu tentang mahkluk tak kasat mata dan semua mitos-mitos tidak masuk akal logika itu dan pasti nya aku akan tetap membahagiakan anak-anak di banding harus mendengarkan mitos dan alibi mu itu!"
Ucap Daniel yang mulai tersulut emosi nya saat Devry menyinggung kematian Risma.
" Ok bila Abang berkata itu semua mitos dan hanya alibi ku saja lalu apakah Abang lupa dengan sosok yang kita lihat di ruang tamu saat itu?"
Tanya Devry yang terus mencoba menghalangi Daniel untuk pergi.
" Itu semua hanya ilusi Dev, Ayo lah Dev rubah pola pikir dan sudut pandang mu yang lebih percaya dengan hal yang seperti itu,"
Jawab Daniel dengan mencoba merubah pola pikir Devry.
" Sudah cukup aku kehilangan Kak Risma saat itu tapi kali ini tidak akan Abang dan anak-anak mengalami hal serupa, BRAKK!"
Ucap Devry setelah menggebrak meja kerja Daniel lalu menunjuk ke arah Daniel lalu melangkah pergi dari ruang kerja Daniel.
Saat itu Daniel hanya menanggapi nya dengan senyum simpul dan hanya menganggap Devry belum bisa melupakan kejadian tersebut dan mengait-ngait kan meninggal nya Risma dengan kejadian tersebut, Sedangkan dalam benak Daniel hal itu tidak mungkin terjadi kepada Risma sebab saat itu Risma tidak bersama mereka dan jarak antara villa dan rumah Daniel itu cukup jauh di pisahkan dengan lautan jadi hal itu sangat lah tidak masuk akal.
Di sisi lain Devry segera masuk ke kamar nya dan di dapati istri nya sedang menata baju milik Soni yang akan di bawa saat berlibur ke villa bersama Daniel dan Lia, Pasti nya Devry tidak memberikan ijin kepada Soni yang sangat ingin berlibur untuk menghabiskan masa-masa liburan yang lumayan panjang tahun ini, Maka terjadi lagi perdebatan di antara Devry dan Vina bukan lain istri nya.
Sebab selama ini Vina tidak mengetahui sama sekali tentang kejadian 15 tahun yang lalu sebab saat kejadian tersebut Devry dan Vina belum lah menikah dan mereka berdua masih berpacaran otimatis Devry menutupi masalah tersebut dari Vina sebab Devry takut nya akan menimbulkan fitnah di keluarga Vina dan baru kali ini Devry menceritakan kepada Vina kejadian sesungguh nya.
Saat mendengar semua yang di ceritakan Devry seketika bulu kuduk Vina berdiri dan merasa ngeri membayangkan nya dan saat itu setelah Devry menceritakan semua nya lalu ia pun meminta ijin kepada istri nya untuk pergi ke villa itu juga untuk menjaga mereka bertiga dan agar tidak terulang lagu kejadian 15 tahun yang lalu.
Lalu apkah yang akan terjadi kepada mereka semua apakah Pak Susena mampu menyantap jantung Amalia seperti yang di ingin kan sejak 15 tahun yang lalu dan benarkah Daniel tidak merubah keputusan nya kali ini untuk berlibur ke villa tua tersebut dan apa yang akan di lakukan oleh kelima pemuda tersebut setiba nya di villa tua tersebut?
__ADS_1
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.