
Ada beberapa penyakit hati yang sering kali tidak kita sadari akan membawa kita kedalam suatu bencana dalam hidup kita hingga fatal, Kali ini kita akan masuk kedalam pembahasan tentang penyakit hati salah satu nya adalah iri, Penyakit hati ini sangat fatal akibat nya sebab dengan memiliki rasa iri dengan lingkungan kita maka akan menimbulkan asumsi dalam pikiran kita dan saat asumsi berkembang maka jadi lah menghakimi yang sering di sebut dengan fitnah.
Dan kita ketahui bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan, Maka yang terjadi sesungguhnya pada diri Pak Susena yang berawal dari iri kepada I Gusti Ketut Kuma Fima yang bisa mempersunting Nilu Putu maka timbullah sebuah asumsi yang berlebihan dan asumsi yang belum tentu kebenaran nya itu menghasilkan fitnah yang menyebar ke masyarakat bahwa keluarga I Gusti Ketut memiliki ilmu pengleakan hingga menimbulkan banyak nya korban di desa mereka waktu itu.
Bahkan Pak Susena dengan tega menghabisi kedua orang tua nya dengan ilmu pangleakan dan mengatakan bahwa yang menghabisi kedua orang tua nya adalah I Gusti Ketut, Sedang kan keluarga I Gusti Ketut tidak mengenal sama sekali tentang ilmu pangleakan yang di miliki secara turun temurun bukan hanya sekedar mencari atau berguru saja.
Dan dengan tega nya juga Pak Susena demi meyakinkan masyarakat bahwa I Gusti Ketut memiliki ilmu pangleakan maka ia pun merubah wujud I Gusti Ketut menjadi sesosok leak yang menyeramkan bagi warga sekitar yang bisa melihat nya dan hal itu di lakukan Pak Susena hanya karena perasaan iri nya kepada I Gusti Ketut.
Lalu apakah tindakan yang akan di lakukan oleh I Gusti Ketut untuk mengatasi manusia yang memiliki rasa iri yang berlebihan kepada nya apakah I Gusti Ketut akan menewaskan nya hari ini juga atau kah I Gusti Ketut memiliki jiwa yang bijak dan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan bahwa ia tidak lah sama derajat nya dengan Pak Susena?
Malam ini kondisi semakin tidak kondusif di saat Pak Susena mendengar teriakan yang berasal dari dalam rumah nya dan ternyata Daniel, Devry dan sopir rental berteriak bukan karena melihat jasad Nilu Wulan yang meninggal dengan tragis melainkan mereka bertiga melihat sosok I Gusti Ketut yang sudah berada di ruang tamu rumah Pak Susena saat itu.
Alhasil Pak Susena mengetahui keberadaan mereka bertiga di dalam rumah nya dan pikir Pak Susena mereka bertiga melihat jasad Nilu Wulan yang berada di dalam kamar namun tidak seperti itu ada nya dan niatan jahat Pak Susena mampu di hentikan oleh I Gusti Ketut saat itu meski telapak tangan I Gusti Ketut harus terbakar karena menahan cambuk cemeti yang di ayunkan Pak Susena.
" Susena sadar lah dan hentikan niat buruk mu, Mau berapa orang lagi yang akan kamu korban kan?"
Tanya I Gusti Ketut sambil menahan cambuk cemeti Pak Susena.
" LEPASKAN KETUT JANGAN TAHAN AKU UNTUK MENGHABISI MEREKA!"
Jawab Pak Susena dengan nada tinggi dan mata terbelalak.
" Tidak akan ku lepaskan, Aku rela hancur terkena cemeti mu asal cucuku tetap hidup Susena!"
Ucap I Gusti Ketut mencoba menahan cemeti Pak Susena yang mulai membakar lengan nya.
" Ini pilihan mu sendiri untuk hancur Ketut maka jangan salahkan aku bila diri mu akan lebur dan tidak bisa reinkarnasi!"
Jawab Pak Susena dengan nada geram.
Malam itu terjadi pertarungan antara I Gusti Ketut dan Pak Susena yang lumayan sengit hingga masyarakat sekitar pun bertanya-tanya ada apa sebenarnya yang sedang terjadi di rumah Pak Susena malam ini dan mengapa rumah nya terlihat sangat bersinar seperti ada kobaran api yang sangat besar dan pasti nya masyarakat berfikir bahwa di rumah Pak Susena sedang terjadi kebakaran.
Maka berbondong-bondong lah warga mendatangi rumah Pak Susena yang niat awal nya untuk membantu memadamkan api namun setiba nya di rumah Pak Susena mereka semua terbelalak menyaksikan pertarungan antara I Gusti Ketut dan Pak Susena yang lumayan sengit, Sedangkan Wiyasa dan Wisesa malam itu telah tiba di rumah nya Risma dan memberitahukan kejadian di villa tua.
" Ris aku pikir kamu sudah tidur ini tadi?"
Tanya Wisesa dengan tatapan yang khawatir berdiri di belakang Risma.
" Aku tidak bisa tidur perasaan ku tidak enak dan lagi Lia sedang rewel jadi aku semakin khawatir dengan suami dan adik ku di sana,"
Jawab Risma sambil berdiri menghadap jendela tanpa menoleh ke arah Wisesa.
" Apa yang sebenarnya terjadi mengapa wajah kalian berdua gugup seperti itu?"
Tanya Ayu yang sedang duduk di sisi ranjang Risma.
" Susena membunuh lagi,"
Jawab Wiyasa dengan ekspresi wajah sedih.
" APA ORANG GILA ITU MEMBUNUH LAGI, SIAPA YANG DIA BUNUH SAAT INI, JANGAN KATAKAN BAHWA KORBAN NYA SUAMI DAN ADIK KU!"
Teriak Risma yang merasa terkejut dengan perkataan Wiyasa.
" Bukan mereka berdua tetapi Nilu Wulan yang dihabisi oleh nya dan jantung nya di ambil untuk persembahan mahkluk gaib yang mau menjalan kan perintah nya untuk menghabisi mu dan suami mu,"
Jawab Wiyasa dengan nada dan ekspresi wajah sedih.
__ADS_1
" Sungguh biadab kamu Susena, Sampai-sampai istri mu sendiri kau tumbal kan demi terwujud nya keinginan mu yang jahanam itu!"
Ucap Ayu dengan tatapan mata berkaca-kaca mendengar berita dari Wiyasa.
" Lekas lah kita bertindak saat ini sebab saat ini I Gusti Ketut sedang duel dengan Susena, Aku khawatir terjadi sesuatu kepada I Gusti Ketut,"
Jawab Wisesa yang terlihat semakin panik.
" Lalu apa yang bisa kita lakukan, Kalau pun kita harus pergi kesana itu sangat tidak mungkin sebab membutuhkan waktu yang cukup lama."
Ucap Risma sambil mencoba menjelaskan kepada Wisesa.
Kemudian mereka diam sejenak untuk berfikir bagaimana cara nya agar bisa membantu I Gusti Ketut saat ini yang sedang berduel dengan Pak Susena yang sudah hilang akal sehat nya dan akan mengorbankan siapa pun bila ia merasa terancam keselamatan nya, Kemudian Nilu Putu datang menemui mereka berempat yang berada di kamar tidur milik Risma.
" Jangan terlalu lama berfikir saat ini keselamatan Daniel dan Devry sedang terancam,"
Ucap Nilu Putu yang berdiri tepat di depan pintu kanar Risma.
" Nenek, Tapi apa yang bisa kita lakukan Nek sedangkan posisi kita jauh dan tidak mungkin aku pergi kesana untuk menolong mereka?"
Tanya Risma dengan tatapan panik.
" Pasti nya kamu masih ingat bagaimana cara mu melepas kan ikatan rantai mantra yang sudah mengikat ku dan suami ku saat itu, Maka lakukan juga hal yang sama saat ini Ris,"
Jawab Nilu Putu diiringi dengan senyum ramah.
" Iya benar doa, Doa orang benar besar kuasa nya."
Ucap Risma sambil segera mengambil kitab suci nya lalu segera memulai doa nya meminta bantuan Tuhan.
Saat Risma sedang berdoa, Posisi Daniel, Devry dan sopir rental mulai tersadar dan saat itu mereka baru menyadari posisi mereka berada di kamar Nilu Wulan dan otomatis mata mereka bertiga terbelalak dan saling menatap sebab indra penciuman mereka bertiga mencium aroma amis darah yang sangat pekat dan mata mereka pun melihat darah yang lumayan banyak tercecer di lantai.
Tanya Devry yang baru tersadar dari pingsan nya.
" Apa kita masuk kedalam dimensi lain ya, Kok pemandangan nya seram begini?"
Imbuh sopir rental sambil mengelus tengkuk nya.
" Aku tidak tahu saat ini kita di mana namun yang pasti terakhir kita berada di ruang tamu rumah Pak Susena, Apakah ini kamar tidur milik Pak Susena?"
Jawab Daniel yang kembali bertanya sambil mencoba bangkit berdiri.
" Kita harus segera mencari jalan keluar dari sini Bang sebelum keadaan semakin kacau,"
Ucap Devry yang segera bangkit dari duduk nya.
" Itu jalan keluar, Kenapa harus di cari lagi?"
Tanya sopir rental sambil menunjuk ke arah sebuah pintu di hadapan nya.
" Susah ya kalau ngajak berbicara dengan orang yang ideologi nya dangkal, Lebih aman kalau kamu diam sebelum aku buat santapan mahkluk tak kasat mata di balik pintu itu."
Jawab Devry diiringi senyum namun dengan nada ucapan yang kesal kepada sopir rental.
Saat itu di balik pintu terdengar suara yang lumayan bising begitu banyak suara barang-barang yang jatuh dan menabrak pintu kamar tersebut dan pasti nya mereka bertiga merasa semakin panik dan penasaran apa yang sebenarnya terjadi di luar sana namun mereka pun ada rasa takut untuk membuka pintu kamar tersebut sebab mereka bertiga masih teringat sosok yang di lihat waktu baru masuk ke rumah Pak Susena bukan lain sosok leak yang menyeramkan.
" Tuan apa yang harus kita lakukan saat ini?"
__ADS_1
Tanya sopir rental yang terlihat semakin ketakutan.
" Berdoa saja kamu agar itu setan tidak makan kamu malam ini, Lepas kan tangan mu risih tahu,"
Jawab Devry sambil melirik sinis ke arah sopir rental.
" Memang nya situ tidak takut apa, Sok berani padahal pipis saja minta di antar,"
Ucap sopir rental yang masih memegang lengan Devry dengan erat.
" Tidak usah bongkar aib ya, Kamu saja juga penakut bukti nya itu tadi pingsan melihat sosok hantu nya,"
Jawab Devry sambil menunjuk ke arah sopir rental yang memegang erat lengan Devry.
" Kalian berdua bisa diam tidak, Lebih baik kalian berdua bantu aku membongkar jendela ini agar kita bisa keluar dari sini."
Ucap Daniel dengan ekspresi wajah sebal.
Lalu mereka bertiga pun mencoba membuka sebuah daun jendela yang mereka pikir adalah itu jendela yang bisa membuat mereka bertiga lepas dari rumah Pak Susena namun ternyata yang awal nya mereka berfikir itu daun jendela ternyata bukan lah daun jendela melainkan sebuah pintu yang menghubungkan ke sebuah tempat ritual.
Mereka bertiga sangat terkejut saat melihat ada sebuah lorong yang lumayan gelap di hadapan nya dan rasa penasaran mereka bertiga pun semakin kuat hingga menuntun langkah mereka untuk menyusuri lorong yang sempit hanya cukup satu orang yang berjalan, pengap dan gelap membuat mereka bertiga semakin penasaran ada apa di ujung sana dan ruangan apa sebenarnya itu.
" Ini ruang an apa dan mengapa gelap sekali ruangan ini?"
Tanya Daniel sambil menyusuri lorong sempit yang di lalui nya.
" Sudah ayo kita kembali saja dari pada nanti malah kita mati konyol di ruangan ini,"
Jawwb sopir rental dengan nada yang semakin ketakutan.
" Dasar penakut baru lihat yang gelap-gelap, Memang nya masa depan mu tidak gelap apa?"
Tanya Devry yang melanjutkan langkah nya mengikuti Daniel dan sopir rental.
Akhir nya mereka sampai juga di ujung lorong yang ternyata di ujung lorong tersebut ada sebuah ruangan yang berukuran 3x4 dan di sana ada sebuah meja yang lumayan besar dan di atas nya ada sesaji dan peralatan untuk sebuah ritual suatu sekte yang pasti nya agama apa pun tidak melakukan ritual yang menyimpang tersebut.
Bahkan di sisi tembok ruangan tersebut terpajang jelas tengkorak kepala manusia yang tertata rapi juga tercium sangat menyengat aroma yang lumayan wangi hingga membuat kepala sakit bagi yang pertama kali mencium aroma wangi tersebut dan tanpa di sadari Devry menyalakan korek api yang di bawa nya untuk memperjelas pandangan nya.
Namun ternyata di ruangan tersebut ada sebuah pantangan untuk menyalakan api atau cahaya apa pun sebab bila ada cahaya maka semua leak yang berada di ruangan tersebut akan bangkit dan pasti nya akan menimbulkan banyak nya korban jiwa sebab sesungguhnya ruangan itu adalah tempat penyimpan roh leak yang menjadi pengikut ilmu Pak Susena selama ini dalami.
" ABANG ADA GEMPA AYO KITA LARI KELUAR DARI SINI SEBELUM KITA TERTIMBUN BANGUNAN INI!"
Teriak Devry sambil menarik baju Daniel yang masih sibuk mengamati sesaji yang ada di atas meja.
" BENAR AYO KITA LARI!"
Timpal sopir rental yang segera membalikkan badan dan berlari menuju lorong sempit.
" Eh ... tunggu sebentar itu tadi apa yang ada di dalam mangkok tanah?"
Tanya Daniel yang seperti nya masih penasaran dengan sesaji di atas meja.
Namun belum sempat Daniel melihat nya sudah di tarik oleh Devry dan mau tidak mau Daniel mengikuti langkah mereka berdua yang berusaha lepas dari ruangan itu, Bersamaan mereka keluar dari ruangan itu maka keluar juga roh yang sudah di kurung selama puluhan tahun oleh Pak Susena di ruangan gelap tersebut.
Alhasil roh yang baru saja terlepas itu melihat masyarakat yang berkerumun maka segeralah roh leak menyerang masyarakat dan memakan mereka satu persatu hingga tidak tersisa dan sepertinya hal itu tidak di ketahui oleh Pak Susena yang sedang berduel dengan I Gusti Ketut saat itu.
Lalu apakah yang akan terjadi dengan masyarakat setempat yang mati di makan oleh leak yang baru saja terlepas dan apakah Pak Susena mampu mengatasi semua itu dan mengembalikan roh leak itu di tempat nya dan bagaimana dengan Daniel, Devry dan sopir rental apakah mereka juga menjadi santapan roh leak yang baru saja terlepas?
__ADS_1
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.