PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 26 . KEJUJURAN YANG DI BUTUHKAN


__ADS_3

Terkadang orang sangat susah untuk mengatakan sebuah kejujuran dengan berbagai pertimbangan dan kemungkinan yang bisa jadi akan merugikan secara pribadi dan ada juga orang yang sengaja menutupi sebuah kejujuran karena demi keselamatan nyawa dan juga harga diri nya, Jadi inti dari kebohongan itu banyak faktor yang merujuk kepada kepentingan pribadi.


Sama hal nya dengan yang terjadi kepada Pak Susena yang selama puluhan tahun menyembunyikan sebuah kebenaran bahwa sesungguhnya nya ia lah yang memiliki rencana pembantaian keluarga I Gusti Ketut Kuma Fima yang di lakukan oleh masyarakat meski rencana awal nya hanya I Gusti Ketut saja yang akan di bunuh namun kenyataan berkata lain.


Ternyata malam itu yang terkena amuk masyarakat semua keluarga I Gusti Ketut bukan lain istri dan kelima anak nya dan yang mampu terselamatkan oleh Nilu Wulan malam itu hanyalah Teresa dan saat ini lah waktu nya Teresa mengetahui kisah sesungguhnya di malam tragedi pembantaian seluruh keluarga I Gusti Ketut yang dalang nya adalah Pak Susena.


Malam ini Teresa dan Carlos sedang menyiapkan beberapa baju untuk di bawa ke villa tua tersebut pasti nya dengan tujuan untuk mengungkap misteri sosok pembawa rantai yang wujud nya sangat menyeramkan seperti yang di ceritakan Daniel dan Risma, Sedangkan Risma setelah meletakkan Lia di ranjang nya.


Kemana pergi nya Wiyasa, Wisesa dan Ayu bukan kah mereka biasa nya senang bermain di kamar nya Lia tapi malam ini kemana mereka bertiga apakah mereka marah sebab aku tegur tidak boleh iseng dengan yang lain ataukah mereka sedang berada di villa tua itu?


Bergumam lah dalam hati Risma sambil sesekali melihat ke sekeliling nya lalu menutup kelambu ranjang Lia kemudian Risma melangkah keluar dari kamar Lia dengan perlahan menutup pintu kamar nya agar Lia tidak terkejut dan terbangun dari tidur nya, Kemudian Risma sambil merapikan ikat rambut nya berjalan menuju dapur untuk mengambil buah di lemari es.


Seperti nya kali ini Risma yang di kejut kan oleh ulah Mimin asisten rumah tangga yang muncul tiba-tiba di saat Risma menutup pintu lemari es, Siapa pun yang melihat penampakan Mimin malam itu pasti terkejut sebab Mimin tiba-tiba berdiri di sisi lemari es dengan rambut yang acak-acakan dan wajah yang putih karena sedang menggunakan masker bengkoang.


" AAA ... KUNTILANAK COPOT KAMU KAN!"


Teriak Risma sambil melemparkan buah apel tepat di wajah Mimin.


" AOOO ... Nyonya ini saya Mimin bukan kuntilanak copot,"


Ucap Mimin sambil mengelus hidung nya yang terasa sakit terkena lemparan buah apel.


" MIMIN, Sedang apa kamu berdiri di situ buat aku kaget saja deh!"


Jawab Risma dengan wajah yang lumayan kaget.


" Saya mau mengambil air minum Nyonya lalu Nyonya sendiri sedang apa malam-malam di dapur?"


Tanya Mimin sambil masih mengelus hidung nya.


" Aku lapar maka nya ke dapur untuk mengambil buah, Ya sudah sana Min aku mau ke kamar,"


Jawab Risma sambil melirik ke arah Mimin dan sesekali bergidik.


" Iya Nyonya, Perasaan satu hari ini aku di kira kuntilanak dua kali apa jangan-jangan aku punya bakat jadi kuntilanak, Besok pagi cari ah tempat audisi jadi kuntilanak siapa tahu bisa merubah nasib berawal dari jadi kuntilanak."


Ucap Mimin lirih sambil menuangkan air kedalam gelas sambil sesekali senyum sendiri di dapur.


Sedangkan Risma berada di ruang keluarga sambil menghadap kearah taman kecil yang berada di sisi rumah dan sesekali menikmati buah apel di tangan nya saat itu Wisesa dan Ayu menghampiri Risma sebab merasa aneh melihat Risma yang belum beristirahat.


" Ris belum tidur kamu?"


Tanya Ayu yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Risma.


" Belum bisa tidur aku, Kalian dari mana?"


Jawab Risma sambil membalikkan tubuh ke arah Ayu dan Wisesa.


" Kami baru pulang dari berjalan-jalan berkeliling komplek ini, Kamu pasti lapar ya jadi tidak bisa tidur Ris?"


Ucap Wisesa yang berbalik bertanya kepada Risma.


" Bukan masalah lapar tetapi aku sedang memikirkan mengenai kejadian di villa tua itu,"

__ADS_1


Jawab Risma sambil berjalan menuju sofa di hadapan nya.


" Apa lagi yang kamu pikirkan Ris, Semua sudah jelas kan bahwa dalang dari semua ini adalah Pak Susena?"


Tanya Wisesa yang berjalan mengikuti Risma.


" Iya memang aku tahu mengenai hal itu hanya saja yang jadi masalah Pak Susena mau mengakui semua nya di hadapan Mama dan Papa atau tidak,"


Jawab Risma sambil melanjutkan menikmati apel.


" Semoga saja Ayah ku mau mengakui semua nya agar pembalasan dendam ini tidak berkepanjangan Ris,"


Ucap Ayu dengan wajah sedih menatap wajah Risma.


" Iya semoga saja, Ya sudah aku ke kamar dahulu untuk beristirahat."


Jawab Risma lalu bangkit dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya menuju anak tangga menuju kamar nya.


Kemudian Wisesa dan Ayu pun berjalan menuju anak tangga untuk menuju kamar Lia untuk menjaga Lia yang sedang tertidur lelap di ranjang nya sedangkan Mimin masih saja berandai-andai menjadi bintang film pemeran kuntilanak sedangkan Pak Suta masih saja berfikir dengan hal yang bagi nya aneh sebab Pak Suta meyakini bahwa tadi yang di masukkan kedalam ember itu kuntilanak tetapi mengapa bisa berubah menjadi Mimin wanita pujaan hati nya selama ini.


Malam pun berlalu dan sang fajar pun sudah tersenyum menyapa seluruh isi bumi dan pasti nya seisi rumah Daniel sudah bangun pagi ini, Saat ini Teresa dan Carlos sedang sarapan pagi di meja makan bersama dengan Daniel dan seperti nya terjadi adu argumen di meja makan pagi ini antara Teresa, Carlos dan Daniel.


" Daniel, Nanti jam 9 Mama dan Papa akan ke bandara kamu sesekali datang ke kantor Mama dan Papa ya sebab kami tidak tahu akan berapa lama di sana,"


Ucap Teresa sambil menikmati roti bakar keju di hadapan nya.


" Benar Daniel dan jangan lupa save beberapa berkas yang di kirim klien Papa,"


Imbuh Carlos sambil menikmati sup di hadapan nya.


Tanya Daniel dengan tatapan bingung bergantian memandang ke arah Teresa dan Carlos yang duduk di hadapan nya.


" Apakah hanya kamu yang boleh honeymoon, Seperti nya kita juga ingin melakukan nya, Bukan kah begitu Ma?"


Jawab Carlos menggoda Daniel sambil diiringi senyum simpul memegang telapak tangan Teresa yang duduk di samping nya.


" Oh my good ... jadi kalian berdua ingin honeymoon ok lah aku tidak akan mengganggu tapi beri tahu aku akan pergi honeymoon kemana?"


Tanya Daniel sambil senyum melirik ke arah Papa dan Mama nya.


" Ke villa,"


Jawab Carlos dan Teresa yang bersamaan.


" Mama, Papa yakin akan honeymoon kesana?"


Tanya Daniel dengan tatapan mata serius dan menghentikan kudapan nya sejenak.


Kemudian mereka berdua pun mengangguk bersamaan menandakan bahwa memang benar akan pergi ke villa tua tersebut namun bukan dengan tujuan untuk honeymoon melainkan untuk mencari sebuah kebenaran mengenai kejadian yang sudah terpendam selama puluhan tahun yang lalu, Saat melihat hal itu Daniel bertekat untuk ikut serta dengan kedua orang tua nya namun di larang oleh Teresa dan Carlos.


Dengan alasan bagaimana dengan Risma dan Lia bila Daniel ikut ke villa tersebut sebab tidak mungkin kan Lia yang baru berusia beberapa hari di bawa ke villa dan akhir nya Daniel pun mengikuti saran dan anjuran dari Mama dan Papa nya sedangkan di kamar Lia antara Ayu dan Risma sedang berebut untuk memandikan Lia pagi ini.


" Ayu jangan ceroboh kamu belum pernah memiliki anak ok, Jadi biar aku saja yang memandikan Lia,"

__ADS_1


Ucap Risma sambil mendekati putri nya.


" Memang nya kamu sudah pernah memiliki anak apa sebenarnya nya Ris?"


Tanya Ayu dengan tatapan serius.


" Ya memang belum tapi kan aku sering melihat Ibu ku dahulu waktu memandikan Adik ku Yu,"


Jawab Risma sambil membuka baju bayi nya.


" Lalu aku harus belajar memandikan siapa coba Ris?"


Tanya Ayu dengan ekspresi wajah sedih.


Kemudian tatapan Ayu dan Risma tertuju kepada Wisesa yang sedang memainkan air di dalam bak yang sudah di sediakan oleh nya, Seketika saat Wisesa menyadari bahwa diri nya akan di jadikan kelinci percobaan nya Ayu untuk dimandikan tanpa ada kata yang terucap segeralah Wisesa berlari tunggang langgang menghindar dari kejaran Ayu.


Saat itu Risma hanya mampu tersenyum melihat ulah Ayu dan Wisesa yang berlari kejar-kejaran mengitari kamar Lia, Sedangkan Teresa dan Carlos sedang menuju ke kamar Lia untuk berpamitan kepada Risma dan Lia sebab mereka akan pergi ke villa tua tersebut untuk mencari sebuah kebenaran yang selama ini telah terkubur dalam-dalam.


Untung nya disaat Teresa dan Carlos masuk kedalam kamar Lia posisi Wisesa dan Ayu sedang berada di taman dekat kolam renang masih bermain kejar-kejaran bila tidak bisa jadi Teresa akan berteriak histeris karena di kamar cucu nya membuat kegaduhan, Di saat Teresa berpamitan kepada Risma awal nya Risma lumayan terkejut namun setelah di jelaskan oleh Teresa baru Risma memahami nya.


Setelah itu Risma dan Daniel pun mengantarkan Teresa dan Carlos sampai teras depan dan setelah mereka pergi di susul oleh Daniel yang harus pergi ke kantor bersama Pak Suta, Tinggallah Risma dan Mimin di rumah yang lumayan megah dan luas itu, Sedangkan waktu terus berjalan dan tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang waktu setempat.


Saat ini Teresa dan Carlos sudah tiba di villa tua tersebut dan pasti nya kedatangan mereka berdua lumayan membuat Pak Susena terkejut sebab biasa nya saat mereka akan datang ke villa pasti memberi kabar terlebih dahulu namun saat ini mereka tanpa memberi informasi terlebih dahulu tiba-tiba datang ke villa tersebut dan hal itu membuat Pak Susena curiga.


Ada apa mereka berdua tiba-tiba datang kemari tanpa memberi tahu terlebih dahulu, Apakah kedatangan mereka ada sangkut pautnya dengan masalah terlepas nya rantai I Gusti Ketut atau kah mereka memang hanya ingin berlibur saja?


Bergumam lah dalam hati Pak Susena yang melihat kedatangan mereka berdua dari balik kelambu jendela di ruang tamu villa tersebut, Kemudian segeralah Pak Susena membuka pintu dan menyambut kedatangan Teresa dan Carlos di villa tersebut dan Pak Susena berpura-pura lugu tidak mengetahui apa pun yang sudah terjadi di villa yang telah di jaga nya.


" Non Teresa dan Tuan Carlos selamat datang, Mengapa tidak memberi kabar terlebih dahulu agar saya bisa mempersiapkan semua nya,"


Ucap Pak Susena dengan diiringi senyum misterius.


" Tidak Pak Susena kami berdua memang sengaja membuat surprise untuk Pak Susena dengan cara tidak memberi tahu kedatangan kami kemari,"


Jawab Carlos sambil memeluk tubuh Teresa yang berdiri di samping nya.


" Tuan Carlos bisa saja kalau bercanda, Mari masuk saya bawakan tas nya Tuan,"


Ucap Pak Susena diiringi senyum simpul.


" Pak Susena tolong ambil kan kunci kamar yang berada di dekat ruang makan ya,"


Ucap Teresa diiringi senyum sinis kepada Pak Susena.


" Iya Non tapi nanti saya cari dahulu ya sebab saya lupa meletakkan nya di mana."


Jawab Pak Susena sambil melangkah menaiki anak tangga menuju kamar atas untuk meletakkan koper.


Seperti nya saat itu Pak Susena sudah memiliki firasat bahwa sebenar nya kedatangan mereka untuk mencari bukti mengenai kejadian bebarapa puluh tahun yang lalu dan pasti nya saat ini Pak Susena sedang memutar otak bagaimana cara nya menghindar dari semua pertanyaan tersebut sedangkan saat ini Teresa bukan lah anak kecil lagi yang bisa di bohongi dengan kata tidak mengetahui kejadian sebenar nya.


Lalu apakah yang akan di lakukan Pak Susena untuk menghindar dari Teresa dan Carlos sedangkan saat ini kondisi Pak Susena sedang terhimpit dan tidak bisa berkelit lagi, Lalu apakah Teresa dan Carlos akan menjebloskan Pak Susena ke penjara bila Pak Susena berkata jujur ataukah ada tindakan lain yang akan di lakukan Teresa dan Carlos kepada Pak Susena?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

__ADS_1



__ADS_2