PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 44 . PERBUATAN DAN HASIL


__ADS_3

Sering kali kita mendengar bahwa hasil tidak akan menghianati sebuah usaha dari kalimat tersebut bisa kita petik sebuah kesimpulan bahwa hidup ini bagaikan sebuah bumerang, Semua yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri bila perbuatan kita benar maka hasil nya akan baik kepada diri kita namun bila perbuatan kita buruk maka hasil yang kita terima adalah penderitaan.


Begitu juga yang saat ini di alami oleh Pak Susena, ia selama ini sudah melakukan banyak keburukan demi tercapai keinginan nya untuk balas dendam kepada I Gusti Ketut Kuma Fima tetapi imbas ambisi nya tersebut membawa nya semakin terperosok semakin dalam rasa penderitaan nya dan bila sudah seperti itu mampukah ia untuk terlepas dari jeratan maut yang setiap detik mengintai nya.


Pagi ini Daniel, Amalia dan Soni telah tiba di villa tua tersebut pasti nya Pak Susena menyambut kedatangan mereka bertiga dengan berpura-pura baik sedangkan di hati kecil nya sudah mengincar jantung Amalia yang selama 15 tahun di idam-idam kan oleh nya, Namun sikap Pak Susena tersebut sudah di baca oleh Amalia jauh sebelum bertatap muka dengan Pak Susena.


" Tuan Daniel bagaimana kabar anda saat ini sudah cukup lama kita tidak berjumpa?"


Tanya Pak Susena sambil sesekali melirik ke arah Amalia dan Soni.


" Saya baik-baik saja Pak Susena dan perkenalkan dua anak saya yang ingin berlibur di villa ini Pak,"


Jawab Daniel sambil merangkul pundak Amalia dan Soni yang berada di samping nya.


" Pa ... aku ingin mandi sebab merasa gerah sekali hari ini,"


Ucap Amalia tanpa menerima tangan Pak Susena yang ingin menjabat tangan nya.


" Baik lah, Lia kamar mu di atas dekat tangga dan Soni tidur dengan Papa ok."


Jawab Daniel yang sedikit terkejut dengan sikap Amalia kepada Pak Susena saat itu.


Kemudian Amalia pun melangkah kan kaki nya masuk kedalam villa tua itu tanpa menghiraukan Pak Susena yang tatapan nya tidak terlepas dari nya sedangkan saat itu Soni merasa tidak nyaman dengan kehadiran Pak Susena yang di pandangan nya sedikit aneh dan misterius bagi Soni, Pasti nya Soni menanyakan kepada Daniel siapa Pak Susena sebenarnya dan mengapa begitu aneh.


" Pa siapa orang itu tadi?"


Tanya Soni sambil melangkahkan kaki nya mengikuti Daniel.


" Dia Pak Susena penunggu villa ini sejak dahulu, Memang ada apa dengan nya?"


Jawab Daniel sambil membuka pintu kamar nya.


" Aku tidak suka dengan nya Pa dan pasti nya Kak Lia juga tidak menyukai nya,"


Ucap Soni yang mengikuti langkah Daniel masuk kedalam kamar nya.


" Boleh Papa tahu apa yang membuat mu tidak suka dengan orang yang baru pertama kamu lihat sedangkan kamu tidak mengenal nya sama sekali?"


Tanya Daniel sambil duduk di sisi ranjang nya.


" Aku tidak suka dengan cara nya melihat Kak Lia itu tadi Pa, Bagi ku itu Kakek misterius dan pasti jahat,"


Jawab Soni dengan nada polos nya.


" Soni, Papa tidak pernah mengajarkan pada mu untuk berburuk sangka kepada siapa pun dan ingat Tuhan tidak suka dengan hal seperti itu ok sayang."


Ucap Daniel mencoba menepis pikiran negatif dari Soni sambil memeluk dan mencium pipi Soni.


Begitulah kedekatan antara Daniel dan Soni keponakan nya selama ini, Daniel tidak pernah membeda-beda kan kasih sayang nya kepada Amalia dan Soni sebab Daniel berfikir demikian maka Devry dan Vina pun akan memperlakukan hal tersebut kepada Amalia dan memang benar Devry dan Vina sangat menyayangi Amalia seperti putri nya sendiri.


Sedangkan di sisi lain ada kelima pemuda bersama Devry dan Samsul yang seperti nya masih harus menempuh perjalanan yang tiada berujung dan pasti nya hal tersebut membuat Devry, Samsul dan beberapa orang lain nya merasa lelah sebab mengapa rute yang mereka tempuh terasa sangat jauh dan begitu banyak hal yang merintangi jalan mereka untuk tiba di villa tua tersebut.


" Ini pasti ulah si tua bangka tidak tahu diri itu, Masak dari jam berapa hingga jam berapa kita masih saja berputar di laut ini!"


Umpat Devry dengan nada emosi.


" Benar Dev, Aku juga berpikir begitu bagaimana mungkin kita tidak sampai-sampai di dermaga sedangkan jarak tempuh biasa nya hanya memakan waktu 1 jam sampai dermaga,"


Timpal Samsul yang penuh emosi.

__ADS_1


Namun berbeda dengan tanggapan Kyai Imron yang sudah mengetahui hal yang terjadi sebenar nya dan Kyai Imron mencoba menenangkan semua nya agar tidak terbawa emosi sebab memang hal itu lah pekerjaan iblis yang selalu menyulut emosi seseorang hingga hilang lah ketenangan dan kedamaian dalam hati nya manusia tersebut.


" Ada apa dengan kalian berdua, Mengapa ku lihat sedari tadi menggerutu seperti itu?"


Tanya Kyai Imron diiringi senyum tenang.


" Bagaimana tidak emosi kita sudah berapa jam berada di tengah lautan seperti ini, Memang nya tidak panas apa di jemur di tengah laut di pikir kita ikan asin yang harus di jemur!"


Jawab Devry penuh emosi sambil duduk di samping Kyai Imron.


" Biar kan dia yang masuk kedalam neraka karena perbuatan nya dan jangan lah kamu ikut turut masuk kedalam neraka itu agar kamu tidak menderita sobat,"


Ucap Kyai Imron diiringi dengan senyum tenang kepada Devry.


" Maksud nya Kyai aku harus memaafkan si tua bangka itu?"


Tanya Devry dengan tatapan serius.


" Benar maaf kan dia dan lepas semua kan semua dendam mu, Sebab dendam mu itu lah yang akan membuat mu hancur,"


Jawab Kyai Imron sambil memberikan roti kepada Devry.


" Lalu bagaimana dengan sumpah ku kepada almarhum Kakak ku bila aku memaafkan dia?"


Tanya Devry sambil menerima roti pemberian Kyai Imron.


" Membalas dendam itu salah tapi memberikan keadilan kepada seseorang itulah hasil dari setiap perbuatan nya."


Jawab Kyai Imron sambil bangkit berdiri menepuk pundak Devry yang terlihat masih berfikir mengenai ucapan Kyai Imron.


Tidak lama kemudian kapal boot yang mereka sewa pun mengarah ke sebuah dermaga yang berada di seberang lautan tersebut dan hanya hitungan sekitar 45 menit mereka pun sampai di dermaga tersebut, Sedangkan Pak Susena sudah di sibukkan dengan harapan nya untuk segera mendapat kan jantung Amalia hingga ia lupa dengan kehadiran kelima pemuda bersama Devry dan Samsul.


" Ayu di mana sebenar nya orang gila itu menyekap Mama dan Buyut ku, Apakah kamu mengetahui?"


Tanya Lia sambil duduk di atas ranjang tidur nya.


" Iya kami bertiga tahu di mana Mama dan Buyut mu di rantai dengan mantra, Tepat nya di ruangan dekat meja makan dan ruangan tersebut terhubung dengan kamar Papa mu Lia,"


Jawab Ayu sambil berdiri di ujung ranjang tidur bersama Wisesa dan Wiyasa.


" Lalu bagaimana cara ku agar bisa masuk ke ruangan itu, Apakah ada pintu di ruang makan itu untuk menuju kamar itu atau kah harus melalui kamar Papa?"


Tanya Lia sambil memeluk boneka kesayangan nya.


" Bila kamu melalui pintu yang berada di ruang makan maka harus menggeser lemari hias yang cukup berat itu dan pasti nya hal itu membuat Papa mu curiga bukan?"


Jawab Wisesa yang berbalik bertanya kepada Lia.


" Begitu juga kalau kamu masuk ke ruangan itu melalui pintu di lantai kamar Papa mu hal itu semakin memicu rasa curiga Soni dan Papa mu,"


Ucap Wiyasa dengan tatapan bergantian ke Lia dan Ayu yang berdiri di samping nya.


" Benar yang kamu katakan kita tidak bisa masuk ke ruangan itu dengan mudah selain berurusan dengan Papa dan Soni pasti nya orang gila itu menghalangi niat ku dengan berbagai cara."


Jawab Lia dengan raut wajah serius.


Sejenak mereka berfikir bagaimana cara nya untuk bisa masuk kedalam ruangan tersebut tanpa harus berurusan dengan Daniel dan Soni sebab Lia faham betul watak Daniel dan Soni yang sangat mengedepankan logika nya dan tidak pernah percaya dengan mahkluk tak kasat mata dan hal itu lah yang membuat Lia lebih memilih diam dan berfikir sendiri untuk mencari solusi masalah itu.


Sedangkan saat ini kelima pemuda tersebut bersama Devry dan Samsul sudah tiba di dermaga dan melanjutkan perjalanan nya untuk menyusuri hutan pinus dan kebun kelapa milik I Gusti Ketut yang cukup luas dan saat itu Devry dan Samsul memperkirakan bahwa mereka akan tiba di villa tua itu saat matahari tenggelam dan mereka berharap tidak menemui kendala lagi saat melalui hutan pinus sebab mereka pernah mengalami tiba-tiba mobil rental yang di gunakan mogok.

__ADS_1


" Sul semoga saja nanti waktu kita melewati hutan pinus itu mobil nya tidak mogok seperti waktu itu,"


Ucap Devry dengan tatapan fokus ke depan.


" Iya benar, Kamu masih ingat saja kejadian itu sedangkan aku sudah melupakan nya Dev,"


Jawab Samsul diiringi senyum simpul.


" Lalu kamu jawab iya benar yang benar apa kalau kamu sudah melupakan hal itu Sul?"


Tanya Devry dengan tatapan bingung menoleh ke arah Samsul.


" Maksud ku iya benar jangan sampai mogok mobil nya kalau sampai mogok nanti kita bermalam di hutan pinus, Itu maksud ku Dev,"


Jawab Samsul yang mencoba membela diri.


" Dasar bos bajai bisa saja ngeles nya."


Ucap Devry dengan tatapan sebal kepada Samsul.


Sedangkan Kyai Imron bersama ke empat murid nya hanya tersenyum melihat ulah mereka berdua yang tidak pernah sejalan pola pikir nya, Sepanjang perjalanan Kyai Imron dan ke empat murid nya berdzikir untuk membentengi diri mereka masing-masing sebab sejak tiba di dermaga mereka berlima sudah merasakan aura mistik yang cukup kental.


Pasti nya mereka berlima mengetahui asal aura tersebut berasal maka dari itu mereka berlima sampai detik ini bersikap tenang dan waspada tidak sepeeti yang di lakukan Devry dan Samsul yang sangat terlihat panik dan khawatir, Sedang kan di villa terlihat Daniel, Soni dan Lia yang sedang berada di dapur untuk memasak makanan.


" Papa yakin bisa memasak sup merah dan ayam goreng, Memang nya Papa tahu bumbu nya?"


Tanya Lia sambil mengeluarkan beberapa bahan yang akan di masak dari lemari es.


" Tahu dong kan Papa dulu pernah kos waktu kuliah di luar negeri jadi Papa biasa masak sendiri,"


Jawab Daniel dengan bangga nya.


" Saat itu Papa usia berapa?"


Tanya Soni sambil duduk di meja makan.


" Sekitar 25 tahun yang lalu kalau tidak salah, Memang masalah nya apa Son?"


Jawab Daniel yang berbalik bertanya sambil mengambil wortel di hadapan nya.


" Masalah nya kita berdua tidak yakin Papa bisa memasak dengan benar, Waktu itu saja Papa masak air bisa sampai air nya habis dan teko nya gosong lalu bagaimana nasib sup merah dan ayam goreng ini nanti Pa?"


Ucap Amalia yang mencoba menjelaskan maksud Soni yang terlihat tidak yakin dengan Daniel.


" Lalu siapa yang akan memasak ini kalau bukan Papa sekarang, Memang nya kamu bisa memasak aaaooo ...."


Jawab Daniel sambil mencoba mengupas wortel tetapi jari nya yang terluka karena pisau.


" Benarkan, Baru saja mengupas wortel itu jari Papa sudah terkena pisau bagaimana menggoreng ayam, Sudah lebih baik Papa dan Soni tunggu saja di ruang keluarga biar aku yang memasak."


Perintah Lia kepada Daniel dan Soni sambil mendorong tubuh mereka berdua untuk pergi dari dapur.


Sedangkan saat itu Pak Susena sedang mengawasi gerak-gerik mereka bertiga dari kejahuan dengan tatapan dan senyum yang misterius pasti nya saat ini Pak Susena sudah merencanakan niat busuk nya agar bisa menikmati jantung Amalia yang sudah lama di inginkan oleh nya namun akan kah semudah itu keinginan Pak Susena akan terlaksana kali ini.


Rasa nya aku sudah tidak sabar untuk menikmati hidangan di hadapan ku saat ini, Pasti jantung itu sangat manis dan gurih rasa nya tapi sayang sekali ada dua lelaki bodoh itu di dekat gadis manis itu apakah aku harus menyingkirkan kedua lelaki bodoh itu terlebih dahulu agar aku leluasa menikmati hidangan yang cukup manis di hadapan ku itu, Iya benar aku harus menyingkirkan kedua lelaki bodoh itu secepat nya sebelum matahari terbit.


Bergumam lah dalam hati Pak Susena dengan tatapan misterius dan senyum sinis kepada Daniel dan Soni yang sedang berada di ruang keluarga saat itu, Lalu apakah yang akan terjadi dengan Daniel dan Soni malam ini apakah benar Daniel dan Soni akan menjadi korban kebiadapan Pak Susena atau kah niat nya kali ini terhalang oleh kehadiran kelima pemuda bersama Devry dan Samsul yang akan segera tiba di villa tua tersebut?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

__ADS_1



__ADS_2