PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 45 . TIDAK ADA YANG KEBETULAN


__ADS_3

Semua yang terjadi di muka bumi ini tidak ada yang nama nya kebetulan apa pun bentuk nya, Semua adalah campur tangan Tuhan untuk membalas perbuatan kita terlepas kebaikan atau pun keburukan, Bila saat ini kita mengalami masalah yang sangat rumit atau menyesak kan dada tolong tilik kembali apa yang kita pernah lakukan telah lampau dan jujur kepada diri sendiri.


Sebab dengan begitu kita bisa lebih lapang dada menerima kenyataan pahit yang sedang menimpa diri kita, Jangan selalu menyalahkan pihak lain atau mencari pembenaran diri dalam menyikapi sebuah masalah sebab semua itu terjadi karena diri kita sendiri dan saat kita menuai hasil nya maka terimalah dengan ikhlas dan segeralah mohon ampun kepada Tuhan bukan sibuk mencari pembenaran diri yang semua itu sia-sia belaka.


Begitu pun saat ini yang sedang terjadi kepada Pak Susena yang selalu sibuk mencari pembenaran diri atas semua yang telah di lakukan hingga memakan banyak korban jiwa, Bahkan istri dan anak nya pun di korban kan demi keegoaan semata hanya karena ia menginginkan kesempurnaan ilmu maka ia rela menghabisi orang sekitar nya bahkan Ayu bisa sampai meninggal itu pun semua karena rekayasa Pak Susena demi bisa mendapat kan jantung nya.


Dan kali ini seperti nya Tuhan mengutus mahkluk pilihan nya untuk turun kedunia bukan lain agar Pak Susena bertaubat dan menyadari bahwa ambisi nya itu hanyalah semu dan fatamorgana bagaikan bayangan yang tidak akan pernah bisa untuk di tangkap meski ia harus mengejar nya seumur hidup sebab sesungguh nya kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata dan kita sebagai ciptaan nya hanya berhak untuk menjalan kan peran yang telah di tuliskan sang pencipta.


Karena keinginan Pak Susena untuk bisa mendapatkan jantung Amalia ia sampai melupakan bahwa siapa sebenarnya Amalia sebab tidak bisa di pungkiri bahwa di dalam diri Amalia mengalirlah darah I Gusti Ketut Kuma Fima yang sudah jelas garis keturunan nya dari pemuka agama yang sangat di segani masyarakat setempat dan hal itu bukan lah hal yang bisa di anggap remeh bagi yang meyakini.


Malam ini Pak Susena sudah mempersiapkan semua sesaji untuk menghabisi Daniel dan Soni dengan mendatangan sosok leak yang menyeramkan agar mereka mati ketakutan dan pasti saat pihak hukum akan mengklaim bahwa mereka berdua meninggal karena terkena serangan jantung, Lalu bisa kah hal tersebut terjadi malam ini ataukah mampu di gagal kan oleh Amalia, Mari kita tilik bersama.


" Lia kita harus cepat bertindak malam ini jangan sampai kita membuang waktu,"


Ucap Wiyasa sambil berdiri di sisi jendela melihat Pak Susena.


" Iya aku tahu tapi bagaimana cara nya, Otak ku terasa berhenti seketika malam ini hingga tidak mampu berfikir secara jernih,"


Jawab Lia sambil berjalan mondar-mandir memegang kepala nya.


" Tenangkan diri mu Lia, Lalu bertanyalah kepada Tuhan mu apa yang bisa kamu lakukan saat ini,"


Ucap Wisesa sambil berdiri di ujung ruangan.


" Benar yang di katakan Wisesa, Kamu harus tenang agar kamu bisa mengalahkan Susena, Gunakan kekuatan dalam diri mu seperti yang pernah di ajarkan Wisesa kepada mu,"


Imbuh Ayu dengan tatapan serius kepada Amalia.


" Iya benar saat ini tidak bisa aku mengandalkan siapa pun dan hanya bisa mengandalkan kekuatan Tuhan."


Jawab Amalia sambil berjalan menuju ujung ranjang tidur nya.


Kemudian Amalia pun segera duduk di atas hamparan karpet yang berada di sana dengan mata terpejam batin Amalia berdoa dan berteriak sekuat tenaga untuk memohon bantuan Tuhan segera datang untuk menghentikan ulah Pak Susena yang bertekad untuk menghabisi Daniel dan Soni malam ini dan saat Amalia memejamkan mata tiba-tiba ada seberkas cahaya yang menerobos dari balik kaca jendela dan cahaya terang itu menyelimuti tubuh Amalia yang sedang duduk bersila di atas hamparan karpet di ujung ranjang tidur nya.


Pasti nya hal itu membuat Ayu, Wisesa dan Wiyasa terbelalak antara terkejut dan takut, Sebab mereka bertiga takut terjadi sesuatu yang mampu merenggut keselamatan Amalia sama seperti yang pernah terjadi kepada Risma kala itu dan pasti nya hal itu masih tergambar jelas di benak mereka bertiga dan tidak akan mudah untuk di lupakan.


Namun ternyata cahaya yang menyelimuti tubuh Amalia mampu merubah sosok Amalia seorang gadis belia yang berkulit langsat yang cantik dan manis itu berubah menjadi sosok seorang wanita dewasa yang cukup cantik, anggun dan tegas, Saat melihat hal itu maka segeralah mereka bersujud di hadapan sosok seorang dewi yang cantik tersebut sebab mereka sangat mengenal siapa yang berdiri di hadapan nya saat ini bukan lain adalah Dewi Durga atau biasa di sebut Dewi Uma atau Dewi Parwati.


" Ampun Dewi kami telah mengganggu pertapaan Dewi hingga kali ini Dewi harus datang sendiri kemari,"


Ucap Wisesa dengan posisi bersujud di hadapan Dewi Durga.

__ADS_1


" Bangkit lah dan aku kemari bukan karena kalian yang mengganggu ku tetapi aku kemari untuk menghabisi Asura yang telah membuat kekacauan,"


Jawab Dewi Durga dengan diiringi senyum ramah.


" Ampun Dewi ijinkan hamba untuk bertanya, Apakah Amalia adalah wujud manusia Dewi yang memang di turunkan Sang Hyang Widi Wase untuk menghancurkan keegoan Susena?"


Tanya Ayu sambil duduk bersimpu di hadapan Dewi Durga yang sedang berdiri dan di selimuti cahaya terang.


" Benar doa Ibu nya sudah di jawab oleh Tuhan maka lahirlah gadis cantik ini untuk menjadi pelantara aku menghabisi Asura yang bernaung di dalam diri Susena."


Jawab Dewi Durga dengan tegas namun penuh kelembutan.


Di sisi lain saat itu Devry beserta rombongan nya telah tiba di depan villa tua tersebut dan seperti nya kelima pemuda tersebut telah melihat sebuah cahaya yang menerobos masuk kedalam kamar di mana Amalia berada dan mereka berlima pun tersenyum melihat nya sebab Tuhan mendengar doa mereka juga dan mengirimkan utusan nya tepat waktu di saat Pak Susena berniat untuk menghabisi Daniel dan Soni malam itu.


Namun saat ini posisi mereka berlima belum bisa masuk kedalam villa tua tersebut sebab posisi pagar yang sudah di kunci dan di rantai oleh Pak Susena sedangkan malam pun belum begitu larut saat itu, Sedangkan Daniel dan Soni setelah makan malam mereka merasakan ngantuk yang begitu hebat sehingga mereka berdua pun tertidur lelap di kamar nya tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di villa tua tersebut.


" Sial di sini tidak ada sinyal telepon lalu bagaimana cara kita masuk kedalam bila pagar ini terkunci seperti ini?"


Tanya Devry dengan nada menggerutu sambil mengangkat ponsel nya untuk mencari sinyal.


" Mana mungkin di tempat terpencil seperti ini ada sinyal kecuali kamu naik pohon pinus itu Dev,"


Jawab Samsul sambil menunjuk salah satu pohon pinus di hadapan nya.


Umpat Devry dengan nada panik dan geram.


" Kan aku hanya memberi saran tidak perlu emosi juga dan siapa tahu kamu mengikuti saran ku, Anggap saja sedang lomba 17 an panjat pinang,"


Jawab Samsul dengan enteng sambil menahan tawa melihat ekspresi Devry yang cukup lucu bagi nya.


" Najis panjat pinang di tengah hutan malam-malam!"


Ucap Devry dengan nada geram.


Sedangkan kelima pemuda lain nya sedang mencoba untuk membuka pagar yang sedang terkunci dengan berbagai cara sebab mereka berlima melihat Pak Susena yang sudah memulai ritual nya untuk memanggil roh untuk di perintahkan menghabisi Daniel dan Soni malam itu dengan imbalan jantung mereka berdua bila mereka mampu menghabisi nya malam itu namun hal itu di ketahui oleh Amalia yang kini sudah berubah wujud menjadi Dewi Durga.


Maka tanpa menunggu waktu lama wujud Dewi Durga, Wisesa, Wiyasa dan Ayu pun segera keluar dari kamar untuk mendatangi Pak Susena yang sedang melakukan ritual di samping rumah nya dan pasti nya hal itu di luar dugaan Pak Susena yang selama ini menganggap Amalia adalah gadis kecil biasa yang kebetulan saat kelahiran nya bertepatan dengan bulan purnama yang menyinari tubuh nya hingga memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa.


Sebelum matahari terbit aku harus sudah mendapatkan jantung gadis manis itu dan pasti rasa jantung nya pun lebih manis lagi, Hari ini adalah hari teristimewa bagi ku sebab semua penantian ku selama berpuluh-puluh tahun akan usai, Setelah aku mampu mencapai ilmu tertinggi ku maka aku akan menghidupkan kembali Nilu Putu wanita idaman ku untuk ku jadikan istri, Alangkah bahagia nya hidup ku bisa menjadikan Nilu Putu istri ku.


Bergumam lah dalam hati Pak Susena sambil diiringi senyum sinis melihat foto Daniel yang malam ini telah diincar jantung nya untuk makanan peliharaan Pak Susena malam ini, Sedangkan kelima pemuda bersama Devry dan Samsul masih sibuk mencari cara bagaimana membuka pagar tersebut sebab bila memanjat pagar tersebut untuk melewati nya sangat lah tidak mungkin.

__ADS_1


Karena posisi pagar tersebut cukup tinggi dan di ujung tiap-tiap besi yang menjulang berbentuk runcing dan pasti nya itu sangat berbahaya bagi keselamatan mereka semua, Akhir nya mereka berlima bersama Devry dan Samsul menyebar untuk mencari jalan lain dan bila salah satu dari mereka menemukan jalan lain agar memberi tanda dengan melepaskan kembang api ke udara sebagai isyarat.


" Kita tidak bisa terlalu lama di sini sebab lelaki tua itu sudah memulai ritual nya saat ini untuk menghabisi Daniel dan Soni maka kita harus segera mencegah nya,"


Ucap Kyai Imron kepada mereka semua yang berada di sana.


" Wah itu tua bangka belum tahu saja siapa Ayah nya Soni, Ingin aku beri jurus kuyuk makan donat apa itu tua bangka berani-berani nya akan memakan putra ku!"


Ucap Devry dengan nada emosi.


" Sudah ayo lekas kita berpencar mencari jalan agar bisa segera menghentikan niat jahat lelaki tua itu."


Jawab Kyai Imron sambil menepuk pundak Devry dan berjalan untuk mencari jalan.


Kemudian mereka semua menyebar mencari jalan masuk kedalam pelataran villa tua yang cukup luas dan di pagari tembok yang cukup tinggi, Pasti nya mereka berfikir tidak mungkin dengan mudah melalui pagar dan tembok yang menjulang tinggi tanpa menggunakan alat bantu apa pun sebab mereka semua bukan lah ahli bela diri yang dengan mudah melompati dengan tektik bela diri yang khusus juga pasti nya.


Namun meski demikian mereka tidak putus asa terus mencari jalan untuk melewati pagar dan tembok yang menjulang tinggi di hadapan mereka dengan gerak cepat untuk memberu waktu begitu pun dengan Devry dan Samsul yang kali ini setengah berlari mengitari dinding pembatas villa tua tersebut dan bisa di pastikan kali ini Devry benar-benar panik dan khawatir dengan keselamatan putra semata wayang nya bukan lain Soni.


" Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Soni jangan harap aku memberi ampun kepada si tua bangka gila itu sampai pengkolan cinere juga bakal aku kejar dia!"


Umpat Devry dengan nada geram dan panik sambil sesekali melihat ke arah tembok yang menjulang tinggi di hadapan nya.


" Tunggu-tunggu Dev memang nya si tua bangka itu pernah ke Cinere ya kok kamu bakal mengejar dia sampai pengkolan Cinere?"


Tanya Samsul sambil memegang lengan Devry untuk menghentikan langkah nya.


" Tidak tahu itu tua bangka pernah atau tidak ke Cinere sebab kalau aku mengejar dia ke neraka kan tidak mungkin juga sebab kan aku warga surga jadi tidak akan bertemu juga di alam baka,"


Jawab Devry dengan tatapan polos tapi cukup membuat Samsul emosi saat itu.


" Yakin sekali kamu jadi warga surga memang nya ada orang dalem bisa masuk dengan mudah ke surga?"


Tanya Samsul dengan lirikan sinis sambil menyandarkan tubuh nya ke sebuah pohon rambutan yang cukup besar.


" Hidup itu harus yakin kalau tidak yakin bagaimana kamu bisa menjalani hidup yang pahit nya melebi tumis pare."


Jawab Devry sambil melihat pohon rambutan yang cukup besar di hadapan nya.


Maka di situ lah Devry berfikir bila dengan memanjat pohon rambutan tersebut maka dengan mudah untuk melewati tembok yang cukup tinggi di hadapan nya tersebut dan saat itu juga Devry melepaskan kembang api keudara untuk sebagai isyarat kepada yang lain bahwa ia sudah menemukan jalan masuk menuju villa tua tersebut.


Lalu apa yang akan di lakukan oleh Pak Susena kali ini bila berhadapan dengan Dewi Durga yang selama ini wujud nya seorang gadis belia yang cantik apakah Pak Susena bisa bertaubat dan mengakui semua kesalahan nya kepada Dewi Durga atau ia akan tetap dengan pendirian nya, Lalu apa yang akan di lakukan oleh kelima pemuda bersama Devry dan Samsul setelah mampu melewati pagar pembatas villa tua tersebut?

__ADS_1


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.



__ADS_2