PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 46 . KEMARAHAN DEWI DURGA


__ADS_3

Siapa pun orang nya pasti akan marah bila orang yang di sayangi nya ada yang mengusik bahkan hingga nyawa nya bisa melayang dan hal yang wajar bila kita melindungi orang yang kita sayangi agar tidak mengalami mara petaka meski terkadang nyawa kita sendiri menjadi taruhan nya demi keselamatan orang yang kita sayangi.


Kali ini Amalia yang sudah berubah wujud menjadi sosok Dewi Durga yang cukup cantik dan anggun akan berusaha menghentikan perbuatan Pak Susena yang berniat untuk menghabisi Daniel dan Soni kedua orang yang sangat di sayangi oleh Amalia pasti nya dan kali ini Pak Susena belum juga menyadari bahwa sosok Dewi Durga yang sedang menghadang nya adalah perwujudan dari Amalia gadis manis yang tengah di incar jantung nya oleh Pak Susena demi bertambah ilmu nya.


Di sisi lain ada Devry dan Samsul yang sudah memberi isyarat kepada kelima pemuda yang berniat untuk membantu menyelamatkan Daniel, Amalia dan Soni dari kegilaan Pak Susena yang semakin menjadi-jadi, Saat itu Devry dan Samsul sudah berada di pelatatan villa tua tersebut di ikuti dengan kelima pemuda lain nya yang harus memanjat pohon rambutan untuk melewati dinding yang menjulang tinggi sebagai pembatas villa.


" Sul itu cahaya apa ya, Seperti nya terang sekali?"


Tanya Devry sambil menajamkan pandangan nya.


" Apakah lampu di ruangan itu di ganti memakai lampu neon jadi terlihat sangat terang begitu tidak seperti waktu itu ya Dev?"


Jawab Samsul yang berbalik bertanya kepada Devry dengan nada polos nya.


" Kenapa kalian berdua masih berdiri di sini, Memang menunggu siapa lagi?"


Tanya Imam sambil sesekali menoleh ke kiri dan ke kanan.


" Nunggu di usir, Kita berdiri di sini sebab sedang berfikir masalah itu lampu kenapa terang sekali,"


Jawab Devry dengan nada sewot sebab di kejutkan oleh Imam.


" Dari pada hanya buang waktu untuk berfikir lebih baik kita lihat saja apa yang terjadi di dalam sana,"


Ucap Kyai Imron diiringi senyum ramah mengajak mereka semua masuk kedalam villa tua.


Maka mereka semua pun berjalan menuju sisi villa tua itu agar bisa masuk kedalam sebab akses yang bisa di lewati untuk masuk kedalam villa tua itu hanya lah pintu belakang yang terhubung dengan teras rumah Pak Susena, Sedangkan saat itu Pak Susena sudah membawa sesaji masuk kedalam villa tua tersebut untuk memanggil sosok mahkluk tak kasat mata untuk di perintahkan menghabisi Daniel dan Soni malam itu juga.


Namun niat nya kali ini di gagalkan oleh Amalia yang berubah sosok menjadi Dewi Durga telah berdiri menghadang langkah Pak Susena tepat di ruang makan dan pasti nya Pak Susena lumayan terkejut menyaksikan kehadiran Dewi Durga di dalam villa tersebut sebab ia merasa tidak memanggil atau pun memohon bantuan kepada Dewi Durga lalu mengapa bisa berada di dalam villa.


" Apa yang akan kamu lakukan Susena?"


Tanya Dewi Durga sambil berdiri menghadang langkah Pak Susena.


" Dewi Durga, Mengapa Dewi berada di sini dan ada kepentingan apa Dewi kemari?"


Jawab Pak Susena dengan terbelalak karena terkejut melihat kehadiran Dewi Durga di hadapan nya.


" Kamu belum menjawab pertanyaan ku Susena,"

__ADS_1


Ucap Dewi Durga dengan tegas dan sorot mata yang tajam.


" Ampun Dewi, Hamba hanya ingin menyempurnakan ilmu agar Dewa menjadi senang,"


Jawab Pak Susena sambil membungkuk kan tubuh nya sambil membawa sesaji.


" Sejak kapan dan Dewa siapa yang senang dengan melihat kesedihan umat nya, Itu semua hanyalah tipu muslihat mu saja Susena,"


Ucap Dewi Durga dengan nada yang sedikit tinggi.


" Dewi saat itu Dewa menjanjikan ku keabadian asal aku mampu mendapatkan kekuatan sinar bulan purnama dalam hidup ku, Lalu apakah aku salah bila berusaha mendapat kan nya kali ini?"


Tanya Pak Susena dengan tatapan sinis kepada Dewi Durga.


" Bodoh kamu Susena tidak dapat mencerna perkataan Dewa dengan akal sehat dan kamu menyimpulkan perkataan Dewa dengan sudut pandang mu sendiri hingga sudah berapa ribu korban jiwa yang telah kamu korbankan demi ambisi mu yang salah, Maka sekarang juga hentikan kebodohan mu itu Susena!"


Bentak Dewi Durga kepada Pak Susena yang terlihat melawan Dewi Durga.


" Maaf Dewi aku lebih percaya dengan Dewa yang telah memberi ku karunia bahwa tidak ada seorang pun yang akan bisa membunuh ku bahkan bangsa Dewa pun tidak akan bisa mengalahkan ku saat ini,"


Ancam Pak Susena kepada Dewi Durga dengan mengacungkan tangan nya ke arah Dewi Durga.


Teriak Dewi Durga yang semakin tersulut emosi nya menghadapi Pak Susena.


Saat itu terjadilah perkelahian ilmu antara Dewi Durga melawan Pak Susena sedangkan dari arah pintu belakang masuk lah Devry, Samsul berserta kelima pemuda kedalam villa dan menyaksikan pertarungan mereka berdua yang sangat sengit saat itu tapi seperti nya memang sudut pandang Devry dan Samsul selalu berbeda dengan umum nya manusia.


" Wah ada wanita cantik ternyata di sini, Pantas saja Bang Daniel memaksa pergi kemari ternyata ia sudah berjanjian dengan wanita cantik itu,"


Ucap Devry sambil menyilangkan kedua lengan nya di depan dada diiringi senyum simpul.


" Dev kamu yakin Abang mu ada hubungan dengan wanita itu, Sebab ku lihat dari baju nya seperti nya ia bukan dari negara kita,"


Jawab Samsul yang pandangan nya fokus ke Dewi Durga.


" Ye sibuk sekali kamu mikirin baju orang, Mau itu wanita dari mana asal nya yang penting judul nya itu wanita bukan ampibi bereskan!"


Bentak Devry sambil melihat ke arah Samsul yang masih bingung dengan penglihatan nya kali ini.


Di saat mereka berdua sedang adu argumen mengenai Dewi Durga di sisi lain perkelahian antara Dewi Durga dan Pak Susena semakin sengit sedangkan kelima pemuda yang saat itu sudah berada di sana merasa bingung dengan hadir nya seorang wanita yang tubuh nya di selimuti cahaya cukup terang tersebut sebab selama ini mereka berlima tidak pernah mengetahui ada nya Dewi Durga dan sebagainya.

__ADS_1


" Dewi lebih baik saat ini segeralah menyingkir dari hadapan ku jangan halangi langkah ku untuk mendapatkan kekuatan cahaya sinar bulan itu!"


Bentak Pak Susena sambil melayangkan pukulan yang cukup keras ke arah tubuh Dewi Durga.


" Kamu sudah salah jalan Susena maka kembali lah kejalan kebenaran, Memang aku tidak bisa menghabisi mu karena karunia yang di berikan Dewa tapi kamu jangan lupa bahwa akan ada lelaki yang tulus hati dan masih suci yang akan menghabisi mu Susena!"


Teriak Dewi Durga yang penuh dengan amarah saat itu.


Saat mendengar perkataan Dewi Durga sontak keempat murid Kyai Imron memandang ke arah Kyai Imron berdiri sebab dari mereka semua hanya Kyai Imron yang seperti itu sedangkan keempat lain nya masa lalu mereka cukup kelam dan tidak lama menjadi murid Kyai Imron, Sedangkan Devry dan Samsul masih saja melanjutkan adu argumen nya.


" Ngeles nya pinter ya kamu Sul, Coba kalau wanita itu mengajak mu menikah, Aku yakin kamu tidak akan menolak nya kan?"


Ucap Devry meledek Samsul yang masih tegang menyaksikan perkelahian Dewi Durga dan Pak Susena saat itu.


" Kalau bentuk nya seperti itu aku tidak akan pernah mau, Hiii seram,"


Jawab Samsul sambil bergidik mengelus tengkuk nya.


" Memang kenapa kan cantik, Waduh kemana wanita cantik tadi kenapa jadi berwarna biru badan nya seperti avatar dan tangan kanan nya membawa pedang dan tangan kiri nya membawa trisula?"


Ucap Devry dengan nada polos dan tatapan mata yang kebingungan mencari sosok Dewi Durga yang cantik.


" Dev sedang apa kamu menunduk di bawah meja?"


Tanya Samsul sambil melihat Devry yang sedang berjongkok di depan meja makan.


" Mencari wanita cantik tadi siapa tahu bersembunyi di bawah kolong meja,"


Jawab Devry dengan polos nya.


Saat itu pedang Dewi Durga sedang di ayun kan dan akan mengenai meja makan dan bila itu terjadi maka kepala Devry akan terbelah menjadi dua terkena tebasan pedang dari Dewi Durga namun untung nya Kyai Imron dengan sigap menarik tubuh Devry hingga kepala nya terselamatkan kali ini, Kemudian Kyai Imron pun memerintahkan kepada keempat murid nya dan Devry serta Samsul untuk melindungi Daniel dan Soni di lantai dua.


Sedangkan Kyai Imron dan Dewi Durga yang menghadapi Pak Susena yang terlihat semakin brutal setiap serangan nya, Kemudian mereka yang lain segera berjalan menuju lantai dua untuk melindungi Daniel dan Soni dan pasti nya melewati Dewi Durga dan Pak Susena yang sedang berperang saat ini dan naas nya lagi saat itu mahkluk tak kasat mata yang berwujud leak peliharaan Pak Susena telah hadir semua di dalam villa tersebut.


Jadi saat ini posisi nya Kyai Imron dan Dewi Durga di serang bersamaan dengan Pak Susena dan leak peliharaan Pak Susena yang berjumlah ribuan tersebut dan sekarang posisi berbalik Kyai Imron yang berhadapan dengan Pak Susena dan Dewi Durga membabat habis leak peliharaan Pak Susena yang berani mendekati atau pun melawan nya dengan menggunakan pedang dan trisula.


Lalu bagaimana dengan nasib Daniel dan Soni yang sedang tertidur lelap di lantai dua saat itu apakah mereka berdua akan mengetahui perkelahian tersebut dan apakah nanti bila kembali ke wujud semula Amalia akan mengetahui siapa sejati nya diri nya dan mengapa di lahirkan di tengah keluarga yang berkonflik selama puluhan tahun tersebut?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

__ADS_1



__ADS_2