PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 35 . KASUS YANG DI TUTUP


__ADS_3

Begitu banyak nya masalah yang kita temui di dunia nyata ini dan tidak menemukan titik terang atau menemukan jalan buntu saat akan mengungkap nya hal tersebut bisa saja terjadi karena kurang nya sebuah bukti dan tidak ada nya saksi dalam kejadian tersebut sehingga dari pihak hukum pun menghentikan penyelidikan kecuali ada salah satu keluarga korban yang meminta untuk melanjutkan penyelidikan dan pasti nya hal tersebut memakan waktu yang cukup lama untuk terungkap nya sebuah kasus yang sering menjadi sebuah misteri.


Begitu juga saat ini yang terjadi dalam kasus tewas nya Teresa dan Carlos yang mengenaskan, Dari pihak berwajib menemukan jalan buntu untuk mengungkap nya sebab para perampok yang disinyalir sebagai pembunuh Teresa dan Carlos di temukan meninggal dunia di jurang hutan pinus dan hasil forensik menyatakan bahwa para perampok itu meninggal karena tersambar petir.


Memang benar ada nya seperti itu menurut hasil forensik namun yang sesungguhnya terjadi bukan lah tersambar petir tetapi mereka meninggal dunia karena terkena cambuk cemeti milik Pak Susena namun sayang nya hasil forensik tidak mampu menguak hal mistis yang seperti itu jadi masalah terbunuh nya Teresa dan Carlos di tutup oleh pihak berwajib.


Malam itu Daniel dan Devry serta sopir sudah tiba di villa tua yang terlihat sedikit horor bagi yang pertama kali tiba di sana dan aura mistik yang kental di tambah tercium nya aroma dupa yang menyengat indra penciuman mampu membuat bulu kuduk berdiri belum lagi kabut yang lumayan tebal sudah menyelimuti sebagian bangunan villa tersebut.


" Bang ini villa di bangun jaman kompeni ya?"


Tanya Devry sambil sesekali melihat ke sekitar nya.


" Tidak tahu, Yang aku tahu villa ini peninggalan Kakek dan Nenek ku dari almarhum Mama ku, Ayo masuk,"


Jawab Daniel sambil membuka pintu kemudian mengajak mereka berdua masuk.


" Hiii serem, Villa tua yang cocok untuk main film horor,"


Ucap Devry sambil sesekali bergidik dan memegang tengkuk nya.


" Tuan produser film ya, Boleh tidak saya ikut main film horor nya?"


Tanya sopir mobil sambil senyum tepat di hadapan wajah Devry.


" Muka mu lebih serem dari hantu nya jadi jangan sampai imajinasi ku ambyar gara-gara melihat wajah mu ya."


Jawab Devry yang terkejut melihat wajah sopir kemudian membalikkan tubuh nya berjalan masuk.


Saat itu sopir dari rental mobil mulai bingung setelah mendengar kata-kata Devry yang sedikit aneh bagi sopir tersebut dan tidak lama kemudian sopir itu pun mengikuti Devry masuk kedalam rumah sambil sesekali bergidik melihat sekitar villa tua yang mulai tertutup kabut tebal.


Sesampai nya di ruang keluarga Daniel sambil menyandarkan tubuh nya ke sofa sambil mata yang terpejam mencoba melepas penat di kepala nya namun ketenangan itu tidak berjalan lama sebab lagi-lagi Daniel di kejut kan oleh teriakan Devry dari arah ruang tamu dan kali ini yang berteriak tidak hanya Devry tetapi sopir dari rental mobil pun ikut berteriak sekuat tenaga.


" AAAAA ... MAHKLUK APA ITU!"


Teriak Devry sambil memeluk erat tubuh sopir rental.


" HANTU APA KUNTILANAK ... AAAAAA!"


Teriakan sopir rental sambil memejam kan mata nya.


" Hey kenapa kalian berdua berteriak sambil berpelukan seperti itu atau jangan-jangan kalian ...."


Tanya Daniel yang merasa heran melihat kelakuan mereka berdua yang sedang berpelukan di depan patung.


" Sorry ya aku masih normal tidak tahu kalau dia,"


Jawab Devry sambil melepaskan pelukan nya dan mendorong tubuh sopir rental itu menjauh dari nya.


" Sama aku juga normal, Kan situ duluan yang memeluk saya sampai susah untuk bernafas,"


Ucap sopir rental dengan nada sinis.


" Sudah-sudah itu kamar kalian, Ayo lekas mandi setelah itu kita istirahat sebab besok kita harus ke kantor polisi."


Ucap Daniel sambil melangkahkan kaki nya menuju kamar yang berada di lantai dua.


Kemudian mereka berdua pun menuju kamar masing-masing untuk beristirahat malam itu namun seperti nya Daniel tidak bisa untuk beristirahat pikiran nya berkelana dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan villa tua ini apakah villa tua ini sudah mendapat kutukan hingga kejadian itu menimpa kedua orang tua nya atau kah semua itu hanyalah suatu kebetulan saja.

__ADS_1


Sedangkan malam itu Risma sedang berada di kamar nya sambil terus bertanya-tanya dalam hati nya apakah I Gusti Ketut dan Nilu Putu sudah terlepas dari belenggu rantai mantra Pak Susena atau kah belum lalu bagaimana keadaan Daniel dan Devry adik nya di sana apakah baik-baik saja sebab sedari tadi nomor telepon mereka tidak bisa di hubungi karena terkendala oleh sinyal pasti nya.


Ya Tuhan berikan petunjuk kepada ku apakah Kakek dan Nenek sudah terlepas dari belenggu rantai mantra itu atau kah belum lalu bagaimana keadaan suami dan adik ku di sana apakah mereka baik-baik saja, Aku sangat mengkhawatirkan mereka semua sebab aku tahu pasti Daniel dan Devry penakut pasti mereka akan ketakutan bila melihat sosok tak kasat mata dan aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka saat ini.


Bergumam lah dalam hati Risma saat ini sambil berdiri di dekat jendela sambil menyilangkan kedua lengan nya di depan dada nya dengan tatapan lurus ke arah kolam renang yang berada di samping rumah, Saat itu Risma melihat Ayu, Wisesa dan Wiyasa sedang berbincang dengan I Gusti Ketut dan Nilu Putu dan seperti nya mereka sedang membicarakan hal yang serius.


Tidak perlu waktu lama Risma segera bergegas menghampiri mereka yang berada di dekat kolam renang untuk memastikan bahwa semua nya baik-baik saja tidak terjadi suatu apa pun kepada suami dan adik nya serta Risma merasa bersyukur sebab I Gusti Ketut dan Nilu Putu sudah terlepas dari belenggu rantai mantra Pak Susena.


" Kakek ... Nenek akhir nya kalian bisa terlepas juga dari belenggu mantra itu,"


Ucap Risma sambil berjalan mendekat kepada mereka.


" Hey Ris, Terimakasih nya kamu sudah menyelamatkan aku dan istri ku berkat bantuan mu,"


Jawab I Gusti Ketut diiringi senyum bahagia.


" Iya Kek, Semua itu karena kuasa doa dan yang melepaskan Kakek dan Nenek itu kuasa Tuhan bukan kemampuan ku,"


Ucap Risma diiringi senyum ramah.


Kemudian mereka semua mengucap syukur kepada Tuhan karena dengan bantuan Tuhan mereka bisa terlepas dari belenggu itu namun Risma masih merasa khawatir dengan keselamatan Daniel dan Devry adik nya yang sampai detik ini belum bisa di hubungi oleh nya dan pasti nya Risma takut terjadi sesuatu kepada mereka berdua.


" Kek apakah Kakek mengetahui bagaimana keadaan Daniel dan Devry saat ini sebab aku sangat khawatir dengan mereka berdua yang penakut?"


Tanya Risma dengan nada khawatir.


" Mereka berdua baik-baik saja Ris dan sebentar lagi Wiyasa dan Wisesa akan ke villa untuk menjaga mereka berdua dari Susena,"


Jawab I Gusti Ketut diiringi senyum simpul.


" Puji Tuhan bila mereka baik-baik saja, Lalu ada apa lagi dengan Pak Susena apakah ia akan melakukan hal yang mengancam keselamatan suami dan adik ku?"


" Benar Ris, Susena sudah hilang akal sehat nya bahkan ia bertekat akan menghabisi Daniel dan diri mu sebab bagi ia kalian berdua membahayakan keselamatan nya,"


Jawab Nilu Putu dengan tatapan serius.


" Tidak ... hal ini tidak boleh terjadi aku harus segera menghubungi Daniel agar dia segera pergi dari villa itu,"


Ucap Risma dengan nada dan tatapan wajah panik.


" Ris kamu tenang jangan panik seperti itu, Kami semua akan membantu mu jadi kamu jangan khawatir atau pun panik,"


Jawab Ayu sambil memegang pundak Risma.


" Bagaimana aku bisa tenang dan tidak panik sedangkan saat ini keselamatan suami dan adik ku sedang terancam oleh kegilaan Pak Susena yang semakin menjadi-jadi, Bisa saja ia menyuruh siapa pun untuk menghilangkan nyawa suami dan adik ku di sana Yu!"


Bentak Risma dengan nada yang sedikit naik beberapa oktav.


Saat itu Mimin sedang berada di dapur dan melihat apa yang terjadi kepada Risma dan pasti nya Mimin merasa aneh sebab di lihat nya Risma berbicara sendiri dan tidak sedang menggendong Amalia putri kecil nya dan Pak Suta yang kebetulan juga berada di dapur selesai mengganti tabung gas yang sudah habis di ganti yang baru dan saat itu Mimin dan Pak Suta mulai membicarakan Risma yang terlihat sedang berbicara sendiri sambil menghadap ke kaca pembatas antara ruang makan dan kolam renang.


" Kang Suta, Sebenarnya Nyonya Risma sedang berbicara dengan siapa ya?"


Tanya Mimin yang fokus melihat kearah Risma.


" Pasti nya berbicara dengan anak nya to Min, Bukan nya Ibu-Ibu muda itu seperti itu ya Min suka berbicara sendiri,"


Jawab Pak Suta sambil bangkit dari duduk nya.

__ADS_1


" Iya aku tahu Kang, Tapi itu Nyonya Risma tidak sedang menggendong Non Lia lalu kenapa masih berbicara sendiri?"


Tanya Mimin yang masih merasa heran melihat ulah Risma saat itu.


" Eh iya benar kata mu Min tapi kan kamu juga biasa nya begitu Min berbicara, menangis dan tertawa sendiri kalau aku tanya jawab mu pendalaman karakter jadi kuntilanak,"


Jawab Pak Suta yang bergantian melihat ke arah Mimin dan Risma.


" Itu kan beda lagi Kang atau jangan-jangan Nyonya Risma juga akan ikut audisi pencarian bakat menjadi kuntilanak di film kuntilanak tidak jadi beranak ya Kang?"


Tanya Mimin dengan tatapan serius.


" Wah bisa jadi itu Min, Berarti saingan mu Nyonya Risma Min, Kamu harus belajar lebih giat lagi Min agar menang audisi nya, Lihat saja akting Nyonya Risma seperti sungguhan kalau menangis Min."


Jawab Pak Suta sambil menunjuk ke arah Risma yang sedang menangis duduk di kursi malas sisi kolam renang.


Saat itu Mimin sesekali mengangguk dengan tatapan serius bergantian memandang ke arah Pak Suta dan Risma dan mereka berdua beranggapan bahwa Risma sedang akting atau pendalaman karakter namun sesungguhnya Risma memang benar-benar menangis karena khawatir akan terjadi sesuatu kepada suami dan adik nya malam ini.


Dan benar saja malam semakin larut dan akhir nya Daniel pun tertidur di ranjang nya dengan lelap begitu juga dengan Devry dan sopir rental yang merasa kelelahan hari ini, Namun tidak dengan Pak Susena yang sedang mempersiapkan sesaji untuk melakukan ritual pemanggilan roh leluhurnya agar membantu diri nya malam ini.


Seperti nya niat nya kali ini di gagal kan oleh Wiyasa dan Wisesa mahkluk tak kasat mata yang ia kenal selama ini dan begitu licik nya Pak Susena meminta kepada Wisesa dan Wiyasa agar menakut-nakuti Daniel dan Risma malam ini agar mereka berdua mati ketakutan dengan upah jantung Nilu Wulan sebagai upah mereka berdua.


" Susena sedang mengadakan ritual apa kamu!"


Teriak Wiyasa dari atas pohon kelapa hias.


" Lebih baik kamu tidur malam ini Susena, Udara malam tidak bagus untuk orang tua seperti mu!"


Imbuh Wisesa yang juga berada di atas pohon kelapa hias.


" Kalian berdua ternyata yang datang, Kemari lah mendekat kepada ku sebab aku akan memberi makanan yang lezat untuk kalian,"


Jawab Pak Susena diiringi senyum licik.


Kemudian mereka berdua pun turun dari atas pohon kelapa hias mendekati Pak Susena yang saat itu sedang duduk bersila di tepi jurang hutan pinus yang letak nya tidak begitu jauh dari rumah nya, Saat mereka berdua semakin mendekat lalu disodorkan lah sebuah nampan yang berisi jantung manusia yang masih segar ke hadapan mereka berdua saat itu.


" Apakah kalian tidak menginginkan ini?"


Tanya Pak Susena diiringi senyum licik.


" Aku mau itu pasti lezat dan segar tapi itu jantung siapa sebab seperti nya bukan jantung sapi atau pun kerbau aku lihat dari bentuk nya?"


Jawab Wiyasa yang seperti nya mulai tergiur oleh tawaran Pak Susena.


" Tidak penting kamu tahu ini jantung siapa yang terpenting jalan kan perintah ku maka kalian berdua akan menikmati sajian lezat ini hingga kenyang, Bagaimana kalian setuju?"


Tanya Pak Susena kepada Wiyasa dan Wisesa diiringi tatapan licik.


" Apa yang kamu mau dari kami Susena kata kan lah dan kami akan mempertimbangkan tawaran mu."


Jawab Wisesa yang mulai mencium gelagat tidak baik dari Pak Susena.


Kemudian Pak Susena pun menyampaikan maksud dan tujuan nya kali ini yang bukan lain untuk mencelakakan Daniel dan Risma saat itu Wisesa dan Wiyasa sempat terbelalak mendengar niat busuk Pak Susena namun mereka masih menahan sikap nya dan mereka berdua berniat melakukan hal tersebut kepada Pak Susena sendiri bukan kepada Daniel dan Risma, Bagi mereka berdua itu suatu hal yang sangat lucu bisa melihat Pak Susena berlari ketakutan tunggang langgang.


Lalu apa yang akan di lakukan Wisesa dan Wiyasa kepada Pak Susena dan apakah mereka berdua mengetahui bahwa Nilu Wulan menghembuskan nafas nya di tangan Pak Susena hanya demi mendapat kan jantung nya sebagai imbalan untuk mahkluk gaib yang mau menjalankan perintah nya?


Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

__ADS_1



__ADS_2