PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 31 . BURUNG HANTU


__ADS_3

Pasti nya semua masyarakat mengetahui apa mitos dari burung hantu yang masuk kedalam rumah, Banyak yang mempercayai utama nya masyarakat jawa bahwa bila ada burung hantu masuk kedalam rumah adalah sebuah pertanda akan datang nya berita buruk atau kesedihan dalam keluarga tersebut terlepas hal itu terjadi atau tidak nya tergantung pada pribadi masing-masing yang sudah mengalami nya.


Seperti nya hal ini juga terjadi di rumah Daniel yang berlokasi di pusat Ibukota yang pasti jauh dari yang nama nya perkebunan dan hutan namun mengapa ada seekor burung hantu yang masuk kedalam rumah nya pagi itu hingga membuat kegaduhan seisi rumah utama nya Daniel, Mimin dan Pak Suta, Lalu berita apa yang akan mereka terima dari isyarat masuk nya burung hantu ke dalam rumah Daniel.


Pagi ini tidak seperti pagi sebelum nya, Biasa nya pagi-pagi di rumah Daniel sudah lumayan sibuk dengan aktifitas masing-masing namun pagi ini di rumah Daniel terlihat sedikit lengang bahkan Mimin yang biasa beradu argumentasi dengan Pak Suta namun pagi ini Mimin dan Pak Suta terlihat damai.


" Min, Kamu jadi aku antar ke pasar tidak sebelum Tuan Daniel ke kantor?"


Tanya Pak Suta sambil membersihkan kandang burung.


" Tidak seperti nya Kang, Sebab semalam Nyonya sudah belanja ke supermarket,"


Jawab Mimin sambil mencuci piring di dapur.


" Oh iya Min, Kamu jadi ikut audisi jadi kuntilanak di film kuntilanak tidak jadi beranak nya?"


Tanya Pak Suta sambil menggantungkan kandang burung yang baru saja di bersihkan.


" Tidak jadi Kang, Bagaimana aku mau ikut audisi sedangkan kata Nyonya Risma di suruh mencarikan Bapak buat bayi nya itu kuntilanak dahulu agar bisa ngurus akte,"


Jawab Mimin sambil mengelap tangan nya lalu berjalan mendekati Pak Suta.


" Wah kalau sampai bisa jadi suami kuntilanak enak itu Min tidak puyeng mikirin uang belanja tiap hari nya,"


Ucap Pak Suta sambil tersenyum melirik kearah Mimin yang berdiri di samping nya.


" Ya sudah sana jadi suami kuntilanak saja Kang jadi aku bebas dari rayuan pulau kelapa mu itu,"


Jawab Mimin dengan nada sinis sambil membalas lirikan Pak Suta.


" Lo kan kamu kuntilanak nya Min, Jadi ya tetap saja harus aku rayu to yo biar lebih greget gitu lo Min,"


Ujar Pak Suta dengan penuh antusias.


" Siapa juga mau jadi kuntilanak Kang, Eh Kang itu burung apa yang ada di dekat meja makan?"


Tanya Mimin dengan menajamkan pandangan nya.


" Mana ada burung si Min, Halu kamu ya?


Jawab Pak Suta sambil melihat ke arah ruang makan.


Kemudian Mimin pun membalikkan badan nya dan melangkahkan kaki nya menuju ruang makan untuk memastikan apa yang dilihat itu nyata dan bukan lah halusinasi belaka dengan di ikuti oleh Pak Suta di belakang nya dengan penasaran, Mereka berdua pun berjalan mengendap menuju ruang makan sambil berharap bahwa semua itu hanyalah imajinasi saja.


Sedang kan di kamar Daniel terasa sangat hening sebab Daniel masih terlelap sedangkan Risma baru saja membuka mata nya dan melihat jam yang tergantung di dinding dengan pandangan yang sedikit kabur, Sesekali Risma menggosok mata nya agar pandangan nya kembali pulih dan di lihat nya jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi hari.


Lalu Risma pun menuruni ranjang nya dan segera melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Sedang kan Daniel masih menikmati kehangatan bad cover yang menutup sebagian tubuh nya saat itu, Tidak lama kemudian usai lah Risma membersihkan diri dan segera keluar dari kamar nya untuk menuju kamar putri nya.


Saat itu Risma lumayan bingung melihat ulah Mimin dan Pak Suta dari lantai dua sebab mereka berdua membawa sapu di tangan mereka berdua dengan berjalan mengendap seolah-olah hendak menangkap sesuatu yang sudah diincar nya namun Risma tidak memperhatikan ada sebuah burung hantu dengan ukuran yang lumayan besar berwarna putih dan hitam sedang bertengger di sisi meja makan.


" Sedang apa merek berdua itu, Pagi-pagi ada saja ulah nya tapi bila rumah ini tidak ada mereka pasti lebih sepi, Ya sudah lah suka hati mereka saja asal tidak menghancurkan guci kesayangan mertua ku."


Ucap Risma diiringi dengan senyum simpul lalu melangkahkan kaki nya menuju kamar Lia putri nya.

__ADS_1


Saat Risma membuka pintu kamar putri nya saat itu Risma lumayan heran dengan ekspresi Wiyasa, Wisesa dan Ayu yang saat itu berdiri menghadap ke sebuah kaca yang cukup lebar dengan wujud leak yang lumayan menyeramkan bagi yang pertama melihat nya, Sedangkan biasa nya saat mereka bertiga berkumpul tidak mungkin diam dan tenang seperti itu pasti membuat kegaduhan namun tidak pagi ini.


" Tumben kalian tidak membuat kegaduhan apa karena Lia belum bangun?"


Tanya Risma sambil melangkahkan kaki mendekati ranjang Lia.


Namun mereka tidak memberikan respons sama sekali dengan pertanyaan Risma bahkan mereka bertiga tidak memalingkan wajah nya kepada Risma tidak seperti biasa nya, Lalu Risma pun membuka kelambu ranjang milik Lia dan di sana terlihat Lia sedang bermain boneka kecil nya tanpa menangis dan hal itu membuat Risma merasa aneh sebab biasa nya ke tiga sosok itu pasti sibuk menggoda Lia bila tahu Lia sudah terbangun dari tidur nya.


" Kalian ada masalah apa dan mengapa tidak menjawab pertanyaan ku, Apakah kalian tersinggung dengan perkataan ku?"


Tanya Risma sambil berjalan mendekati mereka bertiga yang sedang mematung di sisi jendela kaca yang besar.


Saat itu Risma lumayan terkejut melihat mereka bertiga yang sedang menangis namun tidak bersuara namun air mata mengucur sangat deras membasahi pipi mereka dan pasti nya hal itu membuat Risma semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi mengapa mereka bertiga berekspresi seperti itu dan apa penyebab nya hingga mereka menangis seperti itu.


" Tolong jawab pertanyaan ku, Kenapa kalian bertiga dan mengapa kalian menangis jangan membuat ku cemas?"


Tanya Risma dengan tatapan cemas bergantian memandang ke arah mereka bertiga.


" Ris di villa tua terjadi perampokan semalam,"


Jawab Ayu sambil menatap wajah Risma.


" Ya Tuhan Yesus, Lalu apa yang terjadi kepada Mama dan Papa mereka baik-baik saja kan atau bagaimana kondisi mereka?"


Tanya Risma dengan nada dan tatapan panik.


Namun sebelum sempat mereka bertiga menjawab terdengar sebuah piring dan beberapa barang yang terjatuh dan pasti nya pecah lah semua yang berada di atas meja makan dan hal tersebut menimbulkan kegaduhan alhasil Risma pun membalikkan tubuh nya dan sedikit mempercepat langkah nya untuk memastikan apa yang sedang terjadi di ruang makan hingga menimbulkan kegaduhan saat itu.


" KANG HADANG SEBELAH SANA KANG JANGAN SAMPAI LEPAS!"


" Iya Min tapi aku jijik lihat ini burung kok besar sekali ini apa biang nya burung hantu ya?"


Tanya Pak Suta sambil membentangkan sarung nya untuk menangkap burung hantu.


" Hus ... Hus ... Hus ... sana ke Kang Suta jangan mendekati aku, Sana ... sana pergi ke Kang Suta burung harus berkumpul dengan burung hus ... hus ... hus,"


Ucap Mimin sambil mengibas-ngibas kan sapu di tangan nya mengusir burung hantu besar yang mendekati Mimin.


" Seperti nya itu burung laki-laki Min, Maka nya mendekati kamu dan tidak mau mendekati aku."


Ucap Pak Suta sambil sesekali mengintip dari balik sarung.


Tidak lama kemudian Risma pun sampai di ruang makan dan di lihat nya burung hantu yang berukuran besar sedang berjalan mendekati Mimin dengan tatapan yang tajam seolah akan menyampaikan sesuatu berita mengenai meninggal nya Teresa dan Carlos di villa tua tersebut namun bagaimana pun juga mereka manusia tidak akan paham dengan bahasa binatang.


" Apa yang sedang kalian lakukan, Kalau akan bermain kejar-kejaran di luar mengapa harus di ruang makan, Lihat itu gelas dan piring jatuh dan pecah semua kan?"


Tanya Risma sambil terbelalak melihat ke arah meja makan.


" Nyonya ada burung hantu itu mendekati Mimin,"


Jawab Pak Suta sambil menunjuk ke arah Mimin yang sedang ketakutan didekati burung hantu.


" Ya Tuhan itu burung hantu besar sekali dan dari mana asal nya sedangkan di sini tidak ada hutan?"

__ADS_1


Tanya Risma sambil masih terbelalak melihat ke arah burung hantu yang cukup besar ukuran nya.


" Tidak tahu Nyonya, Tolong usir burung ini Nyonya dia mengejar saya terus."


Jawab Mimin sambil merangkak mendekati Risma.


Saat itu Risma pun ikut panik setelah melihat ada burung hantu yang masuk kedalam rumah nya pagi itu dan Risma mulai teringat dengan ucapan orang tua nya yang pernah bercerita bahwa bila ada burung hantu masuk kedalam rumah itu adalah pertanda bahwa akan mendapat kan berita duka dan Risma pun teringat dengan ucapan Ayu yang mengatakan bahwa semalam villa tua baru saja terjadi perampokan.


Namun belum sempat Risma untuk berfikir dengan pikiran jernih tiba-tiba terdengar suara Daniel dari lantai dua tepat nya dari dalam kamar nya dan seperti nya Daniel sedang menerima telepon dan mendapat kan berita yang cukup buruk sebab terdengar dari nada suara Daniel yang meninggi terkesan terkejut.


Dengan keadaan panik Risma pun segera bergegas menaiki anak tangga menuju kamar nya untuk melihat apa yang terjadi dengan Daniel dan mendapatkan berita apa mengapa suara nya di tinggi kan apakah Daniel mendapatkan berita kondisi kedua orang tua nya yang saat ini berada di villa tua tersebut ataukah mengenai bisnis nya yang mengalami kerugian.


" Sayang ada apa, Mengapa kamu meninggikan nada suara mu hingga terdengar di lantai satu?"


Tanya Risma sambil membuka pintu kamar nya.


" Sayang baru saja aku menerima telepon dari kepolisian mengatakan bahwa di villa semalam terjadi perampokan dan kedua orang tua ku tidak tertolong,"


Jawab Daniel dengan nada dan tatapan kalut.


" Ya Tuhan Yesus apa yang terjadi kepada Papa dan Mama, Sayang?"


Tanya Risma dengan nada lemas duduk di sisi ranjang.


" Aku tidak tahu Sayang, Kita harus segera kesana sekarang juga untuk memastikan apa yang terjadi di sana."


Jawab Daniel sambil bangkit dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.


Saat itu sekujur tubuh Risma terasa lemas mendengar berita yang di sampaikan oleh suami nya dengan pikiran yang kalut Risma mencoba tegar menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di keluarga suami nya yang ternyata penuh dengan misteri yang terselubung sedangkan pagi itu kondisi di villa cukup ramai di penuhi oleh warga sekitar dan badan kepolisian.


Dan pagi itu Pak Susena terlihat baru saja datang di villa tersebut dengan ekspresi seolah-olah tidak tahu menahu apa yang sudah terjadi malam itu dengan berpura-pura panik Pak Susena menghampiri pihak kepolisian yang sedang melakukan penyidikan di dalam villa tua tersebut yang baru saja terjadi perampokan hingga menewaskan Teresa dan Carlos dengan cara yang lumayan tragis.


" Salam ... Maaf Pak ini ada apa ya, Mengapa banyak polisi di villa yang saya jaga?"


Tanya Pak Susena dengan ekspresi wajah lugu.


" Salam, Selamat pagi Pak Susena kami mendapat laporan dari Pak Agung Darma bahwa di villa ini terjadi pembunuhan maka dari itu kami menyidik untuk memastikan motif apa di balik kasus pembunuhan ini,"


Jawab Komandan Komang Satre dengan tegas.


" Gusti nu agung, Lalu bagaimana kondisi Tuan Carlos dan Nona Teresa apakah mereka baik-baik saja Pak?"


Tanya Pak Susena dengan berpura-pura panik.


" Mereka berdua lah yang terbunuh Pak Susena maka dari itu kami sedang mengumpulkan semua bukti-bukti bahwa ini semua pure perampokan bukan karena pembunuhan berencana."


Jawab Komandan Sutre diiring dengan senyum simpul.


Saat itu Pak Susena di wajah nya seperti orang yang sangat berduka mendengar berita tersebut namun dalam hati kecil nya ia merasa sangat lega sebab ia merasa terlepas dari jeratan hukum yang sedang mengintai nya namun kebodohan Pak Susena tidak berfikir bahwa Daniel putra dari Teresa tidak akan tinggal diam mengetahui tewas nya kedua orang tua nya secara tragis.


Dengan kata lain Pak Susena demi menghilangkan sebuah bukti kesalahan nya dengan menimbulkan masalah baru bukan nya menyelesaikan masalah namun menambah masalah yang semakin memberatkan nya saat ini, Sedangkan yang mengetahui semua kebusukan hati Pak Susena adalah Wiyasa yang saat akan terjadi nya kasus perampokan tersebut melihat semua nya.


Lalu apakah Wiyasa akan menceritakan semua nya kepada Risma dan Daniel mengenai kasus meninggal nya Teresa dan Carlos yang cukup mengenaskan tersebut dan apakah Daniel akan mempercayai semua apa yang dikatakan Wiyasa tentang kejadian tersebut dan apakah tindakan I Gusti Ketut dan Nilu Putu selanjutnya yang saat ini posisi nya masih terikat sebuah mantra di atas pohon pinus dan di ruang bawah seperti yang terjadi kepada I Gusti Ketut sebelum di lepaskan oleh Risma.

__ADS_1


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.



__ADS_2