PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 40 . MISI TERSELUBUNG


__ADS_3

Dalam kehidupan ini manusia pasti memiliki sebuah misi dan visi di hidup nya tentu nya setiap pribadi masing-masing memiliki garis hidup dan ketentuan yang berbeda-beda pula bukan, Lalu apa sebenar nya misi Devry kali ini untuk menguak sebuah kisah misteri yang telah terjadi hingga merenggut nyawa orang yang di kasih?


Akan di bantu oleh siapakah Devry untuk menguak sebuah mistery yang sudah berpuluh-puluh tahun terpendam ini, Seperti nya kali ini Devry akan menggandeng Samsul seorang sopir rental yang di kenal nya saat perjalanan ke villa tua tersebut.


Samsul pun ternyata merasa penasaran dengan kejadian ganjil yang di temui nya dan lagi ia merasa iba melihat keluarga Daniel yang meninggal dengan cara mengenaskan dan Risma harus meninggal dengan meninggalkan putri balita nya Amalia yang masih sangat membutuhkan sosok seorang Ibu dalam pertumbuhan nya.


Lalu apakah Daniel mendukung niat Devry dan Samsul untuk menguak misteri yang cukup memakan korban tersebut atau kah Daniel akan melarang Devry dan Samsul demi keselamatan mereka berdua dan Daniel ingin mengakhiri semua kisah misteri yang cukup menguras emosi dan air mata tersebut?


Mari kita tilik kehidupan dan misi mereka setelah 15 tahun berlalu nya kejadian pahit tersebut, Pagi ini setelah melakukan doa pagi Daniel seperti biasa keluar dari kamar nya dan berkeliling kamar untuk melihat apakah buah hati nya Amalia sudah bangun atau belum dan sejak kejadian itu Devri dan istri nya yang bernama Vina tinggal bersama Daniel.


Hal tersebut di lakukan bukan lain untuk membantu Daniel menjaga Amalia secara psikis nya dan Devry pun sudah memiliki seorang putra yang bernama Soni, Hubungan mereka sangat baik bahkan Soni putra dari Devry pun memanggil Daniel dengan sebutan Papa dan hal itu tidak masalah bagi mereka.


" Selamat pagi sayang Papa yang cantik, Ayo bangun sayang matahari sudah menyapa mu,"


Ucap Daniel sambil membuka korden kamar Amalia.


" Pagi juga Pa, Memang ini jam berapa Pa kenapa masih gelap?"


Tanya Amalia yang masih memejamkan mata nya sambil memeluk boneka beruang kesayangan nya.


" Bagaimana tidak gelap kan kamu masih memejamkan mata, Coba buka mata mu dan lihat keluar,"


Jawab Daniel sambil tersenyum melihat ulah putri nya yang cukup manja itu.


Kemudian perlahan Amalia pun membuka mata nya perlahan dan terlihat lah sosok Daniel yang sedang menyilangkan lengan nya di depan dada nya sambil tersenyum berdiri tepat di sisi ranjang nya dan Amalia pun tersenyum melihat nya, Namun seperti nya ketenangan itu hanya berjalan sesaat sebab tiba-tiba terdengar suara yang cukup berisik dari luar kamar Amalia.


" JANGAN HARAP AKU MEMAAFKAN MU FERGUSO ... SUDAH CUKUP KAU MENYIKSA KU AMANDA ... TERNYATA KALIAN BEGITU TEGA MENGHIANATI KU!"


Suara dari luar kamar Amalia yang lumayan membuat Daniel dan Amalia berfikir apa yang terjadi.


" Pasti Tante Vina pendalaman karakter pagi-pagi,"


Ucap Lia panggilan akhrab Amalia sambil bangkit dari tidur nya.


" Begitu lah ulah Tante dan Om mu setiap pagi, Bila Papa menegur nya pasti jawab mereka berdua untuk pemanasan,"


Jawab Daniel diiringi senyum simpul melangkah keluar dari kamar Lia putri nya.


" Pemanasan kok main telenovela."


Ucap Lia sambil menuruni ranjang nya.


Bagi Daniel mereka berdua lah penghibur Daniel sepeninggal istri nya dan ulah mereka berdua mampu menjadi pelipur lara dan kesedihan Daniel selama ini, Dan benar saja pagi itu Devry dan Vina sedang berlagak bermain telenovela di hadapan putra nya bukan lain Soni yang kini berusia 8 tahun.


Semua itu mereka lakukan agar Soni kembali tersenyum saat bangun pagi, Sedangkan Soni malah bingung melihat ulah kedua orang tua nya yang lumayan unik dan eksentrik tersebut dan yang terjadi Soni turun dari ranjang nya kemudian menghampiri Daniel yang sedang menuruni tangga bersama Lia.


" Wah pelanggaran kan kita berdua sudah memainkan peran kita dengan baik ya sayang?"


Ucap Vina sambil melihat Soni yang meninggalkan mereka berdua tanpa ekspresi.


" Seperti nya kita harus merubah dialog kita deh besok pagi agar Soni mau tersenyum."


Jawab Devry dengan tatapan serius memandang Soni keluar dari kamar nya.


Kemudian mereka berdua pun keluar dari kamar Soni dan berjalan menuju lantai satu di mana di ruang makan sudah ada Daniel, Lia dan Soni yang sedang duduk untuk melaksanakan sarapan pagi nya, Sontak Vina terbelalak melihat ulah anak dan keponakan nya yang akan melakukan sarapan pagi.


Sebab Vina berfikir Lia dan Soni belum mandi mengapa sudah sarapan sedangkan mereka berdua sudah mencuci muka dan gosok gigi di wastafel di kamar mandi bawah, Setelah melaksanakan sarapan Daniel sempat berfikir kemana pergi nya Devry mengapa tidak terlihat dan ternyata Devry sedang menerima tamu bukan lain Samsul lah tamu nya.

__ADS_1


" Dev semalam aku sudah menemui orang yang bisa membantu kita, Meski yang akan bertindak murid nya,"


Ucap Samsul dengan ekspresi wajah serius.


" Jangan bilang kamu menemui dukun semalam,"


Jawab Devry sambil melirik ke arah Samsul.


" Ngaco mana percaya aku dengan dukun, Lebih baik kamu ikut dengan ku untuk menemui orang nya sekarang,"


Ucap Samsul sambil melirik ke arah Devry.


" Jauh tidak rumah nya?"


Tanya Devry sambil mengangkat cangkir di samping nya.


" Dekat kok memang nya kalau jahu kamu mau membawa bekal apa, Dasar orang aneh."


Jawab Samsul sambil menikmati bolu pisang.


Kemudian Devry pun bangkit dari duduk nya dan melangkah masuk untuk mengambil jaket dan kunci mobil, Saat itu lah Daniel menegur Devry untuk menanyakan akan pergi kemana mereka berdua apakah memiliki bisnis baru hingga terlihat seserius itu percakapan mereka berdua namun lagi-lagi jawaban Devry di luar nalar umum nya manusia.


" Dev kamu akan pergi kemana dengan Samsul, Apakah kalian akan membuka rental mobil?"


Tanya Daniel diiringi senyum simpul.


" Iya Bang, Aku dan Samsul kerja sama buka rental mobil di kutub selatan dan kutub utara pasti banyak peminat nya,"


Jawab Devry yang mencoba membuat alasan kepada Daniel.


" Pa bukan nya di kutub utara dan selatan itu salju semua dan yang ada juga paling beruang lalu mereka rental di sana memang nya mobil bisa berjalan di salju?"


" Mungkin mereka akan membuat trobosan baru dalam berbisnis,"


Jawab Daniel diiringi dengan senyum simpul.


" Pa kita berdua sudah libur panjang lalu kita akan liburan kemana tahun ini?"


Tanya Soni sambil bergantian memandang ke arah Daniel dan Lia.


" Habiskan dahulu sarapan mu baru nanti kita bicarakan tahun ini kita akan liburan kemana ok anak Papa yang tampan."


Jawab Daniel sambil mengelus kepala Soni.


Kemudian Daniel pun meninggal kan meja makan dan menuju ke ruang kerja nya untuk melihat apakah ada email yang masuk dan saat itu ada kerinduan yang sangat menyiksa saat ia meliat foto almarhum istri nya terpajang di meja kerja nya.


Sedangkan Devry dan Samsul sedang berada di perjalanan dan membahas tentang misi mereka berdua yang tidak di ketahui Daniel sebab pernah Devry menyampaikan niat nya untuk menguak mistri tersebut namun Daniel melarang nya bahkan sempat terjadi adu argumen antara Devry dan Daniel saat itu.


Maka semenjak itu lah Devry tidak pernah membicarakan mengenai misi nya untuk menguak misteri villa tua tersebut kepada Daniel sebab Devry sangat yakin pasti Daniel melarang nya sedangkan Devry sudah bersumpah akan menguak misteri itu di hadapan pusara Risma saat itu, Mereka berdua pun mulai membahas tentang semua kejadian 15 tahun silam.


" Sul, Kamu yakin ini orang benar-benar mau membantu kita, Sebab selama ini sudah berapa ratus orang yang kita temui semua tidak ada yang berani untuk membongkar masalah ini,"


Tanya Devry dengan pandangan fokus ke depan.


" Aku sudah ceritakan semua kejadian itu Dev dan awal nya itu orang juga sempat diam dan berfikir sebab kata nya saat ini itu villa yang menghuni leak semua,"


Jawab Samsul yang sesekali melirik ke arah Devry.

__ADS_1


" Aku pribadi sebenar nya juga ngeri dan trauma untuk datang lagi ke villa itu setelah kejadian itu Sul tapi rasa penasaran ku dan sumpah ku kepada Kakak ku harus aku tepati Sul,"


Ucap Devry dengan serius dan tersirat nada geram.


" Benar Dev, Kita harus bisa menguak semua misteri di villa tua itu dan lagi misi kita ini kan untuk mengembalikan nama baik keluarga mu yang sudah tercemar dengan ulah itu orang,"


Jawab Samsul yang mendukung tindakan Devry.


" Di kata keluarga ku udara apa bisa tercemar segala, Tata bahasa mu suka bikin aku buka kamus tahu."


Ucap Devry sambil memarkirkan mobil nya di sebuah halaman pondok pesantren.


Kemudian mereka berdua pun turun dari mobil dan melangkah kan kaki nya masuk kedalam pondok pesantren untuk menemui Kyai Imron pemilik pondok pesantren yang lumayan terkenal di wilayah tersebut dan pondok pesantren tersebut sudah banyak mencetak santri-santri yang hebat jadi tidak di ragukan lagi ilmu keagamaan mereka.


Sesaat kemudian mereka berdua duduk di ruang tamu untuk menunggu Kyai Imron menemui mereka berdua sebab saat mereka berdua datang Kyai Imron sedang melaksanakan sholat dhuha jadi mereka harus menunggu sejenak dan pasti nya mereka berdebat masalah keyakinan sebab Devry merasa diri nya non muslim dan kasus yang di hadapi mereka pun lumayan unik.


" Sul kamu kan tahu aku bukan muslim lalu nanti kalau Kyai itu keluar apa yang harus aku lakukan?"


Tanya Devry dengan nada pelan takut ada yang mendengar.


" Kamu biasa saja memang nya kamu mau apa kalau bertemu Pak Kyai, Kan tidak mungkin juga kamu main opera di depan Pak Kyai,"


Jawab Samsul dengan santai dan sedikit menahan tertawa melihat ekspresi Devry yang terlihat panik melihat ke sekitar ruang tamu.


" Aku tidak di suruh mengaji kan dengan Kyai itu nanti kalau dia muncul?"


Tanya Devry lagi dengan tatapan serius.


" Tidak lah, Jangan kan kamu aku saja tidak bisa mengaji dengan benar, Memang nya kamu pikir kita mau mondok di sini apa pakai acara di tes mengaji segala."


Jawab Samsul yang semakin tidak mampu menahan tawa nya mendengar pertanyaan Devry.


Tidak lama kemudian keluarlah Kyai Imron yang masih mengenakan sarung dan baju koko menemui mereka berdua yang sudah menunggu nya sedari tadi dan pasti nya Devry sangat canggung berjumpa dengan pemuka agama yang cukup di segani di wilayah tersebut dan ternyata Kyai Imron tidak seperti bayangan Devry.


Ternyata Kyai Imron orang nya masih cukup muda bahkan belum menikah namun ilmu agama nya cukup tinggi sedangkan di dalam imajinasi Devry ia akan bercumpa dengan seorang Kyai yang sudah cukup tua, berjenggot, membawa tongkat dan pasti nya memakai wewangian yang cukup menyengat hingga membuat perut nya mual.


" Assallamualaikum, Maaf ya saya tadi sedang sholat dhuha jadi membuat kalian berdua menunggu,"


Ucap Kyai Imron sambil mengulurkan tangan nya dan diiringi dengan senyum ramah.


" Wa'allaikumusallam Kyai tidak apa-apa kami bisa menunggu harapan yang tidak pasti,"


Jawab Samsul diiringi dengan senyuman dan menjabat tangan Kyai Imron.


" Masalah itu tidak usah di sebutkan juga oncom, Iya Kyai saya yang minta maaf mengganggu waktu ibadah Kyai."


Ucap Devry sambil menginjak kaki Samsul yang berdiri di samping nya.


Saat itu Kyai Imron hanya tersenyum dan sesekali menggelengkan kepala melihat ulah mereka berdua yang cukup lucu bagi nya, Kemudian mereka pun kembali duduk dan menceritakan niat nya untuk menguak semua kejadian yang sudah cukup banyak memakan korban jiwa dan pasti nya niat mereka berdua ingin mengakhiri semua masalah tersebut serta menangkap siapa dalang dari semua kejadian tersebut meski Devry sudah mendapat info dari Daniel namun ia ingin memastikan nya.


Di saat Devry dan Samsul menceritakan semua kejadian secara detail mengenai kejadian yang menimpa mereka berdua di villa tua tersebut Kyai Imron hanya diam sambil sesekali melihat ke arah langit tanpa berpendapat sedekit pun dan ia terus memegang tasbih nya hingga di saat Devry menyebut nama Pak Susena tiba-tiba tasbih yang di pegang Kyai Imron terbakar.


Sontak hal itu membuat mereka bertiga terkejut menyaksikan kejadian di luar nalar tersebut dan pasti nya timbul begitu banyak asumsi di dalam benak mereka bertiga dengan berbagai macam spekulasi mengenai villa tua yang sudah di kosongkan selama 15 tahun yang lalu sejak kejadian yang banyak memakan korban jiwa.


Lalu apa tindakan yang akan di ambil oleh Kyai Imron untuk mengatasi masalah ini apakah Kyai Imron akan turun tangan sendiri ataukah Kyai Imron akan tetap memerintah ke lima murid yang sudah di percaya mampu mengatasi masalah ini lalu bagaimana dengan Pak Susena apakah saat ini ia mengetahui bahwa ada yang akan meringkus diri nya dan akan tamat riwayat nya di tangan Kyai Imron?


Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan janan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

__ADS_1



__ADS_2