
Pasti nya kita sering mendengar bahkan akrab di telinga kita dengan kata respon yang berasal dari kata response yang berarti jawaban atau sikap kita terhadap suatu hal atau pertanyaan yang sesungguh nya response adalah umpan balik suatu hal yang kita lihat, dengar dan rasakan dalam seatu kejadian.
Kali ini kita akan melihat respon Pak Susena saat pertama kali melihat dan berbincang dengan Amalia bukan lain adalah sosok anak kecil yang mewarisi ilmu pangleakan dari leluhur nya dan juga memiliki indigo serti Ibu nya bukan lain adalah Risma yang tewas karena ulah Pak Susena, Sedangkan sejak bayi jantung Amalia sudah menjadi incaran Pak Susena.
Sedangkan Amalia sendiri memiliki sebuah misi di liburan kali ini bukan lain misi nya menuntut balas kepada Pak Susena yang telah menghilangkan nyawa Ibu nya bahkan hingga detik ini roh Risma masih terkurung bersama I Gusti Ketut Kuma Fima dan Nilu Putu di villa tua tersebut, Apakah Amalia sudah mampu untuk menghadapi Pak Susena yang saat ini semakin kuat mengingat usia Amalia masih sangat belia dan pasti nya ilmu dan kekuatan nya sangat jauh di bandingkan dengan Pak Susena.
Lalu bagaimana respon Pak Susena saat pertama kali melihat kelima pemuda yang memiliki ilmu yang tidak kalah tinggi dengan nya apakah ada rasa gentar ataukah Pak Susena akan semakin gila demi keberhasilan nya untuk mendapat kan jantung Amalia yang sudah menjadi incaran nya 15 tahun terakhir ini, Mari kita tilik bersama bagaimana respon dari mereka semua setiba nya di villa tua.
Seperti nya kali ini perjalanan kelima pemuda yang berasal dari pondok pesantren tersebut harus terhenti di sebuah dermaga karena begitu banyak nya kendala yang mereka hadapi mulai dari antrian yang panjang untuk masuk kedalam kapal penyebrangan hingga rusak nya kapal penyebrangan yang membutuhkan waktu lumayan lama untuk perbaikan agar kapal mampu beroperasi.
Namun seperti nya berbanding terbalik dengan yang di alami oleh Daniel, Amalia dan Soni, Travel yang mereka naiki berjalan dengan lancar dan seperti nya semua di permudah sehingga dalam hati kecil Daniel sedikit merasa heran mengingat kali ini mereka akan menuju villa tua di masa liburan sedangkan di hari biasa saja antrian pasti lama dan cukup panjang di dermaga.
Mengapa di dermaga tiga ini lumayan sepi dan tidak ada antrian kendaraan yang seperti hari biasa nya, Sedangkan dalam perhitungan pasti kami akan tiba di villa itu besok sore mengingat hari ini adalah liburan panjang dan lagi aku tidak melihat bus atau pun truk di dermaga ini, Apakah Bus dan truk berada di dermaga lain dan di sini khusus travel?
Bergumam lah dalam batin Daniel sambil sesekali mengelus kepala Soni dan Amalia yang sedang tertidur lelap di samping Daniel saat itu, Seperti nya I Gusti Ketut, Nilu Putu dan Risma mengetahui kedatangan mereka dan sebenar nya mereka sangat merindukan Daniel, Amalia dan Soni namun rasa rindu mereka mau tidak mau harus tertahan karena mengingat kebiadapan Pak Susena selama ini.
" Beli bagaimana cara menghalangi kedatangan mereka bertiga, Aku tidak mau mereka menjadi korban dari kebiadapan Susena yang semakin menggila kali ini,"
Ucap Nilu Putu dengan nada panik dan cemas.
" Benar yang di kata kan Nenek, Aku pun tidak ingin melihat anak dan suami ku mati di tangan Susena gila itu,"
Timpal Risma yang berdiri di balik kaca memandang ke arah Pak Susena yang sibuk menyiapkan sesaji.
" Tidak hanya kalian berdua yang berfikir demikian, Aku pun memikirkan hal yang sama namun bagaimana cara kita bertiga terlepas dari belenggu rantai mantra yang sudah mengikat kita semalama 15 tahun ini?"
Tanya I Gusti Ketut sambil mengangkat rantai yang bercahaya dan cukup besar merantai kedua tangan nya.
Kemudian mereka bertiga yang berwujud leak menyeramkan rambut yang panjang, mata terbelalak, lidah yang menjulur, taring yang runcing dan kuku yang panjang menambah seram bagi yang pertama melihat nya namun seperti nya tidak dengan Amalia yang sudah terbiasa melihat Wisesa dan Wiyasa yang menemani nya sejak bayi.
Di sisi lain ada kelima pemuda yang sudah mengetahui akal Pak Susena untuk menggagalkan niat mereka untuk sampai ke villa tua tersebut dan pasti nya Devry dan Samsul mulai gelisah saat menyaksikan antrian yang cukup panjang dan informasi rusak nya beberapa kapal penyeberangan.
" Sul, Kamu lihat tidak antrian di depan dan belakang kita mengapa sebanyak ini dan seperti nya ini tidak masuk akal bagi ku,"
Ucap Devry sambil tolak pinggang melihat ke arah ke kanan dan ke kiri.
" Dev saat ini kan saat nya liburan jadi pantas saja lah terjadi penumpukan kendaraan di dermaga ini sedangkan yang beroperasi hanya 3 kapal,"
Jawab Samsul mencoba memberi sebuah jawaban yang logika.
" Yang membuat aku semakin berpikir tidak masuk akal itu kan di dermaga ini ada beberapa dermaga lalu mengapa semua berkumpul di dermaga ini ya Sul?"
Tanya Devry dengan tatapan penuh rasa penasaran.
__ADS_1
Saat itu Devry tidak mendapatkan sebuah jawaban dari Samsul sebab ia pun kurang mengerti apa penyebab sebenar nya hingga terjadi hal tersebut sedangkan kelima pemuda tersebut sudah mengetahui mengapa hal ini terjadi saat ini pasti ada campur tangan Pak Susena untuk menggagalkan misi kelima pemuda tersebut.
" Kyai apa yang harus kita lakukan saat ini?"
Tanya Ahmad dengan tatapan bingung.
" Benar kita tidak mungkin hanya menunggu dan berdiam diri di sini sedangakan di sana ada tiga nyawa yang sudah diincar oleh lelaki tua itu,"
Imbuh Gufron yang terlihat mulai tidak sabar menghadapi kondisi seperti itu.
" Tenang dan bersabarlah kalian, Percaya lah kepada Allah sebab Ia adalah zat yang maha pelindung dari segara masalah yang sedang menghampiri hidup kita, Berdoa lah agar tenang hati dan pikiran kalian."
Jawab Kyai Imron di iringi senyum simpul.
Kemudian mereka berlima pun melangkahkan kaki nya menuju sebuah mushola yang di sediakan lalu mereka berlima pun menjalankan sholat untuk memohon petunjuk kepada Allah apa yang harus mereka lakukan saat ini sebab dalam hidup mereka berlima setiap langkah dan keputusan yang akan di ambil semua seijin Allah.
Di sisi lain ada Pak Susena yang sedang sibuk menyiapkan sesaji untuk niatan busuk nya bukan lain untuk mendapatkan jantung dari Amalia dan sebenar nya apa yang membuat Pak Susena sangat menginginkan jantung dari Amalia sejak 15 tahun yang lalu apakah Amalia memiliki sebuah kelebihan selain indigo dan ilmu pangleakan yang di warisi secara turun menurun?
Tinggal satu langkah lagi aku akan menjadi orang terhebat di muka bumi ini dan kali ini aku tidak akan gagal untuk mengambil jantung gadis kecil itu yang di tubuh nya memiliki kekuatan yang cukup besar sebab ia lahir bertepatan bulan purnama dan juga sinar bulan purnama itu mengenai kening gadis kecil itu pasti nya di tubuh gadis itu menyimpan kekuatan sinar bulan yang cukup dahsyat dan aku harus memiliki nya.
Bergumam lah dalam hati kecil Pak Susena sambil sesekali senyum misterius menghiasi wajah Pak Susena yang saat ini tidak terbilang muda lagi dan pasti nya tenaga nya pun tidak sama seperti saat ia masih muda, Di sisi lain kelima pemuda tersebut telah selesai menjalankan sholat nya dan mereka memutuskan untuk menyewa kapal boot untuk memburu waktu yang terus berjalan.
" Bang maaf bagaimana kalau kita menyewa kapal boot saja agar bisa menyeberang sebab sudah cukup lama kita menunggu di sini?"
" Bisa juga seperti itu agar kita lekas tiba di villa tua itu sebab jarak villa tua itu cukup jauh dan juga kita harus melewati satu penyeberangan lagi untuk sampai ke sana,"
Jawab Devry dengan tatapan yang lelah sebab semalam tidak tidur.
Kemudian mereka semua mencari penyewaan kapal boot di sekitar dermaga tersebut dan menitipkan mobil mereka di dermaga tersebut dan seperti nya kali ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan, Sedangkan saat ini Daniel, Amalia dan Soni sudah tiba di dermaga setelah melakukan penyeberangan yang pertama dan akan melanjutkan perjalanan menuju dermaga yang kedua agar sampai ke villa tua tersebut.
Karena matahari sudah bersinar dan pasti nya Amalia dan Soni sudah cukup tidur nya maka mereka berdua pun terbangun sedangkan Daniel masih tertidur lelap di samping mereka berdua, Kemudian Amalia pun mencoba memanggil Ayu sahabat tak kasat mata nya sejak kecil.
" Ayu apakah kamu masih di atas mobil travel ini?"
Tanya Amalia yang sesekali mengarahkan pandangan nya ke atap mobil travel.
" Iya Lia, Aku masih di sini bersama Wisesa dan Wiyasa,"
Jawab Ayu dari atas mobil travel.
" Bagus lah bila seperti itu, Apakah kalian mengetahui apa yang di perbuat oleh lelaki tua itu di sana saat ini?"
Tanya Amalia yang berpura-pura melihat pemandangan dari balik kaca mobil travel.
__ADS_1
" Sedari malam ia sudah sibuk mempersiapkan sesaji untuk ritual memakan jantung mu Lia,"
Jawab Wiyasa dengan nada geram kepada Pak Susena.
" Orang bodoh itu pasti berfikir kamu akan mudah untuk di lumpuhkan Lia,"
Imbuh Wisesa dengan nada gemas kepada Pak Susena yang semakin gila.
" Biarkan saja dia melakukan apa yang menurut nya benar dan pasti nya aku berserah penuh atas hidup ku kepada Tuhan dan biarkan kuasa Tuhan yang akan membawa nya kembali ke jalan kebenaran."
Jawab Amalia diiringi dengan senyum penuh ketenangan.
Ternyata benar tidak membutuhkan waktu lama mobil travel yang mereka naiki sudah tiba di dermaga kedua dan saat itu mobil travel beristirahat di sebuah restoran yang cukup mewah dan saat itu juga Amalia bisa melihat wajah Pak Susena pertama kali nya meski yang di lihat bukan lah tubuh asli Pak Susena melainkan roh leak yang menyerupai wajah Pak Susena dengan tujuan untuk memastikan saat ini mereka bertiga sudah sampai di mana.
Saat itu Amalia baru saja keluar dari kamar mandi hendak menuju meja makan yang sudah di sediaka restoran tersebut untuk tamu yang datang, Saat itu Amalia melihat sosok Pak Susena sedang berdiri di ujung ruangan dengan sorot mata yang misterius memandang ke arah meja di mana Daniel, Amalia dan Soni duduk untuk menunggu hidangan datang.
" Pa orang itu di sini,"
Kata Amalia kepada Daniel dengan sedikit berbisik.
" Orang siapa maksud mu Lia, Papa tidak melihat siapa-siapa,"
Jawab Daniel sambil sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok manusia yang di katakan Amalia.
" Itu Pa dia di ujung sana dan sedang menatap ke arah kita saat ini, Sungguh menyebalkan sorot mata nya!"
Ucap Amalia dengan nada tidak suka dan membuang muka ke arah lain.
" Sudah-sudah siapa pun yang kamu lihat itu tadi jangan di anggap dan jangan sampai merusak liburan tahun ini, Ok sayang."
Jawab Daniel sambil mencubit sayang ke pipi Amalia diiringi dengan senyum simpul.
Bagaimana tidak rusak liburan ku tahun ini bila harus berhadapan dengan pembunuh Kakek, Nenek dan Mama ku hingga aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari Mama ku, Kali ini orang gila itu harus membayar semua prilaku nya yang sudah banyak merugikan dan menghilangkan nyawa orang lain, Jangan bangga dahulu Susena aku datang bukan untuk berlibur tetapi untuk membuat perhitungan dengan mu Susena!"
Bergumam lah dalam hati Amalia dengan tatapan penuh amarah dan dendam yang bergejolak dalam hati dan pikiran nya dan saat itu Pasti nya Pak Susena mengetahui apa yang akan terjadi pada nya saat berhadapan dengan Amalia yang memiliki watak keras kepala yang di warisi dari Daniel dan apa pun yang di inginkan harus tercapai meski harus melewati begitu banyak nya rintangan yang menghadang langkah nya.
Lalu bagaimana dengan kelima pemuda serta Devry dan Samsul apakah mereka semua bisa menyeberangi kapal boot dengan selamat ataukah mereka masih harus berhadapan dengan gangguan yang di buat oleh Pak Susena saat ini dan bagaimana dengan Daniel sendiri yang pasti nya masih tersimpan dengan baik memori bersama Risma di villa tersebut belum lagi sudah begitu banyak kejadian yang di luar nalar terjadi di villa tua tersebut.
Apakah Daniel benar-benar lupa dengan semua kejadian tersebut atau kah Daniel mencoba mengiklaskan tentang semua masalah yang menimpa nya di villa tua tersebut dan mencoba berdamai dengan masa lalu nya yang cukup pahit saat itu, Lalu bagaimana dengan rombongan Devry yang akan segera tiba apakah hal itu akan memicu perseteruan antara Daniel dan Devry yang di anggap khawatir yang berlebihan oleh Daniel?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1