
Bila kita menerima sebuah kenyataan pahit sering kali yang kita lakukan adalah menyalahkan diri sendiri dan hal yang wajar di alami oleh kebanyakan manusia, Seperti yang saat ini harus di alami oleh Daniel yang harus menerima sebuah kenyataan bahwa kedua orang tua nya harus pergi untuk selama-lama nya dan lagi kasus mengenai ke matian mereka belum terungkap siapa penyebab ke matian yang sesungguhnya.
Hal itu belum mampu terungkap kini sudah bertambah lagi kepedihan yang harus di rasakan oleh Daniel yang harus menerima sebuah kenyataan bahwa orang yang di cintai nya pun harus pergi meninggalkan nya untuk selama-lama nya demi menyelamatkan nyawa nya.
Lalu apa yang sebenarnya terjadi hingga Daniel harus mengalami kejadian yang pahit tersebut dan apakah memang benar bahwa villa tua tersebut adalah villa yang penuh kutukan seperti rumor yang selama ini beredar atau kah ada sesuatu yang membuat asumsi tersebut berkembang luas di masyarakat sekitar, Mari kita tilik bersama.
Malam itu pertarungan antara Pak Susena dan I Gusti Ketut sangat lah menegangkan bahkan alam pun seperti nya turut murka dengan memberikan sebuah isyarat petir yang bersahut-sahutan serta langit yang memerah serta angin yang berhembus lumayan kencang hingga pepohonan pinus pun melambai daun nya menambah aura mistik yang lumayan membuat bulu kuduk berdiri.
Saat ini seluruh roh yang di jadikan leak oleh Pak Susena telah terlepas dari kurungan nya dan roh yang kelaparan dan haus akan jiwa manusia pun mulai menyerang masyarakat yang sedang berkumpul di pelataran villa tua untuk menyaksikan perkelahian yang lumayan sengit antara Pak Susena dan I Gusti Ketut.
Namun ternyata seluruh masyarakat menjadi santapan yang cukup nikmat bagi roh yang kelaparan itu dan hal tersebut akan menambah kekuatan bagi Pak Susena pemilik roh yang di jadikan leak bagi nya, Sedangkan Daniel, Devry dan sopir rental berusaha lepas dari ruangan tersebut dengan cara mendobrak pintu kamar yang telah mengunci nya.
" Dev bantu aku dobrak pintu itu dengan kayu ini!"
Ucap Daniel sambil memegang sebilah kayu balok yang cukup besar.
" Baik Bang, Hitungan ke tiga kita dobrak pintu itu."
Jawab Devry dengan tatapan panik.
Kemudian mereka bertiga pun berusaha keras untuk bisa mendobrak pintu tersebut dengan sekuat tenaga dan hal itu pun di lakukan berulang kali baru pintu tersebut bisa di roboh kan, Saat pintu sudah terbuka mereka bertiga terbelalak melihat perkelahian antara Pak Susena dengan I Gusti Ketut serta teriakan masyarakat yang berhamburan karena di kejar oleh sosok yang lumayan menyeramkan di pelataran rumah Pak Susena.
" Ya Tuhan itu mahkluk nya kenapa semakin banyak lalu bagaimana cara nya kita untuk kabur dari sini?"
Tanya Devry yang tercengang melihat mahkluk yang menyeramkan semakin banyak.
" Benar Dev, Kita harus bagaimana dan dari mana asal mereka mengapa semakin banyak seperti itu,"
Jawab Daniel dengan mata yang terbelalak.
" Mari kalian ikut dengan ku, Cepat sebelum semua nya terlambat."
Ucap sopir rental sambil menarik lengan Devry.
Namun naas nya saat itu Daniel tidak mendengar ajakan sopir rental yang bergegas menuju pintu yang menuju ke sebuah pura dan Daniel masih tercengang menyaksikan mahkluk tak kasat mata yang sedang berlarian mengejar masyarakat di pelataran rumah Pak Susena dan sepertinya hal tersebut di manfaat kan oleh Pak Susena.
Hingga kelengahan Daniel tersebut di manfaatkan oleh Pak Susena yang sudah berubah wujud menjadi leak yang lumayan menyeramkan saat itu dan tujuan Pak Susena menarik tubuh Daniel untuk mengancam I Gusti Ketut agar tidak terus menyerang nya sebab sesungguhnya saat ini posisi Pak Susena sudah terpojok oleh serangan yang di lakukan I Gusti Ketut kepada nya maka Daniel lah yang menjadi tameng demi keselamatan nya saat ini.
" KETUT LIHAT SIAPA YANG BERADA BERSAMA KU, BILA KAMU MELANJUTKAN NYA MAKA CUCU KESAYANGAN MU INI AKAN MENJADI SANTAPAN LEZAT KU!"
Teriak Pak Susena sambil merangkul tubuh Daniel dengan erat.
" Lepas kan aku ... mahkluk sialan aku tidak mengenal mu!"
Bentak Daniel yang berusaha lepas dari cengkeraman Pak Susena.
" Susena, Pengecut sekali kamu bersembunyi di balik kelemahan seseorang, Lepas kan dia dan hadapi aku Susena!"
Jawab I Gusti Ketut dengan nada geram menunjuk ke arah Pak Susena.
__ADS_1
" Akan aku lepaskan cucu mu asal kamu mau merelakan anak dari nya menjadi santapan ku malam ini, Bagaimana setuju kamu Ketut?"
Tanya Pak Susena yang berniat ingin memakan Amelia putri dari Daniel yang baru berusia beberapa bulan.
" SUDAH HILANG KE WARASAN MU SUSENA, ILMU ITU SUDAH MEMBUAT MU GILA, HADAPI AKU JANGAN SENTUH ANAK DAN CUCU KU!"
Jawab I Gusti Ketut yang semakin emosi mendengar permintaan Pak Susena.
Dalam kondisi yang sangat menegangkan saat itu tiba-tiba terlihat di ujung ruangan sebuah cahaya yang sangat terang pasti nya mereka bertiga terkejut cahaya apakah itu dan tidak begitu lama cahaya itu berubah menjadi wujud Risma bukan lain istri dari Daniel yang berdiri di ujung ruangan dan pasti nya Daniel sangat terkejut menyaksikan hal tersebut.
" Sayang, Apakah aku tidak salah lihat dan bukan kah kamu sedang di kota bersama Lia lalu ... apa yang sebenarnya terjadi ini?"
Tanya Daniel dengan tatapan bingung ke arah Risma.
" Susena sudah cukup ke gilaan mu selama ini dan lepaskan suami ku bila kamu ingin menikmati putri ku maka kalahkan aku terlebih dahulu!"
Ucap Risma dengan tatapan penuh dendam kepada Pak Susena.
" Ini yang aku suka dan malam ini bisa ku pastikan bahwa kalian semua akan menjadi santapan ku, BRAKK!"
Jawab Pak Susena diiringi tertawa lepas melemparkan tubuh Daniel hingga menghantam sisi tembok rumah.
Bisa di pastikan saat itu Daniel jatuh pingsan karena lemparan yang cukup kuat dan saat itu roh Risma hanya mampu melihat kondisi Daniel yang terlihat jelas luka menganga di dada dan lengan nya karena terkena cakar Pak Susena yang sudah merubah wujud menjadi leak yang cukup mengerikan dan ganas saat itu.
Sayang kamu harus bertahan hidup demi Amalia putri kecil kita dan bila aku harus pergi meninggal kan kalian satu pesan ku jangan pernah kembali atau membawa putri kita ke villa ini lagi, Tutup villa tua ini untuk selama-lama nya sudah cukup korban yang ada saat ini dan jadi kan pengorbanan ku ini akhir dari ke biadab pan Susena.
Bergumam lah dalam hati roh nya Risma lalu Pak Susena pun mulai menyerang Risma dan tidak hanya Pak Susena yang menyerang Risma namun ada puluhan sosok leak yang awal nya berada di pelataran kini masuk ke dalam rumah Pak Susena dan menyerang Risma dan I Gusti Ketut dengan bersamaan, Sedangkan Devry baru menyadari bahwa Daniel tidak ikut bersama nya ke pura itu maka Devry pun kembali bersama sopir rental itu masuk ke dalam rumah Pak Susena untuk menarik tubuh Daniel yang sedang pingsan dan terluka cukup parah saat itu.
Tanya Devry sambil memegang lengan Daniel yang pingsan tergeletak di lantai.
" Tuan lekas bawa kemari Tuan Daniel sebelum keadaan semakin parah dan kita juga menjadi korban nya!"
Teriak sopir rental sambil sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada mahkluk menyeramkan yang mendekati nya.
Kemudian tanpa berfikir panjang Devry segera membopong Daniel keluar dari rumah Pak Susena yang kondisi nya cukup mencekam saat itu, Lalu mereka bertiga pun sedikit berlari menuju pura yang letak nya tidak begitu jauh dari villa tua itu dan segeralah sopir rental tersebut berdoa menurut keyakinan nya sedangkan Devry masih bingung dengan apa yang sedang di alami nya saat ini.
Karena sopir rental tersebut adalah seorang muslim yang lumayan taat maka ia pun segera mengambil air wudu dan segera menjalan kan sholat di halaman pura tersebut untuk meminta pertolongan kepada Allah dan tidak lama kemudian terdengar dentuman yang lumayan keras dari arah rumah Pak Susena dan saat Devry melihat ke arah suara dentuman yang lumayan keras terlihat lah kobaran api dan asap hitam pekat mengepul ke udara.
Maka Devry pun berfikir bahwa semua nya sudah berakhir dan hati Devry pun merasa lega saat itu namun ia tidak mengetahui bahwa sosok yang bercahaya yang di serang oleh segerombolan leak yang menyeramkan itu tadi adalah roh dari Risma yang terlepas dari raga nya maka bisa di pastikan seiring dengan suara dentuman yang lumayan keras tersebut maka tubuh Risma pun mengalami cedera yang cukup fatal hingga nyawa nya tidak tertolong.
Bahkan sopir rental itu pun sampai mengucurkan darah segar dari bibir nya karena terkena luka dalam meski tidak sampai merenggut nyawa nya, Bersamaan dengan berakhir nya perkelahian di rumah Pak Susena terdengar lah suara adzan yang cukup nyaring saat itu dan Devry pun memutuskan kembali pulang dan akan berniat menceritakan semua kejadian tersebut kepada Risma kakak nya.
Sedangkan fakta nya Risma kini telah tiada pergi untuk selama-lama nya dan pagi ini di rumah Daniel terjadi kehebohan karena Mimin melihat jasad Risma yang tergeletak di lantai sambil memeluk alkitab di dada nya serta terlihat luka lebam yang cukup banyak di sekujur tubuh nya, Maka Mimin pun berteriak histeris hingga membuat Pak Suta terkejut dan bergegas menghampiri Mimin.
"AAAAAA ...."
Teriak Mimin sekuat tenaga saat melihat tubuh Risma tergeletak di lantai.
" Mimin, Ada apa kamu berteriak seperti itu apakah ada hantu di kamar Nyonya?"
__ADS_1
Tanya Pak Suta sambil berlari mendekati Mimin.
" Kang Nyonya Risma kenapa seperti itu?"
Jawab Mimin dengan nada gugup dan takut.
" Astagfirullahalazim ya Allah, Kenapa Nyonya ini Min?"
Jawab Pak Suta yang berbalik bertanya sambil merangkul tubuh Mimin yang ketakutan.
" Kang aku takut,"
Ucap Mimin sambil bersembunyi di dada Pak Suta.
" Ayo kita lapor polisi saja Min, Aku juga takut ada sesuatu dengan Nyonya Risma,"
Jawab Pak Suta sambil membawa Mimin menuju lantai satu.
Kemudian mereka berdua pun bergegas menghubungi kantor kepolisian dan juga menghubungi keluarga Risma bukan lain kedua orang tua Risma yang berada di lain pulau saat itu, Pasti nya kedua orang tua Risma sangat terkejut mendengar berita yang memilukan saat itu dan mereka pun bergegas untuk pergi ke rumah Daniel memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Sedangkan Devry mencoba kuat membawa Daniel yang terluka parah bersama sopir rental menuju di mana mobil mereka sedang mogok kemarin dengan niatan untuk kembali ke kota sedangkan jasad Teresa dan Carlos di minta Devry kepada kepolisian untuk di bawa ke kota agar bisa segera di makam kan di kota dan pasti nya Devry tidak mengetahui bahwa akan ada pemakaman tiga jenasah setiba nya di kota dan pasti nya hal itu tidak lah mudah bagi Devry yang harus menerima kenyataan bahwa Risma kakak kandung nya telah meninggal dunia.
Sepanjang perjalanan menuju kota Devry ditemani oleh sopir rental dan beberapa pihak kepolisian, Devry merasakan ada sesuatu yang terjadi dengan Risma namun Devry tidak tahu apa yang terjadi dan ia pun mencoba menghubungi nomor telepon Risma namun tidak di angkat dan hal itu membuat Devry semakin gelisah.
" Kemana sih ini orang dari tadi aku telepon tidak di angkat padahal nomor nya aktif?"
Ucap Devry sambil mencoba menghubungi nomor telepon Risma kembali.
" Mungkin sedang sibuk Kakak nya Tuan jadi tidak mengetahui Tuan menelpon,"
Jawab sopir rental sambil meringis menahan sakit di dada nya.
" Benar juga kata mu Samsul,"
Ucap Devry diiringi dengan senyum simpul.
" Kok Tuan tahu nama saya padahal saya belum memberi tahu nama saya ke Tuan atau jangan-jangan karena kejadian semalam Tuan jadi sakti bisa menebak nama orang?"
Tanya Samsul sopir rental dengan tatapan serius.
" Bukan masalah sakti tapi aku membaca nama mu di kaos yang kamu pakai Samsul."
Jawab Devry dengan ekspresi wajah sebal.
Kemudian Samsul pun melihat nama yang tertera di kaos yang ia kenakan sambil sesekali mengangguk dan tersenyum kepada Devry sedangkan Devry masih saja gelisah dan berfikir apa yang harus di katakan kepada Risma saat mengetahui Daniel suami nya terluka cukup parah seperti ini dan Devry berfikir apakah Risma akan percaya dengan perkataan Devry mengenai sosok mahkluk tak kasat mata yang melukai Daniel.
Lalu apakah yang akan terjadi dengan Devry dan Daniel saat mengetahui bahwa orang yang mereka sayangi telah tiada apakah mereka akan bisa menerima nya begitu saja atau kah mereka berdua akan menuntut balas kepada Pak Susena penyebab semua hal hingga banyak korban jiwa berjatuhan ataukah Samsul yang akan bertindak kali ini karena rasa iba melihat Amalia yang masih kecil sudah di tinggal untuk selama-lama nya oleh Ibu nya?
Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1