
Dunia ini panggung sandiwara dan pasti nya semua memerankan peran nya masing-masing dengan baik agar seakan tidak ada cela sedikit pun, Ada peran menjadi orang yang baik dan penuh pengertian serta pemaaf namun ada juga orang yang memerankan menjadi seorang pecundang dan trouble maker dalam kehidupan ini.
Pasti nya semua sesuai dengan tugas masing-masing seperti ada nya siang dan malam tidak mungkin ada malam terus dan siang terus semua berjalan silih berganti secara bergantian begitu juga dalam kehidupan mahkluk hidup di muka bumi ini yang tidak ada yang nama nya keabadian di dalam nya.
Kali ini kita akan menyaksikan drama yang harus di peran kan oleh Pak Susena untuk menutupi semua kesalahan nya dengan cara menghabisi Teresa dan Carlos saat akan kembali ke Ibukota sebab Pak Susena yakin bahwa sebenarnya Teresa sudah mengetahui semua nya dan pasti nya Teresa akan mengusut semua nya ke jalur hukum pikir Pak Susena.
Jadi dengan cara menghabisi Teresa dan Carlos itu cara paling ampuh bagi Pak Susena agar terlepas dari jeratan hukum manusia, Namun sesungguhnya Teresa tidak akan mengusut semua masalah tersebut hingga ke jalur hukum semua sudah di ikhlaskan dan di serahkan kepada Tuhan yang maha adil.
Pagi ini Teresa dan Carlos sudah bersiap-siap untuk menuju dermaga penyeberangan namun seperti nya cuaca sedang tidak mendukung, Awan gelap pun menutupi senyum indah mentari pagi ini dan kabut pun masih menyelimuti bangunan villa tua tersebut hingga udara terasa dingin yang lumayan menusuk tulang dan hal itu menambah suasana semakin mengerikan di sekitar villa tua.
" Ma cuaca seperti nya sedang tidak mendukung pagi ini untuk kita melakukan perjalanan pulang?"
Tanya Carlos sambil menatap ke langit dari balkon kamar nya.
" Benar Pa, Apa kita tunda dahulu saja Pa sampai kondisi nya membaik?"
Jawab Teresa yang berbalik bertanya kepada suami nya.
" Begitu juga tidak apa-apa Ma, Lagi pula urusan kantor pasti sudah di tangani oleh Daniel,"
Jawab Carlos diiringi senyum simpul sambil membalikkan tubuh nya menghadap ke Teresa.
Kemudian Teresa pun mengambil ponsel nya untuk memberi kabar kepada Daniel bahwa ia tidak jadi hari ini untuk bertolak ke Ibukota di karena kan cuaca yang kurang bersahabat, Sedangkan Daniel sedari tadi mencoba menghubungi ponsel milik Teresa selalu tidak bisa mungkin karena cuaca jadi jaringan tidak mendukung saat itu.
Tidak lama kemudian terdengar pintu kamar Teresa ada yang mengetuk nya bukan lain Pak Susena yang akan menanyakan apakah Teresa dan Carlos akan bertolak ke Ibukota hari ini atau akan menunda perjalanan karena cuaca yang sedang buruk saat ini, Pasti nya Pak Susena akan membuat rencana baru bila Teresa dan Carlos membatalkan perjalanan nya kali ini.
" Tuan, Non, Maaf apakah jadi hari ini kembali ke kota sedangkan cuaca sedang tidak baik,"
__ADS_1
Ucap Pak Susena dari balik pintu kamar Teresa.
Saat mendengar suara Pak Susena dari balik pintu Carlos dan Teresa saling pandang sejenak dan Carlos pun hanya mengangkat kedua bahu nya tanda tidak mengetahui apa maksud Pak Susena sesungguhnya bertanya seperti itu kepada mereka berdua, Kemudian Carlos pun melangkahkan kaki nya untuk membuka pintu kamar nya.
" Iya Pak Susena, Seperti nya kami menunda perjalanan pulang sebab kondisi alam yang seperti nya tidak bersahabat hari ini,"
Jawab Carlos diiringi dengan senyum tenang.
" Benar Tuan beberapa minggu terakhir ini cuaca sedang tidak menentu jadi lebih baik Tuan menunda perjalanan demi keselamatan."
Ucap Pak Susena dengan tatapan dan senyum misterius kepada Carlos.
Setelah itu Pak Susena mohon undur diri untuk membersihkan taman samping villa tersebut dan Carlos pun mempersilahkan, Setelah Pak Susena pergi dari hadapan Carlos saat itu Carlos teringat kejadian semalam saat ia melihat ulah Pak Susena yang tidak wajar bagi nya dan juga dengan di temukan nya tang potong yang tergeletak di lantai garasi semua itu di ceritakan Carlos kepada Teresa dengan detail.
Saat itu Teresa menaruh curiga kepada Pak Susena namun Teresa masih belum mengetahui niat Pak Susena yang sesungguhnya apa dan mengapa harus berbuat demikian, Apakah Pak Susena juga berniat untuk menghabisi Teresa dan Carlos hingga berbuat demikian namun untuk apa melakukan hal seperti itu sedangkan Teresa tidak mengusut semua yang sudah terjadi selama ini.
Begitu banyak pertanyaan timbul dalam benak Teresa sambil mendengarkan cerita dari Carlos yang sedikit merendahkan nada suara nya karena Carlos takut apa yang ia kata kan saat ini terdengar oleh Pak Susena dan menimbulkan masalah baru lagi di villa tua tersebut, Sedangkan I Gusti Ketut dan Nilu Putu sudah mengetahui semua niatan jahat dari Pak Susena sejak tadi malam.
Di sisi lain ada Risma bersama Ayu dan Wisesa yang sedang berada di teras samping rumah nya sambil mengayun Lia putri nya yang baru saja di mandi kan pagi itu sedangkan Daniel pagi-pagi sekali sudah pergi ke kantor sebab akan ada meeting klien pagi itu, Sedangkan Mimin sejak bangun pagi sudah mulai memperdalam olah vokal menjadi kuntilanak hingga membuat Risma tertawa karena geli melihat nya.
" Min, Sedari pagi aku lihat kamu tertawa lalu menangis lalu diam dengan mata terbelalak sambil menghadap kaca itu maksud nya apa?"
Tanya Risma sambil duduk di kursi malas dekat jendela.
" Eh Nyonya, Saya lagi pendalaman karakter saja Nyonya tapi menurut Nyonya sudah pantas belum saya jadi kuntilanak?"
Jawab Mimin yang berbalik bertanya kepada Risma dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
" Mimin ... Mimin punya cita-cita kok jadi kuntilanak nyambok jadi yang lain gitu lo Min,"
Ucap Risma sambil tersenyum simpul.
" Bukan cita-cita Nyonya tapi saya mau ikut audisi jadi kuntilanak di film kuntilanak tidak jadi beranak,"
Jawab Mimin dengan tatapan serius.
" Kenapa tidak jadi beranak itu kuntilanak nya Min?"
Tanya Risma dengan serius memandang ke arah Mimin.
" Ya bagaimana mau beranak kan kuntilanak nya belum menikah Nyonya, Lalu kalau sampai beranak itu anak siapa Nyonya?"
Jawab Mimin dengan nada serius bercerita mengenai film kuntilak tidak jadi beranak.
" Benar juga apa kata kamu Min, Coba nanti kamu carikan dulu suami untuk kuntilanak itu agar anak nya memiliki bapak biar bisa mengurus akte itu anak kuntilanak nya Min,"
Ucap Risma sambil menahan ketawa sebab ulah Mimin yang semakin aneh.
" Baik Nyonya nanti saya coba cari kan, Saya masuk dulu Nyonya mau membersihkan kamar Non Lia."
Jawab Mimin diiringi senyum kepada Risma.
Saat itu Risma hanya menjawab nya dengan mengangguk diiringi dengan tawa lepas melihat ekspresi wajah Mimin yang sepertinya semakin bingung saat di minta Risma untuk mencarikan suami untuk kuntilanak nya agar memiliki status yang jelas bila memiliki seorang anak siapa ayah nya.
lalu apakah yang akan di lakukan selanjutnya oleh Pak Susena yang mengetahui Teresa dan Carlos membatalkan perjalanan nya bertolak ke Ibukota dan apa yang akan di lakukan I Gusti Ketut bersama Wiyasa kepada Pak Susena untuk menggagalkan niatan Pak Susena kali ini yang berniat untuk menghabisi Teresa dan Carlos agar tidak terungkap kejahatan Pak Susena selama ini?
__ADS_1
Ikuti terus kisah perjalanan mereka dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.