
Seringkali orang yang sudah melakukan sebuah kesalahan yang fatal membuat prilaku yang lebih fatal lagi hanya untuk menutupi kesalahan yang pertama di perbuat nya dengan kata lain kebohongan akan di tutup dengan kebohongan yang lain dan hal itu akan terus berlanjut hingga nyawa nya terlepas dari raga nya.
Seperti itu lah yang seperti nya sedang di lakukan oleh Pak Susena demi selamat dari kejaran aparat hukum dengan semua tindakan nya yang lumayan tragis menghilang kan nyawa manusia yang di anggap akan membahayakan keselamatan nya namun Pak Susena seperti nya sudah tidak mempercayai ada nya sebuah karma di dalam kehidupan ini dan itu nyata ada nya.
Malam ini Wisesa dan Wiyasa di rayu oleh Pak Susena dengan imbalan jantung Nilu Wulan yang sudah di letak kan di sebuah nampan dengan harapan mereka berdua menuruti apa yang di perintahkan oleh Pak Susena untuk menghabisi Daniel dan Risma sebab bagi Pak Susena hanya tinggal mereka berdua lah yang membahayakan diri nya saat ini.
Namun Pak Susena lupa bahwa Daniel memiliki seorang putri kecil yang ternyata juga mewarisi kemampuan Nilu Putu dan Risma Ibu nya, Itu lah kebodohan Pak Susena yang teledor dan ada beberapa bukti kuat yang bisa menyeret nya kerana hukum dengan meninggal nya Nilu Wulan dan semua itu sedang di bedah oleh Wisesa dan Wiyasa malam ini, Lalu Pak Susena akan berdalih apa lagi dengan bukti yang ada di depan mata?
Malam itu setelah Wisesa dan Wiyasa mendengar niatan Pak Susena lalu mereka berpura-pura dengan beralasan ingin pergi ke hutan pinus sebentar untuk mencari ide agar terlihat seram dan membuat Daniel dan Risma mati ketakutan namun sebenarnya mereka berdua sedang merencanakan bagaimana cara nya menghukum Pak Susena yang sangat biadab tersebut.
" Wiyasa apakah kamu tidak curiga dengan jantung yang berada di nampan itu?"
Tanya Wisesa sambil duduk di atas ranting pohon pinus yang cukup besar.
" Iya aku curiga itu jantung nya Daniel atau jantung adik ipar nya,"
Jawab Wiyasa sambil menepuk nyamuk yang hinggap di wajah Wisesa dengan keras.
" Aaooo ... sakit tahu, He ... bodoh kalau memang itu jantung Daniel atau adik ipar nya lalu untuk apa kita di minta membunuh nya, Dasar mahkluk aneh,"
Ucap Wisesa sambil mendorong kepala Wiyasa dengan satu jari.
" Kalau begitu itu jantung siapa, Apakah kamu memiliki firasat itu jantung siapa?"
Tanya Wiyasa sambil berlagak berfikir memandang ke arah Pak Susena.
" NILU WULAN, Saat ini hanya Nilu Wulan yang dengan mudah bisa di habisi Susena, Ayo lekas kita ke rumah Nilu Wulan dan kita pastikan bagaimana kondisi nya,"
Jawab Wisesa dengan nada yang sedikit tinggi.
" Iya benar juga, Ayo kita kesana eh ... tunggu bantu aku menuruni pohon pinus besar ini Wisesa,"
Ucap Wiyasa yang terlihat kebingungan untuk turun.
" Ada-ada saja setan bisa naik pohon tidak bisa turun nya, Apa susah nya tinggal loncat tidak akan keseleo juga kaki mu Wiyasa, Ayo lekas naik ke punggung ku."
Jawab Wisesa dengan nada kesal tapi tetap saja di bantu Wiyasa turun dari pohon pinus yang besar itu.
Kemudian mereka berdua pun berjalan mengendap-endap menuju rumah Nilu Wulan dan mulai mencari keberadaan Nilu Wulan saat itu dan mereka segera menuju kamar tidur Nilu Wulan saat indra penciuman nya mencium aroma yang sangat menyengat dari dalam kamar Nilu Wulan dan lagi terlihat jelas di lantai ada bekas jejak darah yang menetes sepanjang jalan menuju dapur rumah tersebut.
Saat mereka membuka pintu kamar mereka berdua sangat terkejut menyaksikan kondisi Nilu Wulan yang sudah tergeletak di ranjang tidak bernyawa dan terlihat jelas luka sayatan yang cukup panjang dari dada hingga perut nya bahkan hampir seluruh isi perut nya terburai di atas ranjang dan mata Nilu Wulan yang terbelalak hal itu membuat siapa pun yang melihat akan miris dan ngilu.
" Sungguh biadab kamu Susena, Tunggu pembalasan ku dan kamu harus merasakan apa yang di rasakan Nilu Wulan saat ini!"
Ucap Wiyasa dengan nada geram dan menahan sesak di dada nya menyaksikan kondisi Nilu Wulan.
" Wiyasa kita buat Susena ketakutan dengan ulah nya sendiri, Rubah wujud mu menjadi Nilu Wulan dan aku akan mencoba membangunkan Daniel dan juga adik ipar nya sebelum bukti kejahatan Susena ini di hilangkan oleh nya."
Ucap Wisesa sambil menatap ke arah Wiyasa yang berdiri di samping nya.
Kemudian mereka berdua pun menjalan kan tugas masing-masing namun yang menjadi permasalahan Wisesa lupa bahwa Daniel dan Devry penakut jadi bila Wisesa membangunkan mereka berdua dengan wujud leak bisa di pasti kan Daniel dan Devry bukan nya terbangun melainkan mereka berdua akan jatuh pingsan melihat sosok Wisesa yang tinggi nya dua meter, rambut yang terurai acak-acakan, mata merah terbelalak, lidah menjulur hingga ke lantai, taring yang runcing dan kuku yang panjang.
Kemudian Wisesa pun segera menuju villa tua tersebut dengan tujuan untuk membangunkan Daniel dan Devry sedangkan saat itu Devry merasakan udara yang cukup dingin maka berulang kali harus terbangun untuk ke kamar mandi dan saat ini Devry merasa kan aura kehadiran Wisesa di kamar nya setelah ia keluar dari kamar mandi.
" Ini rasa-rasa nya sudah tidak betul di dalam kamar ini, eh ... sopir bangun malah tidur saja nanti di makan setan baru tahu rasa,"
__ADS_1
Ucap Devry sambil duduk di tepi ranjang dan sesekali membangunkan sopir rental yang sedang tertidur lelap.
" Apa to yo dari tadi berisik saja, Mana ada setan di sini kalau di luar mungkin ada itu setan dan kawan-kawan nya,"
Jawab sopir rental sambil menarik selimut nya.
" Di kata setan nya sedang ronda apa berkeliling di luar, Nama nya setan mana tahu tempat, Lekas bangun antar aku ke dapur,"
Ucap Devry mencoba membangunkan sopir rental itu lagi.
" Males, Pergi saja sendiri."
Jawab sopir rental itu sambil membalikkan tubuh nya membelakangi Devry yang mulai ketakutan.
Akhir nya rasa takut Devry di kalahkan oleh rasa haus yang teramat sangat dan ia pun memberanikan diri untuk keluar dari kamar nya untuk menuju dapur mengambil air minum, Dengan berjalan perlahan dan sesekali melihat ke sekeliling nya Devry melangkah kan kaki nya menuju dapur dan di ruang tamu langkah Devry di hentikan oleh Wisesa yang berwujud leak menyeramkan.
" Itu patung yang di ruang tamu tadi atau benar mahkluk tak kasat mata, Tapi kalau itu patung yang yang di ruang tamu kenapa bisa jalan sampai ruang makan apa itu patung jenuh di ruang tamu terus jadi jalan-jalan ke ruang makan?"
Tanya Devri sambil menghentikan langkah kaki nya.
" Akhir nya bangun juga kamu Devry, Lekas bangun kan Daniel ada sesuatu hal yang sangat penting dan Daniel harus tahu,"
Jawab Wisesa yang berdiri tegap menghadap ke arah Devry yang hanya berjarak dua meter.
" Buset itu patung tahu nama ku dan nama Abang ipar ku padahal kita tadi belum sempat berkenalan, Eh ... tunggu-tunggu ini patung kok bisa berbicara apa ada cip komputer nya ya?"
Ucap Devry yang belum menyadari bahwa sosok di hadapan nya adalah mahkluk tak kasat mata.
" Lekas lah Devry jangan terlalu lama berfikir nanti Susena menghilangkan bukti kejahatan nya lagi,"
" Wah sudah tidak benar ini sebab tidak aku temukan cip di tubuh patung ini, Kamu setan apa robot jawab!"
Bentak Devry yang mulai menyadari bahwa Wisesa bukan lah patung atau robot.
" Aku hantu, Ayo lekas kamu pergi ke kamar Daniel dan bangun kan dia Devry!"
Jawab Wisesa dengan nada sedikit tinggi sebab kesal.
" Oh jadi kamu hantu bukan setan ya, Eh ... hantu dan setan kan masih sepupu an wah benar tidak beres ini villa tua, ABANG HANTU NYA NONGOL!"
Teriak Devry yang berlari menaiki anak tangga menuju kamar Daniel.
Sedangkan saat itu Daniel baru saja terpejam mata nya sambil memeluk bingkai foto yang terpampang foto kedua orang tua nya yang baru saja meninggal dalam kejadian tragis perampokan di villa tersebut, Dan bisa di pastikan bahwa saat itu Daniel sangat terkejut saat mendengar pintu kamar nya di gedor dengan keras dan di tambah dengan suara teriakan Devry yang membuat telinga pekak.
" ABANG ... ABANG ... ABANG ... BUKA PINTU NYA HANTU NYA NONGOL DI BAWAH, LEKAS BUKA PINTU NYA ABANG SEBELUM HANTU NYA MEMAKAN AKU!"
Teriak Devry sambil menggedor pintu kamar Daniel dengan keras.
" Ada apa lagi sih Dev, Mana mungkin ada hantu yang mau memakan kamu, Buat orang kaget saja ini masih malam apa kamu tidak melihat jam?"
Tanya Daniel dengan nada kesal setelah membuka pintu kamar nya.
" Ada hantu di bawah Bang, Dia menyuruh aku membangunkan Abang sebelum Susena menghilangkan bukti kejahatan nya, Kata nya begitu Bang!"
Jawab Devry dengan ekspresi wajah ketakutan dan menunjuk ke arah ruang makan.
__ADS_1
" Kejahatan Pak Susena, Maksud nya bagaimana dan apa yang sudah di lakukan Pak Susena Dev?"
Tanya Daniel dengan tatapan bingung.
" Lebih jelas nya Abang tanya saja dengan hantu nya, Aku tidak tahu siapa itu Susena dan ia sudah berbuat kejahatan apa, Ayo Abang kita pergi saja dari sini,"
Jawab Devrt dengan wajah ketakutan memegang lengan Daniel dengan erat.
" Iya tunggu sebentar aku masih penasaran dengan yang baru saja kamu kata kan, Lebih baik sekarang kita ke rumah Pak Susena."
Ucap Daniel dengan nada dan wajah panik.
Kemudian Daniel dan Devry pun membangun kan sopir rental untuk menemani mereka berdua menuju rumah Pak Susena malam itu sedangkan Wiyasa sudah berubah wujud nya menyerupai Nilu Wulan untuk membuat Pak Susena ketakutan dengan kesalahan yang sudah di perbuat nya saat ini dan pasti nya Pak Susena lumayan terkejut saat ia melihat sosok Nilu Wulan dengan kondisi yang lumayan mengenaskan mendatangi nya.
" Nilu Wulan, Benarkah itu diri mu bukan kah kamu sudah meninggal?"
Tanya Pak Susena dengan tatapan ketakutan melihat sosok di hadapan nya dengan kondisi yang mengenaskan.
" Kenapa Beli, Apakah kamu takut melihat ku dan bukan kah ini hasil karya kejahatan mu hingga membuat ku seperti ini?"
Jawab Nilu Wulan yang berbalik bertanya kepada Pak Susena.
" Nilu kamu sudah salah sangka, Maaf kan aku Nilu yang sudah gelap mata melakukan hal itu kepada mu dan semua itu ku lakukan agar kamu tidak merasakan sakit lagi,"
Rengek Pak Susena yang melakukan pembelaan diri.
" Kamu sungguh hebat Beli untuk memainkan semua drama kejahatan mu, Tapi ingat semua ada waktu nya dan sebentar lagi adalah waktu mu untuk mengakui dan mempertanggung jawab kan semua kejahatan mu!"
Ucap Nilu Wulan dengan mata merah terbelalak dan isi perut yang terurai keluar.
" Apa maksud mu Nilu?"
Tanya Pak Susena sambil menoleh ke arah rumah nya sebab mendengar suara teriakan dari Daniel, Devry dan sopir rental yang lumayan keras.
Seketika Pak Susena bangkit dari duduk nya dan berlari menuju rumah nya dan di situ Pak Susena menyadari bahwa kejahatan nya telah di ketahui oleh Daniel, Devry dan sopir rental tersebut lalu tanpa berfikir panjang Pak Susena pun mengeluarkan cambuk cemeti nya untuk membuat Daniel, Devry dan sopir rental tersebut kehilangan nyawa nya malam itu juga.
Namun tindakan Pak Susena mampu di halangi oleh I Gusti Ketut yang sedari tadi sudah berada di dalam rumah Pak Susena untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada nya atas semua prilaku biadab yang sudah ia lakukan selama ini.
" HENTIKAN SUSENA, MASALAH MU DENGAN KU BUKAN DENGAN MEREKA DAN MEREKA BUKAN LAH TANDINGAN MU!"
Teriak I Gusti Ketut sambil memegang lengan Pak Susena yang akan mengayunkan cambuk cemeti nya.
" I Gusti Ketut!"
Ucap Pak Susena dengan mata terbelalak menatap ke arah I Gusti Ketut.
Saat itu juga Daniel, Devry dan sopir rental jatuh pingsan saat melihat kehadiran I Gusti Ketut dengan wujud leak yang lumayan menyeramkan, Sedangkan Wisesa dan Wiyasa segera mengambil jasad Nilu Wulan dengan niatan untuk di makam kan sementara waktu sambil menunggu apa perintah dari I Gusti Ketut selanjutnya.
Setelah Wiyasa dan Wisesa melakukan tugas nya lalu Wisesa dan Wiyasa pun pergi dari villa tua itu untuk menemui Risma dan Ayu serta menceritakan kejadian yang baru saja terjadi di villa tua tersebut dan pasti nya Risma sebagai seorang istri sangat mengkhawatirkan kondisi suami dan adik nya saat ini yang harus berhadapan dengan seorang pembunuh berdarah dingin seperti Pak Susena.
Lalu apakah yang akan terjadi dengan Pak Susena dan apa yang di lakukan I Gusti Ketut kepada Pak Susena saat ini, Serta bagaimana kah respon Risma menerima kabar berita yang mengerikan itu dari Wisesa dan Wiyasa apakah Risma akan bergegas menuju villa tua itu atau kah Risma menyerahkan semua keputusan kepada I Gusti Ketut Kuma Fima?
Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1