PEMBURU LEAK

PEMBURU LEAK
BAB 47 . KUTUKAN DEWI DURGA


__ADS_3

Dewi Durga adalah perwujudan dari seorang Ibu di alam semesta ini dan di wujud lain nya ia di sebut juga dengan Dewi Parwati, Uma dan masih banyak lagi sebutan yang melambangkan sosok seorang Ibu yang mampu menjaga, mendidik dan menyayangi anak-anak nya namun seorang Ibu pun juga bisa mengucapkan kata yang sangat sakral dan itu jarang sekali terlontar dari seorang Ibu kecuali ada sesuatu prilaku anak nya yang sudah melampaui batasan.


Dan semua agama pun mengajarkan untuk menghormati Ibu nya meski seperti apa pun kondisi dan keadaan Ibu nya maka sudah menjadi sebuah kewajaran bila seorang Ibu memberikan didikan yang cukup keras untuk anak nya dan hal tersebut tidak terlepas untuk kebaikan anak itu sendiri pasti nya dan tindakan seorang Ibu tidak mungkin melampaui batasan nya untuk menghukum seorang anak yang membangkang.


Begitu juga kali ini yang di lakukan Dewi Durga kepada Pak Susena yang sudah cukup banyak membuat kesalahan dan banyak menimbulkan korban jiwa hanya demi mewujudkan karunia yang di berikan Dewa maka ia pun lupa untuk menggunakan akal sehat nya dan memanfaatkan karunia pemberian Dewa untuk melukai bahkan menghabisi mahkluk ciptaan Tuhan yang lain hanya demi tercapai nya sebuah ambisi.


Malam ini pertempuran antara Dewi Durga melawan leak peliharaan Pak Susena cukup menegangkan bahkan kali ini Dewi Durga membabat habis semua leak yang berada di hadapan nya tanpa tersisa satu pun sedangkan Kyai Imron menghadapi Pak Susena yang seperti nya terkejut melihat kehadiran Kyai Imron saat itu.


Sebab saat ini di mata Pak Susena yang di lihat bukan lah wujud manusia dari Kyai Imron melainkan wujud dari Dewa Siwa yang membawa trisula di tangan kanan nya dan pasti nya itu di luar dugaan dan nalar Pak Susena, Sedangkan Devry bersama yang lain menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar di mana Daniel dan Soni beristirahat malam itu.


" Dev di kamar sebelah mana mereka tidur?"


Tanya Ahmad dengan nada panik sambil melangkah menyusuri anak tangga.


" Mana aku tahu mereka tidur di mana sedangkan sinyal ponsel saja tidak ada di sini,"


Jawab Devry dengan nada polos.


" Apa hubungan nya sinyal ponsel dan dimana mereka tidur Dev, Memang nya Daniel akan mengabari mu dia akan tidur di mana, Dasar orang aneh,"


Ucap Soliqin dengan lirikan sinis.


" Maksud ku itu kalau ada sinyal ponsel kan aku bisa telepon dia dan menanyakan mereka berada di kamar sebelah mana, Begitu maksud ku,"


Jawab Devry sambil melihat lorong di hadapan nya di mana sisi lorong tersebut berjajar beberapa pintu.


" Sudah-sudah lebih baik kita buka satu persatu pintu di sana untuk mencari keberadaan mereka berdua."


Ucap Ahmad sambil melangkah kan kaki nya menuju salah satu pintu di hadapan nya.


Lalu mereka pun mengikuti yang di ucapkan oleh Ahmad membuka satu persatu pintu yang berada di sisi lorong tersebut dan ternyata di salah satu pintu tersebut terlihat Daniel tertidur lelap di sebuah ranjang sedang kan Soni tidak berada di kamar tersebut bersama Daniel, Pasti nya hal itu membuat Devry panik mencari di mana keberadaan Soni putra semata wayang nya saat ini berada.


" Daniel berada di kamar ini!"


Ucap Samsul dengan nada sedikit tinggi untuk memberi tahu yang lain nya.


" Syukurlah akhir nya di temukan juga keberadaan mereka,"


Jawab Gufron sambil menutup pintu salah satu kamar yang baru saja di buka nya.


" Anak ku apa kah bersama Abang, Sul?"


Tanya Devry sambil sedikit berlari menghampiri Samsul.


" Tidak tahu, Yang ku lihat hanya Daniel yang tertidur lelap di ranjang."


Jawab Samsul dengan nada lugu.


Kemudian mereka semua pun masuk kedalam kamar di mana Daniel sedang tidur dan Devry pun segera membangunkan Daniel untuk menanyakan kemana pergi nya Soni dan mengapa tidak bersama dengan Daniel saat ini, Sedangkan yang lain mencoba mencari di mana keberadaan Soni saat ini.

__ADS_1


" Bang ... Bang ... Bang Daniel bangun, Ini orang tidur apa mati sih susah sekali di bangun kan apa perlu aku guyur air agar dia bangun!"


Ucap Devry dengan nada gusar dan panik.


" Dev, Kami tidak menemukan Soni di lantai dua ini,"


Ucap Ilham dengan tatapan panik.


" Kemana lagi itu bocah kabur nya, Jangan sampai anak ku yang lagi lucu-lucu nya jadi santapan iblis laknat itu!"


Jawab Devry dengan nada panik.


" Kalian siapa dan sedang apa di kamar ku?"


Tanya Daniel yang baru saja terbangun dengan tatapan bingung melihat ke sekitar nya sudah banyak orang.


" Kita sedang reonian, Bangun juga dia ... kita sedang panik cari Soni hilang Bang!"


Jawab Devry dengan nada sedikit tinggi melihat ke arah Daniel yang terlihat masih bingung.


" Soni ... Soni hilang kemana, Bukan nya semalam dia tidur dengan ku?"


Tanya Daniel sambil melihat ke samping nya.


" Di kira sudah pagi apa ya sekarang, Bang ini juga masih malam dan belum pagi matahari saja masih pakai sarung itu,"


Jawab Devry dengan ekspresi kesal kepada Daniel.


Tanya Daniel yang baru menyadari bahwa ia kali ini berada di villa sambil melompat turun dari ranjang nya.


" Nah baru ngumpul kan nyawa nya dan baru sadar kalau dia juga punya anak, Panik nya telat bos!"


Jawab Devry sambil meninggikan suara nya.


Saat itu segera lah Daniel menerobos beberapa orang yang berdiri di hadapan nya dan segera berlari menuju di mana Amalia putri nya tidur dan ternyata Daniel pun tidak mendapati Amalia berada di kamar nya dan mulai timbul kepanikan dalam benak Daniel sebab menyadari bahwa Amalia dan Soni menghilang begitu saja malam itu.


Dan ternyata Soni malam itu juga berubah wujud nya menjadi anak lelaki kecil yang tampan, lucu dan polos serta di seluruh tubuh nya di selimuti cahaya yang cukup terang masuk ke dalam ruangan di mana I Gusti Ketut Kuma Fima, Nilu Putu dan Risma di pasung dengan rantai mantra milik Pak Susena hingga roh mereka tidak bisa kembali ke alam keabadian selama ini.


" Kamu siapa dan mengapa bisa masuk kemari?"


Tanya roh nya Risma yang terantai tangan dan kaki nya yang cukup besar.


" Salam Dewa Ganesa, Ampuni semua kesalahan hamba dan cucu mantu hamba yang tidak mengenali Dewa,"


Ucap I Gusti Ketut sambil mengatupkan kedua telapak tangan nya di depan dada nya.


" Kembali lah kalian semua ke alam keabadian dan kalian akan menjalani kehidupan yang kekal."


Jawab Soni yang kini sudah berwujud Dewa Ganesa.

__ADS_1


Maka seketika rantai mantra yang selama ini membelenggu mereka bertiga terlepas dan keluar lah roh mereka bertiga melalui sebuah kaca jendela kembali ke alam keabadian yang kekal, Sedangkan pertarungan antara Dewi Durga, Dewa Siwa dan Pak Susena berlangsung cukup sengit bahkan kini tubuh Pak Susena di lemparkan Dewa Siwa ke halaman.


Dengan kondisi tersungkur di tanah Pak Susena seperti nya masih belum juga menyadari kesalahan nya bahkan ia dengan lantang nya menuntut karunia yang sudah di berikan Dewa Siwa kepada nya dan saat itu di hadapan Pak Susena telah berdiri Dewa Siwa, Dewi Durga dan Dewa Ganesa dan pasti nya mereka bertiga siap menghukum Pak Susena.


" Dewa mengapa engkau melakukan hal ini kepada ku dan apakah aku salah bila aku menginginkan kesempurnaan dan kebahagiaan di hidup ku seperti orang lain yang bisa bahagia hidup dengan pasangan nya?"


Tanya Pak Susena dalam posisi tertelungkup di hadapan Dewa Siwa, Dewi Durga dan Dewa Ganesa.


" Susena kamu telah salah mengartikan karunia yang telah ku berikan kepada mu dan sesungguh nya ke sempurnaan hanya lah milik Tuhan pemilik jagat raya ini dan lagi tentang kebahagiaan yang kamu katakan itu hanya lah fatamorgana semata dan kebahagiaan yang sesungguh nya adalah saat kamu bisa bersyukur atas apa yang sudah kamu miliki,"


Jawab Dewa Siwa diiringi dengan senyum tenang.


" Ampuni aku Dewa yang selama ini sudah salah mengartikan semua karunia pemberian mu hingga aku lupa bahwa semua yang ada di bumi ini hanyalah sementara dan kekekalan hanya lah di alam nirwana,"


Ucap Pak Susena dengan nada penyesalan dan derai air mata membasahi pipi nya.


" Ketahui lah bahwa seorang Bapa pasti akan memaaf kan anak nya namun seorang Ibu akan memberikan sebuah hukuman bagi anak nya yang sudah melakukan kesalahan Susena,"


Jawab Dewi Durga dengan penuh ketegasan kepada Pak Susena.


" Aku tahu hal itu Dewi dan aku saat ini sudah ikhlas menerima hukuman dari mu untuk menebus segala kesalahan ku di masa lalu,"


Ucap Pak Susena sambil bersujud di hadapan mereka bertiga.


" Susena aku tidak akan merubah karunia yang aku berikan kepada mu bahwa hanya seorang lelaki muda yang tulus hati dan masih suci yang akan mampu mengalahkan mu dan kini lelaki yang aku maksud sudah berada di hadapan mu,"


Jawab Dewa Siwa sambil melirik ke arah Ganesa yang berdiri di samping Dewi Durga.


" Ganesa lakukan tugas mu dan aku Dewi Durga Ibu dari seluruh mahkluk di bumi mengutuk mu Susena menjadi seekor tikus hutan yang menjijik kan sampai diri mu melakukan amal baik untuk membantu mahkluk lain!"


Ucap Dewi Durga dengan nada tinggi menunjuk ke arah Pak Susena.


Maka bersamaan dengan itu di ayunkan lah gada yang cukup besar milik Dewa Ganesa ke arah kepala Pak Susena maka seketika itu juga ia menjadi seekor tikus hutan besar dan berlari masuk ke dalam hutan pinus yang berada di depan villa tua tersebut, Kemudian Dewa Siwa, Dewi Durga dan Dewa Ganesa pun kembali ke alam mereka.


Saat itu juga wujud mereka bertiga kembali ke semula menjadi Kyai Imron, Amalia dan Soni yang sedang tergeletak di halaman villa, Pasti nya hal tersebut membuat Devry, Daniel, Samsul dan beberapa orang lain terkejut melihat mereka bertiga tergeletak pingsan di halaman villa tua.


Kemudian mereka bertiga pun di bawa masuk kedalam villa untuk mendapatkan pertolongan, Ternyata saat tubuh mereka bertiga berubah wujud tidak ada yang mengetahui dan yang mereka ketahui hanya lah wujud asli mereka bertiga kali ini sebagai Kyai Imron, Amalia dan Soni bukan lah Dewa Siwa, Dewi Durga dan Dewa Ganesa.


Maka semenjak kejadian itu beriringan munjul nya sang fajar yang tersenyum menyapa seluruh mahkluk bumi menerima karunia dari sang maha kuasa berupa kehidupan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik lagi maka hilanglah kisah misteri mengenai villa tua yang selama puluhan tahun mengesan kan villa tua itu pemilik nya adalah pengabdi leak.


Sedangkan ilmu pangleakan sendiri bukan lah ilmu untuk melukai orang lain namun leak sendiri adalah perwujudan dari Dewi Durga pembasmi kejahatan di muka bumi ini namun khalayak umum menilai ilmu leak adalah ilmu black magic bagi yang tidak mengetahui yang sesungguh nya.


Semoga dengan ada nya karya PEMBURU LEAK ini mampu meluruskan sudut pandang yang selama ini sudah salah kaprah dalam menilai apa sebenar nya PANGLEAKAN itu sendiri meski tidak di pungkiri memang ada ilmu PANGLEAKAN yang merujuk ke hal yang negatif namun bagaimana pun juga semua yang ada di dalam bumi ini sejati nya seimbang ada keburukan dan ada kebaikan jadi semua tergantung manusia yang menyikapi nya.


Sekali lagi saya ucap kan banyak-banyak terimakasih kepada editor yang selama ini sudah mengwal kisah PEMBURU LEAK dan juga para reader setia yang tetap selalu setia mendukung karya ini hingga berakhir, Saya sebagai author memohon maaf yang sebesar-besar nya bila selama pembuatan karya ini ada salah kata atau ada kesamaan nama sekali lagi mohon di maaf kan.


Sampai jumpa di kisah yang lain dan semoga karya yang selanjut nya mampu menginspirasi dan menambah wawasan bagi para reader yang masih setia dengan karya saya sebagai author yang mengulas tentang sejarah sebuah daerah dan bila berminat reader bisa menilik kisah sejarah terjadi nya tarian gandrung oseng yang melegenda di karya saya yang berjudul GANDRUNG SEBLANG SUBUH.


__ADS_1


Sampai jumpa di karya selanjut nya dan semoga menghibur dan mendapat wawasan baru di karya selanjut nya, Sekali lagi saya ucap kan banyak terimakasih kepada semua nya yang selalu mendukung karya author hingga detik ini.


...~~ THE END ~~...


__ADS_2