
Terkadang kita sering mendengar kata permohonan maaf dari seseorang dan mungkin saat itu sebenarnya hati kita belum mampu untuk memaafkan namun demi menjaga suatu etika sering kita berkata bahwa sudah memaafkan.
Namun seperti nya hal itu tidak berlaku dalam kehidupan I Gusti Ketut yang memiliki dendam kepada Pak Susena yang telah menghabisi anak dan istri nya secara tragis malam itu, Meski memang bukan secara langsung ia yang menghabisi nya melain kan menggunakan tangan masyarakat.
Tapi tetap saja semua itu terjadi karena ide nya dari Pak Susena yang lebih mengetahui waktu di mana I Gusti Ketut berada di rumah berkumpul bersama dengan keluarga nya dan di situ lah letak kebodohan Pak Susena yang bertindak ceroboh sehingga nyawa Nilu Putu Dwi Karna pun ikut melayang.
Malam ini udara sangat dingin dan kondisi sekitar villa sangat sepi tidak seperti biasa nya yang selalu ada saja yang lewat para nelayan yang baru pulang menangkap ikan, Saat itu Pak Susena sedang duduk bersama Beli Agung yang kebetulan tidak pergi kelaut untuk menangkap ikan.
" Gung tumben kamu tidak pergi kelaut beberapa hari ini?"
Tanya Pak Susena sambil menghisap sebatang rokok.
" Bagaimana mau kelaut Bli, Ombak nya sedang tinggi hingga 4 meter dari pada saya paksakan ke laut yang ada malah nyawa melayang,"
Jawab Agung sambil meniup kopi di gelas.
" Iya benar juga Gung, Kondisi alam sedang tidak bersahabat."
Ucap Pak Susena sambil pandangan nya tertuju ke sebuah pohon pinus.
Saat itu dari kejauhan Pak Susena melihat ada sosok wanita yang sedang berjalan di balik pohon pinus menuju ke arah kebun kelapa milik I Gusti Ketut, Sebenarnya saat itu Pak Susena sedang berfikir siapa sosok wanita yang berjalan di antara pohon pinus itu sendirian di waktu malam seperti ini.
Sekitar 10 menit kemudian Agung merasa ada keganjilan, Sebab tiba-tiba datang lah angin yang lumayan besar seperti akan datang badai di wilayah tersebut namun sebelum Agung sempat meminta ijin pulang, Pak Susena sudah berkata ada yang aneh di hutan pinus.
" Gung, Lihat di ujung sana,"
Ucap Pak Susena sambil menunjuk ke arah sebuah pohon pinus.
" Pohon mana Beli, Aku tidak melihat apa-apa hanya daun kelapa yang bergerak tertiup angin,"
Jawab Agung sambil mencari apa yang di maksud Pak Susena.
" Itu ada wanita di sana Gung, Apa kamu tidak melihat nya?"
Tanya Pak Susena dengan nada serius sambil masih menunjuk ke arah pohon pinus.
" Beli Susena sedang bermimpi ya, Mana mungkin malam seperti ini ada wanita di hutan pinus yang terkenal angker itu,"
Jawab Agung diiringi senyum simpul.
Namun di sisi lain Agung melihat sekelebat lelaki yang sedang berlari menuju belakang villa dari belakang rumah Pak Susena dan hal tersebut membuat Agung berfikir ada maling yang berniat merampok villa.
" Beli Susena, Kita harus segera ke villa sebab baru saja aku melihat ada lelaki berlari masuk ke dalam villa melalui pintu belakang,"
Ucap Agung sambil bangkit dari duduk nya.
" Benar kah Gung, Ayo temani aku untuk mengecek kedalam villa Gung,"
Jawab Pak Susena dengan tatapan bingung dengan apa yang di lihat dan apa yang di kata kan oleh Agung.
Namun sebenar nya saat itu yang di lihat oleh Pak Susena dan Agung adalah Wiyasa yang kambuh iseng nya sebab selama di kota ia tidak bisa iseng sebab di larang oleh Risma dan Ayu agar tidak menimbul kan masalah baru maka pergi lah Wiyasa ke villa seijin I Gusti Ketut.
Di sisi lain ada Ayu yang sedang duduk di bangku dekat kolam ikan sambil sesekali menatap sedih ke arah langit sebab baru saja mengetahui bahwa ia bukan lah anak kandung dari Pak Susena dan Nilu Wulan yang selama ini sudah di anggap Ayu sebagai orang tua kandung nya.
" Yu sedang apa kamu di sini, Bukan nya saat ini tugas mu menjaga Lia di kamar?"
Tanya Wisesa dengan wujud leak yang menyeramkan bagi yang baru melihat nya.
" Lia sedang bersama Risma dan Daniel di kamar nya, Maka dari itu aku duduk di sini sambil merenungi nasib ku,"
__ADS_1
Jawab Ayu dengan ekspresi wajah sedih.
" Nasib mu yang mana lagi Yu, Bukan nya nasib mu sudah berakhir ya?"
Tanya Wisesa sambil berputar-putar di belakang Ayu.
" Iya memang, Kan yang aku renungi nasib semasa ku hidup,"
Jawab Ayu sambil sesekali menoleh ke arah Wisesa.
Saat itu kebetulan sekali Mimin baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambut nya berdiri tepat di belakang Wisesa yang sedang berputar-putar mengelilingi bangku yang di situ Ayu duduk.
" Kenapa aku merasa ada yang aneh ya, Seperti nya ada yang sedang memperhatikan ku,"
Ucap Mimin sambil menundukkan kepala dan rambut nya yang panjang menutupi wajah nya.
Sedang kan saat itu Pak Suta baru saja selesai makan dan saat meletakkan piring di wastafel di lihat nya Mimin yang sedang mengeringkan rambut nya namun saat itu Pak Suta berfikir itu bukan lah Mimin tetapi hantu yang selama ini sudah mengerjai nya menyerupai Mimin.
Di tambah lagi malam itu Mimin menggunakan daster berwarna putih, Pasti nya dengan kondisi malam, gelap dan sepi terlihat ada sosok di bawah pohon mangga berdiri memakai baju putih dan rambut yang terurai kedepan hingga menutupi wajah nya pasti semua orang yang melihat nya berfikir itu kuntilanak.
" Jangan harap kamu bisa lolos kali ini demit, kuntilanak, surter ngesot!"
Ucap Pak Suta dengan nada geram ia segera mengambil ember dan mengisi nya dengan air.
Dengan penuh semangat Pak Suta membawa ember berisi air mendekati Mimin yang sedang mengeringkan rambut nya lalu setelah mendekat segera lah Pak Suta mengguyurkan air tepat kekepala Mimin.
Setelah air nya habis lalu ember nya pun di telungkup kan kekepala Mimin sambil Pak Suta memukul ember dari luar dengan penuh semangat alhasil Pak Suta kena amarah Mimin malam itu.
" Kena kamu setan, demit, kuntilanak!"
Ucap Pak Suta dengan nada geram sambil dengan semangat memukuli ember.
Teriak Mimin sambil menunduk dengan posisi kepala di dalam ember.
" Min kamu di mana, Ini kuntilanak bin demit nya sudah aku tangkap,"
Ucap Pak Suta sambil menengok kekiri dan kekanan mencari Mimin.
" KANG SUTA LEPAS KAN EMBER DARI KEPALA KU, AKU SUSAH BERNAFAS!"
Teriak Mimin sambil berusaha melepaskan ember dari kepala nya.
" Lo Min, Ini tadi kamu to aku pikir kuntilanak,"
Ucap Pak Suta dengan wajah bersalah dan menarik ember dari kepala Mimin.
" Bener-bener menyebal kan, Lihat daster baru ku jadi basah semua kan Kang, Lagi pula mana ada kuntilanak bisa di tangkap dengan ember dan di guyur air!"
Ucap Mimin dengan nada geram lalu pergi meninggal kan Kang Suta.
" Lagi an kamu nya juga aneh Min, Malam-malam pakai baju daster warna putih sudah gitu rambut nya di arah kan kedepan semua kan aku pikir kuntilanak itu tadi,"
Ucap Pak Suta sambil sedikit melirik kearah Mimin.
Sedangkan di dalam rumah itu I Gusti Ketut merasakan kerinduan kepada istri nya bukan lain Nilu Putu Dwi Karna lalu ia pun berniat untuk memanggil roh nya namun ia berfikir di mana mendapatkan sesaji untuk ritual pemanggilan roh Nilu Putu Dwi Karna, Namun saat I Gusti Ketut berjalan melewati meja makan di lihat nya buah-buahan segar di nampan tempat buah di atas meja makan.
" Ternyata ada juga buah untuk sesaji, Aku bawa saja ke atas untuk memanggil roh istri ku, Rindu aku sudah lama tidak adu argumen dengan nya."
Ucap I Gusti Ketut sambil membawa nampan berisi buah-buahan menuju anak tangga.
__ADS_1
Sedangkan saat itu Risma dan Daniel sedang bersama Lia putri nya yang baru berusia beberapa hari saat itu sedang berada di kamar mereka berdua, Lalu Risma pun merasa haus maka ia pun menanyakan kepada Daniel juga merasakan haus.
" Sayang kamu haus tidak?"
Tanya Risma sambil mengikat rambut nya yang terurai.
" Iya lumayan haus, Apa mungkin akan turun hujan jadi udara nya sangat panas ya sayang?"
Tanya Daniel sambil memegang boneka.
" Bukan akan hujan tetapi ac di kamar kita tidak di nyala kan sayang, Sudah aku mengambil air dulu kamu mau es atau kopi sayang?"
Tanya Risma sambil menuruni ranjang nya.
" Kopi saja sayang, Sebab seingat ku hari ini aku belum minum kopi sama sekali,"
Ucap Daniel diiringi senyum simpul.
" Sayang kalau kamu belum minum kopi sama sekali lalu cangkir bekas kopi ini bekas kopi siapa?"
Tanya Risma sambil mengangkat cangkir bekas kopi milik Daniel.
Saat itu Risma hanya menggelengkan kepala sedangkan Daniel hanya tersenyum sambil mengangkat kedua jari nya sebuah isyarat damai atau maaf kepada istri nya, Kemudian segera Risma membuka pintu kamar nya dan terlihat lah I Gusti Ketut yang sedang membawa nampan berisi buah-buahan lewat di depan Risma maka dengan cepat Risma menutup pintu kamar nya agar Daniel tidak melihat kejadian tersebut.
" Kakek mau kemana lalu itu nampan berisi buah akan di buat apa?"
Tanya Risma dengan tatapan bingung.
" Mau di buat sesaji di atas,"
Jawab I Gusti Ketut sambil terus berlalu dari hadapan Risma.
Karena Risma tidak mendengar dengan jelas untuk apa buah-buahan itu maka Risma pun mengikuti I Gusti Ketut dari belakang hingga sampai di lantai empat rumah tersebut dan setiba nya di lantai atas I Gusti Ketut lumayan terkejut melihat Risma yang ternyata mengikuti nya itu tadi.
" Kenapa kamu mengikuti ku Nak?"
Tanya I Gusti Ketut dengan nada dan tatapan bingung melihat Risma berdiri tepat di belakang nya.
" Aku hanya ingin tahu itu buah-buahan di nampan untuk apa Kek, Tadi waktu aku bertanya Kakek tidak menjawab,"
Jawab Risma sambil menunjuk ke arah nampan.
" Ini buah akan aku buat sesaji untuk memanggil istri ku Nak, Sudah jelas sekarang?"
Tanya I Gusti Ketut sambil menghela nafas panjang.
" Oh untuk sesaji, Aku pikir Kakek akan membuat rujak malam-malam, Ya sudah lanjut kan ritual nya Kek aku akan membuat kopi untuk suami ku,"
Jawab Risma dengan enteng lalu membalikkan tubuh nya dan berjalan menuruni anak tangga.
Saat itu I Gusti Ketut hanya mampu menghela nafas panjang sambil sesekali menggelengkan kepala nya melihat ulah cucu mantu nya yang memiliki kemampuan melihat sosok tak kasad mata.
Sedangkan Teresa dan Carlos suami nya sedang berada di dalam kamar nya membicarakan mengenai villa tua peninggalan Kakek nya Teresa tersebut dan saat itu Carlos mengajak Teresa untuk mendatangi villa tersebut untuk mencari kebenaran nya.
Lalu apakah yang akan terjadi bila Carlos dan Teresa datang ke villa tersebut dan menanyakan semua nya kepada Pak Susena, Apakah Pak Susena akan mengatakan semua nya dengan jujur atau kah ia akan tetap berkelit dengan semua kesalahan nya?
Maka jangan beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
__ADS_1