
Asil masih berkutat dengan lembaran dokumen, tepat nya tumpukan dokumen.
"Kapan selesai nya, ini kertas seperti datang lagi, datang lagi. Udah deh datang terus." Gumam Asil yang sendirian didalam ruangan.
"Apa aku bawak pulang aja yah, tapi besok repot lagi bawaknya." Gumam Asil tetap fokus, walaupun keluh kesah nya lebih banyak.
......................
Sementara dirumah Agha.
"Asil kenapa belum pulang juga yah padahal sudah jam sembilan malam. Biasanya dia sudah pulang, bahkan sangat cepat." Gumam ibu Asil bolak-balik jalan.
"Eh bu Asil, kenapa bolak-balik begitu?" Ibu Agha tiba-tiba menegur.
"Ini nyonya, Asil belum pulang." Jawab ibu Asil. "Yang benar saja!" Seketika ibu Agha ikut khawatir. "Yah sudah kau tenang saja, aku akan tanyakan kepada Agha." Lanjut ibu Agha menenangkan kerisauan ibu Asil. "Ba-baiklah nyonya, terimakasih." Ucap ibu Asil gemetaran karena khawatir akan keadaan Asil.
......................
"Agha! Agha!" Ibu Agha langsung berteriak dan mengetuk keras pintu ruangan Agha.
"Kenapa bu?" Tanya Agha sembari membuka pintu.
"Asil dimana?" Desak ibu. "Yah? Lah mana aku tahu. Memangnya aku ajudan Asil." Tukas Agha. "Asil nya belum pulang!" Ibu tambah panik mendengar kata-kata Agha. "Yang benar saja, aku, Balian ikut dengan ku!" Agha langsung bergegas diikuti oleh Balian.
"Agha! Kamu mau kemana?" Ibu Agha bingung Agha tidak melanjutkan tanggapan nya.
.....................
"Kak kau terlihat sangat khawatir." Ucap Balian sambil menyetir mobil dengan kelajuan penuh, sesuai dengan perintah Agha.
"Aku takut anak itu terkena masalah dijalan pulang,bagaimana jika dia diculik. Aku tidak akan bisa menghadapi kemarahan ibu." Ucap Agha. Saat itu jantung Agha berdetak sangat kencang.
......................
Tiba-tiba mobil langsung terhenti.
"Lah kenapa ke kantor?" Tanya Agha. "Mungkin masih ada staff disini yang melihat Asil." Ucap Balian yang segera keluar dari mobil, Dan membukakan pintu untuk Agha.
"Ayo kak, kita harus cepatkan!" Balian menarik tangan Agha.
__ADS_1
"Dia memanggil ku kakak, sangat langkah." Gumam Agha.
......................
"Hei, hei, apakah kau melihat nona Asil?" Tanya Balian setiap melihat staff.
"Kak, ruangan mu. Lampunya masih hidup, apakah kau tidak mematikan nya?" Tanya Balian melihat lampu ruangan Agha yang masih menyala.
"Iya, apakah jangan-jangan." Agha langsung membuka pintu ruangan.
"Astaga ku kira anak ini sudah mati." Gumam Agha sambil menghela nafasnya.
"Dia ada disini." Ucap Balian.
"Hei anak kecil!" Agha spontan berteriak.
"HAH!" Asil terkejut dan segera menoleh.
"Tu-tuan." Asil berdiri dari duduknya.
"Nona apa yang kau lakukan?" Tanya Balian. "Maaf, tapi tadi aku diberikan banyak dokumen untuk diselesaikan.Dan ini harus diserahkan pagi besok, seharusnya ini bisa di bagi karena tuan presdir menghilang jadi saya berinisiatif mengerjakan dengan cara lembur." Jelas Asil sambil tertunduk.
Agha tidak menjawab dan langsung duduk di kursinya.
"Balian bawa separuh kertas itu kesini." Titah Agha. Balian tanpa menjawab langsung mengambil kertas yang menumpuk di atas meja Asil.
"Duduk." Ucap Agha kepada Balian. "Yah? Aku." / "Duduk di kursi itu dan bantu aku mengerjakan semua kertas ini." Agha langsung memotong kata-kata yang akan dikeluarkan oleh Balian.
"Ba-baiklah kak." Ucap Balian.
......................
"Akhirnya selesai." Balian merenggangkan tubuhnya.
"Kau kelelahan?" Tanya Agha. "Cie perhatian." Goda Balian. "Kau tinggal menjawab iya dan tidak." Ucap Agha dingin. "Dingin sekali, kau sama sekali belum berubah kak." Ucap Balian sambil tersenyum. "Kata-katamu sangat konyol adik kecil." Ucap Agha sambil mengelus kepala Balian.
"Aku baru tahu fakta ini, apakah tuan Agha dan tuan Balian saudra." Gumam Asil melihat kebersamaan Balian dan Agha.
"Okeh semua sudah selesai. Ayo pulang, aku ingin tidur." Ucap Agha.
__ADS_1
Agha, Balian, Asil keluar dari ruangan presdir.
"Masuklah." Ucap Balian membukakan pintu mobil untuk Asil.
Sementara Agha belum masuk,ia sedang menatap rembulan.
"Kak, ayo pulang." Ucap Balian menepuk pundak Agha. "Sudah sangat lama." Ucap Agha. "Apanya?" Balian bingung. "Kau tidak memanggil ku kakak sesering itu." Ucap Agha dengan senyuman hangat. "Aku begini karena sangat merindukan mu. Kau tau, pada suatu saat nanti kau akan pergi dari ku." Ucap Balian. "Pergi kemana?" Tanya Agha. "Yah kau akan membukakan hati mu untuk seseorang." Ucap Balian. "Konyol, ayo pulang." Agha merangkul Balian, dengan kehangatan.
......................
"Haduh kemana anak ini." Ucap ibu Asil yang kakinya tidak bisa diam. "Sudahlah tenang saja." Ibu Agha menepuk pundak ibu Asil. "Nyonya aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi." Ucap ibu Asil semakin khawatir.
"Eh, itu suara mobil Agha." Ibu Agha dan ibu Asil langsung berlari keluar rumah.
Terlihat Agha yang keluar lebih dulu.
"Agha, Agha. Mana Asil?" Ibu Agha langsung berlari menghampiri Agha.
"Apakah ibu akan terus khawatir, anak kecil itu masih hidup." Ucap Agha.
Balian membukakan pintu untuk Asil. "Terimakasih." Ucap Asil. "Iya." Jawab Balian singkat.
"Astagah nak, kau darimana saja?" Ibu langsung memeluk erat tubuh Asil.
"Aku di kantor, aku masih mengerjakan beberapa dokumen tadi." Jelas Asil. "Kau membuat ibumu jantungan." Ucap ibu Asil.
"Agha,kenapa kau bisa tidak tahu?" Tanya ibu Agha kepada anaknya. "Yah aku tidak tahu, Balian yang mempunyai insting pergi kekantor untuk melihat tadi." Jawab Agha sambil berjalan menjauh.
"Tuan!" Panggil Asil.
"Apa?" Agha langsung berbalik.
"Terimakasih tuan." Asil menundukkan tubuhnya, Agha tidak menggubris dan kembali berjalan.
"Ah,ayo masuk." Ajak ibu Agha.
Balian langsung menyusul Agha.
...****************...
__ADS_1