
"Kau lebih baik lupa, daripada mengingat semuanya. Tapi aku merasa bersalah, namun aku tidak akan meminta maaf aku lebih baik menghindar." Batin Alden setelah mengingat semuanya.
"Hei! Apa maksud mu berbicara seperti itu?" Tanya Balian kepada Alden. "Apa lagi? Aku sudah memberikan apa yang kalian mau, lebih baik kau menjaganya, daripada hal yang sama terus terulang." Balas Alden sambil tetap berjalan.
"Aku akan menagih semuanya." Ucap Agha dingin dan langsung berlalu pergi.
"Cih, kau mengerti." Gumam Alden sambil tersenyum kecil.
"Jaga diri mu makhluk kecil." Gumam Alden melihat Asil dari belakang.
.
.
......................
Agha, Asil, dan Balian kembali ke mansion karena takut membuat ibu Asil khawatir.
.
.
.
"Nah kita sudah sampai, ayo turun." Ucap Balian sambil membuka pintu mobil.
"Kak, apakah kali ini aku akan berenang dengan tenang?" Tanya Balian. "Selarut ini dan kau masih ingin berenang?" Ucap Agha kebingungan. "Aku ingin mandi air panas di kolam." Tukas Balian. "Aku akan ikut." Balas Agha.
"Coc wit nya kakak." Gumam Balian sambil menahan tawa.
"Dan kau Asil beristirahat lah, bersihkan dirimu. Dan jangan buat aku emosi." Ucap Agha dan berlalu pergi. "B-baik tuan." Balas Asil.
"Yeye, mandi air hangat. Segar, segar!" Ucap Balian kegirangan. Terkadang bersama Agha dalam tugas Balian tidak bisa bersenang-senang, hanya ada sedikit waktu untuknya. Namun beberapa hari ini Balian tidak mempunyai tugas yang berat.
.
.
.
.
.
"Ah.... Nyaman nya disini!" Ucap Balian gembira. "Hah? Hanya dengan ini kau bisa langsung bahagia?" Ucap Agha. "Hehe.Iya, aku hanya bahagia jika kau slalu ada bersama ku." Balas Balian. "Oh begitu kah, nikmatilah." Ucap Agha sambil tersenyum. "Eh.. Apa itu tadi? Wah langkah sekali, kakak tersenyum dengan ketulusan." Celoteh Balian. "Apa itu buruk?" Tanya Agha penasaran dengan tanggapan Balian. "Eh, eh. Umm tentu saja tidak." Ucap Balian.
"Jaga dia, kenapa dia berbicara begitu. Ah, kenapa aku penasaran dengan perkataan nya, itu hal yang tidak penting." Gumam Agha.
"Kak! Hei, kau melamun?" Tegur Balian penasaran, karena Agha tiba-tiba terdiam.
__ADS_1
"Hah? M-maaf. Kau bilang apa?" Agha balik bertanya. "Hu..." Balian menghela nafasnya.
"Hah... Aku selesai, aku akan mengganti pakaian." Ucap Balian sembari keluar dari kolam renang. "Hm." Agha membalas singkat.
"Apa yang dia pikirkan, apakah sekarang kakak memikirkan jodoh nya." Batin Balian sambil menahan tawa.
.
.
.
.
"Sekarang apa? Kenapa aku slalu saja merepotkan tuan Agha dan Balian." Gumam Asil sambil melihat keluar jendela kamarnya.
Tok. tok. "Ah siapa." Gumam Asil sembari membukakan pintu.
"Iya siapa?" Ucap Asil. "Hai!" / "Uh? Tuan?" Asil bingung melihat Agha tiba-tiba datang.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Agha. "Ah tidak ada, silahkan duduk tuan." Ucap Asil sembari menarik kursi dibawah meja rias nya.
"Hah... Terimakasih." Ucap Agha sambil menghela nafas.
"T-tuan, a-aku, aku. Um aku minta maaf, karena terlalu sering merepotkan mu dan tuan Balian." Ucap Asil gugup. "Yah kau memang harus berterimakasih. Kau anak kecil yang merepotkan." Tukas Agha. "Maaf." Ucap Asil lagi.
.
"Ternyata pemandangan bulan dari kamar mu lebih indah, daripada tempat ku." Ucap Agha mencairkan suasana. "Eh? Oh, mungkin." Balas Asil.
"Hah.. Tanggapan nya, aku kan tidak bisa mencari topik pembicaraan." Gumam Agha.
"Ternyata tuan sangat hangat, walaupun terkadang menyeramkan." Gumam Asil
Keadaan kembali senyap.
.
.
.
.
...----------------...
Keesokan harinya.
Drt..... Drt... "Uh telpon." Gumam Balian sambil mengucek matanya. "Hoa... Ibu, Hu.....slalu saja aku." Gumam Balian sembari duduk di kasurnya.
__ADS_1
"Halo ibu" / "Kau baru bangun?" Tanya ibu kepada Balian. "Hm.. Iya." Jawab Balian singkat. "Ah dasar, bangun dari tempat tidurmu. Dan mandilah, lalu sarapan. Ingatkan juga kepada kakak mu, setelah itu kalian harus pulang. Segera lakukan!" Celoteh ibu tanpa henti. "Hm iya, iya." Balas Balian.
"Baiklah, kekamar kakak. Bangunkan dia, lalu aku akan bersiap-siap dan langsung sarapan." Gumam Balian sambil meregangkan tubuhnya.
.
.
.
.
Tok. Tok. Tok. "Hm kenapa tidak di jawab." Ucap Balian sambil mengetuk pintu kamar Agha.
"Tuan Balian sedang mencari tuan Agha yah?" Tanya seorang pelayan kepada Balian. "Uh? Iya." Jawab Balian. "Tuan Agha sedang berjemur." Ucap pelayan itu. "Oh baiklah." Ucap Balian dan langsung berlalu pergi.
.
.
.
.
.
"Hah... ternyata bersantai sangat menyenangkan, apakah ini yang namanya menikmati hidup." Gumam Agha sambil sesekali menghela nafas.
.
"Kak!" Teriak seseorang yang membuat Agha terkejut dan langsung menoleh ke sumber suara.
"Ada apa?" Tanya Agha.
"Ibu menelpon." Jawab Balian. "Lalu?" Tanya Agha singkat. "Ayo pulang, tapi setelah aku mandi dan sarapan." Ucap Balian. "Apakah hanya kau yang diingatkan?" Tanya Agha. "Wah kakak cemburu yah." Goda Balian. "Aku, cemburu. Tentu saja tidak, dasar anak kecil." Ucap Agha sambil mengelus kepala Balian. "Cih, kakak hanya malu untuk mengaku." Ucap Balian sambil tertawa. "Hei, kau yah." Ucap Agha kesal.
.
.
.
(Bahagia itu sangat sederhana, kau tidak harus mempunyai sesuatu yang mewah untuk bahagia. Yang diperlukan hanya menikmati hidup, dan berdamai dengan diri sendiri dan kehidupan.Ingat bahagia mu kau yang menciptakan.)
.
.
...****************...
__ADS_1