Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Episode 5


__ADS_3

"Eh Asil sudah pulang, hm.. Tadi pagi Asil pergi bersama Agha kenapa pulang sendirian." Tanya seorang wanita yang tidak lain adalah ibu Agha. "Oh, tuan Agha tadi pergi bersama tuan Balian." Ucap Asil. "Pergi? Kemana?" Tanya ibu Agha lagi. "Hm.. Saya juga kurang tahu nyonya." Jawab Asil. "Oh baiklah, kau pergi lah istirahat." Ucap Ibu Agha. "Baiklah nyonya." Asil berlalu pergi.


......................


Asil merebahkan dirinya dikamar, karena kelelahan.


"Eh, kamu sudah pulang." Sapa ibu. "Iyah, Hu aku sangat lelah." Balas Asil. "Namanya juga bekerja." Ucap ibu. "Yah begitulah." Asil menghela nafas. "Kamu ini, sebentar ibu ambilkan makanan untuk mu." Ucap ibu sambil berlalu pergi.


......................


Tok.. Tok.. "Permisi." Ucap seseorang mengetuk pintu kamar Asil.


"Iya, kenapa?" Ucap Asil sembari membukakan pintu.


"Asil, kau dipanggil oleh tuan Agha." Ucap wanita itu. "Oh baiklah." Balas Asil.


"Memanggil ku?Tadi bukankah dia belum pulang. Ah, pasti dia baru pulang, tapi kenapa memanggil ku? Apkah aku membuat kesalahan." Gumam Asil sambil berjalan dengan derap langkah yang cepat.


......................


Tok.. Tok.. Asil mengetuk pintu ruangan Agha. "Masuk lah." Sahut empunya ruangan.

__ADS_1


"Permisi." Ucap Asil membuka pintu.


"Tuan memanggil ku." Ucap Asil. "Iya." Jawab nya. Asil tidak bisa melihat orang yang tengah duduk karena terhalang oleh sandaran kursi yang besar.


"Kau lama sekali." Agha langsung membalik badan. "Hah! Kau siapa kau?" Asil terkejut melihat orang yang duduk di kursi Agha. "Astagah reaksinya." Gumam Agha sambil tersenyum.


"Pria aneh, kau ingin melukai tuan Agha ya!" Asil langsung memukuli Agha menggunakan buku yang ada di atas meja.


"Hei, Hei aku, aku Agha kau kenapa!" Teriak Agha sambil menangkis pukulan dari Asil.


"Hah? Kau, coba ulangi." Asil kebingungan dan menghentikan serangan nya.


"Ouh,sakit." Rintih Asil yang terhempas kelantai.


"Eh, maaf kan aku." Agha mendekati Asil yang kesakitan, karena didorong oleh Agha tanpa sengaja. "Apa yang aku lakukan, kenapa reaksi ku begini. Aku yang memanggilnya astaga." Gumam Asil sembari menjulurkan tangannya.


"Hm.. Tidak usah." Ucap Asil lalu bangkit dengan sendirinya.


"Hei, anak kecil kau marah?" Tanya Agha. "Tidak." Ucap Asil singkat. "Duduklah." Ucap Agha. "Terimakasih." Balas Asil sembari duduk.


"Kenapa memanggil ku?" Tanya Asil. "Oh iya, aku hampir lupa. Aku ingin menanyakan bagaimana penampilan ku." Ucap Agha, sembari duduk berdekatan dengan Asil. "Biasa saja. Tidak ada perubahan." Tukas Asil. "Penilaian mu melukai perasaan ku." Ucap Agha sambil tertunduk.

__ADS_1


"Hooh, dia langsung tertunduk. Apakah dia **marah**." Gumam Asil.


"Ma-Maaf tuan Agha aku tidak bermaksud." Ucap Asil dengan nada gemetar. "Kenapa kau seperti itu?" Tanya Agha. "Oh kau baik-baik saja, kenapa kau mengubah gaya mu?" Tanya Asil. "Karena aku, hmmm aku ingin mengubahnya. Aku bosan melihat diriku sendiri." Jelas Agha.Sangat aneh dia saja tidak menyukai dandanan nya kenapa orang lain bisa mengatakan Agha tampan.


"Oh, begitu yah." Ucap Asil singkat. "Apakah kau menyukai nya?" Tanya Agha. "Menyukai siapa?" Asil balik bertanya. "Astagah anak ini tidak pernah mendengarkan ucapan ku." Ucap Agha. "Hah?" Asil kebingungan. "Apakah kau menyukai gaya ku?" Tanya Agha lagi. "Yah suka." Jawab Asil.


Agha langsung berdiri dari duduknya, dan mendekati jendela.


"Sekarang apakah aku salah?" Tanya Asil. "Tidak." Jawab Agha singkat. "Lalu?" Asil ikut berdiri.


"Aku bingung dengan sikap mu kenapa kau sangat berani ada didekat ku." Ucap Agha sembari menghela nafasnya. "Memangnya kau akan memakan ku, sehingga aku harus takut kepadamu?" Tanya Asil. "Hm.Aku akan memangsa mu." Ucap Agha sambil berjalan mendekati Asil. "Eh, kau mau apa?" Asil langsung bergerak mundur.


"Haha... Dasar anak kecil, mengapa kau berjalan mundur. Bukankah kau yakin aku tidak akan memangsa mu." Ucap Agha sambil tertawa.


"Aneh, kenapa aku malah melangkah mundur." Gumam Asil melihat kearah wajah Agha.


"Apa yang kau lihat?" Tanya Agha. "Tidak ada." Jawab Asil singkat. "Oh." Tukas Agha dingin.


"Apakah hanya itu yang akan kau sampaikan?" Tanya Asil. "Hm... Ada satu hal lagi." Ucap Agha. "Heh? Apa itu?" Asil kembali bertanya. "Malam ini kita ada rapat. Jadi kau harus ikut bersama ku." Ucap Agha. "Oh, baiklah. Apakah sekarang aku boleh pergi?" Tanya Asil. "Heh, apakah aku menghentikan mu untuk pergi." Ucap Agha.


Asil diam dan langsung keluar dari ruangan Agha. "Dasar lelaki aneh, dia memanggilku tapi kata-kata nya ihh sangat menjengkelkan." Gumam Asil.

__ADS_1


__ADS_2