Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Chapter 2 (Episode 1)


__ADS_3

( PERMAINAN EREN)


"Pagi Tuan." Sapa seorang staf kepada Agha. Seperti biasa Agha dengan ribuan cueknya hanya menoleh tanpa menjawab ataupun tersenyum. "Pagi." Balas Balian dengan keramahtamahan nya.


"Tuan kau terlalu dingin." Balian menggoda Agha sambil menahan tawanya. "Hei berhentilah." Ucap Agha dingin. "Ah, baiklah." Balas Balian.


......................


"Pagi tuan Agha." Sapa Asil yang melihat Agha memasuki ruangan. "Pagi." Balas Agha dengan nada yang dingin. "Di jawab sih tapi, yah tetap saja seperti kulkas." Balian berbicara pelan. "Hei Asil apakah kau tidak ingin menyapa ku?" Tanya Balian kepada Asil. "Eh hehe, iya, iya. Pagi tuan Balian." Dengan senang hati Asil menuruti keinginan Balian. "Pagi juga." Jawab Balian dengan gembira.


"Hei hentikan sifat kekanak-kanakan kalian." Ucap Agha yang tengah duduk sambil matanya fokus melihat lembaran kertas di mejanya. "Eh, i-iya tuan." Sahut Asil.


"Galak." Ucap Asil pelan. "Iya sangat." Bisik Balian. "Ah, eh maaf tuan, anda mendengar nya." Asil terlihat takut. "Tidak apa-apa aku akan pura-pura tidak mendengar apapun." Balian tertawa kecil. "Terimakasih tuan." Bisik Asil.


"Kalian jika ingin membicarakan aku bicaralah lebih kencang." Agha melihat kedua orang yang dianggap nya seperti anak kecil.


"Eh, eee Asil siapkan dokumen nya kita akan rapat nanti setelah makan siang." Balian tidak menggubris kata-kata Agha dan langsung mengganti topik pembicaraan. "Ba-baik tuan." Balas Asil.

__ADS_1


"Heh, aku tidak diperdulikan disini. Tunggu saja kalian nanti." Gumam Agha karena kesal melihat Balian dan Asil yang tidak menggubris ucapan nya.


......................


Setelah makan siang selesai Asil terlihat sibuk memilah dan memilih dokumen untuk rapat. Sesuai dengan yang Balian minta. Sementara Agha hanya senyap membaca buku.


Tok. Tok. "Yah masuklah!" Sahut Agha.


"Hai Baby, apakah kau sedang sibuk?" Tanya seorang wanita yang tidak lain adalah Eren. Melihat Eren Agha lagsung menghela nafasnya.


"Apa mau mu?" Tanya dengan nada dingin. "He-hei,kau masih saja tidak perduli." Ucap Eren dengan nada memelas. "Cukup aku memang tidak perduli, apa yang harus aku lakukan. Jika kau tidak punya kepentingan maka keluarlah." Balas Agha masih tetap dengan nada yang dingin dan tidak perduli. "Aku hanya merindukanmu." Ucap Eren masih dengan nada yang sama. "KELUAR!" Teriak Agha. "Ba-baiklah." Eren sangat ketakutan mendengar teriakan Agha dan langsung keluar dari ruangan.


"Hai kak Eren." Sapa seorang wanita. "Apa?" Tanya Eren tanpa basa-basi. "Hei, Hei. Aku tahu kau baru saja dibentak Agha. Ups." Wanita itu berjalan lebih dekat dengan Eren. "Siapa kau!" Teriak Eren. "Cek, cek. Jangan berteriak seperti itu." Ucap wanita itu sambil tersenyum. "Lalu apa mau mu?" Tanya Eren dengan tenang. "Ayolah, aku sangat tidak sopan. Umm Bagaimana jika kita mengobrol di cafe depan saja." Saran wanita itu. "Hm baiklah." Balas Eren.


......................


Asil dan Balian berjalan dibelakang Agha untuk menuju tempat mereka akan melaksanakan rapat.

__ADS_1


"Padahal nona Eren adalah calon istri tuan.Lalu kenapa tuan membentak, maksudku kenapa dia membentak nona. Apakah dia tidak menyukai nona, tapi ah apa yang aku pikirkan. Pikiran ini sangat buruk, Hu itu tentu saja tidak mungkin." Gumam Asil.


Bruk... "Auh!" Ringis Asil. "Kau kenapa? Perhatikan jalanmu." Ucap Agha. "Kau yang berhenti tiba-tiba." Tukas Asil. "Dasar anak kecil. Kau tidak bisa melihat aku tidak berhenti mendadak. Bukannya kita harus turun menggunakan lift." Balas Agha. "Uih iya juga, ma-maafkan aku." Asil menundukkan kepalanya karena rasa malunya. "Dasar anak kecil." Ucap Agha sembari memasuki lift.


"Kau kenapa nona Asil?" Bisik Balian. "Aku tidak apa-apa tuan." Jawab Asil. "Lalu apa yang kau pikirkan?" Tanya Balian lagi. "Oh bukan apa-apa tuan, aku hanya gugup karena baru kali ini aku mengikuti rapat penting." Jelas Asil. "Tenang saja, kau hanya harus rileks. Aku juga tahu apa yang sedang kau pikirkan. Kau tidak perlu memikirkan apa yang terjadi tadi itu hanyalah titik kecil lupakan saja." Balian tersenyum dan mengikuti langkah Agha keluar dari lift.


"Hu' Dia tahu." Asil berdiri memikirkan kata-kata Balian.


"Hei anak kecil apakah kau akan tetap disana!" Teriak Agha. "Ah iya maaf." Sahut Asil sembari berlari kecil.


"Anak kecil ini bisa saja hilang." Tukas Agha. "Maka kau akan kau akan mencarinya." Balian tertawa kecil.


......................


"Jadi apa yang kau inginkan?" Tanya Eren kepada wanita itu. "Ayolah jangan terburu-buru." Ucap wanita itu sambil meminum kopi yang ia pesan.


"Memangnya kau siapa?" Eren berbicara kesal. "Tentu kau harus tau siapa aku agar kita bisa menjadi rekan." Ucap wanita itu. "Apakah kau harus berbicara penuh teka-teki seperti itu? " Tanya Eren yang semakin kesal. "Tenanglah aku akan menjawab. Aku Azalea. Kau bisa memanggilku Azel." Wanita yang bernama Azel menjulurkan tangannya. "Lalu?" Eren tidak menggubris jabatan dari Azel. "Sangat sombong." Tukas Azel. "Lantas apa maumu?" Tanya Eren. "Aku bisa membantu mu untuk mendapatkan Agha." Ucap Azel dengan serius. "Sungguh! Kau bisa?" Eren langsung bersemangat. "Cih, aku tahu apa yang kau inginkan dari Agha. Kau hanya ingin harta bukan?" Azel tersenyum melihat wajah Eren. "Kau benar-benar akan membantu ku kan?" Eren kembali bertanya. "Yah, asalkan kau membagi dua hasilnya." Azel tersenyum licik. "Yah, yah baiklah aku setuju." Eren menjulurkan tangannya. "Tidak perlu." Balas Azel. "Ah kau balas dendam ya." Eren tersenyum. "Cih aku pergi, oh ya jangan lupa bayar minuman ku." Ucap Azel dan langsung melenggang pergi.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2