
"Asil, aku minta maaf dengan kejadian tadi. Kau lihat-lihat saja sekeliling tempat kerja mu aku akan pulang." Ucap Agha kepada Asil. "Yah?Aku sendirian?" Asil kebingungan. "Huh... Kalau tidak mau sendirian carilah teman." Ucap Agha lagi sambil menghela nafas nya. "Heh, ba-bagaimana bisa kau membiarkan aku sendirian!" Pekik Asil. "Anak ini sudah kubilang cari teman, hih dia membuat aku pusing." Gumam Agha.
"Apa kau akan diam saja?" Tanya Asil. "Aku sedang berpikir, kau ini galak tidak mau ada didekat ku. Tapi kau juga tidak mau sendirian." Agha mendekatkan wajahnya kepada Asil. "Eh, ba-baiklah silahkan pergi." Ucap Asil sembari melangkah mundur. "Haha... Anak ini sangat aneh, tadi tidak mau sendiri dan sekarang mengusir ku." Agha langsung tertawa karena sikap Asil yang kekanak-kanakan.
"Hm.. Lelaki aneh." Gumam Asil cemberut. "Sekarang dia langsung pergi sungguh bos yang tidak bertanggung jawab." Asil menarik nafas panjang.
"Ayo!" Ucap Agha kepada Balian yang sudah menunggu di depan pintu ruangan Agha. "Oh, iya baiklah tuan." Jawab Balian.
"Tuan, apakah kau menyukai anak itu?" Tanya Balian saat mereka tengah berjalan. "Konyol, aku tidak mungkin menyukai anak kecil." Ucap Agha sambil tersenyum. "Oh baiklah." Balas Balian. "Aku penasaran kenapa kau bertanya seperti itu, apakah kau menyukai anak kecil itu?" Agha balik bertanya sambil menahan tawanya. "Yah?Ma-Maaf tuan, bukan begitu maksud saya." Ucap Balian sambil menunduk kepalanya. "Dasar." Balas Agha singkat.
......................
"Tuan, apakah kita akan langsung pergi untuk melihat keadaan penghianat itu?" Tanya Balian kepada Agha yang tengah berdiri mematung di dekat mobilnya.
"Hm.... Ayo kita masuk saja dulu, nanti kita akan mengurus permainan dengan kakak kesayangan ku itu." Ucap Agha sembari masuk kedalam mobilnya.
"Belian,apakah akan bagus jika gaya rambut ku ini ku ganti?" Tanya Agha meminta saran Balian. "Memangnya kenapa dengan rambut tuan?" Balian balik bertanya. "Ayo kita ke tempat pangkas rambut saja." Titah Agha kepada supir nya.
"Maaf tuan, apakah saya salah?" Tanya Balian dengan rasa takut yang menggebu-gebu. "Kenapa dia hanya diam, apakah dia akan marah dan membunuhku. Apakah aku sudah mengecewakan nya." Gumam Balian yang melihat Agha tidak merespon nya.
"Tu-Tuan." Panggil Balian lagi.
"Oh, maaf aku tidak mendengar mu, maaf." Ucap Agha sambil melepas earphone kecil yang ada di telinganya. "ku kira dia marah." Gumam Balian sambil menghela nafas.
__ADS_1
"Kenapa reaksi mu seperti itu?" Tanya Agha. "Ah, tidak apa-apa tuan. Mungkin tuan memang harus memangkas rambut." Ucap Balian dengan nada pelan. "Iyah, itulah yang akan aku lakukan." Ucap Agha. "Aku juga akan mengganti warna rambut ku." Lanjutnya
......................
Sesampainya di tempat pangkas rambut.
"Tuan Agha, tuan Balian." Sapa seorang pria pemilik pangkas rambut. "Halo paman." Ucap Agha. "Tuan, apakah tuan ingin memangkas rambut?" Tanya pria itu dengan wajah yang sangat bahagia melihat kedatangan Agha. "Iyah mungkin, Balian mengatakan aku harus memangkas rambut ku." Ucap Agha. "Oh begitu, yah seperti hari baru gaya baru." Ucap pria itu sambil tertawa kecil.
......................
"Oke selesai tuan." Ucap pria itu. "Waduh, terimakasih paman." Ucap Agha terkesan dengan gaya yang diberikan oleh pria itu.
"Tuan." Sapa Balian melihat wajah Agha yang terlihat segar. "Bagaimana penampilan ku?" Tanya Agha kepada Balian.
......................
"Hah? Di-dia lebih tampan dari pada tuan Agha" / "Wah tampan nya."/ "siapa dia?" Para karyawan wanita langsung luluh melihat ketampanan Agha.
"Cih, konyol dia mereka bilang aku lebih tampan daripada diriku sendiri." Ucap Agha kesal. "Tapi tuan tetaplah tuan." Ucap Balian kepada Agha. "Tapi tuan, kenapa kita kembali ke kantor?" Tanya Balian. "Oh, aku mau.. " Kata-kata Agha langsung terputus. "Aih, apa yang aku lakukan. Kenapa aku ingin menunjukkan penampilan ku kepada anak kecil itu."Gumam Agha yang bingung dengan dirinya sendiri.
"Tuan."Balian menepuk punggung Agha menyadarkan Agha dari lamunannya.
__ADS_1
" Eh, kita ke markas saja."Agha langsung berbalik arah. "Baiklah." Balas Agha.
"Tuan! Tuan Agha!" Teriak seseorang dari belakang Agha membuat langkah Agha terhenti.
"Tuan.. Aku ingin bertanya. Tunggu" Ucap nya lagi. Agha langsung menoleh kebelakang. "His, anak ini bagimana bisa dia mengenaliku." Gumam Agha. Yang melihat seseorang berlari kearah nya yang tidak lain tidak bukan adalah Asil.
"Astaga, jalan kalian sangat cepat." Ucap Asil sambil mengatur nafasnya. "Eh?Ma-Maaf tuan kukira tuan Balian bersama tuan Agha." Ucap Asil. "Hah?" Balian bingung. "Ehehe, ku kira tadi ini tuan Agha, dari belakang mirip tapi rambut nya berbeda hehe, yah sudahlah." Asil tertawa kecil. "Apa yang... " Agha langsung menutup mulut Balian dengan tangannya. "Heh, kukira dia mengenaliku ternyata sama saja seperti yang lain. Memang perubahan penampilan sangat memengaruhi seseorang." Gumam Agha.
"Hei nona memang ada kepentingan apa dengan Agha?" Agha bertanya iseng karena lucu melihat Asil yang tidak mengenalinya. "Ah bukan apa-apa, tidak terlalu penting." Asil tersenyum tipis. "Balian apakah ini pacar Agha?" Agha melirik kearah Balian. "Hei, jangan asal yah dia bos ku, dia seorang presdir. Bagimana mungkin aku menjadi pacarnya dasar orang konyol!" Tukas Asil. "Haha.Baiklah maafkan aku." Ucap Agha sambil tertawa. "Orang aneh!" Ucap Asil dan langsung berbalik pergi.
"Hu.. Malunya, kukira dia Agha." Gumam Asil sambil berjalan.
......................
"Hm.. Foto siapa ini kenapa ada di kotak sampa." Gumam Asil melihat foto yang berada di kotak sampa ruangan Agha.
Asil dengan hati-hati mengambil foto itu, karena kaca bingkai foto sudah pecah.
"Sayang sekali, padahal tuan Agha terlihat tampan pada foto ini kenapa dibuang." Gumam Asil melepas foto dari bingkai yang sudah hancur tidak berbentuk.
"Hm.. Aku akan menyimpan nya dan menanyakan kepada Agha.Tapi kenapa aku mau melakukan itu, aneh tapi yah sudahlah." Gumam Asil.
......................
__ADS_1
Waktu berlalu dan Asil kembali kerumah dengan menaiki taksi online.
...****************...