
"Bagaimana sekarang tuan?" Tanya Balian kepada Agha. "Bagaimana apanya?" Agha balik bertanya, sembari memsuki mobilnya.
"Eh,wanita itu tuan." Balian menunjuk kepada wanita yang sedang menangis, wanita yang tadinya memohon kepada Agha. "Ais, suruh saja dia pulang.Jika dia tidak mau bunuh saja." Ucap Agha enteng. "Tapi tuan." Balian kelihatan bingung harus berbuat apa. "Lalu harus diapakan, wanita memang tidak berguna." Ucap Agha dingin, kemudian kembali membuka pintu mobilnya. "Ah, kalau begini aku kapan tidur nyenyak dirumah. Kenapa wanita ini sangat bodoh." Gumam Agha sambil melangkah ke arah wanita yang sedang menangis itu.
"Hei kau, apakah kau akan tetap menangis disini?" Agha bertanya sambil duduk jongkok didepan wanita yang terduduk dan menangis tersedu-sedu itu.
"Tolong aku mohon tuan, bebaskan suami ku." Ucap wanita itu memohon kepada Agha. "Tadi kau meminta agar tidak menyiksanya, dan sekarang kau ingin aku membebaskan nya.Hah, aku sama sekali tidak mengerti,kau mau kubunuh atau pergi dari sini." Agha mendekatkan wajahnya yang dingin dan menakutkan kepada wanita itu.
Wanita itu tanpa berkata-kata dan langsung berlari menjauh dari Agha.
"Sangat terlihat kalau kau bukanlah wanita baik-baik." Gumam Agha sambil tersenyum dingin dan kembali ke mobilnya.
__ADS_1
"Cepat, aku ingin pulang dan tidur." Ucap Agha kepada supirnya.
......................
Sesampainya dirumah Agha langsung merebahkan dirinya.
"Hah,wanita konyol.Apa yang dia pikirkan,dia pikir hidup ini seperti didalam drama.Cih,cinta, konyol.Apakah dia berpikir jika dia bersujud aku akan memaafkan lalaki pembohong itu. Andai saja dia tahu berapa banyak kerugian yang aku alami gara-gara kecerobohan nya.Baru kali ini ada pembisnis yang tidak bisa diandalkan,kalau memang tidak mengerti cara kerjanya kenapa dia masuk kedalam agensi ku, aku hanya butuh orang yang bisa bekerja dengan profesional, dan bisa diandalkan. Tidak berguna!" Gumam Agha,sambil menutup matanya menahan emosi.
Agha membuka matanya perlahan dan langsung mempersilahkan ibunya untuk masuk. "Yah masuk lah."
"Agha kau dari mana saja?" Tanya ibu kepada Agha. "Aku baru pulang dari berjalan-jalan malam." Jawab Agha. "Kau berbohong lagi." Ibu fokus melihat kearah Agha. "Tidak." Jawab Agha singkat, dan memalingkan wajahnya. "Ah, ibu tidak percaya." Cetus ibu. "Ayolah aku sudah jujur." Ucap Agha. "Orang jujur tidak akan memalingkan wajahnya." Ucap ibu. "Yah, yah baiklah. Apakah ibu ingin membicarakan sesuatu?" Tanya Agha. "Yah, kau duduklah." Ucap ibu, dan Agha segera duduk disamping ibunya.
__ADS_1
"Agha,tadi Baris ingin membicarakan sesuatu hal yang penting kepadamu." Ucap ibu kepada Agha. "Hm.Sudahlah aku tidak tertarik." Tukas Agha. "Agha apakah kau tidak bosan dengan kesendirian mu?" Tanya ibu. "Tidak." Agha menjawab singkat. "Apakah kau tidak ingin menikah?" Tanya ibu lagi. "Wanita mana yang akan aku nikahi, berikan saja wanita untuk ku bunuh." Balas Agha dengan enteng nya. "Apakah kau tidak bosan bermain dengan pistol mu itu, kau hanya mengotori tanganmu." Ucap ibu kepada Agha. "Mengotori apanya, aku dapat kekayaan dari itu.Bu itu adalah hobi ku, aku saja tidak perduli dengan pernikahan dan tentang wanita , ataupun kriteria.Kenapa ibu harus perduli." Cetus Agha, dan langsung berdiri dari duduknya.
"Aku tidak suka membahasnya." Ucap Agha dengan nada dingin yang menjadi ciri khas nya. Ibu ikut berdiri dan mendekati Agha.
"Bagaimana mungkin,kau nyaman sendirian." Ucap Ibu. "Yah begitulah." Ucap Agha singkat.
Keadaan senyap, ibu dan Agha berdiri didepan jendela kamar Agha sambil memandangi rembulan yang bersinar penuh makna.
"Eren,dia adalah anak baris." Ucap ibu kembali membuka percakapan. "Aku, aku tidak tertarik." Tukas Agha sambil menghela nafasnya. "Yah sudahlah, kau silahkan beristirahat ibu akan keluar." Ucap ibu sembari berjalan keluar dari kamar Agha.
...****************...
__ADS_1