Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Episode 6


__ADS_3

Malampun tiba, terlihat Asil yang tengah bersiap-siap untuk mengikuti rapat bersama Agha.


Tok.. tok.. Suara ketukan pintu dari balik pintu kamar Asil. "Iya, sebentar!" Pekik Asil.


"Hu siapa sih." Gumam Asil sembari membukakan pintu.


"Hai anak kecil." Ucap seseorang yah siapa lagi kalau bukan Agha.


"Anak kecil katanya, dasar lelaki aneh." Gumam Asil


"Apakah kau akan berdiri saja dan diam membisu." Ucap Agha. "Heh, lalu aku harus apa?" Tukas Asil. "Yah tidak ada, ayo cepatlah." Ucap Agha sambil berjalan.


"Hm.. Kakinya panjang, jalannya cepat. Sungguh lelaki yang tidak punya perhatian, dia seperti batu es. Hu dingin sekali." Gumam Asil yang berjalan menyusul Agha.


......................


"Asil sudah siap." Ucap ibu Agha yang tengah duduk diruang keluarga. "I-iya nyonya." Balas Asil. "Asil ternyata sangat cantik ya." Ucap ibu Agha memuji Asil, karena penampilan Asil yang elegan dan cantik. "Terimakasih nyonya." Ucap Asil.


"Kita langsung pergi Agha?" Ucap ibu bertanya kepada Agha. "Oh, iya bu." Jawab Agha, dan mereka langsung berjalan menuju mobil.


"Ayo Asil, kamu duduk didekat ku saja." Ucap ibu Agha. "Baik nyonya." Jawab Asil.


......................


Diperjalanan, mereka hanya diam senyap.


"Bagaimana hari pertamamu bekerja Asil?" Tanya ibu Agha memulai pembicaraan. "Saya sangat senang dengan hari pertama saya nyonya." Jawab Asil. "Baguslah." Ucap ibu Agha, tidak lupa tersenyum kepada Asil.


"Iyah tentu saja kau senang, seharian tadi kau belum ku berikan pekerjaan." Tukas Agha. "Hehe, yah begitulah." Asil tertawa kecil. "Dasar!" Gumam Asil.

__ADS_1


"Yah tidak apa-apa, setiap hari kita juga harus bahagia." Ucap ibu Agha. "Iya nyonya." Balas Asil.


"Cih, ibu suka sekali jika punya teman ngobrol. Sampai anaknya sendiri tidak di bela." Tukas Agha menyilangkan tangan di depan dada. "Kau ini, kau kan sudah dewasa. Tidak perlu dibela." Ucap ibu Agha. "Jadikan saja Asil anak ibu." Tukas Agha. "Akan ku jadikan dia istri mu." Ucap ibu Agha sambil menahan tawanya. "Apa-apaan, dia bukan tipe ku." Balas Agha.


"Heh, aku juga tidak menyukai mu." Gumam Asil. Keadaan kembali senyap.


......................


"Ayo turun kita sudah sampai." Ucap Agha mengajak dua wanita yang mendampingi nya.


"Halo tuan Agha, selamat datang." Ucap seorang pria menyambut kedatangan Agha, sambil menjulurkan tangannya. "Iya, terimakasih atas undangan nya." Balas Agha menerima jabat tangan dari pria itu.


"Nyonya selamat datang." Lelaki tidak lupa menyapa ibu Agha. "Iya, terimakasih atas undangan nya." Ucap ibu Agha.


"Mari masuk." Ajak pria itu sambil tersenyum.


......................


"Kau bilang ingin membicarakan sesuatu, apa itu?" Tanya Agha kepada pria itu. "Ah santai saja dulu tuan." Ucap pria itu. "Kau jangan bermain-main dengan ku Baris." Ucap Agha dengan nada bicara nya yang dingin.


"Loh kok dia emosi, aku juga tidak diperkenalkan oleh nya. Tapi siapa aku whehe konyol." Gumam Asil.


"Ma-Maaf tuan." Ucap pria bernama Baris itu. "Yah, sudahlah. Maaf tuan Baris tapi Agha ada sedikit kesibukan hari ini." Ucap ibu sambil tersenyum.


Mereka berbincang-bincang dan sampai pada hal yang serius.


"Iya, sepertinya Agha akan cocok dengan Cala." Ucap ibu ketika mereka tengah membicarakan anak-anak mereka. "Iya iya nyonya tentu mungkin akan cocok." Ucap Baris.


"Apa maksud kalian?" Ucap Agha dengan nada suara yang tinggi, sembari berdiri. "Agha ini hanya rencana." Ucap ibu. "Aku masih ada pekerjaan. Aku pergi dulu." Ucap Agha dingin. "Agha tunggu dulu." Ucap ibu Agha. "Tapi pekerjaan ku penting, aku akan pergi bersama Balian, ibu nanti pulang bersama supir saja." Ucap Agha. "Ya sudah baiklah hati-hati." Ucap ibu. "Ayo Asil." Ucap Agha. "Oh, i-iya baiklah." Asil langsung mengikuti Agha.

__ADS_1


"Kita akan kemana?" Tanya Asil kepada Agha. "Aku akan mengantarkan kau pulang." Ucap Agha dengan nada dingin. "Oh, baiklah." Ucap Asil.


......................


Sesampainya dirumah. "Masuk lah aku akan pergi." Ucap Agha masih dengan nada suara yang dingin. "Baik, terimakasih tuan." Asil langsung melangkah pergi.


"Asil!" Panggil Agha lagi, membuat langkah Asil terhenti dan menoleh kebelakang nya. "Iya?" Ucap Asil. "Kau.. Kau langsung tidur saja." Ucap Agha dan langsung berlalu pergi.


"Heh? Aneh nya, tapi yah sudahlah. Daripada baper enakan tidur." Gumam Asil.


......................


Dirumah Baris.


"Maaf tuan Baris kita membicarakan tentang perjodohan lain kali saja. Saya menunggu Agha siap untuk membahasnya." Ucap Ibu Agha. "Baiklah nyonya, tapi bagaimana dengan yang saya katakan tadi nyonya." Ucap Baris. "Yah akan ku usahakan dia bisa masuk." Ucap Ibu Agha. "Baiklah terimakasih nyonya." Ucap Baris menjulurkan tangannya. "Tentu." Ibu menerima jabat tangan Baris.


......................


"Eh, Asil kamu sudah pulang." Sapa ibu Asil. "Iya bu, apa masih ada pekerjaan ibu yang belum selesai?" Tanya Asil. "Sudah selesai semua nak, kau istirahat lah." Ucap ibu. "Baiklah." Ucap Asil sambil berlalu pergi.


...................,...


"Cih penghianat pantas untuk mati!" Ucap Agha mengangkat pistol nya. Hendak melontarkan tembakan nya.


"Tidak tuan! Aku mohon... Hiks.. jangan bunuh suami ku... Aku mohon.. hiks" Ucap seorang wanita tersungkur dihadapan Agha.


"Heh, mengemis atas kesalahan suami mu." Ucap Agha sinis. "Tuan.. hiks... Aku mohon tuan jangan bunuh dia." Wanita itu menangis sesenggukan dihadapan Agha. "Huh... Aku sangat tidak tahan melihat tangisan seorang wanita.Apa gunanya kau membela suami mu, kau tau jika dia bebas maka kau akan disingkirkan." Ucap Agha dingin. "Tuan.. hiks... aku mohon.. kasihanilah dia tuan." Ucap wanita itu, dan Agha hanya terdiam seperti sedang berfikir bagaimana tindakan yang akan dia lakukan selanjutnya.


"Cuih, kurung pria ini." Ucap Agha dan langsung pergi.

__ADS_1


"Konyol, dia tidak tahu bagaimana pemikiran lelaki bejat itu." Gumam Agha menahan kekesalan nya.


...****************...


__ADS_2