Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Episode 2


__ADS_3

Bruk... Suara pintu yang ditendang dan membuat Asil dan ibunya kaget "Bagus kau sadar, kalian tidak ada gunanya." Ucap lelaki itu dan langsung menarik tangan Asil. "Kau jika ku jual aku akan mendapatkan banyak uang, hahaha!" Ucap lelaki itu lagi sambil memegang erat tangan Asil. "Tidak! Jangan, dia anak ku jangan kau apa-apakan dia. Aku hanya memilikinya tolong jangan bawa dia aku mohon." Ibu menangis dan bersujud di depan lelaki itu. "Hei anak mu ini tidak berguna." Lelaki itu menarik Asil terus menerus.


"Hei! Dasar lelaki kikir!" Teriak Asil. "Beraninya kau!" Lelaki itu ikut berteriak kepada Asil. "Pergi kau!" Pekik Asil sambil menggigit tangan pria itu agar bisa lepas dari cengkraman nya. "Beraninya kau!" Plak.. "Jangan sakiti Asil!" Teriak ibu dan memukul lelaki itu dengan sapu. "Beraninya kau! Keluar kalian dari rumah ku!" Pria itu langsung membanting ibu dan Asil, dan menutup pintu dengan keras.


"Ibu, ibu tidak apa-apa kan?" Tanya Asil. "aku mengutuk mu Anan, kau tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan. Bajingan kau Anan!" Teriak ibu. "Ibu, sudahlah ayo kita pergi saja. Aku sudah tidak mau tinggal di rumah itu." Asil langsung menggenggam tangan ibunya.


......................


"Kita sekarang akan kemana bu?" Tanya Asil kebingungan karena mereka berjalan tanpa tujuan. "Kau tenang saja, ibu akan mencari tempat tinggal." Ucap ibu kepada Asil.


......................


"Nak lihat ini!" Mata ibu langsung tertuju kepada rumah besar. "Ini rumah yang sangat besar, bagimana mungkin mereka mengizinkan kita disini." Ucap Asil mendongak melihat rumah yang sangat megah di depannya. "Lihat lah kita bisa tinggal disini mereka membutuhkan pembantu." Ucap ibu kepada Asil. "Tapi bu."/ "Ayo, kita harus yakin mereka pasti mau memperkerjakan kita." Ibu langsung memotong kata-kata Asil, dan menekan bel yang ada diluar pagar rumah.


"Siapa." Ucap seseorang. "Ah ini, aku sedang mencari pekerjaan apakah masih ada." Ucap Ibu. Gerbang rumah besar itu langsung terbuka.

__ADS_1


"Silahkan masuk dan akan ku bawa kalian ke depan nyonya." Ucap seorang wanita. "Ba.. Baiklah." Ucap ibu gugup karena melihat rumah yang sangat besar bagaikan istana.


......................


"Nyonya ini orang yang ingin bekerja disini." Ucap wanita itu kepada seorang wanita yang duduk membelakangi mereka. "Hm,yah baiklah. Apa pengalaman yang anda miliki?" Tanya wanita itu. "Aku... Aku hanyalah ibu rumah tangga biasa nyonya." Ucap ibu kepada wanita itu. "Hm, kalau begitu anda pastilah rajin bersih-bersih." Ucap wanita itu. "I.. Iya nyonya tentu." Balas ibu. "Dan wanita muda disisi mu, kenapa hanya diam?" Tanya wanita itu lagi. "Ouh,dia adalah anakku nyonya, anak satu-satu." Ibu tersenyum. "Kalian punya rumah?" Tanya wanita itu. "Tadinya kami punya nyonya namun." Ibu langsung menghentikan kata-kata nya. "Yah, semua orang punya masalah yang kelam aku juga punya." Ucap wanita itu sambil berdiri dari duduknya. "Dulu aku hanyalah orang dari kalangan biasa, tapi sekarang ayolah wanita harus keluar. Dulu mungkin wanita hanya diam di rumah tapi sekarang sudah berbeda.


Ucap wanita itu dan berbalik badan.


"Kau.." Ibu terlihat terkejut. "Yah, aku sudah mengenal suara mu dan melihat kalian dari CCTV." Wanita itu tersenyum. "Bagaimana bisa sekarang, ups maaf." Ibu menjaga bicaranya. "Santai saja, kita adalah teman ingin memanggilku apa saja ku persilahkan." Ucap wanita itu. "Ah, baiklah." Jawab ibu.


"Bu." Seorang pria masuk dan menyapa wanita itu dengan hangat. "Kau ini darimana saja ibu mencari sedari tadi." Ucap wanita itu. "Ah, biasa ada tikus yang mengganggu ku." Ucap pria itu. "Sudahla biarkan saja." Timpal sang wanita. "Ibu ini tidak tahu dunia ku.Tapi ini siapa?" Tanya pria itu ketika melihat Asil dan ibunya. "Ouh aku, Ambar dan ini anak ku." Ucap ibu kepada pria itu. "Iyah, ini adalah temanku." Ucap sang wanita. "Oh, aku tidak tahu ada juga yang mau berteman dengan ibu ku yang cerewet." Pria itu tertawa kecil. "Hei kau ini.Oh iya siapa tadi nama mu nak?" Wanita itu mendekat pada Asil yang hanya tunduk. "A.. Aku Asil nyonya." Ucap Asil sambil menegakkan kepalanya. "Nama yang cantik." Ucap wanita itu sambil tersenyum. "Oh iya kalian sekarang aku pekerjakan disini." Sambung nya. "Terimakasih nyonya." Ucap ibu yang sangat senang mendengar itu.


"Oh ya, kau akan memasak dan untuk pekerjaan lain ada pelayan yang lain, untuk putrimu apakah kau masih bersekolah nak?" Wanita itu kembali bertanya kepada Asil. "Tidak lagi nyonya." Jawab Asil. "Kau akan bekerja dengan anak ku." Ucap wanita itu kepada Asil. "Baik nyonya." Jawab Asil. "Aku anaknya,aku takut kau tidak tahu itu." Ucap pria itu kepada Asil. "Ouh, tentu tuan." Ucap Asil menundukkan kepalanya. "Aku akan pergi dulu bu dah." Pria itu langsung melangkah pergi.


"Yah begitulah anak ku." Wanita itu langsung tersenyum. "Kau bisa mengikuti ku dan akan ku jelaskan pekerjaan mu, dan si cantik ku ini harus keruangan kerja anak ku." Ucap wanita itu. "Baik nyonya." Jawab ibu.

__ADS_1


......................


"Wah,besar nya.Tadi nyonya bilang aku cukup menaiki lift lalu pergi ke lantai 3.Lift nya mewah sekali, biasanya aku melihat ini di TV sekarang aku bekerja dirumah yang menggunakan lift." Gumam Asil didalam lift.


Tok.. Tok Asil mengetuk pintu. "Iyah, silahkan masuk." Ucap seseorang dari dalam ruangan di depan Asil. Asil langsung membuka pintu dan melangkahkan kakinya. "Lelaki ini seperti yang aku tabrak tadi." Gumam Asil ketika melihat pria didepannya. "Kenapa kau melihat ku seperti itu, yah aku sangat tampan kan." Ucap pria itu. "Ma.. Maaf tuan." Asil menundukkan kepalanya. "Yah, tidak masalah. Kau yang menabrak ku tadi kan?" Pria itu langsung berdiri. "Iya tolong maafkan saya, tadi saya sangat pusing karena baru dipecat dari pekerjaan saya." Ucap Asil. "Dasar wanita, pasti langsung menjelaskan sebuah penyebab." Pria itu tersenyum tipis.


"Pekerjaan mu sangat mudah, ah iya apakah kau putus sekolah?" Tanya pria itu kepada Asil. "Oh, tidak aku sebenarnya seorang mahasiswi di kampus CU." Jawab Asil. "Oh kalau begitu kau bisa bekerja di perusahaan ku, bagaimana kau mau?" Tanya pria itu lagi. "Sungguh?Aku, aku mau!" Asil menjawab dengan semangat. "Hm, baiklah." Ucap pria itu.


"Siapa nama mu tadi?" Tanya pria itu lagi. "Aku Asil." Jawab Asil. "Iya Asil,nama ku Agha."



Nama : Agha (Bos muda, seorang pengusaha, Bos mafia terkenal)


Umur : Tidak diketahui

__ADS_1


__ADS_2