Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Episode 3


__ADS_3

"Jadi, eee apa pekerjaan ku?" Tanya Asil. "Wah sangat bersemangat." Ucap Agha sambil tersenyum. "Ahaha, baiklah ternyata tidak terlalu berat." Ucap Asil tertawa kecil. "Anak ini mungkin karena umurnya masih kecil jadi dia sangat imut." Batin Agha melihat wajah ceria Asil. "Sekarang aku harus apa?" Tanya Asil. "Hm, kita harus berbincang." Ucap Agha. "Oh, baiklah." Asil menunggu kata-kata Agha. "Duduklah." Titah Agha. "Ah, iya terimakasih."


"Pekerjaan mu, besok kita tentukan.Aku akan mengabari staff ku untuk mengabarkan ada anak baru yang akan bergabung." Ucap Agha dengan tenang. "Oh, begitu yah." Emmm, bagaimana bisa aku bekerja disana, aku tidak yakin aku diterima."Ucap Asil. "Astagah, anak ini tidak mendengar kata-kata ku tadi, ku bilang perusahaan ku. Tapi dia tidak menyimak, sangat polos." Batin Agha. "Kalau begitu aku akan membantumu,disana panggil saja aku Agha." Ucap Agha menahan tawanya karena Asil yang tidak menyimak. "A, benarkah?Terimakasih Agha!" Asil sangat bersemangat. "Hm, kau anak kecil yang sangat imut bagiku." Gumam Agha melihat tingkah Asil yang kekanak-kanakan. "Okeh,pergilah kau mungkin butuh beristirahat." Agha langsung berbalik badan. "Baiklah." Jawab Asil.


"Aku akan bekerja di perusahaan, aaaaaa, ini seperti mimpi saja. Aku harus bekerja dengan sunggu sungguh-sungguh!" Gumam Asil.


"Hei, kenapa kau tersenyum seperti itu?" Tanya ibu kepada Asil. "Ah, hehe aku, aku akan bekerja besok di sebuah perusahaan tuan Agha akan membantu ku." Ucap Asil bersemangat. "Perusahaan nya?" Tanya ibu. "Oh iya, aku juga tidak tahu.Ah, pasti bukan." Ucap Asil dengan enteng. "Oh begitu yah, ayo duduk dan makan makanan mu tadi ibu di perbolehkan memasak oleh nyonya." Ucap ibu. "Ini kamar kita?" Tanya Asil. "Iyah." Ibu menjawab singkat. "Wah,ini sangat mewah.Melebihi kamarku dirumah,tentu saja kan berbeda." Asil nyerocos kemana-mana. "Hadeh kau ini." Ibu tersenyum karena anaknya terlihat bahagia.


......................


Keesokan harinya. Tok.. Tok.. "Kemana lelaki itu, apakah dia lupa. kenapa pintu nya tidak dibuka pasti dia membohong ku." Gumam Asil didepan pintu Agha.


"Aaa!Kau, kenapa ada didepan pintu ku?" Agha terkejut karena melihat Asil yang berdiri didepan pintu kamarnya. "Maaf, maaf kan aku, aku ingin bertanya apakah aku sudah diterima?" Tanya Asil. "Kau sudah berpakaian rapi begini, yah sudah pasti diterima." Agha tersenyum. "Eh, bagaimana mungkin." Asil kebingungan. "Ayo, ikut aku." Ajak Agha sambil menarik tangan Asil.


"Tuan." Ucap seorang lelaki membukakan pintu mobil untuk Agha. "Ayo, masuk." Ucap Agha kepada Asil. Asil tercengang melihat seseorang yang membukakan pintu untuk Agha. "Seperti kau tidak bisa membuka pintu mobil sendiri." Batin Agha. "Hei, apakah kau akan bengong seperti itu terus menerus." Bisik Agha kepada Asil. "Ayo masuk." Lanjut nya.


"Kenapa kau sangat tegang dan terus meremas tangan mu?" Tanya Agha sambil tersenyum. "Aku, aku tidak tegang. Aku hanya gugup." Asil menjawab dengan nada gemetar. "Hah anak ini." Agha menghela nafas nya.


......................


"Ayo turun." Ucap Agha kepada Asil yang terdiam sedari tadi. "Ba-Baiklah." Jawab Asil. "Wah, aku tidak percaya aku bekerja disini. Astagah aku gugup." Batin Asil.


Asil berjalan dengan rasa gugup nya. "He-hei, kenapa kau berhenti?" Tanya Asil kepada Agha. "Kau duluan saja." Balas Agha. "Oh, baiklah." Jawab Asil.


"Hai,nona Asil kan?" Tanya seorang wanita kepada Asil. "I-Iya aku Asil." Jawab Asil gugup. "Oh baiklah, mari ikuti saya." Wanita itu tersenyum dan mulai berjalan.


"Kau akan menjadi asisten presdir, eh apa? Asisten Presdir, a-aku tidak salah." Ucap wanita itu terkejut dengan ucapan nya sendiri. "Yah?" Asil kebingungan. "Ahaha, maaf. iya kau asisten presdir. Baiklah kau silahkan melapor ke tempat kak Asena." Ucap wanita itu sambil menjulurkan selembar kertas. "Oh,baiklah terimakasih." Asil berlalu pergi.


......................

__ADS_1


"Menurut di kertas yang diberikan ini ruangan nya,baru kali ini aku mendengar presdir wanita." Gumam Asil


Tok... tok.. "Iyah, masuk lah." Ucap seorang wanita dari dalam ruangan. "Permisi presdir, aku Asil karyawan yang baru." Ucap Asil dengan tenang. "He?Presdir?Aku Asena aku bukan presdir, kau pasti karyawan baru." Kata wanita bernama Asena kepada Asil. "Ma-Maafkan aku, aku tidak tahu." Ucap Asil gugup. "Ah tidak apa-apa. Tugasmu menjadi Asisten presdir, wah sangat beruntung yah.Bekerjalah dengan baik, jika kau ada masalah jangan sungkan untuk menemui ku.Oh ya ini tempat ruangan presdir." Ucap Asena sembari memeberikan secarik kertas kepada Asil. "Oh, baiklah terimakasih kak." Asil langsung berjalan pergi.


......................


"Apa ini tadi aku menuju ruang Asena diberikan kertas, sekarang ke ruang presdir diberikan kertas lagi." Gumam Asil sambil berjalan.


"Diruang..... Lantai 4! Astagah! Sangat menyusahkan, presdir mungkin berniat membunuh karyawan nya." Gumam Asil yang berlari menuju lift yang sebentar lagi ditutup."Woi, tunggu!" Teriak Asil.


"Hu... Terimakasih." Ucap Asil dengan nafas yang tidak beraturan. "Walaupun dia orang yang penting, kenapa dia sangat menyusahkan." Gumam Asil.


"Hei." Ucap seseorang dari belakang Asil. "Hua! Kau? Agha kenapa kau ada disini?" Tanya Asil terkejut dengan kehadiran Agha dibelakang nya. "Hehe, maafkan aku. Kau mau kemana?" Tanya Agha. "Oh, aku mau ke ruang presdir." Jawab Asil sambil mengatur nafasnya. "Oh." Ucap Agha singkat.


"Oh iya, Agha kau mau ke lantai berapa?" Tanya Asil. "Oh aku sama dengan mu." Ucap Agha.


Agha bersama dengan bodyguard nya sebut saja Balian. Asil berjalan seiringan dengan Agha. "Kenapa lelaki ini sangat tinggi, tapi dia sedikit keren dengan gaya nya sedikit tampan juga." Gumam Asil melihat wajah Agha.


"Aku tahu aku tampan dan berwibaw. Kau tidak perlu melihat aku seperti itu." Ucap Agha. "Wehehe aku tidak melihat mu." Ucap Asil. "Hi, Dia sadar ternyata." Gumam Asil sambil menundukkan kepalanya.


"Itu... Itu kan Presdir yang tampan."/ " Iya wah sangat langkah kita melihatnya." Ucap karyawan di perusahaan itu. Yah bagaimana lagi tuan Agha yang berwibawa ini sangat sibuk dengan pekerjaan nya,Mungkin dia cukup berbicara semuanya akan selesai. Terkadang Agha harus memburu penghianat diluar sana, terkadang Agha hanya bermalas-malasan dan menikmati hidup nya.


Agha tidak memperdulikan pembicaraan karyawan nya dan hanya terus berjalan.


"Apa? Di-Dia presdir nya, yang benar saja. Mustahil!" Gumam Asil.


......................


Kini mereka sudah sampai di ruangan Agha yang megah.

__ADS_1


"Hei! Kau, kenapa kau tidak bilang kalau kau adalah presdir?" Tanya Asil dengan suara yang kuat. "Jaga cara bicara mu." Ucap Agha.


"Hm, Balian biarkan aku berbicara dengan nya." Ucap Agha kepada Balian. "Baik tuan." Balian langsung ke luar dari ruangan Agha.


"Kau ini, sangat imut ketika marah." Ucap Agha kepada Asil yang penuh dengan emosi. "Kenapa kau tidak bilang kepadaku, setidaknya aku bisa lebih sopan." Ucap Asil kepada Agha.


Agha duduk di kursinya tanpa menanggapi kata-kata Asil.


"Hei apa kau tidak mendengar ku?" Asil mendekati Agha. "Kau cantik tapi kau suka marah-marah, dan ceroboh." Ucap Agha yang kembali berdiri.


"Pendek." Agha berdiri didepan Asil. "Hah, apa katamu!" Asil langsung mengobarkan emosinya.


"Ah, sudahlah. Aku Agha, tepatnya Agha Sezen, aku adalah presdir. Bagaimana mungkin aku merahasiakan pekerjaan ku kepada mu." Ucap Agha dengan santai dan mendekatkan wajahnya kepada Asil. "Aku tidak mengerti." Ucap Asil.


Agha kembali duduk dan menarik tubuh Asil kepangkuan nya. "He-hei apa yang kau lakukan!" Asil mendorong tubuh Agha.


"Wanita ini. Banyak wanita yang ingin ada di pangkuan ku." Ucap Agha santai. "Aku bukan wanita murahan, yang ingin dipeluk oleh banyak lelaki dengan bebasnya." Ucap Asil kepada Agha dengan suara kuat.


Asil marah dan melangkah ke arah pintu.


"Tunggu!" Agha menarik tangan Asil. "Apa mau mu, kau cari saja karyawan yang lain." Tukas Asil. "Hei, aku hanya bercanda. Kau berlebihan, ayolah. Aku minta maaf." Ucap Agha. "Kenapa aku sangat nyaman dengan nya.Ini tidak mungkin,kenapa dia meminta maaf begitu kepada ku padahal aku hanyalah karyawan nya." Gumam Asil. "Aku.. memegang tangan nya, kenapa aku menghentikan nya?" Batin Agha. "Baiklah aku minta maaf." Ucap Agha lagi sambil melepaskan tangan Asil dari pegangan nya. "I-Iya." Balas Asil.


Tok.. Tok... "His siapa lagi ini." Ucap Agha pelan. "Yah masuklah." Titah Agha.


"Hai tuan Agha, kukira hari ini kau tidak hadir." Ucap pria yang memasuki ruangan Agha.


"Oh, kau lama tidak bertemu." Balas Agha. "Apa kabarmu?" Tanya pria itu. "Aku baik-baik saja, apa yang membawa mu kesini tuan Baris?" Tanya Agha kepada pria yang bernama Baris itu. "Oh, aku kemari untuk bertemu dengan mu dan mengundang mu dan ibumu untuk menghadiri makan malam ditempatkan ku." Ucap pria itu. "Oh begitu.Ada kepentingan apa kau mengundang ku?" Tanya Agha. "Oh yah silahkan duduk." Lanjut Agha.


"Iya, ada kepentingan apa mengundang ku?" Tanya Agha lagi. "Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan mu tuan Agha." Jawab pria itu. "Yah aku tahu jika ibuku yang terlibat maka itu adalah hal penting." Ucap Agha. "Iyah begitulah." Ucap pria itu. "Yah, baiklah aku akan hadir, nanti jika aku ada waktu." Ucap Agha. "Aku sangat mengharapkan kau hadir, baiklah terimakasih tuan Agha." Pria itu langsung pergi.

__ADS_1


__ADS_2