
**KEHIDUPAN BARU**
.
.
.
.
"Hei kalian ayo cepatlah!" Teriak Balian kepada Agha, dan Asik. "Ah, iya iya." Sahut Asil sambil berlari kecil.
.
.
Di perjalanan.
"Emm, kak apakah setelah ini kita akan kembali bekerja?" Tanya Balian mencairkan suasana. "Oh.Itu, yah kita akan kembali bekerja." Jawab Agha. "Hu... Apakah aku boleh libur?" Tanya Balian lagi. "Uhsss.Anak kecil ini. Kau tidak bisa libur." Balas Agha sambil mengelus kepala Balian.
"Ah beruntungnya, bisa punya keluarga yang harmonis. Andai saja aku bisa seperti mereka, baiklah aku akan bekerja lebih keras agar aku bisa membahagiakan Ibu dan mempunyai banyak uang!" Gumam Asil yang duduk sendirian dibelakang.
"Hei Asil, kau juga harus ikut mengobrol." Tegur Balian sambil mengintip Asil dari kaca. "Oh? Ah, i-iya." Balas Asil terkejut.
"Aku ingin makan masakan ibu." Ucap Balian. "Kau ini." Geram Agha.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Setelah lama diperjalanan akhirnya mereka sampai dirumah.
"Asil!" Teriak ibu Asil sembari berlari kecil menuju Asil.
"Ah, ibu." Balas Asil sambil memeluk erat tubuh ibunya.
"B-bagaima keadaan mu?" Tanya ibu Asil. "Iya ibu, aku baik-baik saja." Balas Asil.
"He-hei aku juga membantu, apakah bibi tidak akan berterimakasihlah kepada ku?" Gerutu Balian. "Iya aku juga berterimakasih kepada tuan muda Balian." Ucap Ibu sambil tersenyum. "Hehe, Sama-sama." Balas Balian dengan gembira. "Dasar" Ucap Agha kesal.
"Wah! Ternyata anak-anak kesayangan Ibu sudah pulang." Tegur ibu sambil menghampiri Agha dan Balian.
"O, ou. Senyuman ini akan membawa celaka." Bisik Balian kepada Agha. "Sstt, kita harus tetap tenang. Walaupun ini sangat bahaya." Balas Agha.
"Uuuu, kenapa lama sekali?" Tanya ibu sambil menarik telinga Agha dan Balian. "A-a, ini semua karena ulah kakak!" Gerutu Balian kesakitan. "Dua anak ini slalu saja membuat masalah." Ucap ibu sambil tersenyum. "Ayolah, jangan begini ibu. Ini memalukan." Ucap Agha menahan sakit.
"Nyonya.Ini bukan kesalahan tuan Agha ataupun tuan muda Balian. Ini adalah kesalahan ku." Ucap Asil sambil menundukkan kepalanya. "Jadi jika nyonya marah, hukum aku saja." Lanjut Asil.
"Hah? Apakah dia akan tahan?" Bisik Balian kepada Agha. "Ah diamlah." Balas Agha.
"A-asil? Melindungi wanita itu tugas lelaki, kenapa kau bicara begitu?" Ucap ibu terkejut dengan kata-kata Asil. "Iya nyonya aku yang bersalah, nyonya besar hukum saja aku. Aku mohon lepaskan tuan, karena yang terjadi adalah kesalahan ku." Ucap Asil lagi.
__ADS_1
"Hm... Yah, baiklah. Aku suka orang yang rela berkorban demi orang lain, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi padanya. Kali ini kalian berdua terselamatkan." Ucap ibu sambil menghela nafasnya, bagi ibu kejujuran dan rasa rela berkorban, adalah hal yang penting dan pantas diberikan hadiah untuk sebuah kebaikan.
"Terimakasih nyonya!" Ucap Asil dengan penuh kebahagiaan. "Ah, tentu." Balas ibu sambil tersenyum.
"T-tuan ma-maaf kan aku." Ucap Asil tertunduk. "Aku sih tidak apa-apa." Balas Balas. "Yah" Balas Agha singkat.
.
.
.
.
.
"Hm... Aku ingin sekali punya keluarga harmonis.Dimana ada tawa dan slalu bahagia, jika ada masalah akan diselesaikan bersama, Ah tinggi sekali harapan ku." Gumam Asil sesekali menghela nafasnya.
"Asil." Tegur ibu sambil menepuk bahu Asil.
"Eh, ibu aku pikir siapa." Balas Asil. "Kau baik-baik saja kan?" Tanya ibu memastikan keadaan Asil. "Oh, iya. Aku baik-baik saja, maaf Bu aku sudah membuat ibu khawatir." Ucap Asil. "Baguslah jika kau baik-baik saja, jangan meminta maaf. Seharusnya ibu yang meminta maaf karena tidak bisa menjaga mu dan gagal menjadi orang tua yang baik." Ucap ibu sambil mengelus lembut wajah Asil. "T-tidak, ibu adalah orang tua terbaik didunia ini. Mungkin bukan hanya aku yang beranggapan begitu, jika orang lain mendapatkan seorang ibu seperti ibuku pasti mereka juga sangat bahagia!" Balas Asil.
"Kau ini sangat pandai menghibur ibu." Ucap ibu sambil tersenyum. "Ibu yang terbaik! Aku sangat berterimakasih karena aku terlahir sebagai anak seorang ibu yang kuat dan baik hati." Balas Asil sambil memeluk ibu.
"Aku ingin slalu ada di sisi ibu." Ucap Asil. "Kau adalah malaikat kecil ibu." Balas ibu.
Hari ini dilalui Asil dengan kegembiraan, karena telah kembali ke dalam pelukan ibu.
"Terimakasih Ibu, karena Ibu slalu ada untuk ku. Dan slalu menyemangati ku, aku akan mencoba apapun untuk membuat Ibu bahagia!" Batin Asil
...****************...
__ADS_1