Penakluk Hati Sang Mafia Kejam

Penakluk Hati Sang Mafia Kejam
Chapter 2 (Episode 2)


__ADS_3

Keesokan harinya. "Yeah, hari ini tidak ada yang harus dikerjakan." Ucap Asil pelan. "Hei anak kecil apakah kau tidak ada pekerjaan lagi?" Tegur Agha. "Ah, iya tuan semuanya sudah selesai. Apakah kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Asil. "Tidak ada, aku akan keluar sebentar." Agha melenggang pergi.


"Hu ini sudah saatnya makan siang." Gumam Asil sembari melihat jam tangannya.


Tok. Tok. "Iya masuklah!" Sahut Asil.


"Asil." / "Oh nona Eren. Apakah anda membutuhkan sesuatu?" Tanya Asil dengan ramah. "Apakah kau mau makan bersama ku?" Eren balik bertanya. "Oh, yah boleh." Asil tersenyum.


......................


Asil dan Eren duduk berhadapan.


"Asil apakah kau menyukai Agha?" Tanya Eren tiba-tiba. "Yah? Maksud anda apa?" Asil terlihat kebingungan. "Oh kau ternyata sangat polos." Eren menyilangkan tangan didepan dadanya. "Saya tidak mengerti apa yang nona bicarakan." Ucap Asil. "Aku bertanya apakah kau menyukai Agha?" Tanya Eren terang-terangan. "Maaf? Nona anda bercanda yah." Asil tersenyum. "Tidak." Balas Eren singkat. "Nona adalah calon istri tuan bagaimana mungkin saya menyukai tuan." Asil menundukkan kepalanya. "Ayolah aku hanya menguji mu, ayo kita berjalan-jalan." Ajak Eren.

__ADS_1


"Bagaimana dengan harimu bekerja disini?" Tanya Eren. "Sangat baik." Jawab Asil. "Uh aku haus." Eren memegang tenggorokannya. "Oh, apakah nona mau saya ambilkan air?" Tawar Asil. "Oh boleh." Balas Eren. Asil bergegas pergi untuk mengambilkan air untuk Eren.


"Dasar polos. Dia tidak tahu yang mana yang baik dan jahat. Polos sekali." Eren tersenyum licik.


Bruk.....


"Hei apakah kau tidak punya mata untuk melihat jalanmu!" Bentak seorang wanita kepada Asil. "Maaf kan aku." Ucap Asil. "Lihat lah make-up ku rusak karena mu. Apakah kau hanya akan berdiri disana saja!" Bentak wanita itu lagi. "Hei apa yang terjadi disini?" Tiba-tiba Eren datang dan langsung bertanya. "Nona untung saja anda datang Asil mendorong ku." Wanita itu langsung meringis kesakitan.


"Yah? Mendorongnya? Ada apa dengan nya." Gumam Asil.


"Ada apa ini?" Tanya Balian dan melihat tajam Eren. "Kau seharusnya memilih karyawan yang baik!" Ucap Eren kepada Balian. "Apa maksudmu?" Tanya Balian. "Ternyata wanita yang dijadikan oleh Agha sebagai asistennya adalah seorang penjahat." Ucap Eren. "Hei jaga bicara mu." Balas Balian. "Oh apa yang harus aku jaga? Wanita ini mendorong seorang staff!" Teriak Eren. "Hei hentikan omong kosong mu!" Agha berbicara dingin dan menarik tangan Asil.


"Apakah kau tidak apa-apa? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Agha kepada Asil. "A-aku tidak apa-apa tu-tuan." Jawab Asil dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Hei dia itu penjahat!" Teriak Eren. "Hmm, apa kejahatan yang anak kecil ini lakukan?" Tanya Agha sembari melangkah mendekati Eren. "Dia mendorong staff mu. Bukankah itu tidak sopan." Ucap Eren. "Oh ya, siapa yang dia dorong?" Tanya Agha.


"Dia mendorong ku tuan.Hiks." Ucap wanita itu memelas. "Oh sayang nya aku tidak melihat itu.Hmm, bagaimana jika kau mempraktekkan nya lagi Asil. Yah agar aku tahu bagaimana cara Asil mendorong mu." Agha tersenyum kecil.


"Hah! Omong kosong! Kau bukanlah bos yang adil!" Teriak wanita itu. "Aku tidak melihat apapun jelas jika aku meminta kalian mengulanginya lagi agar aku tahu." Ucap Agha.


"Cih bos yang tidak adil. Aku akan keluar dari perusahaan mu." Ucap wanita itu. "Silahkan." Agha tersenyum dan melenggang pergi.


"Haaaaaa! Sialan." Teriak wanita itu.


"Bangunlah.Dasar Asil. Kenapa dia sangat beruntung." Gerutu Eren yang sangat kesal dengan sikap Agha.


"Akting mu sangat buruk, lihat Agha sama sekali tidak perduli. Kau hanya cepat melihat uang." Tukas Eren. "Hii, setidaknya aku punya usaha." Ucap wanita itu. "Aaa! Ayo cepat ikut dengan ku." Ucap Eren yang semakin kesal.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2